KWT Sumber Boga Tamanmartani Ikuti Pembinaan Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional

Kalasan – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Padukuhan Tamanan, Tamanmartani Kapanewon Kalasan telah selesai mengikuti program Pembinaan Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Penutupan dilakukan Kamis (14/9/2023) sore di Padukuhan Tamanan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta didik PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Yudanarto menuturkan, kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu KWT Sumber Boga Tamanan adalah bidang boga, bertujuan menciptakan menu yang inovatif dan bervariasi, mengembangkan UMKM agar diimplementasikan sehari hari sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga sambil mempererat sesama anggota KWT.
Seperti diinformasikan ketua PKK Padukuhan Tamanan Wahyu Widayati, kegiatan berlangsung sejak tanggal 5 Agustus, dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan hingga berakhir 14 September 2023. Setiap pertemuan belajar dengan memasak dengan menu yang berbeda, dengan demikian ada empat jenis makanan menggunakan bahan yang berbeda pula.
Empat jenis dimaksud menurut Wahyu Widayati meliputi produk Snack Talam Telaga dengan bahan utama tahu dan telur ayam. Kemudian Gethuk Mawar dengan bahan dasar ubi rambat dan serundeng kelapa.
“Selain itu juga Bothok Telaga dengan bahan baku kelapa, daun kemangi dan telur asin serta produk minuman Es Gembira terbuat dari kelapa muda, sagu, buah alpukat, kolang kaling dan susu,” ungkap Wahyu.
“Kegiatan dikuti 24 peserta. Komposisi yang bertanggungjawab meliputi Pelindung Dukuh Tamanan Hasto Sriwibowo, Pengelola Pratiwi Setyaningrum dan Tutor Nurul Khomariah. Setiap pertemuan semua anggota melaksanakan tugas sesuai plot masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu Dukuh Tamanan Hasto Sriwibowo mengatakan, program yang diterima oleh Padukuhan Tamanan dari manapun asalnya, diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mendorong munculnya kreatifitas dan inovasi masyarakat yang kemudian dapat diimplementasikan baik secara perorangan maupun kelompok, termasuk bagi kalangan pemudanya.
“Masyarakat dapat berkarya membuat produk yang dapat digunakan untuk kepentingan keluarga dan dipasarkan melalui berbagai cara. Termasuk secara online dan bazar,” pungkas Hasto. (Tri Joko S/KIM Kalasan)



