Kembangkan Potensi, Condongcatur Teken MoA dengan STMD APMD Yogyakarta

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menandatangani Memorandum Of Agreement (MoA) untuk Peningkatan dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Kalurahan Melalui Kerjasama Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan STMD APMD Yogyakarta bertempat di ruang Lurah Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (14/9/2023).

Penandatangan MoA dilakukan oleh Lurah Condongcatur dan Ketua Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta.

Ketua Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta, Rini Dorojati, megatakan perjanjian kerjasama yang diadakan ini didasari oleh keinginan untuk saling membantu dan saling menguntungkan.

“Bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara Kalurahan dan Perguruan Tinggi serta melaksanakan kegiatan Tri Darma di lingkungan,” ungkap Rini.

“Adapun Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat di Kalurahan Condongcatur,” imbuhnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan Kalurahan Condongcatur sangat terbuka bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

“Selama ini di Kalurahan Condongcatur telah banyak Mahasiswa dari berbagai perguruan yang ada di DIY untuk melakukan Penelian, Skripsi, KKN dan Tugas Kampus Lainya, kedepan dari pihak STMD “APMD” Yogyakarta dapat membantu melakukan Inventarisasi asset Kalurahan, Pemetaan, Pendataan, Magang dan lainnya,” ucapnya.

Sebagai Pilot Project pertama, kerjasama dengan STMD “APMD” Yogyakarta ini akan dilakukan di Padukuhan Joho dengan STMD APMD Yogyakarta akan menerjunkan mahasiswanya untuk melakukan pelitian dan pengembangan potensi yang ada.

“Sejak tahun 2022 Pamong Kalurahan Condongcatur seperti Dukuh Gejayan, Dukuh Manukan, Dukuh Pondok, Dukuh Gandok, Dukuh Pikgondang, Dukuh Pringwulung, Dukuh Gempol, Dukuh Joho, dan Kamituwa Condongcatur melaksanakan lanjut Studi S1 dan S2 di STPMD APMD Yogyakarta dengan program bantuan Pendidikan bagi Pamong dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” jelas Reno. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Dinas Perpus Arsip Sleman Gelar Workshop

Sleman – Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpus Arsip) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Workshop dengan judul Baca Menjadi Karya di Pendopo Parasamnya Kabupaten Sleman, Kamis (14/9/2023)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Sri Wantini menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan momentum yang sangat penting dirayakan dengan tujuan untuk dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan yang ada di Kabupaten Sleman, serta menguatkan kembali komitmen sebagai pelayan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan tidak henti-hentinya untuk selalu mengembangkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat.

Melalui peringatan ini, Sri Wantini berharap masyarakat lebih optimal dalam menggunakan fasilitas layanan perpustakaan yang ada di Kabupaten Sleman sebagai pembelajaran sepanjang hayat, sehingga tercapainya salah satu dari visi misi Bupati Sleman yaitu terwujudnya masyarakat sleman yang cerdas dan sejahtera

“Dalam peringatan Hari kunjung perpustakaan tahun 2023 ini kami undang para pegiat literasi dan para pengelola perpustakaan baik Perpustakaan Kalurahan, Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan Sekolah serta perwakilan Siswa Siswi di Kabupaten Sleman,” ujar Sri Wantini.

Workshop Baca Menjadi Karya ini mengambil tema Budidaya Anggrek Vanda tricolor sebagai Usaha Pelestarian dan Peluang Bisnis untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Endang Semiarti.

Bersamaan dengan kegiatan Workshop juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan pojok baca digital tahun 2023 berupa LCD yang diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, serta bantuan untuk   Masyarakat dan Pemberian apresiasi kepada Pemustaka Teraktif, Terfavorit dan Keanggotaan Terbanyak. Selain itu ada juga apresiasi untuk Pemustaka.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan pojok baca digital diharapkan menjadi fasilitas bagi masyarakat yang dapat menunjang kebutuhan informasi masyarakat.

“Pojok baca dapat digunakan untuk menyajikan koleksi perpustakaan dalam bentuk digital (e-book) yang memanfaatkan teknologi saat ini,” ucapnya

Ditambahkan Kustini bahwa untuk menjadikan hari kunjungan perpustakaan ini menjadi gemar membaca yang dimulai dari diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat dengan melakukan inovasi inovasi seperti membuat riang baca atau perpustakaan mini di sudut-sudut ruangan/rumah.

Salah satu penerima bantuan Pojok Baca Digital melalui PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat) adalah Perpustakaan Pustakaloka Kalurahan Condongcatur yang diterima oleh Ketua Perpustakaan Kalurahan Condongcatur Pustakaloka, Al Thouvik Sofisalam, yang juga merupakan Kamituwa Condongcatur.

“Semoga dengan apresiasi ini, Perpustakaan Pustakaloka Condongcatur semakin baik dalam memenuhi standart perpustakaan dan masyarakat dapat lebih nyaman lagi untuk akses pelayanan di pustakaloka serta mewujudkan masyarakat condongcatur yang cerdas dan gemar membaca,” ucapnya. (Wasana/KIM Depok)




Margorejo Terima Kunjungan Dari Tim PP PST2B

Sleman – Kalurahan Margorejo menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan 9 Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (PP KST2B) Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Sumiyati Daslam dari Tim Penggerak PKK Sleman Pokja IV pada Kamis (14/9/2023) di Aula Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Perwakilan diterima langsung oleh Panewu Anom, Dyah Purwanti bersama Forkompim Tempel.

Sumiyati Daslam menuturkan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan implementasi dari program kerja Pokja 4 TP PKK Kabupaten Sleman tahun 2023.

“Dari 9 Pilot Project yang ada, pada kesempatan monitoring dan evaluasi di Tempel ini bertempat di Aula kalurahan Margorejo, dengan pilot Project nya adalah Menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkap Sumiyati.

Dalam penjelasannya, Sumiyati Daslam juga menyampaikan apa saja yang harus disiapkan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi tingkat kelurahan seperti yang sudah tertera dalam syarat dan ketentuan yang ditetapkan Pokja 4 PKK kabupaten Sleman.

“Diantaranya adalah Profil Kalurahan PP KST2B ini, kemudian apa saja yang menjadi program kerja Pokja 4 tingkat kelurahan, sertakan juga buku kegiatan dan notulen rapat pertemuan terkait PP KST2B,” ungkap Sumiyati.

Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dihadiri 40 kader penggerak PKK dari Margorejo Tempel dan Sido Agung Godean ini dibuka pada pukul 9 dan diakhiri jam WIB. (SBD/KIM Tempel)




BP4 Seyegan Adakan Pelatihan Pembuatan Mol dan Biosaka Bagi Gapoktan Margomulyo

Sleman – Bertempat di Gedung Serba guna Kalurahan Margomulyo, BP4 Seyegan mengadakan pelatihan pembuatan MOL dan Biosaka bagi Gapoktan Margomulyo, Rabu (13/9/2023).

“Kegiatan yang ini, bertujuan untuk nembantu kesuburan tanah dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal dari bahan alami,” ujar Sri Lestari, Ulu ulu Margomulyo dihadapan 30 peserta yang merupakan pengurus Gapoktan.

Sri berharap setelah pelatihan, ilmu yang didapatkan bisa langsung dipraktekkan dan diaplikasikan di lahan mading masing.

Maryati, PPL Margomulyo yang memberikan materi pembuatan MOL menyampaikan bahwa dengan kebijakan pemerintah yang membatasi pupuk bersubsidi, banyak petani yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pupuknya. Untuk itu, Maryati mengajak Gapoktan intuk membuat pupuk organik sendiri yang bahan dadarnya ada disekitar kita atau bahkan sudah dianggap sebagai sampah.

“Tanah yang sudah rusak karena kebanyakan pupuk kimia menjadi faktor utama untuk mengajak petani menggunakan pupuk organik. Tanah memerlukan mikroorganisme pengurai untuk menyuburkan tanah, sehingga perlu kiranya  membuat organisme lokal dari bahan alami,” imbuh Maryati.

Setelah menjelaskan secara teori tentang pembuatan MOL, Maryati mengajak peserta untuk praktek langsung dengan menggunakan bahan buah nanas yang sudah disiapkan. Nanas yang digunakan sudah diparut/dihaluskan sebanyak 1 kg, ditambah 20 lt air matang /sumur dan ditambah gula pasir sebanyak 250 gr (30 sendok). Ketiga bahan dicampur merata, disaring dan dimasukkan ke dalam botol kemudian ditutup dan ditunggu selana 1 minggu dengan perlakuan setiap hari di goyang supaya endapan tercampur dan tutupnya dibuka sedikit untuk menghilangkan gasnya.

“Sesudah 1 minggu, MOL sudah jadi dan bisa langsung digunakan dengan cara dikocor ataupun disemprotkan. Fungsi dari MOL ini adalah sebagai POC (Pupuk Organik Cair),” ungkap Maryati lagi.

Theresia, Narasumber yang kedua memberikan pelatihan pembuatan biosaka.  Theresia mengatakan bahwa prinsip utama adalah dari alam kembali ke alam.

“Adapun syarat pembuatan Biosaka adalah tanaman  yang digunakan sebagai bahan dasar adalah tanaman liar (rumput rumputan), tanaman harus sehat, minimal 5 jenis tanaman dan beratnya 250 gr,” Terangnya.

Theresia mengajak peserta untuk langsung praktek pembuatan biosaka dengan menyiapkan bahan yang berupa tanaman yang sudah dibawa dan ember berisi air secukupnya. Tanaman dimasukkan dalam air dan kemudian dipijat pijat (tidak diremas) sehingga warnanya keluar. Adapun waktu untuk memijatnya selama 30 menit.

Setelah itu, diukur dengan alat TDS, pembuatan biosaka dikatakan mencapai angka minimal 300. Kemudian dilakukan penyaringan ke dalam botol. Cairan biosaka ini bisa bertahan sampai dengan 4 tahun. Biosaka dikatakan rusak bila terjadi perubahan terhadap bau dan warna.

Aplikasi biosaka adalah dengan mencampur air 1 tangki (14 lt) dengan 8 tutup botol air mineral. Untuk lahan 1 Ha membutuhkan 3-4 tangki. Bisa diaplikasikan ke semua jenis tanaman dengan cara menyemprotkan (dikabutkan) dengan ketinggian 1 meter diatas tanaman.

Di Bagian akhir, Theresia menjelaskan bahwa fungsi dari Biosaka sendiri adalah sebagai elisitor (metabolik sekunder) yang membuat tanaman lebih sehat sebagaimana tanaman dasar yang dipakai untuk pembuatan biosaka. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Panwaslu Depok Harap Anak Muda Ambil Peran dalam Kawal Proses Demokrasi

Sleman – Dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Pelajar dan Mahasiswa di wilayah Kapanewon Depok, Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Muhammad Muamar Zaenuddin Eksan berpesan untuk mengambil peran dalam Pemilu serentak 2024. Muamar menyatakan peran tersebut adalah turut aktif melakukan pengawasan dalam tiap tahapan pemilu.

“Anak-anak muda harus turut ambil peran dan bagian dalam pemilu 2024 nanti. Mari kita bergerak bersama untuk melakukan kerja-kerja guna memastikan demokrasi yang lebih baik lagi,” kata Muamar, Rabu (13/9/2023).

Kegiatan di Ruang Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok yang dikemas dengan diskusi pengawasan partisipatif semacam ini, menurut Muamar, diharapkan dapat membentuk komitmen bagi kalangan muda dalam mengawal dan mengawasi setiap tahapan pemilu.

“Pertemuan semacam ini menjadi penting karena ada titik kolaborasi Panwaslu Depok dan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi,” tegasnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat ini pun menginginkan setiap kegiatan yang dilakukan Panwaslu Depok dengan stakeholder masyarakat dapat memberi titik temu demi melakukan pengawasan.

Hal demikian disebabkan karena kerja pengawasan yang dilakukan Panwaslu Depok sebagai salah satu pelaksana UU Pemilu dianggap sangat berat. Panwaslu Depok, menurutnya tidak hanya mengawasi semata, namun juga harus memastikan proses demokrasi berjalan sesuai regulasi yang ada.

“Jadi posisi masyarakat harus memiliki peran vital bersama dengan Panwaslu Depok di dalam mengawal demokrasi berjalan lancar,” pungkas alumnus Universitas Amikom Yogyakarta ini.

Muamar kemudian mengatakan bahwa Depok merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sleman dan memiliki luas wilayah yang cukup besar, dan berada di kawasan utara aglomerasi Kota Yogyakarta.

“Wilayah Depok terasa istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, objek vital, dan kawasan pemukiman baru,” ujarnya.

“Sehingga dalam pengawasan pemilu nanti kami membutuhkan partisipasi semua pihak untuk membantu, terutama anak-anak muda-mudi seperti teman-teman semua yang hadir ini,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)