Bupati Sleman Ajak Pemuda Terlibat dan Sumbang Gagasan Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus membuka penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kepemudaan dalam rangka menggali aspirasi dan perumusan strategi kebijakan bidang kepemudaan bertempat di Hotel Prima SR, Selasa (12/9).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman ini melibatkan instansi vertikal, OPD Pemkab Sleman, dan seluruh organisasi kepemudaan di wilayah Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa muserenbang kepemudaan ini menjadi sarana untuk brainstorming bertukar pikiran, dan berdiskusi tidak hanya untuk menginventarisir permasalahan bidang kepemudaan, tetapi juga tantangan yang akan dihadapi 20 tahun mendatang.

“Melalui forum Musrenbang ini, kami sangat mengharapkan masukan dari para narasumber dan peserta untuk menggali ide-ide agar semakin menyempurnakan rencana pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Sleman tahun 2025-2045,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga mengajak para pemuda untuk percaya diri dalam menyampaikan usulan, menyumbang gagasan maupun ide untuk membangun generasi yang produktif.

“Anak muda tentu menjadi penentu akan kemana dan akan seperti apa nantinya bangsa ini. Maka perlu adanya rasa percaya diri dari anak muda dalam menyampaikan gagasan dan idenya untuk pembangunan daerah ke depannya. Khususnya bagi kemajuan Sleman dalam kurun waktu 20 tahun mendatang. Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin apabila dilakukan bersama – sama secara konsisten,” ujar Kustini.

Sementara itu, Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta menuturkan dalam murenbang kepemudaan dalam rangka Penyusunan Materi Bahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) ini akan dibahas usulan strategi dan kebijakan di bidang kepemudaan dalam menghadapi bonus demografi dan Indonesia emas tahun 2045. 

Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, Dispora Sleman juga menghadirkan narasumber Konsultan Kebijakan Fisipol UGM, Gabriel Lele, yang nantinya akan memberikan pemahaman dan membimbing para organisasi kepemudaan dalam menyelaraskan program dan kegiatan kepemudaan dalam menghadapi bonus demografi.




Baznas Targetkan Sleman Jadi Sentra Bawang Merah

Sleman – Bupati Kustini Sri Purnomo hadir dalam kegiatan panen bawang merah Lumbung Pangan Sleman yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bumi Cendikia Yogyakarta, pada Senin (11/9). Acara tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Baznas RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan.

Kegiatan Panen Bawang Merah Lumbung Pangan Sleman, merupakan hasil kerjasama Baznas RI, Ponpes Bumi Cendikia dan PT. Elevasi Agri Indonesia (Elevarm) dalam merealisasikan pilot project untuk 50 mustahik (penerima zakat) di Desa Tirtoadi dengan komoditas bawang merah.

Usai dilaksanakan penanaman selama 2 bulan, Saidah Sakwan menyampaikan hasil petani Sleman di kawasan Tirtoadi dikatakan berhasil. Hal ini dinlai berdasarkan beberapa indikator keberhasilan.

“Indikatornya harga jual bisa di atas HPP dan produksinya dilihat dari sisi komposisi dan presentase. Jadi ini piloting, karena baru 50 mustahik dan baru satu desa yang kita kembangkan. Insya Allah kalau ini bagus akan kita replikasi di desa yang lain,” begitu keterangan Saidah.

Saidah menambahkan, salah satu target program ini adalah menjadikan Kabupaten Sleman menjadi sentra bawang merah. Dengan begitu, dapat pula menjadi pilar bagi penguatan lumbung pangan secara nasional. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani agar mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas.

Bupati Kustini menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan petani Tirtoadi dalam melakukan panen raya bawang merah. Juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas RI yang telah memberikan bantuan melalui kegiatan tersebut. Kerjasama ini, dikatakan Kustini sebagai pemacu motivasi bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian Sleman.

“Hasil panen ini tentunya semakin memotivasi kelompok petani untuk meningkatkan produksi pertanian komoditas bawang merah di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi lahan pertanian di wilayah Sleman ini relatif subur dan irigasinya tidak mengalami kesulitan,” kata Kustini.

Kustini juga berpesan kepada petani, agar melakukan manajemen yang baik. Sehingga diharapkan harga komoditas bawang merah akan stabil dan produknya selalu tersedia dipasaran dalam jumlah yang mencukupi.




Wabup Sleman Harap Kajian Pemanfaatan KRB III Lereng Merapi Tuntas Tahun Ini

Sleman – Pemkab Sleman melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman bekerja sama dengan tenaga ahli dari Universitas Pembangunan Nasional “V” Yogyakarta, melakukan Kajian Pemanfaatan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, Senin (11/9), di Hotel Alana, Ngaglik, Sleman. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa hadir dan memberikan arahan pada acara tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menjelaskan penyusunan kajian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, pengendalian dan pembatasan kegiatan masyarakat di KRB III di Lereng Merapi tanpa mengesampingkan risiko bencana. Disebutkan bahwa deliniasi KRB III dan pengaturannya tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2011 tentang Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi yang saat ini berlaku memberikan batasan dalam pemanfaatan ruang di KRB III.

Di samping itu terdapat regulasi yang baru yaitu Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Regulasi tersebut memberikan pengaturan yang lebih detail mengenai pemanfaatan KRB III.

“Maka perlu dilakukan kajian akademis sebagai dasar penentuan kebijakan dalam meningkatkan perekonomian dan sosial masyarakat dengan konsep living harmony with disaster,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mendukung penuh kegiatan kajian pemanfaatan KRB ini. Menurutnya kajian ini penting dilakukan guna memastikan kegiatan sosial serta perekonomian di kawasan KRB tetap dapat berjalan dengan baik.

“Ini harapan saya bisa dipercepat kajiannya, kalau bisa tahun ini selesai kajiannya. Karena masyarakat di wilayah KRB tiga ini tidak bisa mengembangkan secara maksimal terkait kondisi ekonomi sosial karena adanya aturan tentang KRB ini,” ujarnya.

Acara ini menghadirkan narasumber tim ahli dari UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Jatmiko Setiawan dan Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, MT. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Sleman, serta lurah dan Panewu dari kawasan KRB III.




BNPB Berikan Bantuan Penanganan Darurat Gunung Api Merapi Kepada Pemkab Sleman

Sleman – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi bantuan dukungan operasional dan penanganan darurat siaga Gunung Api Merapi. Bantuan diserahkan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kegiatan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor BBPPKS Regional III Yogyakarta, Senin (11/9/2023).

Bantuan yang diserahkan BNPB ini berupa dukungan operasional dana pakai sebesar 250 juta dan dukungan penanganan darurat siaga Gunung Api Merapi berupa 1 unit Mobil Dapur Umum Lapangan, 1 unit ambulans, 500 paket sembako, selimut, dan matras.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasihnya atas bantuan yang diberikan BNPB kepada Kabupaten Sleman terkait dukungan penanganan darurat Gunung Api Merapi.

Lebih lanjut Danang menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman secara geografis merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam, salah satunya rawan bencana letusan Gunung Merapi. Adanya potensi bencana tersebut, Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan berbagai upaya mitigasi bencana, salah satunya mengoptimalkan posko bencana, pembentukan Destana, dan upaya lainnya terkait kesiapsiagaan bencana.

Sementara bantuan yang diberikan BNPB, dijelaskan Danang hal tersebut merupakan upaya pemerintah melalui penetapan SK Bupati tentang siaga darurat merapi disertai pengajuan bantuan kepada BNPB.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menuturkan bantuan dana pakai yang diberikan BNPB akan digunakan untuk operasional posko siaga darurat dan peremajaan CCTV pantauan aktivitas Gunung Merapi. Sementara 1 unit ambulans akan diserahkan kepada Kalurahan Purwobinangun. Sedangkan mobil dapur umum  dan paket sembako akan disiagakan di gudang BPBD untuk kesiapsiagaan Merapi.




Bupati Sleman Resmikan Hasil Padat Karya Talud Makam Padukuhan Pisangan

Sleman –Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kembali meresmikan hasil kegiatan Padat Karya APBD 2023. Bupati Kustini meresmikan hasil padat karya untuk 3 lokasi sekaligus yakni, Padukuhan Pisangan, Kalurahan Tridadi, Padukuhan Pojok, Kalurahan Wonokerto, dan Padukuhan Kalirase, Kalurahan Trimulyo, Senin (11/9/2023).  Peresmian dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Bupati Kustini di Padukuhan Pisangan, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman.

Bupati Kustini menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki kebijakan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan Padat Karya. Pemkab Sleman menerapkan pengerjaan kegiatan Padat Karya dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, program ini dapat sekaligus menjadi pemasukkan tambahan bagi warga yang menganggur atau setengah menganggur.

“Jadi dikerjakan oleh masyarakat dan hasilnya nanti juga dinikmati masyarakat. Biasanya, jika dikerjakan sendiri akan timbul rasa handarbeni atau rasa memiliki. Sehingga fasilitas ini akan lebih terawat,” jelas Kustini.

Kustini juga mengapresiasi keterlibatan seluruh warga dalam pelaksanaan kegiatan Padat Karya Padukuhan Pisangan. Keterlibatan 3 orang wanita dan 1 difabel di antara 52 pekerja di Padukuhan Pisangan, dinilai Kustini menjadi wujud kekompakan dan kesungguhan warga dalam memakmurkan wilayahnya. Kustini berharap, masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil kegiatan Padat Karya agar dapat dinikmati dalam jangka waktu panjang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih mengutarakan, kegiatan Padat Karya APBD 2023 dilakukan di 17 lokasi dengan melibatkan 52 orang pada masing-masing titik. Program ini mendapatkan dana APBD Sleman dan Dana BKK Pokir DPRD DIY sebesar Rp. 159. untuk setiap lokasinya.

Sutiasih menambahkan, Pada Padukuhan Pisangan, Tridadi, diresmikan talud makam, untuk Padukuhan Pojok, Wonokerto, diresmikan talud jalan. Sedangkan di Padukuhan Kalirase, Trimulyo diresmikan cor blok dan talud. Ia pun berharap, program ini dapat ikut mensejahterakan masyarakat.

“Semoga di dalam kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya pekerja di lokasi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan bekerja kepada penganggur dan setengah penganggur, sehingga pekerja bisa mendapatkan upah atau pendapatan. Dengan begitu, kegiatan ini bisa ikut mensejahterkan masyarakat,” pungkas Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman.