Relawan di Kalasan Adakan Susur Sampah di Selokan Mataram

Kalasan – Relawan lintas organisasi Kapanewon Kalasan melaksanakan gerakan sosial Susur Sampah di sepanjang Selokan Mataram wilayah administrasi Kapanewon Kalasan, Sabtu (9/9/2023)

Panewu Kalasan Djoko Muljanto menuturkan, susur sampah disepanjang Selokan Mataram di inisiasi oleh komunitas lintas agama dan didukung oleh Polsek, Koramil, Karyawan Kapanewon.

“Selain itu juga turut bergabung unsur Kalurahan, Petugas Pengamat Selokan Mataram wilayah timur, BBWSO, Samapta Polda DIY dan relawan serta Kelompok Tani,” ungkap Djoko.

Selama aksi sosial, peserta melakukan pungut sampah dan pembersihan selokan dan Pemasangan Spanduk  dengan pesan “Stop Buang Sampah Sembarangan” dan “Stop Vandalisme”

Lebih lanjut Djoko Muljanto mengatakan, susur sungai juga dimaksudkan sebagai w upaya perawatan Selokan Mataram sebagai Cagar Budaya yang mempunyai nila sejarah perjuangan pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi utama pertanian di DIY.

Fakta di lapangan, sepanjang selokan mataram terdapat banyak sampah, baik di selokan maupun pinggir jalan inspeksi. Selain itu juga aksi vandalisme yang ada disepanjang selokan mataram.

Oleh karena itu, Djoko mengajak kepada masyarakat termasuk generasi muda untuk merawat selokan dengan cara tidak membuang sampah sembarang dan tidak melakukan vandalisme.

“Yang tidak kalah penting, adalah melakukan pengawasan bersama sepanjang waktu,” (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Karang Taruna Putra Mulia Margomulyo Adakan Gropyok Sampah di Buk Kuning

Karang Taruna Putra Mulia Kalurahan Margomulyo mengadakan kegiatan gropyok sampah di Buk Kuning, kawasan jembatan di Padukuhan Ngemplaksari yang  menjadi tempat pembuangan sampah liar dari masyarakat yang melalui kawasan tersebut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (10/9/2023) dan diikuti oleh 15 pengurus Karang Taruna. Hadir juga pada kegiatan tersebut Lurah Margomulyo, Ketua LPMKal, dan beberapa Dukuh.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi Karang Taruna dalam menyelamatkan lingkungan sehubungan dengan pembuangan sampah liar yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut dipicu dengan ditutupnya TPA Piyungan yang berdampak pada timbulan sampah rumah tangga yang tidak terangkut di TPA.

Buk Kuning sendiri sudah beberapa bulan terakhir menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kawasan ini merupakan jalur alternatif yang padat lalu lintas dan relatif jauh dari rumah penduduk sehingga menjadi tempat yang strategis untuk pembuangan sampah liar.

“Dua papan pengumuman larangan membuang sampah di kawasan tersebut seolah tidak berarti. Menyadarkan masyarakat untuk hidup tertib memang memerlukan usaha yang tidak ringan. Perubahan pola pikir, perubahan perilaku tidak secara instan terjadi di masyarakat,” ujar Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo.

Menurut Eko, semua pihak harus terlibat dalam penanganan sampah ini. Dari mulai Lurah, pamong Kalurahan, Lembaga, tokoh masyarakat dan aparat terkait.

Pada kesempatan itu, Eko juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota Karang Taruna yang telah berbuat nyata ikut membantu membersihkan lingkungan dengan kegiatan gropyok sampah yang pada saat ini dilakukan di kawasan sungai Buk Kuning.

“Menurut rencana, kegiatan yang belum selesai ini akan dilanjutkan dengan menimbun sampah yang didominasi sampah pampers itu dengan urugan tanah limbah dari kegiatan pembangunan jalan TOL dan kemudian ditutup dengan dinding bambu  dengan harapan  orang akan kesulitan dalam membuang sampah liarnya,” jelas Eko.

Eko berjanji akan memfasilitasi lagi bila Karang Taruna akan mengadakan kegiatan serupa dilain waktu.

Sementara itu, Sutarto Agus, Ketua LPMKal sekaligus praktisi lingkungan menyampaikan kepada Karang Taruna untuk lebih meningkatkan koordinasinya sehingga banyak stake holder yang terlibat.

Disamping itu, Sutarto juga mengimbau untuk pemakaian APD yang standar. Masker, kaos tangan dan sepatu boot masih banyak yang belum memakainya. Namun dengan aksi yang dilakukan oleh Karang Taruna ini, Sutarto memberi apresiasi yang tinggi dan bisa dijadikan contoh positif ditempat lain.

Kegiatan gropyok sampah tersebut rencananya akan diviralkan dengan penayangan videonya, dengan harapan siapapun yang melihat akan terinspirasi dengan berbuat serupa untuk membantu pemerintah menanggulangi masalah sampah. Ini juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah,  utamanya di wilayah DIY yang mengalami darurat sampah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati Haornas, Sumbersari Gelar Porkal

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), Pemerintah Kalurahan Sumbersari menyelenggarakan Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) pada Sabtu (9/92023) di Lapangan Bola Voli Menulis, Sumbersari,Moyudan. Hadir pada acara tersebut Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Moyudan, Anggota DPRD Propinsi DIY Muhammad Yazid, Lurah Sumbersari beserta seluruh Pamong dan Anggota BPKal Sumbersari.

Ketua Panitia Porkal, Hayyu Nor Ikhsan yang juga Dukuh Menulis dalam sambutannya menyampaikan bahwa Porkal diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Karang Taruna Bakti Sari dan Organisasi Muda-Mudi Menulis.

Lebih lanjut ia melaporkan bahwa Porkal mempertandingkan bola voli antar Padukuhan di Sumbersari. “‘Porkal kali ini baru bisa mempertandingkan bola voli antar Padukuhan. Artinya diikuti oleh 13 Padukuhan di Sumbersari. Semoga tahun depan bisa dikembangkan dengan pertandingan olahraga yang lainnya,” ungkap Hayyu.

Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Karang Taruna Bakti Sari dan Pemuda Menulis yang ditunjuk sebagai pelaksan Porkal. Senada dengan ketua panitia Sukadi menyampaikan bahwa Porkal tahun ini baru mempertandingkan satu macam olahraga yaitu bola voli.

“Kami tahu banyak potensi olahraga lain yang ada di Sumbersari, kami mohon maaf belum bisa lebih banyak olahraga yang dipertandingkan, semoga tahun depan bisa lebih banyak,” tutur Sukadi.

Sedangkan Panewu Moyudan Harsowasono dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Porkal di Sumbersari. Dirinya berharap dengan olahraga bisa menumbuhkan semangat, sehingga akan terwujuf tubuh yang kuat.

“Kepada para pemain tetap jaga sportivitas. Kalah menang itu hal yang wajar dalam sebuah pertandingan, yang kalah harus bisa menerima kekalahan yang menang jangan jumawa,” ajak Harso. (Giek/KIM Moyudan )




Jumantik Kaget Condongcatur Menyasar Padukuhan Gejayan

Sleman – Tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kaget Kalurahan Condongcatur bersama Puskesmas Depok II, Pokja IV PKK dan Kader Jumantik Padukuhan Gejayan melakukan Pemantauan Jumatik di wilayah RW 31 dan RW 32 Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (9/9/2023)

Menurut Kepala Puskesmas Depok II, Sri Mujianto, Jumatik Kaget ini merupakan program unggulan dari Puskesmas Depok II dan Kalurahan Condongcatur untuk melaporkan perilaku kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan demam berdarah.

“Adanya kasus Demam berdarah di wilayah Condongcatur tetap menjadi kewaspadaan masyarakat yang harus diimbangi dengan upaya penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamak (PSN) dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Ia menuturkan, Jumantik Kaget kali ini menyasar 144 rumah dan bangunan di wilayah RT 08 RW 31 dengan sasaran 48 rumah dan bangunan yang positif Jentik 17 Angka Bebas Jentik (ABJ) 64,5%. Selanjutnya di wilayah RT 09 RW 32 dengan sasaran 51 Rumah dan Bangunan yang Positif Jentik 12 ABJ 76,4% dan diwilayah RT 10 RW 32 dengan sasaran 45 Rumah dan Bangunan yang Positif 9 AbJ 80%.

“Dari total 144 bangunan terpantau, didapat data ABJ sebesar 73,61%,” terangnya.

Hasil evaluasi yang disampaikan oleh koordinator UKM Puskesmas Depok II, Bernadeta Dewintasari, saat ikut turun langsung melakukan pemantauan di masyarakat, petugas menemukan jentik di beberapa tempat seperti di Tampungan dispenser, Tanaman Bromelia, Botol kaca tanaman hias, Ember, Bak mandi dan Tempat minum binatang peliharaan

“Adapun beberapa faktor lain yang mendukung banyaknya temuan bangunan positif Jentik yaitu di tempat tinggal Lansia yang tinggal sendiri, rata-rata masih menggunakan bak mandi berukuran besar sehingga jarang menguras bak mandi, kurangnya pengetahuan masyarakat bahwa tampungan air dispenser menjadi tempat strategis bagi nyamuk Aedes untuk bertelur, kurangnya pengawasan terhadap pot tanaman hias juga beberapa kelompok dasawisma yang menggunakan sistem pelaporan PJB mandiri secara online melalui Whatsapp sehingga jarang disupervisi langsung oleh kader,” jelasnya

Ketua PKK RW 32 Gejayan, Astuti Adiati menyampaikan bahwa dengan dipantaunya jentik secara langsung oleh kader Jumantik Kaget dan Puskesmas Depok II, maka data riil di masyarakat dapat disandingkan dengan data pelaporan mandiri oleh masyarakat

“Tentunya hal ini jadi pembelajaran sehingga ke depan, kader dan tokoh masyarakat dapat mengagendakan supervisi jentik secara rutin,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)




Konco Dolan, Komunitas Jogotirto yang Peduli terhadap Karakter Budaya dan Potensi Desa

Sleman – Konco Dolan, sebuah Komunitas pegiat Desa Jogotirto mendapatkan kesempatan untuk bertemu GKR Hemas pada Hari Jumat (8/9/2023) di Kraton Kilen, Komplek Kraton Kasultanan Jogjakarta.

Konseptor Konco Dolan, Nono Karsono memperkenalkan para personil Konco Dolan serta memaparkan pemikiran dan kegiatan yang dilakukan serta. Menurutnya, Konco Dolan adalah wadah aspiratif dan kreatif yang mengajak semua elemen masyarakat untuk proaktif dalam menjawab tantangan kemajuan zaman dengan senantiasa mencintai, menjaga dan melestarikan karakter budaya dan potensi Desa.

“Pembangunan Desa harus senantiasa berkonteks pada perkembangan dan selaras dengan Strategi Nasional dan RPJM Yogyakarta dalam melakukan optimalisasi pembangunan Desa. Dalam hal ini pengembangan wisata Desa bisa menjadi opsi untuk mengoptimalkan potensi Desa Jogotirto dengan segala potensinya mulai dari hadiah dari semesta dan peradaban leluhur; lava Bantal, Candi abang, Gua Sentono, Gua Jepang. Makam bupati Sleman pertama, potensi peternakan perkebunan, kultur budaya serta kreatifitas SDM di Jogotirto,” terang Nono.

“Yang kesemuanya itu bila diberikan ruang dan dikemas dengan baik akan menjadikan sebuah potensi ekonomi dan wisata untuk bisa menopang percepatan pembangunan desa,” imbuh Nono yang juga sebagai aktivis sosial dan budaya.

Salah satu anggota konco dolan yang juga dosen Widya Mataram, Deny menyampaikan komunitas Konco Dalam mempunyai program unggulan Jelajah Desa, Sekolah Desa, Jaga Budaya. Dalam program tersebut Konco Dolan memembuka ruang kolaboratif semua elemen untuk berikhtiar bersama dalam rangka menumbuhkan rasa cinta pada desa.

“Sehinga terbuka peluang kerja sebagai penguatan ekonomi desa berbasis potensi desa,” kata Deny.
Juga disampaikan Deny bahwa personil Konco Dolan terdiri dari beragam aktivis sosial budaya, pengusaha, petani, penggiat lingkungan, pelaku budaya, peternak, dan pengrajin.

“Namun kesemuanya merupakan pribadi yang mencintai desa budaya dan kearifan lokal,” tukas Deny.
Ketua komunitas Konco Dolan yang juga pemilik peternakan kambing EL Farm, Darmaji menyampaikan salah satu rencana kegiatan Festival Konco Dolan dengan mengadakan lomba lukis dan mewarnai untuk siswa PAUD dan SD untuk wilayah DIY dan Jateng dengan mengambil tema DESAKU.

“Yang rencananya akan di selenggarakan di EL Farm kunden Jogotirto pada hari Kamis 28 September 2023,” ungkapnya.

“Dalam festival tersebut juga akan pameran dan bazar hasil produk UMKM serta parenting untuk wali siswa yang mengikuti lomba,” tambah Darmaji lagi.

Anggota DPD Yogyakarta KGR Hemas berpesan agar Konco Dolan untuk terus berinovasi menemukan solusi tentang pudarnya budaya pitutur. “Harapannya dalam pembelajaran budaya bisa sejalan dengan kemajuan teknologi dalam menumbuhkan etika budaya,” pesan GKR Hemas. (Kusnadi/KM Berbah)