Seni Karawitan Lumbung Laras Tampil di Pementasan Pegiat Seni Lumbungrejo

Sleman – Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan seni budaya dan kesenian tradisional, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo menyelenggarakan Pementasan Event Penggiat Seni di Balai Serbaguna Kalurahan Lumbungrejo, Sabtu (2/9/2023).

Tampil dalam penyelenggaraan ini adalah pementasan perdana Paguyuban Seni Karawitan Lumbung Laras yang merupakan grup karawitan pertama yang berdiri awal tahun 2023 ini

Grup seni karawitan yang dipimpin oleh Sadiyono, pelaku seni tradisional yang dikenal sebagai Tukang Kendang ini beranggotakan ibu-ibu pamong kalurahan Lumbungrejo, anggota PKK Kalurahan dan juga pegiat seni budaya lain se-Kalurahan Lumbungrejo.

Pementasan yang didanai oleh dana Keistimewan Yogyakarta ini turut juga dihadiri dan disaksikan oleh Penewu Tempel yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Penewu Anom Dyah Purwanti, Lurah Lumbungrejo Misbah Al Hakim, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, serta seluruh pamong kalurahan terdiri dari Dukuh se Lumbungrejo sampai staf, dan linmas.

Dalam sambutannya, Dyah Purwanti mengapresiasi kelompok karawitan yang tampil. Ia berharap, ke depan para kelompok ini dapat semakin meningkat kualitasnya, serta dapat terus menunjukkan penampilan yang berkesinambungan.

“Diharapkan karena Lumbungrejo ini adalah pintu gerbang dari Jawa Tengah menuju jogjakarta, bisa dikembangkan semacam rest area di sekitar Kalurahan Lumbungrejo dan kelompok karawitan ini dapat mengisi hiburan di tempat persinggahan sementara itu atau rest area,” ungkap Dyah.

Karawitan “Lumbung Laras” dalam pementasan perdana nya ini menampilkan Gending Gending klasik, juga dikolaborasikan dengan lagu lagu campursari yang diramu dalam iringan Gending Jawa. (Sbd/KIM Tempel )




Kalurahan Lumbungrejo Bentuk Omah Jaga Warga

Sleman – Menindaklanjuti Amanat Pergub DIY nomor 59 tahun 2022 tentang Jaga Warga, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel membentuk kepengurusan Jaga Warga tingkat Kalurahan yang dinamakan Omah Jaga Warga di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sabtu (2/9/2023).

Hadir dalam kesempatan ini Lurah Lumbungrejo Misbah Al Hakim didampingi Jagabaya Lumbungrejo Nugroho Subagyo sebagai pengampu kegiatan Kamtibmas di Lumbungrejo.

Pengurus yang dibentuk adalah perwakilan dari masing-masing Jaga Warga tingkat padukuhan yang diambil 2 orang untuk mendudukkan personil nya dalam kepengurusan tingkat kalurahan.

Misbah Al Hakim, Lurah Lumbungrejo menyampaikan harapannya agar Omah Jaga Warga bisa bekerja sama dengan para pihak lainnya, seperti dengan jaga warga tingkat padukuhan dalam upaya melakukan mediasi apabila terjadi konflik di masyarakat.

“Diharapkan juga dapat terlibat dalam upaya upaya menyelesaikan masalah yang berkembang baik masalah sosial kemasyarakatan ataupun yang lainnya,” ujar Al Misbah.

“Acara yang dipimpin langsung oleh Jagabaya Lumbungrejo ini menegaskan bahwa sebagai produk lokal dalam artian bahwa Jaga Warga ini hanya ada di DIY berdasarkan amanat Pergub diatas pembentukan pengurus omah jaga warga tingkat kalurahan harus segera dibentuk menindaklanjuti pembentukan pengurus jaga warga tingkat padukuhan,” tuturnya.

Misbah berharap, dengan adanya kepengurusan Jaga Warga tingkat kalurahan ini nantinya dapat digunakan sebagai akses pintu masuk mengajukan anggaran kegiatan dan operasional melalui Dana Keistimewan Yogyakarta untuk menopang kebutuhan yang diperlukan untuk keberlangsungan kepengurusan, semisal Atribut, alat komunikasi (HT) serta biaya biaya lainnya, atk dan lainnya. (Sbd/KIM Tempel)




Komunitas Sepeda Bandung Kunjungi Kalurahan Condongcatur

Sleman – Komunitas Federal Bandung Indonesia (FBI) mengngadakan Kunjungan Seduluran Sesama Penikmat Sepeda khususnya Federal dengan mengeksplor Kota Gudeg Yogyakarta, 2 – 3 September 2023

Rombongan Goweser Federalist Bandung dan Salatiga yang dipandu Goweser Federalis Jogja di Kalurahan Condongcatur diterima oleh Lurah Condongcatur beserta Federalis Condongcatur melakukan ramah tamah

Dalam sambutannya, Reno Candra Sangaji mengucapkan Selamat datang di Jogja dan terimakasih telah berkenan mampir di Condongcatur

“Selamat menikmati gowes eksplore Jogja dan menikmati liburan Sabtu Minggu disini semoga membawa kenangan dan energi baru nanti setelah ke Bandung, Kami Fedjo kapan kapan jika pas waktunya sebanyak 3 gerbong kereta akan gantian ke Bandung,” ucapnya yang disambut riuh para goweser.

Reno menambahkan bahwa Condongcatur adalah Kalurahan Ramah Pesepeda dan sebagai Rumah Pesepeda, di mana banyak komunitas maupun Goweser mandiri yang setiap kali datang atau touring ke Jogja selalu singgah di Condongcatur. 3

“Bahkan juga menginap di Condongcatur karena satu pesepeda adalah sejuta saudara dan  Goweser adalah Paseduluran saklawase,” tukasnya.

Baba Yadi mewakili Federalis Bandung Indonesia (FBI) mengucapkan terimakasih atas sambutanya di Jogja

“Suatu kehormatan dapat diterima dengan sangat ramah dan baik oleh sedulur Goweser Jogja, kami tunggu kunjunganya gowesnya di Bandung,” harapnya

Rombongan Goweser Bandung dan Salatiga dipandu Goweser Kartika Yoga dan goweser Fedjo lainya gowes keliling Eksplore Jogja dengan rute Tugu – Malioboro – Kraton dan finish hari pertama di Bendung Lepen Giwangan Jogja

Sahid Fahrudin yang juga pengurus Fedjo dan Federalis Condongcatur menjelaskan pada hari ke-2 (Minggu 3 September) rombongan sedulur Bandung dan salatiga direncanakan akan gowes mengeksplor Imogiri dan Sungai Selopamioro, dan sore harinya akan kembali ke Bandung. (Wasana/KIM Depok).




Adakan Karya Bakti di Sumbersari, Kodim /0732 Sleman Habiskan Biaya 60 Juta

Sleman – Kodim/0732 Sleman melakukan Program Karya Bakti TNI tahun 2023 dengan membangun talud jalan pertanian di Bulak Bale Sumbersari Moyudan Sleman. Peletakan batu pertama pembungunan tersebut dilakukan oleh Panewu Moyudan Harsawaaono pada Jumat 25 Agustus 2023 yang lalu. Pembangunan sendiri menghabiskan biaya 60 juta dan ditambah swadaya masyarakat dan TNI berupa tenaga gotong royong.

Menurut Sri Ukirno, Babinsa Sumbersari yang ditemui pada hari Sabtu (2/9/2023) mengutarakan bahwa pembangunan tersebut merupakan usulan pada tahun 2022. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pembangunan tersebut dibiayai oleh TNI sebesar 60 juta rupiah yang pengerjaannya diserahkan kepada PMKal Sumbersari.

“TNI cuma membatu tenaga sebagai bentuk karya baktinya kepada masyarakat,” ungkap Sri Ukirno.

Sedangkan Ketua PMKal Sumbersari Riyanto mengatakan bahwa pembangunan talud sepanjang 138 m tersebut dikerjakan oleh tenaga lokal Sumbersari dan dibantu TNI.

“Semoga pembangunan talud jalan pertanian ini bisa memberikan manfaat kepada petani untuk membawa ,” harap Riyanto. (Giek/KIM Moyudan)




PKK Sumberrejo Adakan Pelatihan Public Speaking Bahasa Jawa

Sleman – Dalam rangka melaksanakan program kerja, Pokja 2 tim penggerak PKK Kalurahan Sumberrejo Kapanewon Tempel mengadakan pelatihan publik speaking untuk MC bahasa Jawa dan Indonesia di Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Sabtu (2/9/2023).

Acara yang dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Sumberrejo, Ika Puji Astuti ini juga menghadirkan narasumber pegiat sastra dan bahasa Jawa, Sih Budi Daryanto, Ketua DPC PPY Kapanewon didampingi Saryanto, tokoh budaya sastra Jawa yang sudah malang melintang di dunia ke Panatacara an atau MC baik dalam bahasa Indonesia maupun Jawa.

Ketua Pokja 2 tim penggerak PKK Kalurahan Sumberrejo, Winarni berharap kegiatan ini dapat dioptimalkan sesuai dengan kaidah sastra. “Tidak hanya dalam penggunaan yang benar, tapi juga tepat menggunakannya,” ungkap Winrani.

Ika Puji Astuti, Ketua TP PKK Sumberrejo juga menyampaikan harapannya bahwa ilmu yang didapat hari ini semoga dapat menjadi bekal, khususnya kepada anggota PKK Sumberrejo dalamacara resmi di tingkat PKK masing masing.

“Harapan kami setelah adanya bekal dari PPY Tempel diharap dapat diimplementasikan dalam kegiatan kegiatan selanjutnya, seperti dalam waktu dekat ini kita hendak mengadakan perlombaan pembawa acara dalam bahasa Indonesia dan Jawa,” tutur Ika Puji Astuti.

Ketua PPY Tempel, Sih Budi Daryanto dalam sambutannya juga menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan pihak manapun yang menaruh kepedulian terhadap pengembangan bahasa Jawa khususnya dibidang Panatacara/MC bahasa Jawa.

Saryanto yang bertindak sebagai narasumber menitikberatkan pada persiapan dan apa saja yang harus disiapkan untuk menjadi seorang pembawa acara dalam acara apapun. Seperti soal olah suara, Olah penampilan, olah rasa, dan bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri untuk dapat tampil optimal menjadi seorang pembawa acara. “Terutama yang menggunakan bahasa Jawa,” tegasnya.

Dilanjutkan dengan pemberian pemahaman tentang kata yang kerapkali digunakan oleh seorang pembawa acara bahasa Jawa yang sudah menjadi kebiasaan, tetapi sebenarnya salah dalam penggunaannya. (Sbd/KIM Tempel)