Pelatihan FKDM Upaya Cegah Kemunculan Konflik

Forum Kewaspadaan Diri Masyarakat (FKDM) Se-Kapanewon Tempel menggelar pelatihan dan koordinasi di Griya Dhahar Taman Merdiko, Lumbungrejo, pada Selasa (26/09) sebagai upaya untuk mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Agung Dwi Maryoto selaku Panewu Tempel menyampaikan keberadaan FKDM sangat vital dalam membantu pemerintah untuk menciptakan jalannya pemerintahan yang maju, sejahtera, dan religius. Pasalnya, FKDM bertugas sebagai mata dan telinga di tengah-tengah masyarakat.
“Saya berharap agar FKDM yang terbentuk di tingkat kapanewon mampu menjabarkan tugas dan fungsi kewaspadaan masyarakat dengan berbagai kegiatan yang mampu mencegah munculnya konflik di masyarakat,” harapnya.
Sementara dijelaskan oleh Supardi selaku Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, tujuan dilaksanakannya pelatihan adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota FKDM dan FPK tingkat Kapanewon Tempel dalam kesiapsiagaan dan antisipasi dini di masyarakat, menyamakan visi dan persepsi serta sikap setiap anggota FKDM dan FPK dalam melaksanakan perencana pencegahan secara dini dan penanganan persoalan yang terjadi di daerah dengan menjaga integritas dan meningkatkan kompetensi serta tetap berkomitmen membantu program-program Pemerintah Kapanewon Tempel.
“Saya berharap melalui pelatihan ini FKDM dan FPK mampu mengantisipasi perkembangan yang terjadi secara dini dengan perencanaan persiapan langkah-langkah matang yang berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini Di Daerah,” sebutnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua FKDM Kabupaten Sleman, Saridjan menjelaskan bahwa dasar pembentukan FKDM di tingkat kapanewon/kecamatan adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2019.
“FKDM tingkat Kapanewon adalah mata telinga pemerintah kapanewon yang fungsinya adalah sebagai internal security, pengaman pemerintah kapanewon, bukan malah menjadi yang diamankan. Kita bukan pembuat masalah tapi kita sebagai pemecah masalah demi masyarakat,” jelasnya. (SBD/KIM Tempel)



