Rakor TPKJM Seyegan Bahas Kesehatan Jiwa Sebagai Isu Multisektor

Sleman – Tim Penanganan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kapanewon Seyegan bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM DIY mengadakan Rapat Koordinasi dengan sektor terkait yang diselenggarakan di Aula lantai II Kapanewon Seyegan pada hari Kamis (31/8/2023).

Hadir dalam Rakor tersebut pengurus YAKKUM DIY, Koramil, Polsek, KUA, Puskesmas, UPT Yandik, PPDI, Forum Ta’mir, Forum Gereja, TKSK, Kader Kesehatan Jiwa, dan Tokoh Agama.

PLT Panewu Anom Kapanewon Seyegan, Ageng Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa  TPKJM merupakan ujung tombak dalam menangani kesehatan jiwa di masyarakat. Seyegan sendiri jumlah ODGJ nya masih tinggi.

“Perlu penanganan secara terintegrasi sehingga dapat produktif. Identifikasi di masyarakat adalah langkah pertama untuk mewujudkan penanganan yang melibatkan banyak sektor tersebut,” ungkap Ageng.

Di akhir sambutannya Ageng berharap penanganan ODGJ, stunting dan anak putus sekolah dapat mengurangi angka kemiskinan.

Tyas dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM DIY, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemiskinan memang bersinggungan dengan jumlah ODGJ di suatu wilayah. “Produktivitas Masyarakat yang rendah adalah penyebab utama kemiskinan,” tukasnya.

“Seyegan perlu pendampingan multi sektor untuk bisa keluar dari zona tersebut. Untuk itu perlu koordinasi dengan banyak elemen  untuk meningkatkan angka kunjungan yang masih rendah,” imbuh Tyas.

Tyas menuturkan, di Seyegan sendiri masih mempunyai pekerjaan rumah berkaitan dengan layanan ataupun pendampingan pasca Rumah Sakit, karena penerimaan masyarakat yang masih rendah terhadap pasien ODGJ.

“Masih banyak kasus, pasca Rumah Sakit, keluarga tidak sanggup untuk pendampingan, padahal keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pemulihan. Artinya kader pendamping yang paling baik adalah keluarga,” ujarnya.

Untuk itu Tyas menyampaikan, YAKKUM siap untuk melakukan pendampingan yang selama ini juga sudah dilakukan di 21 Kalurahan di DIY dengan 849 kasus. Kader juga diharapkan untuk bisa mempengaruhi orang sekitar guna mendukung pemulihan ODGJ.(Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Condongcatur Terima Kunjungan Studi Tiru Terkait Rumah Data Kependudukan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerima Studi Tiru dari Kalurahan Sendangsari Pajangan Bantul terkait Rumah Data Kependudukan (RDK) di Rumah Dataku Kampung Keluarga Berkualitas Condongcatur, Kapanewon Depok, Kamis (31/8/2023).

Peserta Studi Orientasi dan Studi Tiru ini sebanyak 15 kader Rumah DataKu Kalurahan Sendangsari Pajangan Bantul dipimpin oleh Kamituwa Kalurahan Sendangsari diterima Lurah Condongcatur, Kamituwa, Staf dan pengurus Kampung KB dan Pengurus RDK Condongcatur

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan selamat datang di Kalurahan Condongcatur yang terbuka dari manapun untuk saling belajar dan berbagi ilmu dan pengalaman. Reno menjelaskan bahwa  dengan diterbitkannya Inpres nomor 3 tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) perlu dibentuk Rumah Data Kependudukan (RDK) Di Kampung Keluarga Berkualitas  sesuai dengan Roadmap.

“Rumah Dataku sebagai kelompok kegiatan masyarakat yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi kependudukan yang terbarukan ditingkat mikro,” jelasnya.

Menurut Reno, keberadaan Rumah Dataku penting untuk perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.

“Selain itu pola kegiatan rumah dataku yang berbasis pada partisipasi masyarakat dalam pengelolaan data akan meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi kependudukan bagi pembangunan serta data data yg dihasilkan merupakan artikulasi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” terang Reno.

Ketua RDK Condongcatur, Tri Suhartati dalam paparannya menyampaikan RDK mempunyai fungsi sebagai dasar untuk perencanaan kegiatan penganggaran Kalurahan

“Data RDK digunakan untuk bahan perencanaan di Kalurahan, Instrumen pendidikan kependudukan bagi masyarakat dan sebagai Pusat Data dan Informasi Kependudukan di Level Kalurahan,” ungkap Tri.

“Rencana Tindak Lanjut RDK Condongcatur kedepan adalah Updating Data secara berkala, Digitalisasi Data, Penambahan Data Display, Pertemuan rutin pengelola RDK secara rutin dan Intervensi Program,” imbuh Tri lagi.

Selanjutnya ditambahkan Tri Suhartati Sejarah berdirinya Kampung KB dan Rumah Data Condongcatur berawal pada tahun 2018 berdirinya Kampung KB dan RDK di Padukuhan Gempol. Seiring berjalanya waktu di tahun 2020 menjadi Kampung KB dan RDK Kalurahan Condongcatur hingga saat ini.

” Untuk melihat dan mengenal lebih dekat Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur dapat dipantau di Instagram KKB Condongcatur,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Purnatugas, Ulu-Ulu Kalitirto Pamit

Sleman – Purnatugas merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut yang dialami oleh Eddy Winarno, Ulu-ulu Kalitirto Kapanewon Berbah, yang resmi menjalani masa Purnatugas setelah dilakukan pelepasan pada Kamis (31/8/2023) di Gedung Serbaguna Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Lurah Kalitirto tanggal 31 Agustus 2023 tentang Pemberhentian dengan hormat karena berakhirnya masa bhakti Eddy Winarno, oleh Pangripta Kalurahan Kalitirto Andang Rudiyanto.

Dalam sambutannya, Eddy Winarno memohon pamit, dan mohon maaf apabila selama menjalankan tugas selama 34 tahun 4 bulan 4 hari terdapat hal-hal yang tidak berkenan, pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang kurang sempurna.

Dirinya juga berpesan, seusai purnatugas apabila masyarakat memerlukan bantuan siap membantu, tentu saja dengan kapasitas yang berbeda.

“Jadilah orang yang ikhlas walaupun bukan yang terbaik, karena orang baik belum tentu ikhlas,” ujar Eddy.

Arihadi, Lurah Kalitirto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas jasa-jasa yang telah diberikan Eddy Winarno sebagai Ulu-Ulu yang hasilnya sangat dirasakan oleh masyarakat, seraya berharap untuk penerusnya dapat meneladani beliau dan melanjutkan menyempurnakan pekerjaan-pekerjaan yang masih belum selesai.

Diah Retnoningsih, Panewu Anom Kapanewon Berbah mengapresiasi kinerja Eddy Winarno selama menjalankan tugas. Ia juga meminta agar jabatan yang ditinggal untuk tidak lama berada dalam posisi kosong.

“Segera melakukan pengisian jabatan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik,” kata Dian. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah).