1.564 KPM Margoagung Menerima Beras CPP

Pemerintah menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi 1564 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) intuk alokasi 3 bulan yakni September, Oktober dan Nopember 2023.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan pada hari Senin (25/9/2023) dengan melibatkan seluruh pamong termasuk Dukuh dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), TPSK (Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan) serta pendamping PKH (Program Keluarga Harapan).

Tujuan Program ini adalah untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarganya dan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Masyarakat yang berhak menerima bantuan beras CPP adalah masyarakat yang dikategorikan dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

1564 KPM  yang menerima beras CPP yang disalurkan melalui bantuan pangan bulog ini adalah data yang sesuai dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)  Kemensos.

Beras yang diterima sebanyak 10 kg adalah rangkaian program penyaluran beras CPP tahap 3 tahun 2023. Untuk Kapanewon Seyegan sendiri pada tahap ini mengalokasikan sebanyak 6894 KPM.

Ludiman, Kamituwo Margoagung mengatakan bahwa jumlah sasaran KPM dari waktu ke waktu mestinya menurun. Hal itu bisa disebabkan karena ada KPM yang meninggal dunia dan tidak mempunyai ahli waris.

“Sedang pengusulan KPM baru harus melalui mekanisme verifikasi DTKS tahun mendatang,” ujarnya.

Ludiman juga menambahkan bahwa Kalurahan juga melaksanakan MPM (Mekanisme Pendataan Mandiri).

“Hal ini ditempuh bilamana ada permintaan dari warga masyarakat dengan mengetahui Dukuh setempat, diajukan oleh Kalurahan dan mengusulkan ke Dinas Sosial Kabupaten. Oleh Dinas Sosial disurvey dan nantinya ditetapkan,” ungkap Ludiman.

Berbicara masalah manfaat, Ludiman menyampaikan bahwa selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, penyaluran Beras CPP ini juga untuk menahan gejolak meningkatnya harga pangan karena terjadi kekeringan yang panjang dan hama penyakit.

Ditempat yang sama, Sujarwo, Lurah Margiagung menyampaikan bahwa ada warga yang protes karena tidak dapat bantuan lagi. Sehingga perlu dilakukan pendekatan secara personal intuk meyakinkan yang bersangkutan sudah tidak layak lagi menerima bantuan karena sudah dianggap mampu.

Koordinator JPL (Jasa Prima Logistik), Dimas, mengatakan bahwa pelaksanaan di Margoagung relatif lancar dan terkendali. Ini dikarenakan ada koordinasi antara desa dan JPL, sehingga jumlah verifikator dengan petugas JPL relatif seimbang. Tugas dari JPL sendiri adalah mengambil foto KPM  yang nanti akan diupload melalui sistem. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkab Sleman Distribusikan Bantuan Logistik Kepada Relawan Kebencanaan Merapi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyerahkan bantuan distribusi logistik dan peralatan kebencanaan Gunung Api Merapi kepada perwakilan komunitas relawan kebencanaan Merapi bertempat di Posko Utama BPBD Sleman, Jumat (22/9). Bantuan tersebut merupakan dukungan penanganan darurat siaga Gunung Api Merapi yang diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya BNPB memberikan bantuan tersebut dalam kunjungannya di Kantor BBPPKS Regional III Yogyakarta beberapa waktu lalu dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan bantuan logistik dan peralatan kebencanaan ini merupakan komitmen Pemerintah dalam memberikan dukungan kepada relawan yang menjadi garda depan Pemerintah khususnya dalam kebencanaan Gunung Api Merapi.

“Tentunya ini (bantuan) sebagai komitmen Pemerintah untuk mendukung relawan yang selama ini membantu Pemerintah dalam kebencanaan khususnya di kawasan Gunung Merapi yang sampai saat ini, hampir tiga tahun statusnya masih siaga,” katanya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan BNPB ini memberikan semangat dan menjadi motivasi para relawan untuk bisa mendampingi masyarakat dalam rangka penanggulangan bencana khususnya kebencanaan Gunung Api Merapi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menuturkan dalam bantuan ini diserahkan kepada 21 perwakilan komunitas relawan kebencanaan Merapi.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 500 paket sembako, selimut, dan matras. Sementara bantuan lainnya yaitu mobil dapur umum yang disiagakan di posko BPBD, dan 1 unit ambulance yang diperbantukan di Kalurahan Purwobinangun.




SMP Muhammadiyah 3 Depok Gelar Workshop Robotic

Sleman – SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta) sukses menggelar Workshop dan Trial Robotik untuk pelajar SD/MI se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/9/2023).

Kegiatan ini merupakan rangkaian Mugadeta Robotic Games (MRG) 2023. Terdapat sekitar 60 pelajar yang didampingi orangtua dan pendamping terlibat aktif dalam kegiatan ini.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Hasanudin mengatakan bahwa SMP Mugadeta merupakan sekolah unggul milik persyarikatan Muhammadiyah yang telah menorehkan banyak prestasi di bidang teknologi dan robotika.

“Kegiatan Mugadeta Robotic Games (MRG) merupakan ajang tahunan yang sempat terhenti karena pandemi kembali dihadirkan kembali,” ujarnya.

Kegiatan ini diawali dengan pengenalan integrasi Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEM), Robotik dan Al Qur’an dalam pembelajaran di SMP Mugadeta bertajuk STREAM-Qu yang disampaikan oleh Ary Gunawan, Waka Kurikulum SMP Mugadeta yang merupakan alumni STEM & Digitalisation Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Nanyang Polytechnic International (NYPi) Singapura.

Antusiasme peserta terlihat saat Trial Robot Trashporter yang akan digunakan dalam MRG 2023 mulai diperkenalkan oleh Isa Azni, Waka Kesiswaan dan Koordinator Ekstra Kurikuler SMP Mugadeta.

Robot Trashporter merupakan robot transporter yang didesain untuk memindahkan dan memilah sampah yang dioperasikan secara manual melalui kontrolel jarak jauh.

MRG 2023 didesain sebagai sebuah game edukasi robotik untuk mengenalkan robotik sejak dini.

“Gamifikasi dalam perlombaan ini adalah upaya mengenalkan robotik dan pemahaman dini tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dini,” papar Isa. (Athiful/KIM Depok)




Ini Beda APK dan APS dalam Pemilu 2024 Menurut Panwaslu Depok

Sleman – Menjelang tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman menggelar Rapat Koordinasi Penertiban Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemilu di wilayah Depok, Kamis (21/9/2023).

Kegiatan yang digelar di Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok itu dihadiri oleh Ketua dan Anggota Panwaslu Depok beserta Panwaslu Desa se-Kapanewon Depok, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Polsek Depok Barat, Polsek Depok Timur, Polsek Bulaksumur, dan Danramil 11 Depok.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panwaslu Depok Sleman Adihanto Purnomo menjelaskan perbedaan antara alat peraga sosialisasi dengan alat peraga kampanye.

Penjelasan itu, menurut Adi, diberikan karena saat ini terlihat masih banyak partai politik yang melakukan pelanggaran dengan memasang alat peraga kampanye di berbagai titik.

Adihanto kemudian mengingatkan, bahwa pada saat ini Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang, belum memasuki masa kampanye, melainkan baru pada tahapan sosialisasi. Karena itulah, yang boleh dipasang oleh partai politik hanya alat peraga sosialisasi.

“Lalu, apa saja yang boleh di masa sosialisasi? Pertama, bendera partai dengan nomor urut partai itu boleh karena memang inilah esensi dari masa sosialisasi,” ujar Adihanto.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi inipun menjelaskan bahwa alat peraga sosialisasi dengan alat peraga kampanye berbeda.

Adihanto menyatakan bahwa alat peraga yang berisikan visi misi, program dan gambar calon anggota legislatif masuk ke dalam kategori alat peraga kampanye.

“Alat peraga kampanye itu merujuk paling sedikit berisi visi misi program dan citra diri. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Tidak hanya itu, menurut Adihanto, Bawaslu mengizinkan partai politik melakukan pertemuan internal secara terbatas selama masa sosialisasi.

Kendati demikian, syaratnya harus memberi informasi kepada KPU dan Bawaslu satu hari sebelum acara pelaksanaan.

“Kita banyak menemui di sepanjang jalan Solo, dan jalan-jalan utama di wilayah kerja Panwaslu Depok, terpasang beberapa bendera tidak itu masalah. Itulah sosialisasi, yang boleh itu bendera, nomor partai, pertemuan terbatas dengan cara memberi tahu dan tidak boleh ada seruan dan ajakan,” jelasnya.

Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2024 menyebutkan masa kampanye baru akan dimulai pada 28 November 2023 sampai dengan 10 Februari 2024 mendatang.

Namun sebelum itu, para peserta pemilu diperbolehkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tanpa ajakan untuk memilih mereka.

Panwaslu Depok Sleman di berbagai tempat dan titik tertentu, sebelumnya telah menemukan banyak pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye Pemilu 2024.

Meskipun demikian, Panwaslu Depok belum mengambil tindakan tegas dan hanya meminta caleg, partai atau pemerintah daerah untuk menurunkan spanduk atau baliho tersebut.

“Harapan kita semua, para peserta pemilu, partai politik, berserta timnya selalu mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu,” ujar Adi, “agar Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang tidak terjadi permasalahan yang dapat memperuncing rasa dendam, dan lainnya yang berkonotasi negatif di masyarakat luas, khususnya wilayah Depok yang heterogen ini,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Festival Anak Sholeh, Sarana Mencapai Generasi Emas Margorejo

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan Semarak Margorejo adalah diadakannya penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) yang berlangsung di balai kalurahan Margorejo, Minggu (24/9/2023).  FAS merupakan hasil evaluasi dari pembinaan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) dan juga merupakan bagian integral dari program Generasi Emas Margorejo yang diawasi oleh Ampuan Kamituwa Kalurahan Margorejo.

Antusiame dari peserta terlihat dari sebanyak 19 TPA telah bergabung dalam acara FAS 2023 ini, membawa bersama mereka sekitar 325 peserta yang bersemangat dari seluruh Kalurahan Margorejo.

“Ini adalah bukti konkret dari komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan anak-anak di wilayah ini,” ujar Nur Subkhi, salah satu perwakilan panitia.

“FAS adalah bukti nyata dari komitmen kami dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada generasi muda kami. Program Generasi Emas Margorejo telah membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di kalurahan kami,” imbuhnya.

Festival Anak Sholeh ini menampilkan berbagai kegiatan yang mencerminkan perkembangan bakat dan kreativitas anak-anak. Ada pertunjukan seni, lomba mewarnai, drama kecil, dan berbagai aktivitas lainnya yang menggambarkan semangat tinggi peserta. Ini adalah kesempatan berharga bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka dan merayakan prestasi mereka di hadapan keluarga dan teman-teman.

Lebih dari sekadar hiburan, FAS juga menjadi wadah untuk memperkuat ikatan sosial di Kalurahan Margorejo. Masyarakat berkumpul untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh kebersamaan.

“Kami berharap FAS tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berinvestasi dalam pendidikan anak-anak. Mereka adalah masa depan kita, dan melalui program seperti Generasi Emas Margorejo, kami berusaha menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk mereka,” ungkap Kamituwo Margorejo, Anwar Ichsani,

Menurut Anwar, Festival Anak Sholeh di Semarak Margorejo tahun ini adalah bukti bahwa upaya bersama dalam memajukan pendidikan anak-anak dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dalam komunitas.

“Semua orang yang hadir pada hari itu merasakan semangat dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” imbuh Anwar. (Arief Hartanto)