Komitmen Kawal Hak Pilih, Panwaslu Depok Gelar Patroli Pengawasan di Terminal Condongcatur

Sleman – Dalam mengawasi pelaksanaan hak pilih warga masyarakat untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, jajaran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman giat melakukan patroli pengawasan kawal hak pilih, Sabtu (30/9/2023). Dalam kesempatan kali ini terfokuskan di Terminal Condongcatur, Jalan Anggajaya, Condongcatur, Depok, Sleman.

Komisioner Panwaslu Depok Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan menjelaskan, bahwa patroli pengawasan ini diharapkan dapat mengawal hak pilih masyarakat pada pemilu 14 Februari 2023 mendatang.

“Dalam pemilu nanti, kita ingin memastikan semua warga negara yang memenuhi syarat dan terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” katanya.

Muamar mengaku, dari hasil patroli pengawasan Panwaslu Depok, masih terdapat pemilih yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar dalam daftar pemilih. Begitu juga sebaliknya, masih ditemukan pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, tapi masih terdaftar.

“Ini semua yang selalu ingin kita pastikan dan saat ini kita menyasar warga yang berada di area Terminal Condongcatur,” paparnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat itu menyatakan bahwa patroli pengawasan kawal hak pilih dilakukan secara langsung dengan mendatangi pemilih rentan yang berpotensi terabaikan hak pilihnya, sehingga berpotensi disalahgunakan seperti pemilih disabilitas, masyarakat yang tidak berdomisili sesuai KTP, serta masyarakat yang telah meninggal dunia namun masih masuk dalam daftar pemilih.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum itu mengatakan, bahwa patroli pengawasan kawal hak pilih ini dilakukan sampai pada 14 Februari 2024 mendatang sebagaimana Instruksi Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2023.

“Panwaslu Depok bersama Panwaslu Desa se-Depok akan terus melakukan upaya melindungi hak pilih warga khususnya warga masyarakat di wilayah kerja kami masing-masing,” ungkapnya.

Bagaimana kalau ada warga Depok Sleman yang belum terdaftar? Alumnus Universitas Amikom Yogyakarta itu mengimbau agar segera melaporkan ke Kantor Panwaslu Depok yang berada di Gedung Sasana Kapti Kompleks Kantor Kapanewon Depok Jalan Padjajaran Condongcatur Depok Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Melihat Upacara Adat Ruwat Umbul Temanten di Widodomartani

Ngemplak – Kalurahan Budaya Widodomartani, Kapanewon Ngemplak menggelar Upacara Adat Ruwat Umbul Temanten, Minggu (1/10/2023). Kegiatan pelestarian Upacara Adat dan Tradisi itu terlaksana dengan memanfaatkan dana Keistimewaan.

Prosesi diawali dengan kidung doa di Umbul Temanten Karanganyar, dilanjutkan pengambilan air Umbul Lanang dan Umbul Wadon. Usia prosesi ritual pengambilan kemudian air suci kemudian diarak oleh bregada dan masyarakat menuju pusat kegiatan kawasan wisata Edukasi. Sesampainya di kawasan Wisata Edukasi, air suci disiramkan ke pohon pule sebagai simbul berfungsinya air sebagai tanda dan fungsi dalam kehidupan makhluk. Penyiraman secara bersama sama dilakukan oleh Lurah Widodomartani Heruyono, Ketua Tim Penggerak PKK Yuli Astuti dan Panewu Ngemplak Sumariyah.

Lurah Widodomartani Heruyono menuturkan, Kalurahan Budaya Widodomartani memilik banyak potensi yang harus dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya adalah upacara adat yang ada sejak dahulu kala.

“Umbul Temanten, dahulu berfungsi sebagai tempat mandi dan cuci, aliran air yang mengarah kedekatan juga berfungsi sebagai irigasi pertanian. Dengan begitu umbul Temanten harus dijaga keberadaanya,” ujar Heruyono.

Kepala Seksi Lembaga Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY Endang Widuri mengatakan, upacara adat dan tradisi merupakan warisan leluhur, keberadaanya baik yang bersifat pribadi maupun bersama-sama merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan, disamping itu juga bentuk komitmen atas amanah untuk menjaga dan merawatnya.

“Kundha Kabudayan mempunyai tugas mendampingi aktivitas kebudayaan yang ada di masyarakat,” ujar Endang.

Tetapi, lanjut Widuri, aktivitas yang menggunakan dana keistimewaan harus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan. Kegiatan Merti Umbul dapat disemarakkan dengan pementasan aneka kesenian dan diramaikan dengan gelar potensi produk UMKM.

“Dengan demikian nilai budaya bersamaan dengan upaya peningkatan kesejahteraan. Widodomartani juga telah memiliki kebanggaan khas, yaitu Batik Puspo Rinenggo dengan Motif Jangkang dan Apen Pondok Wonolelo,” pungkasnya.

Sementara itu Panewu Ngemplak Sumariyah, dalam sambutanya mengatakan, terkait upaya pelestarian umbul Temanten, perlu adanya komunitas pecinta Umbul Temanten, dengan komunitas itu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam. “Mari kita rawat bersama,” ajak Sumariyah. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




DPC PPY Tempel Gelar Peragaan Acara Perkawinan Adat Panatacara

Sleman – Bertempat di Rumah Makan Taman Merdiko Lumbungrejo Tempel, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Peragaan Adat Perkawinan sekaligus memperingati ulang tahun berdirinya DPC PPY di Tempel yang ke-satu, Minggu (1/10/2023).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Penewu Anom Dyah Purwanti, segenap jajaran pengurus dan penasehat DPC PPY TEMPEL, serta 53 anggota baru yang dalam kesempatan ini menerima sertifikat tanda sudah selesai mengikuti pelatihan dan menerima materi tentang kepanatacaraan, pidato bahasa Jawa serta pengetahuan tentang busana dalam adat Jawa khususnya gagrak Ngayogyakarta.

Ketua DPC PPY TEMPEL, Sih Budi Daryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan yang sudah dilaksanakan di bulan Agustus dan September yang lalu dimaksudkan untuk lebih memahami berbagai wacana lisan sastra dan budaya Jawa dari berbagai sumber serta menanggapi seni pranatacara dari berbagai media yang bisa dipelajari.

Indikator dari pelatihan agar para peserta dapat memahami kriteria-kriteria pranatacara yang baik dan benar. Dapat berbicara pranatacara dengan baik serta dapat menggunakan bahasa pranatacara untuk memperagakan sebagai pembawa acara dalam suatu kegiatan dalam hal ini acara perkawinan.

“Tujuannya , diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengetahui dan memahami kriteria- kriteria seorang pembawa acara yang baik dan benar, untuk itu pelatihan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja tapi akan tetap berlanjut di waktu waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dyah Purwanti mewakili Kapanewon Tempel juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DPC PPY TEMPEL yang sudah setahun terakhir ini berkiprah di Kapanewon Tempel guna mengembangkan seni budaya Jawa khususnya di bidang seni pembawa acara dalam bahasa Jawa, pidato, dan lainnya.

“Selamat ulang tahun kami ucapkan mewakili bapak Penewu Tempel juga memberikan apresiasi kepada PPY TEMPEL yang walaupun sampai saat ini masih mandiri dalam mengukupi segala kebutuhannya untuk itu pemerintah Kapanewon Tempel minta maaf, tetapi dalam tahun tahun kedepannya Kapanewon Tempel akan mengupayakan adanya fasilitasi dan support yang bisa langsung dirasakan,” ujar Dyah Purwanti.

Diakhir acara dalam rangka memperingati setahun berdirinya DPC PPY di Kapanewon Tempel diperdengarkan seni macapat/panembromo bertema ambal warsa (ulang tahun) yang dimainkan oleh segenap jajaran pengurus DPC PPY Tempel. (Sbd/KIM Tempel)




Sempat Vakum Saat Pandemi, Forum Perpustakaan Widodomartani Kembali Aktif

Ngemplak – Forum Perpustakaan Padukuhan (Forpusduk) Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak kembali beraktivitas setelah sempat berhenti dimasa pandemi Covid 19. Kebangkitan para relawan FORPUSDUK dimulai dengan mengadakan kegiatan Mendongeng, Belajar Geguritan dan Melukis untuk anak usia TK dan SD pada Sabtu (30/9/2023) di kawasan Wisata Edukasi, Widodomartani, Kalasan, Sleman.

Ketua Forum Perpustakaan Padukuhan Widodomartani, H. Sarjiyo menuturkan, Forum Perpustakaan Padukuhan berdiri tahun 2016.

“Kegiatan Forum tidak terbatas di sekretariat, tepapi juga berkeliling dari Padukuhan satu ke Padukuhan lainya. Selain itu juga kesekolah-sekolah SD,” terang Sarjiyo.

Forum beranggotakan unsur pepustakaan saat ini 15 Padukuhan, empat Padukuhan lainya dalam proses pembentukan.

Lebih lanjut Sarijo menuturkan, selama pandemi Covid 19 aktifitas forum berhenti tidak melakukan kunjungan dan layanan ke Padukuhan dan Sekolahan.

Pada geliat pasca pandemi, pihaknya memulai berkegiatan, dengan momentum peringatan hari jadi ke 75 Kalurahan Widodomartani, panitia yang dibentuk oleh forum dengan menghadirkan 100 anak berasal  dari 19 padukuhan. Mereka dilibatkan dalam kegiatan melukis, menari, belajar geguritan dan Mendongeng. Hadir sebagai pendongeng Bunda Ratih dari Perpustakaan Kabupaten Sleman dengan judul Kebaikan Hati Jerapah

Sementara Ketua Kalurahan Budaya Widodomartani, Subarjo menambahkan, Forum Perpustakaan Padukuhan bertujuan untuk memupuk gemar membaca, gemar belajar dan gemar berkebudayaan. Dari aktivitas Global Perpustakaan diharapkan anak-anak juga terpupuk jiwa kesetiaakawanan sosial, nasionalisme dan produktif.

“Tidak menutup kemungkinan anak-anak juga akan dilatih tari melalui sanggar-sanggar yang ada,” tandas Subarjo.

Terkait dengan aktivitas  Forum Perpustakaan, Pendamping Kalurahan Budaya Widodomartani, Anis Damayanti dan Galuh memberikan apresiasi dan mendukung aktifitas sebagai implementasi dari konsep Kalurahan Budaya. “Semua bisa berkolaborasi dengan tetap dikoordinasikan oleh Pemerintah Kalurahan,” pungkas Anis. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




Margorejo Gelar Musrenbang 2023

Sleman – Kalurahan Margorejo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023 di Aula Kalurahan Margorejo,Tempel, Minggu (1/10/2023). Kegiatan dihadiri langsung oleh ] Penewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) kabupaten Sleman, yang dalam hal ini diwakili oleh Yohanes Purnomo, dan Lurah Margorejo, 

“Sebelum dilaksanakannya Musrenbang Kalurahan ini diselenggarakan Musrenbang Padukuhan . Pelaksanaan Musrenbang Padukuhan pada dasarnya merupakan persiapan pemantapan pelaksanaan Musrenbang Kalurahan,” ujar Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, dalam sambutannya sekaligus membuka dan menyatakan bahwa Musrenbang kalurahan ini bersifat umum dan terbuka.

Abdul juga menerangkan berbagai usulan yang dikemukakan dalam Musrenbang ini untuk rencana pembangunan tahun 2024, berdasarkan pencermatan RPJMKal, pagu indikatif, program dan kegiatan pemerintah atasnya dan dari hasil kesepakatan dalam Musdes.

“Beberapa usulan disusun berdasarkan skala prioritas dan pagu anggaran yang tersedia. Usulan tersebut terdiri dari Usulan Strategis, Usulan Utama dan Usulan Pendukung,” ungkap Abdul

Materi atau topik yang dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan kalurahan ini serta yang bertindak selaku unsur pimpinan rapat yang juga ketua tim penyusun RKPkal Margorejo adalah Carik Margorejo Ariyanto Wibowo.

Pemaparan rancangan RKPKal dan DU_RKPKal disampaikan oleh Kaur Pangripta Kalurahan Margorejo , Rahutomo Irawan, yang dilanjutkan dengan meminta tanggapan dan masukan peserta musyawarah untuk kemudian disepakati bersama rancangan RKPKal dan DU RKPKal tersebut.

Dari materi arah kebijakan Kegiatan Pembangunan Kalurahan Margorejo Tahun 2024, mendapatkan tanggapan dari Ketua BPKal Margorejo, Edy Triyanto yang menyampaikan bahwa dalam penyusunan Rencana Pembangunan Tahun 2024 hendaknya harus saling bersinergi dengan apa yang menjadi program Kapanewon Tempel dan berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Usulan kegiatan Pembangunan Kalurahan Margorejo tahun 2022-2023 yang belum terealisasi, untuk diajukan lagi tahun 2024 ini ,” tambah Edy Triyanto. (Sbd/KIM Tempel)