PMI Sleman Ditetapkan Jadi Pusat Unggulan Pembinaan PMR

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman ditetapkan sebagai Pusat Unggulan (Center Of Excellent) Pembinaan Palang  Merah Remaja (PMR) dan Pemberdayaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tingkat Utama. Sertifikat diterima oleh Sekretaris PMI Kabupaten Sleman, Sarijan pada Jumat 29 September 2023 lalu di Kebumen.

Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono saat jumpa pers Selasa, (3/10/2023) di Markas PMI Sleman menuturkan, penetapan PMI  Kabupaten Sleman sebagai Pusat Unggulan Pembinaan PMR dan Pemberdayaan SPAB Tingkat Utama berdasarkan kriteria dan hasil penilaian terhadap capaian kinerja pembinaan PMR dan Pemberdayaan SPAB oleh PMI Pusat.

Menurut Sunartono, penilaian dilakukan berjenjang baik terbuka maupun tertutup. PMI Kabupaten Sleman melalui Bidang Diklat melaksanakan isian Form mandiri tentang pembinaan PMR Mula, PMR Madya dan PMR Wira. Secara online dikirim ke Badan Diklat dan Litbang PMI Pusat.

“Sedang penilaian tertutup dilakukan oleh PMI Pusat termasuk mekanisme seleksi bagi PMR yang akan mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR IX Tingkat Nasional di Kalianda Lampung Awal Bulan Juli lalu. Bahkan pada saat seleksi pesertanya mencapai 153 anggota PMR Mula hingga Wira,” terang Sunartono.

Lebih lanjut dikatakan, PMI Kabupaten Sleman menerima Sertifikat sebagai Pusat Unggulan Pembinaan PMR dan Pemberdayaan SPAB bersama enam Kabupaten yang lain, yaitu PMI Kabupaten Buleleng, Bali. PMI Kabupaten Malang, Kabupaten Kebumen, Kota Jakarta Timur, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cilegon.

“Kita mendapatkan tantangan untuk melaksanakan  amanah yang platform dan pendampingannya menunggu PMI Pusat,” pungkas Sunartono yang juga mantan Sekda Sleman itu.

Terkait pembinaan PMR, Sekretaris  PMI Kabupaten Sleman H. Sarijan menuturkan, PMI telah melaksanakan pelatihan Pembina PMR Mula sebanyak 30 orang guru, Madya sebanyak 30 guru dan Wira 30 orang guru.

“PMI juga telah mengadakan MOU dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Sleman dan Kepala Balai Dikmen DIY. Semua isinya terkait dengan pembentukan dan pembinaan PMR,” terang Sarijan.

Terkait Keberadaan Korp Sukarelawan (KSR) hingga saat ini telah begabung KSR UIN, UNY, POLTEKES, Shanata Dharma, UNJAYA, UPN dan Stikes Guna Bangsa. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kelompok PRSE Greget Makaryo Donoharjo Terima Bantuan dari Dinsos Sleman

Sleman – Sebayak 20 wanita yang tergabung dalam kelompok Perempuan rawan  sosial ekonomi (PRSE) Greget Makaryo di Kalurahan Donoharjo menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Bantuan sosial berupa uang sebanyak Rp. 40 juta  diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan, Feri Istanto di Aula Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (2/10/2023).

“Jumlah total bantuan adalah 40 juta dibagi 20 orang anggota kelompok jadi masing-masing menerima 2 juta rupiah,”kata Feri.

Feri menuturkan agar bantuan tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sehingga  dapat membantu ekonomi keluarga.

“Pergunakan uang tersebut untuk hal hal yang bersifat produktif misalkan untuk mengembangkan usaha yang sudah dijalankan,  jangan  konsumtif karena akan cepat habis. Pendamping nanti nya  akan melakukan monitoring terhadap penggunaan bantuan PRSE sehingga bantuan tersebut akan tepat sasaran dan tepat guna,” pesan Feri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada wanita-wanita terpilih tersebut yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga serta mampu menafkahi anak anaknya tanpa kehadiran sosok suami.

“Nama kelompok yang dipilih Greget Makaryo sangat tepat sebagai penggambaran dari semangat tetap bekerja, berusaha dan berkembang untuk kesejahteraan keluarganya,” ujarnya

Lebih lanjut Feri mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan usaha anggota kelompok PRSE Greget Makaryo Donoharjo, Dinsos Sleman tahun depan berencana  akan memberikan bantuan modal simpan pinjam.

“Bila membutuhkan tambahan modal  bisa langsung mengakses bantuan simpan pinjam ini. Jangan sampai terjerumus pada rentenir atau pinjaman online (pinjol),” kata Feri.

Feri mengatakan bahwa Bantuan sosial ini diberikan kepada PRSE dengan kriteria yang tercantum dalam peraturan menteri sosial  yaitu perempuan dewasa berusia 18-59 tahun belum menikah atau janda  atau kawin yang ditelantarkan oleh suami dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan  sehari-hari.

Ditambahkan pula bahwa yang menjadi peserta   program ini kebanyakan  adalah mereka dengan status janda baik karena cerai hidup maupun cerai mati serta wanita yang menjadi tulang punggung keluarga karena suami sakit atau tidak dinafkahi.

“Banyak perempuan yang pada akhirnya harus menjadi kepala rumah tangga dikarenakan kondisi tertentu entah perceraian atau lainnya. Apalagi kalau sudah punya anak akan dituntut tanggung jawab yang lebih besar lagi dengan membimbing dan mendidiknya. Maka dari itu Dinsos berupaya hadir memberikan ruang agar wanita wanita hebat ini semakin produktif dan mandiri secara ekonomi,” kata  Feri.

Sementara itu, Dani Prasetyo Kamituwa Donoharjo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial Sleman atas bantuan yang diberikan sehingga mampu  mendorong dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat Donoharjo. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Kapanewon Seyegan Gelar Pasar Murah Bahan Pokok

Sleman – Bertempat di Pendopo Kapanewon Seyegan, Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan Pasar Murah Bahan Pokok bekerja sama dengan distributor, Senin (2/10/2023)

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini, akan dilaksanakan di 17 Kapanewon secara bergilir, bekerja dama dengan distributor Bulog untuk penyaluran beras, minyak, tepung dan gula. Kapanewon Seyegan merupakan Kapanewon ke 10 yang mengadakan Pasar Murah bahan Pokok.

Selain itu Disperindag juga menggandeng Pinsar Petelur Nasional untuk distributor telur dan Saliman untuk distributor daging ayam.

Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan untuk belanja di pasar murah bahan pokok ini dikarenakan harga bahan pokok terutama beras harganya dipasaran sudah mencapai harga Rp ,-/kg.

“Sedangkan di pasar murah dijual dengan harga distributor,” ungkap Sutrisno, Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kabupaten Sleman.

Lebih jauh Sutrisno menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasar Murah yang diprakarsai oleh Disperindag ini merupakan kerja sama dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman dan instruksi dari Menteri Dalam Negeri.

Pasar murah dibuka pukul sampai dengan pukul wib. Namun kenyataannya, pukul wib bahan pokok sudah banyak yang habis.

“Pasar murah ini diperuntukkan bagi warga Sleman dengan dibuktikan dengan KTP dan pembelanjaan untuk masing masing bahan pokok dibatasi per orangnya untuk pemerataan,” tutur Sutrisno.

Untuk bahan pokok beras, Sutrisno menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) tetap akan melanjutkan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) guna memastikan stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi pangan.

“Beras SPHP  Sendiri sudah menjadi brand andalan  Bulog yang dikenal dan digemari masyarakat karena kualitas yang baik dan harganya yang terjangkau,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Dorong Ibu PAUD Wujudkan Pendidikan PAUD yang Berkualitas

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memberikan apresiasi kepada Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atas andilnya dalam mewujudkan pelayanan berkualitas bagi anak usia dini di wilayah Sleman. Apresiasi diberikan secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/10).

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana dalam laporannya menyampaikan bahwa Ibu PAUD memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di wilayahnya masing – masing.

“Keberadaan dan peran Ibu PAUD sangatlah penting untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya yang ada di wilayahnya dengan membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan di wilayah masing-masing yang memiliki potensi untuk mengembangkan layanan PAUD,” jelasnya.

Kemudian sebagai upaya meningkatkan peran Ibu PAUD, Ery menuturkan Disdik Sleman telah menyelenggarakan Apresiasi Ibu PAUD tingkat Kabupaten Sleman dengan tujuan untuk melihat sejauh mana gerakan yang dilakukan oleh ibu PAUD baik di tingkat Kapanewon maupun kalurahan dalam upaya mewujudkan PAUD berkualitas serta dukungan transisi PAUD ke SD kelas awal yang menyenangkan di wilayahnya.  

Penyelenggaraan apresiasi tersebut diikuti oleh 17 Ibu PAUD Kapanewon dan 16 Ibu PAUD Kalurahan. Penilaian untuk apresiasi ini dilakukan oleh Disdik Sleman melalui roadshow di 17 Kapanewon.

“Hasilnya semua bagus. Namun karena kami hanya bisa memberikan apresiasi kejuaraan bagi 3 peserta dengan nilai tertinggi, maka pada kesempatan ini akan kami berikan hadiah kejuaraan bagi 3 peserta Ibu PAUD Kapanewon dan 3 peserta Ibu PAUD Kalurahan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Ibu PAUD ini selain sebagai apresiasi, juga diharapkan dapat menguatkan komitmen Ibu PAUD dalam mengedukasi orang tua tentang pentingnya pendidikan usia dini.

“Dengan penghargaan ini, juga diharapkan dapat menguatkan peran orang tua dalam proses pendidikan setiap anak, karena sejatinya keluarga merupakan sekolah anak yang utama dan pertama,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini menyebut Pemkab Sleman terus berupaya untuk mendukung Kabupaten Sleman mengupayakan pemenuhan hak anak untuk mewujudkan Sleman Layak Anak. Namun demikian, Ia menilai upaya tersebut memerlukan keterlibatan berbagai pihak sehingga dapat maksimal.

“Perlu diketahui bahwa Kabupaten Sleman terus berupaya untuk memfasilitasi pendidikan dan perkembangan setiap anak Sleman. Maka saya menghimbau Kepada Pokja Ibu PAUD untuk melibatkan Ibu PAUD dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas yang muaranya akan meningkatkan kualitas generasi Sleman,” ujarnya.