Jelang Kampanye Panwascam Gamping Bangun Komunikasi Dengan PPK

Sleman – Menjelang memasuki tahapan kampanye pada pemilihan umum serentak 2024 di bulan November mendatang, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Gamping berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berkaitan dengan regulasi pemasangan Alat Peraga kampanye (APK) peserta pemilu agar tidak banyak menyalahi aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

Rapat koordinasi dengan mengangkat tema penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pada tahapan pemilu 2024 diikuti oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kecamatan Gamping, Rahmat Mulyo Hartono, Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Dewanto Tri Nugroho, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Bambang Nurdianto, serta anggota PPK Gamping, Syukron Amin dan Muhammad Karim yang berlangsung di Ruang Rapat Demang Cakradikrama, Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Jumat (6/10/2023) siang.

Sementara dalam diskusi, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo  mengatakan pihaknya dalam melakukan kerja pengawasan pelaksanaan tahapan dan jadwal Pemilu 2024 lebih mengedepankan pola pencegahan dari pada penindakan. Selanjutnya, menurutnya pencegahan pelanggaran pemilu hanya dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu yang independen, menjunjung tinggi nilai integritas, serta professional saat menjalankan tugas yang diemban.

“Perlu adanya sinergi yang dilakukan oleh Panwascam dengan PPK  sebagai upaya untuk membangun dan memastikan adanya hubungan kerjasama yang produktif dan kemitraan sebagai sesama penyelenggara pemilu yang harmonis guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berkualitas,” ujar Adnan.

Di samping itu, sebagai sesama penyelenggara pemilu sudah sewajarnya Panwascam dan PPK harus memiliki sifat profesionalisme, independen, integritas yang tinggi, serta Sumber Daya Manusia yang unggul demi tercapainya tujuan Bersama yaitu mewujudkan Pemilihan Umum serentak 2024 yang berkeadilan dan bermartabat.

Senada hal tersebut, Bambang Nurdianto selaku Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping menuturkan bahwa kegiatan menyangkut koordinasi antar dua institusi penyelenggara pemilu di tingkat kapanewon tersebut hendaknya rutin dilakukan sebagai ajang silaturahmi untuk saling berdiskusi dan bertukar informasi membahas solusi permasalahan tahapan pemilu yang terjadi di wilayah Kapanewon Gamping. Ia juga berharap koordinasi dan komunikasi antara kedua institusi kepemiluan agar selalu dirawat guna menciptakan pemilu serentak 2024 mendatang berlangsung secara langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil.

“Perlu disadari dan dipahami oleh semua pihak bahwa kesuksesan tahapan pemilu 2024 bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyelenggara pemilu saja, melainkan menjadi beban bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari peserta pemilu, masyarakat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri. Apabila pelaksanaan pemilu berjalan sukses, tentu saja menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu akan meningkat” pungkas Babe sapaan akrabnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Anggota DPR RI Fasilitasi KIE Obat dan Makanan Bersama Tokoh Masyarakat

Bertempat di Rumah Aspirasi H. Sukamto, SH yang terletak di Kapanewon Mlati Sleman, Sabtu (7/10/2023), diadakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE ) Obat dan Makanan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh H. Sukamto, SH, anggota Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) D I Yogyakarta yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan, manfaat dan mutu produk obat dan makanan.

Dihadiri oleh sekitar 400 tokoh masyarakat dari 17 Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman, acara ini menghadirkan Kepala BPOM DIY dan juga Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Diawali dengan sambutan dari Senen Haryanto, Lurah Sinduadi berharap dengan kegiatan ini peserta mendapat bekal ilmu yang cukup untuk lebih berhati hati dalam mengkonsumsi makanan dan obat.

Bagus Hari Purnomo, S.S Apoteker, Kepala BPOM DIY, yang menjadi narasumber menyampaikan materinya berkenaan dengan Produk yang diawasi oleh BPOM yaitu Produk Terapedik (obat dan bahan obat), kosmetik dan Produk Komplemen.

Bagus juga mengingatkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap Pengawasan obat dan makanan adalah pemerintah (pengawasan komprehensif/menyeluruh), pelaku usaha ( produsen) dan masyarakat sebagai konsumen cerdas.

Bagus menerangkan tentang penggolongan obat yaitu obat keras, obat bebas terbatas, obat bebas dan narkotika.

“Ada tanda tanda yang dicantumkan pada kemasan obat yang harus diketahui oleh masyarakat selaku konsumen sehingga tidak salah dalam memilih obat,” terangnya.

Lebih jauh, Bagus memberi Tips untuk terhindar dari obat palsu antara lain membeli di apotik/toko obat, jangan tergiur dengan harga murah, periksa kondisi kemasan, logo obat dan masa kadaluarsanya.

Selain obat Kimia, Bagus juga menyampaikan tentang penggolongan obat Tradisional yang terdiri dari jamu, obat herbal terstandar dan Profarmaka (obat tradisional yang diproduksi dengan alat modern). “Yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah nomor izin edar obat tradisional,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bagus memberikan contoh obat tradisional yang beredar di masyarakat yang kandungan bahannya sangat berbahaya dan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan konsumen. Untuk obat tradisional ini, Bagus juga memberikan tips untuk terhindar dari obat tradisional berbahaya.

Selain obat kimia dan tradisional, Bagus juga mengulas tentang produk kosmetika yang beredar di pasaran dan mengajak peserta KIE untuk cerdas dalam memilih produk kosmetik. Di bagian akhir, Bagus juga menyinggung tentang hubungan antara stunting dan keamanan pangan mengingat angka stunting masih cukup tinggi

Dengan rambu rambu pengawasan obat dan makanan yang telah dipaparkan, Bagus berharap makanan yang sehat, obat yang bermutu menjadi pilihan terbaik untuk menekan angka stunting di Indonesia.

“Adapun kiat yang bisa dilakukan adalah waspada terhadap produk makanan dan obat dengan cara mudah cek nomor izin  edar dan informasi obat dan makanan,” jelas Agus lagi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Manfaatkan BKK Danais, Margoagung Gelar Pelatihan Berbusana Adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta

Seyegan – Kalurahan Budaya Margoagung Kapanewon Seyegan menyelenggarakan Pelatihan Berbusana Adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta dengan menggunakan fasilitasi BKK Dana Keistimewaan. Pelatihan berlangsung selama empat hari dari Rabu (4/10/2023) hingga Sabtu (7/10/2023), bertempat di Aula Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman.

Lurah Margoagung Sujarwo menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk lebih mengintensifkan implementasi pelaksanaan Kalurahan Budaya bagi Masyarakat.

“Konsep Kalurahan Budaya yang Melindungi, Mengembangkan dan melestarikan potensi budaya yang telah ada seperti kesenian, bahasa sastra dan aksara, adat dan tradisi, pengobatan tradisional dan permainan tradisional, kuliner dan sebagainya harus mengajar di masyarakat. Termasuk bagaimana berbusana Jawa Gagrag Ngayogyakarta,” jelas Sujarwo.

Lebih lanjut Sujarwo berharap, peserta yang berasal dari masing Padukuhan, Lembaga Ketahanan Kalurahan dan Unsur Pamong, setelah mendapat pengetahuan dari pelatihan kemudian ditukarkan kepada yang lain, bisa keluarga, tetangga, saudara atau siapapun, jangan sampai ilmu hanya untuk diri sendiri. Ia juga meminta dan mengajak masyarakat untuk bersama sama bergerak secara mandiri, jangan kemudian tergantung pada bantuan.

“Margoagung dalam rintisan menuju Mandiri Budaya, maka budaya mandiri harus tetap dijaga dan dipertahankan,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Kalurahan Budaya Margoagung Jumali menuturkan, Kalurahan Margoagung telah mendapat fasilitas BKK Dana Keistimewaan sebanyak ,- yang pencairannya dua tahap. Tahap pertama ,- dipergunakan untuk Pelatihan Panatacara, Pelatihan Manajemen Desa Wisata, Pelatihan Pemasaran Online dan untuk pembangunan sarpras berupa MCK di area Embung Tirto Agung. Sedang untuk tahap kedua sebesar ,- dipergunakan untuk pengadaan Sound Sistem sebagai fasilitas pentas seni, pengadaan tenda UMKM 4 unit, pengadaan Meja Kursi sarana display lengkap dengan fluring dan karpet serta untuk Pelatihan Burbusana Jawa Gagrag Ngayogyakarta.

Terkait Pelatihan Berbusana Jawa, Jumali menjelaskan, pelaksanaan selama empat hari dengan narasumber dari Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) DPD Sleman. Dengan jadwal , materi dan narasumber meliputi, tanggal 4/10 Dasar Dasar Panatacara dan Pamedhar Sabda oleh Yuwono Agus Dirgantara, . tanggal 5/10 Adiwicara oleh Agus Wiranto, tanggal 6/10 materi Busana Mataraman oleh Faizal Noor Singgih, dan Sabtu tanggal 7/10 materi Unggah Ungguh oleh Tri Joko Saptono.

Peserta sebanyak 24 orang berasal dari perwakilan Padukuhan 12 orang ditambah dari unsur pengurus Lembaga Ketahanan Kalurahan (LKK) serta dari unsur Pamong Kalurahan.

“Disamping mendapatkan teori, para peserta juga praktek baik Medhar Sabda, Berbusana serta unggah Ungguh. Selain itu usai pelatihan peserta juga mendapatkan sertifikat yang penyerahannya dilakukan oleh Lurah saat penutupan, Sabtu 7/10/2023,” tutupnya. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




Sekda Sleman Hadiri Pentas Budaya di Sumbersari

Sleman – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DIY, Muhammad Yazid Mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk pada Sabtu (7/10/2013) di Lapangan Sumbersari, Moyudan.  Pagelaran tersebut dihadiri langsung oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya, Jajaran Pengurus DPD dan DPC Partai Persatuan Pembangunan, Panewu Moyudan dan jajaran, Muspika Moyudan,  seluruh Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan.

Muhammad Yazid dalam sambutannya  menyampaikan tujuan diadakannya pentas wayang merupakan wujud untuk nguri-nguri Kabudayan. Dirinya berharap dengan pentas wayang tersebut bisa memberikan tuntunan bagi generasi muda yang banyak mengalami degradasi moral.” Pentas wayang ini semoga bukan hanya sekedar tontonan tapi bisa menjadi tuntunan,” tutur Muhammad Yazid.

Sekda Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi yang tinggi atas diadakannya gelar budaya tersebut. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa proses pembangunan harus dikerjakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Proses pembangunan harus dilaksanakan dengan ikhlas sehingga akan menumbuhkan kesejahteraan untuk kita semua, sesuai lakon wayang malam ini, yaitu Bagong Mbangun Drsa,” pungkas Harda.

Dalam kesempatan tersebut Harda Kiswaya berkenan mendampingi Muhammad Yazid untuk menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Yisuf Anshori Khoirudin dari Gunung Kidul. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Komunitas  Girlan Indah Jebresan Gelar Pelatihan Eco-enzyme

Sleman – Komunitas Ibu-ibu Pinggir Jalan (Girlan) Indah Jebresan mengadakan Pelatihan Pembuatan Eco-enzyme pada hari Minggu (8/10/2023) di rumah seorang warga yaitu Tatik Haryanto, Kebonan, Kalitirto, Berbah, Sleman.  Kegiatan dihadiri oleh Ketua Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah, Ketua GIRLAN, anggota FLH dan ibu-ibu komunitas GIRLAN.

Ketua komunitas Girlan Indah, Siti Chalimah, menjelaskan anggota Komunitas Girlan merupakan ibu-ibu yang bertempat tinggal di pinggir Jalan Berbah-Kalasan, dari Jebresan sampai Kebonan.

“Dengan kegiatan arisan dilakukan sebulan sekali sebagai sarana silaturahim karena tempat pertemuan arisan bergilir sesuai dengan yang  mendapatkan arisan,” terang Siti.

Selain kegiatan arisan, pada saat pertemuan tertentu diberikan kegiatan tambahan berupa pelatihan atau pembelajaran lain.  “Dengan adanya pelatihan ibu ibu akan mendapatkan pengetahuan  yang bermanfaat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Siti.

“Untuk pertemuan kali ini akan diberikan pelatihan membuat Eco-enzyme dari FLH Berbah,” tambah Mantan Kepala SMP Negeri 1 Berbah tersebut.

Ketua FLH Berbah Kusnadi dalam sambutannya mengatakan bahwa Eco-enzyme adalah salah satu bentuk pemanfaatan sampah, karena kondisi sampah sudah pada titik yang mengkhawatirkan, bila tidak peduli akan menjadi masalah yang besar.

“Oleh sebab itu pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi sangat diperlukan,” kata Kusnadi.

Menurutnya, penutupan  TPA Piyungan beberapa waktu yang lalu membuat masalah baru bagi masyarakat Jogja. Untuk itu perlu adanya kesadaran warga untuk membentuk kelompok pengelolaan sampah.

“Bila ada warga masyarakat Berbah berkeinginan membentuk kelompok pengelolaan sampah FLH Berbah bersedia mendampingi pendirian kelompok, pengelolaan sampai menjual sampah yang dikumpulkan,” tambah Kusnadi.

Dari FLH Berbah Divisi Eco-enzyme, Siti Maryamah yang biasa dipanggil Yaya menjelaskan manfaat dan cara membuat Eco-enzyme.

Menurut Yaya pembuatan eco-enzyme adalah salah satu cara mengolah sampah organik. Karena bahan baku  membuat eco-enzyme adalah sisa kulit buah yang masih segar bersih tidak berlemak, tidak keras dan tidak bergetah.

“Eco-enzyme mempunyai manfaat yang sangat banyak sering disebut cairan sejuta manfaat. Bisa untuk mencuci luka, mencuci baju, menjernihkan perairan, mengurangi radiasi dan masih banyak lagi manfaatnya,” jelas Yaya.

Untuk membuat eco-enzyme diperlukan peralatan  berupa pisau, talenan, timbangan, toples plastik atau wadah lainnya dari plastik tidak boleh memakai wadah dari kaca atau besi. “Sementara bahan yang perlukan adalah kulit buah, air dan molase atau gula merah,” tuturnya.

Perbandingan untuk membuat eco-enzyme satu bagian gula atau molase, tiga bagian bahan organik dan sepuluh bagian air.

“Ketiga bahan tersebut dicampur dimasukkan dalam wadah serta ditutup rapat. Difermentasi selama 90 hari atau tiga bulan,” jelas Yaya yang juga Ketua Bank Sampah Klakah Elok Sendangtirto.

“Setelah difermentasi selama tiga bulan bisa dipanen ditandai dengan cairan berwarna coklat muda beraroma segar tdk berbau busuk.  Cairan eco-enzyme bisa langsung dipergunakan dengan penambahan air atau juga bisa diolah lagi menjadi produk turunan berupa sabun batangan, sabun cair, desinfektan dan lain-lain” tambah Yaya mengakhiri penjelasannya. (Kusnadi/KIM Berbah)