Keberadaan LKS Bantu Penyelesaian Masalah Sosial

Sleman – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Sleman mengadakan pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (9/10/2023). Kegiatan diikuti oleh 145 LKS yang berada di Kabupaten Sleman.

Ketua LKS Kabupaten Sleman Aly Mansyur dalam laporannya menuturkan, di Sleman telah tercatat ada 145 LKS tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman dan yang sudah lengkap Izin dan Tanda Daftarnya sebanyak 94 LKS.

“Sehingga masih ada 50 an yang belum terdaftar dan belum melengkapi syarat syarat administrasi  LKS sehingga kalau ada dukungan tidak bisa mengakses bantuan. Untuk itu diharapkan yang belum terdaftar segera diurus kelengkapannya apabila ada kesulitan bisa konsultasi dan bimbingan ke LKKS Kab Sleman,” ujar Aly.

“Disamping itu bulan ini antara tgl 11-14 Oktober 2023 dilaksanakan Akreditasi dari Tim Dinas Sosial Sleman , ada sebanyak 10 lembaga LKS yang akan divisitasi. Untuk itu persiapan diserahkan kepada LKS yang akan divisitasi di Lokasi LKS masing-masing,” papar Aly Mansyur.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menekanan pada pelayanan sosial pada umumnya, terutama memperhatikan tentang kesehatannya dan ekonomi serta pendidikan keluarganya.

“Sebagai contoh layanan stunting yang telah mendapatkan penghargaan dari pusat termasuk juga dalam pendidikan akan membantu kuliah anak-anak Sleman yang berprestasi, tetapi tidak ada biaya bisa dibantu dari Pemerintah Sleman sampai lulus. Tahun 2023 sebanyak 220 orang mahasiswa,” ungkap Kustini.

Disamping itu anak Sleman bisa masuk ke Perguruan Tinggi di Sleman yang jumlahnya 42 Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Untuk itu Bupati berharap dengan adanya LKS yang setiap 3 bulan pertemuan bisa mengevaluasi kegiatan kegiatan yang dilaksanakan. Pemerintah selalu akan membantu dalam fasilitasi walaupun belum memenuhi harapan,” pungkas Kustini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Muhtadi, mengakui keberadaan LKS sangat membantu Dinas Sosial dalam menjangkau kondisi sosial di masyarakat.

“Dengan LKS berbagai kondisi masalah sosial bisa diselesaikan dengan baik , sehingga Dinas Sosial sangat terbantu untuk menyekesaikan masalah masalah sosial di masyarakat yang begitu banyak. Pemerintah melalui Dinas Sosial Sleman selalu memberikan pendampingan kepada lembaga yang membutuhkan bahkan, misalnya ada keluarga yang tidak bisa nebus rapot atau ijazah bisa dibantu dinas sosial. Bahkan ada butuh peralatan lansia defabel bisa menghubungi Dinas Sosial Sleman akan dibantu,” tegas Muhtadi. (Srp/KIM Ngaglik Sleman)




Pemkab Sleman Luncurkan Inovasi Sambang Sambung NIB UMK Kabupaten Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meluncurkan inovasi Sambang Sambung NIB UMK yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman. Bertempat di Ballroom Amartapura Alana Hotel & Convention, Senin (9/10). Bupati Sleman juga sekaligus menyerahkan izin NIB kepada 24 pelaku UMK Sleman dilanjutkan sosialisasi perizinan berusaha berbasis risiko .

Kustini berharap melalui adanya inovasi Sambang Sambung NIB UMK ini dapat mendorong peningkatan kepemilikan perizinan berusaha bagi pelaku UMK Kabupaten Sleman. Menurutnya, NIB atau Nomor Induk Berusaha dapat memberikan banyak manfaat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan legalitas.

“Untuk meningkatkan kepemilikan perizinan usaha ini kami berupaya menciptakan inovasi ‘jemput bola’ pada pelaku UMK. Dengan layanan Sambang Sambung NIB ini diharapkan dapat menyambangi dan menyambungkan langsung pelaku UMK untuk mendapatkan NIB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kustini berharap pelaku usaha dapat aware atau memiliki kesadaran akan pentingnya kepemilikan NIB. Terlebih saat ini, NIB lebih mudah diperoleh baik secara langsung maupun melalui layanan daring.

“Melalui NIB kita bias melakukan pendataan pelaku usaha yang akurat. Sebagaimana kita ketahui bahwa akurasi data merupakan pondasi dari penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu inovasi ini saya harap dapat memberikan dampak positif dalam upaya menggerakkan roda perekonomian Sleman,” pungkas Kustini.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman, Retno Susiati  melaporkan  inovasi ini adalah upaya untuk meningkatkan kepemilikan NIB pelaku UMK Kabupaten Sleman. Sambang Sambung NIB UMK  adalah kegiatan menyambangi dan menyambungkan pelaku UMK secara luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan aplikasi OSS-RBA) guna memperoleh perizinan NIB.

“Inovasi Sambang Sambung melakukan pelayanan perizinan berusaha secara proaktif, edukatif, dan kolaboratif sehingga pelaku UMK mendapatkan pelayanan peizinan berusaha NIB yang lebih mudah, cepat, dan efisien. Dalam pelaksanaanya, layanan ini dilakukan secara koordinatif, sinergis, dan kolaboratif antara DPMPTSP dengan instansi teknis Dinas yang membina pelaku UMK sesuai ruang lingkup tugasnya,” jelas Retno.

Ia menambahkan, sejak digulirkannya  aplikasi OSS-RBA sebagai bentuk kemudahan proses perizinan berusaha masih banyak pelaku UMK yang belum memiliki perizinan berusaha NIB. Oleh karena itu Pemerintah menetapkan kebijakan melalui program transfumi (transformasi usaha mikro kecil) dengan mentargetkan minimal 10 juta NIB terbit secara nasional pada tahun 2023.

Pada tahun 2022 pelaku UMK di Kabupaten Sleman yang telah mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha)  sebanyak dari jumlah total UMK sebanyak UMK dengan jumlah jenis kegiatan sebanyak KBLI.  Dari jumlah tersebut kegiatan usaha tertinggi adalah di bidang restoran/rumah makan/warung makan, industri makanan, dan perdagangan eceran.

Melalui inovasi Sambang Sambung NIB UMK ini diharapkan pelaku UMK di Kabupaten Sleman segera memiliki NIB sebagai legalitas usaha.




Gandok Festival 2023 Dukung Perempuan Lebih Produktif

Sleman – Sebagai wujud dukungan terhadap Tim PKK, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus membuka Gandok Festival 2023, pada Minggu pagi, (8/10). Acara yang diselenggarakan oleh tim PKK Padukuhan Gandok tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Sri Hapsari Suprobo Dewi.

Mengangkat tema “Gumregahing Wanita Padukuhan Gandok”, Festival ini menjadi media untuk menggali potensi wanita khususnya di Padukuhan Gandok dalam berbagai bidang. Panewu Anom Kapanewon Depok, Wawan Hariawan, menjelaskan, kegiatan ini diramaikan dengan agenda senam bersama Bupati dan Ketua TP-PKK Sleman, lomba public speaking, lomba cerdas cermat hingga lomba administrasi.

“Hari ini juga terdapat stand UMKM kreasi dari ibu-ibu Gandok dan sekitarnya. Dengan acara ini, kami harap dapat mengembangkan kreativitas, inovasi, dan semangat dari para wanita, khususnya di Padukuhan Gandok. Semoga kegiatan ini juga bisa menjadi motivasi bagi padukuhan lain untuk ikut produktif dengan segala potensi yang ada,” jelasnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Gandok 2023. Kustini menilai kesuksesan acara ini tak hanya berangkat dari inisiatif tim PKK Gandok, namun juga berkat dukungan baik dari masyarakat yang memberikan antusias tinggi. Sinergi ini dikatakan Kustini menjadi energi positif untuk meningkatkan kemakmuran Padukuhan.

Di samping itu, Kustini juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Padukuhan Gandok. Menurutnya, dengan berlokasi di area perkotaan, KWT Gandok dapat mengembangkan pertanian dengan kreativitas dari ibu-ibu KWT. Kustini pun menyampaikan keyakinannya, para wanita dapat memberikan perubahan besar jika mau mengembangkan kemampuanya.

“Monggo dimanfaatkan teknologi yang ada, silakan berkolaborasi dengan para petani milenial atau dinas terkait. Kemudian silakan ikut lomba yang sudah disediakan, sehingga meski di kota namun kita bisa mengembangkan lahan pertanian dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar kita,” kata Kustini.

Kustini juga memberikan arahan, agar masyarakat dapat ikut mendukung kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2024. Dengan menjaga kerukunan, kedamaian, dan menjunjung sikap menghargai satu sama lain, diharapkan dapat meningkatkan ketentraman di Sleman. Kustini mengajak agar tim PKK dapat sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasikan informasi-informasi yang tepat terkait pemilu kepada masyarakat.




Tingkatkan Semangat Menulis, KIM CERIA Lumbungrejo Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Muda

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) CERIA Kalurahan Lumbungrejo mengadakan Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Muda dari beberapa padukuhan yang ada di Kalurahan Lumbungrejo pada Senin (9/10/2023). Pelatihan yang digelar di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo ini diikuti oleh 11 peserta dari perwakilan padukuhan yang ada di Lumbungrejo .

“Pelatihan ini kami batasi pesertanya dikarenakan kami fokus mencari serta merintis generasi muda yang mau dan bersemangat menulis berita ataupun kejadian dan potensi wilayah Kalurahan Lumbungrejo, sedikit tapi solid dan aktif itu yang kami harapkan,” kata Aisyah Putri Wulansari, Ketua KIM CERIA Lumbungrejo

Sementara itu, Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim menuturkan bahwa Kalurahah Lumbungrejo memberi dukungannya agar para peserta untuk dapat menambah kompetensi menulis. Hal tersebut menurut Misbah dapat mendukung publikasi potensi yang ada di Lumbungrejo.

“Adanya potensi Wisata, Seni Budaya, UMKM merupakan hal menarik yang bisa diulas dan dipromosikan kepada masyarakat, maka kami butuh anak-anak muda yang kreatif dan aktif untuk bisa membantu mempromosikan melalui konten vidio, foto dan narasi berita menarik yang nantinya ikut menunjang Promosi Wisata, Seni Budaya dan UMKM yang ada di Kalurahan Lumbungrejo,” ujar Misbah.

“Dengan begitu maka harapannya ekonomi yang ada di Lumbungrejo bisa ikut naik. Jika kepengurusan sesuai SK habis, maka kami akan memperpanjang. Dan apa yang bisa kami sediakan untuk keberlangsungan aktivitas KIM Lumbungrejo seperti kegiatan pelatihan, anggaran dan kebutuhan lainnya, akan kami upayakan,” imbuh Misbah Al Hakim.

Muhammad Faridz Maulana, Pranata Humas dan Editor Media Center Dinas Kominfo Sleman dan Sahdono Hadi, Penulis dari KIM Tempel dihadirkan sebagai Narasumber dalam pelatihan ini. Dalam kesempatan tersebut, Faridz memberikan kisi-kisi tentang bagaimana sebuah berita bisa bernilai dan layak untuk dipublikasi.

Sedangkan Sahdono Hadi mengaku senang melihat anak-anak muda mau menulis dan bersemangat “Semoga setelah pelatihan ini muncul 10 wartawan baru di Lumbungrejo,” ujarnya.

Pada pelatihan, terlihat beberapa peserta memberikan pertanyaan, serta diberi kesempatan untuk menulis narasi berita sederhana sebagai praktik awal pelatihan.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak muda bisa meningkatkan kemampuan dalam pemberitaan dan nantinya berperan aktif dalam mengisi warta di website Kalurahan Lumbungrejo, Media Sosial Lumbungrejo dan berkontribusi pemberitaan di Kabupaten Sleman,” tutup Aisyah. (Aisyah Putri/KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)