Dinas Pertaru Sleman Sosialisasikan Pilar Batas Kalurahan untuk Kapanewon Tempel dan Turi

Sleman – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Sleman mengadakanan Sosialisasi Pengukuran Koordinat Geodetik Pilar Batas Kalurahan untuk Kapanewon Tempel dan Kapanewon Turi pada Selasa (10/10/2023) di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Balai Pemdes Kemendagri Yogyakarta, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Kantor Pertanahan Kab. Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kabupaten Sleman, Bagian Pemerintahan Sekda Sleman, Panewu Turi dan Tempel, Lurah se-kapanewon Turi dan Tempel.

Hadir sebagai Narasumber yakni Direktur CV Madani Callysta Saibuyun, Tio Bogeanto sebagai pihak ketiga yang akan melakukan pengukuran geodetik, Basuki, selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, serta juga Mardiyana, Kepala Balai Pemerintahan Desa DIY.

”Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman mempunyai program pengukuran melalui geodetik untuk lebih menjamin tingkat akurasi dari titik koordinat dari batas wilayah antar desa” kata Basuki, dalam paparannya.

Basuki menambahkan, yang melatarbelakangi sosialisasi ini ialah batas administrasi suatu wilayah merupakan suatu informasi yang sangat penting. Berbagai kebijakan pemerintah yang diupayakan untuk dapat menyentuh lapisan masyarakat terbawah sering kali mengacu pada pembagian batas administrasi.

“Pada batas Wilayah yang dipetakan dengan skala pemetaan yang tidak rinci, akan sulit diimplementasi untuk kegiatan pemetaan skala rinci sehingga perlu adanya survei untuk penentuan posisi dari suatu titik di permukaan bumi, pengukuran ini dapat dilakukan secara terestris maupun ekstra terestris dengan menggunakan GPS tingkat geodetic,” jelasnya.

Sementara itu, Mardiyana menuturkan bahwa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, “Kabupaten Sleman telah selangkah lebih maju dengan adanya pengukuran melalui geodetik karena tingkat akurasi pengukuran lebih tepat,” tutur Mardiyana.

Dirinya mengatakan bahwa setelah sosilisasi ini, akan dilanjutkan pelaksanaan pekerjaan pengukuran geodetik sebagai bentuk penegasan batas desa untuk mendapatkan nilai-nilai koordinat geodetik dari batas resmi wilayah administrasi Kabupaten Sleman pada akurasi tinggi oleh CV Madani Callysta Saibuyun , yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk pemetaan pada skala rinci.

“Dengan begitulah bisa tersedia data koordinat pilar-pilar batas desa pada tingkat akurasi tinggi untuk pembuatan peta dasar skala rinci,” tutup Mardiyana. (Aisyah Putri/KIM Ceria Lumbungrejo)




Dihadapan Ketua OSIS SMA, Panwaslu Depok Minta Generasi Muda untuk Kritis

Sleman – Bertempat di Gedung PKK Depok Sleman, Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan mengajak generasi muda turut andil dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu dengan kritis terhadap dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di sekitar lingkungannya.

Muamar menekankan itu saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum 2024 di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Selasa (10/10/2023)

“Saat sekarang ini, misalnya kalau ada orang melakukan hoaks ataupun politik uang di lingkungan kita masing-masing, anak muda harus mampu kritis memantau dan mengawasi agar di sana tidak terjadi pelanggaran itu,” tegas Muamar.

Zaman sekarang ini, daya kritis saja ungkap Muamar, tidaklah cukup. Namun harus didukung dengan keberanian.

“Sebagai generasi muda, apabila kita menemukan terjadinya dugaan pelanggaran pemilu, harus berani melaporkannya kepada Bawaslu,” ujar Muamar. “Bisa datang ke kantor kami atau melalui nomor dan akun-akun sosial media kami,” lanjutnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat tersebut kemudian menjelaskan tata cara dan prosedur, apabila mendapati terjadinya dugaan pelanggaran pemilu. Semisal, dapat melaporkan langsung dengan mendatangi kantor Panwaslu Depok, Panwaslu Desa, ataupun melalui aplikasi yang sudah disediakan Bawaslu.

“Dalam ketentuan dalam UU Pemilu, masyarakat khususnya generasi muda yang sudah memiliki hak pilih, memiliki hak untuk dapat melaporkan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu,” ungkapnya.

Alumnus Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut berharap, seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menyosialisasikan pengawasan partisipatif terutama kepada generasi muda, guna meningkatkan wawasan akan pengawasan pemilu yang tidak lama lagi akan digelar.

“Harapan kita, Pemilu nanti berjalan sesuai yang kita kehendaki. Tidak ada permasalahan yang berarti, dan tentu itu akan selalu kita antisipasi sejak saat ini bersama teman-teman sekalian yang hadir di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua OSIS SMA Cahaya Bangsa, Ketua OSIS SMA Sains Wahid Hasyim, Ketua OSIS SMA Angkasa Adisucipto, Ketua OSIS SMA GAMA, Ketua OSIS SMA Mandala Bhakti, Ketua OSIS SMA Kolombo, Ketua OSIS SMA Karya Rini, Ketua OSIS SMA Kesehatan Sadewa, dan Ketua OSIS SMA Trisula.

Sedangkan dari jajaran Panwaslu Desa/Kelurahan hadir Muhammad Yanifar Panwaslu Desa Caturtunggal, Muhammad Rio Agywijaya Panwaslu Desa Condongcatur, dan Miftakhul Jamil Panwaslu Desa Maguwoharjo. (Athiful/KIM Depok)




Pembinaan Tokoh Agama, Upaya Wujudkan Kondusivitas Umat di Tahun Politik

Moyudan – Menjelang 2024 yang merupakan tahun politik dibutuhkan kehidupan masyarakat yang damai aman tenteram dan rukun. Karena isu keagamaan sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik.  Masyarakat pun diharapkan jangan sampai terpecah dan harus tetap kondusif menjaga kerukunan antar dan intern umat beragama. 

”Para pemuka agama memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan kerukunan umat,” papar Ridwanto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUP) Kalurahan Sumbersari saat memberikan sambutan Pembinaan dan Pertemuan Pengurus Tempat Ibadah di Pendopo Kalurahan Sumbersari Selasa (10/10/2023).

Sementara itu, Dul Rohman, Kepala KUA Moyudan berpendapat bahwa yntuk mewujudkan kerukunan kedamaian umat beragama, diperlukan komunikasi yang intens antar pengurus tempat ibadah guna meminimalisir intrik antar umat. 

“Peran pengurus tempat ibadah sangat penting dengan melakukan konsolidasi,  komunikasi, dan koordinasi untuk mewujudkan kondusivitas masyarakat. Beda pilihan adalah wajar, kerukunan tetap harus dijaga,” ujar Dul Rohman. 

Ia juga meminta agar setiap tempat ibadah dipasang CCTV untuk antisipasi kejahatan. “Bekali umat agar tetap memiliki jiwa dan rohani yang sehat guna meminimalisir tindak kejahatan,” tukasnya.

Pembinaan dihadiri oleh para pengurus tempat ibadah (masjid, musholla, kapel dan gereja) se-Kalurahan Sumbersari.  Kegiatan yang diprakarsai oleh Kamituwo Kalurahan Sumbersari tersebut merupakan tindak lanjut program FKUB yang sempat tertunda karena Covid-19. Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala KUA Moyudan, FKUB, dan Lurah Sumbersari

Pembinaan disampaikan oleh Muhammad Wasid, Wali Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman.  Wazid menegaskan kembali pentingya salam kerukunan. 

“Salam Kerukunan, dan dijawab Rukun.  Ini dilakukan tiga kali agar saat menyampaikan materi antara pembicara dan pendengar satu frequensi,” papar Wazid. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Porkal Sumbersari Upaya Siapkan Atlet Muda Berprestasi

Moyudan – Prestasi olahraga harus disiapkan sejak dini agar para juara bisa mengembangkan potensi prestasi olah raga. Ajang pekan olahraga kalurahan (Porkal) bisa dijadikan sarana untuk mencari atlet muda. 

“Semoga dari Porkal bisa kita dapatkan atlet-atlet muda berbakat untuk maju di tingkat kapanewon dan di atasnya sehingga bisa menjadi, sumbangsih Sumbersari untuk Sleman,” kata Junaidi Carik Kalurahan Sumbersari di tengah acara Porkal Sumbersari Moyudan untuk cabang olahraga atletik dengan start dan finish di Halaman Balai Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman, Minggu (8/10/2023)

Porkal Atletik diperuntukkan siswa-siswi kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD khusus anak ber-KK (Kartu Keluarga) Sumbersari.  “Para juara memperoleh tropi, sertifikat dan uang pembinaan,” lanjut Junaidi didampingi Wahyu dan Tyas selaku panitia penyelenggara. 

Sementara Sukadi Lurah Sumbersari menyampaikan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah mensukseskan Porkal.  “Semoga dari Sumbersari lahir atlet berprestasi, seluruh warga sehat karena sadar pentingnya berolahraga,” pungkas Sukadi.

Peserta sendiri merasa antusias mengikuti porkal seperti yang disampaikan salah satu tim SD Muhammadiyah Semingin.

“Alhamdulillah siswa-siswi kami bisa mengukir prestasi, meraih juara lomba lari PORKAL Sumbersari sehingga menambah 4 piala,” kata Eny Purwaningsih Kepala SD Muh Semingin yang turut mendampingi langsung tim sekolah tersebut.  

Eny menambahkan 4 (empat) perolehan juara yang diraih para siswa-siswinya yakni Juara 1 Khaulah Al Azwar, Juara 3 Tiara Dewi Maharani, Juara 2 Atnand Maulana Khanafi dan Juara 3 Raihan Firdaus.  “Dengan demikian total piala selama 4 tahun saya menjabat  sebanyak 44 piala,” pungkas Eny.

Sedangkan kejuaraan tenis meja berlangsung Minggu (8/10/2023) dini hari dengan hasil juara 1 Tim Pedukuhan Menulis, 2 Pedukuhan Sombangan, 3 Pedukuhan Nasri dan juara 4 Pedukuhan Ngaglik.  Untuk volley ball berlangsung hampir satu bulan selama September dengan hasil Juara 1 Pedukuhan Ngaglik, 2 Pedukuhan Gesikan, 3 Pedukuhan Tiwir dan 4 Pedukuhan Menulis.  (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




UP2K Gelar Pembinaan Pokja II TP PKK Banyurejo

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kapasitas kader PKK, maka Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang merupakan ikon Unggulan Pokja II– TP PKK Kabupaten Sleman mengadakan pembinaan untuk Pokja II TP PKK di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Selasa (10/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh Jajaran pengurus Pokja II TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua Pokja II TP PKK Kapanewon Tempel, Ketua TP PKK Kalurahan Banyurejo, Ketua dan Anggota Pokja II TP-PKK Kalurahan Banyurejo, Ketua Poksus, Ketua Poklak, bendahara Poklak, serta anggota Poklak UP2K PKK Kalurahan Banyurejo.

Bertempat di Aula Kalurahan Banyurejo, pembinaan ini menghadirkan narasumber dari Pokja II TP PKK Kabupaten Sleman Haryanti dan Endang Kusumawati.

Dalam paparannya, Haryanti menyampaikan 5 pilot projects penilaian lomba, yang terdiri atas Gerakan Gemar Membaca, Rumah Dilan (rumah keterampilannya Pokja II TP PKK Banyurejo ), Toko / warung PKK, Koperasi, dan Kampung mandiri,

“Pilot projects tersebut bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia pada kelompok UP2K  dalam pengelolaan dan menumbuh kembangkan usaha ekonomi dalam peningkatan pendapatan keluarga,” ungkap Haryanti.

Selain itu, Haryanti juga mengharapkan setelah pembinaan tersebut Kader PKK yang mendapat pengetahuan dan keterampilan tentang UP2K dapat memulai Usaha Ekonomi Produktif atau kegiatan ekonomi yang dapat mengembangkan lapangan usaha yang didukung oleh potensi, ketersediaan bahan baku dan teknologi lokal.

“Pengembangan Usaha atau Upaya peningkatan usaha yang telah ada agar lebih meningkat mutu dan jumlahnya,” ujarnya.

Sementara itu,  Endang Kusmawati, dari Pokja II TP PKK Kabupaten Sleman memberikan pembinaan khusus keadiministrasian kepada UP2K yang menjadi icon unggulan Pokja  II TP PKK Kalurahan Banyurejo guna meningkatkan pemahaman tentang administrasi UP2K yang akan menjadi wakil dalam lomba tingkat provinsi mewakili kabupaten Sleman. (SBD/KIM Tempel)