Dharma Wanita Sleman Salurkan Bantuan Air Bersih di Tangisan

Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman pada Senin (23/10/2023). Bantuan ini merupakan respon terhadap kekurangan air yang terjadi selama sebulan terakhir.

Ketua Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya mengatakan bantuan air bersih kali ini bertepatan dengan Hari Jadi Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman ke – 24 di tahun 2023 ini.

“Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan berupa air bersih ke Dusun Tangisan sebanyak 10 tangki air bersih,” kata Parmilah.

Lurah Banyurejo, Saparjo mengatakan bahwa 5 padukuhan di wilayah Kalurahan Banyurejo mengalami kekeringan dampak perbaikan selokan mataram, van der wijck, dan kemarau panjang yang mangakibatkan sumur warga mengalami kekeringan.

Akibatnya, 500 Kepala Keluarga di Kalurahan Banyurejo terdampak kekurangan air bersih setiap harinya.

Untuk mengatasi dampak kekurangan air bersih ini, Saparjo sudah bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Sleman dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

“BPBD Kabupaten Sleman dan BBWSSO telah memberikan rutin bantuan setiap hari sebanyak liter air bersih untuk atasi kekeringan di Kalurahan Banyurejo,” tutup Saparjo.




Bala Semesta Trihanggo Turut Lestarikan Seni Kethoprak Tobong

Untuk melestarikan kesenian kethoprak tobong yang sudah langka serta menyemarakkan rangkaian acara merti bumi Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman yang bertajuk ‘Bala Semesta’ maka Pemerintah Kalurahan Trihanggo menghadirkan kelompok seni pertunjukan kethoprak tobong Surya Bawana pimpinan Widhiasto yang digelar di lapangan Trihanggo, Minggu (22/10/2023) malam.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, H. Harda Kiswaya, Panewu Gamping, Yakti Yudanto, Wadanramil Koramil 17 Gamping, Kapten (Inf) Wahyani, serta Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior merupakan upaya dari Pemerintah Kalurahan Trihanggo untuk memberikan hiburan segar kepada masyarakatnya serta menjadikan sebuah pembelajaran hidup bagi generasi muda.

Lakon yang dipertunjukkan kali ini yakni ‘Koalisi Prabangkara’  merupakan karya penulis naskah Nano Asmorodono dengan mengadopsi cerita lokal atau foklor Jawa yang diambil dari babad tanah jawa dan dipadukan dengan perkembangan pengetahuan seni pertunjukan sebagai bumbunya.

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa sangat mengapresiasi atas digelarnya kethoprak tobong yang menurutnya sudah hampir ditinggalkan oleh para pelaku seni pertunjukan, sehingga hal ini merupakan momen yang sangat berharga lantaran ketoprak tobong bukanlah sebuah pagelaran seni biasa.

“Pertunjukan malam ini mengingatkan kesenian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan hampir dilalaikan. Saat perayaan Sekaten di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta tahun 1980 hingga 1990-an. Kalau belum menonton kethoprak tobong maka belum dianggap sah,” tutur Danang dihadapan ratusan penonton yang memadati gelaran pesta rakyat merti bumi Trihanggo.

Sementara, Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior memberikan alasan pihaknya menghadirkan kethoprak tobong bagi warganya karena sebagai media komunikasi yang sangat efektif sebagai sarana penerangan dan sosialisasi guna menyampaikan informasi pembangunan bagi masyarakat pedesaan secara umum. Di samping itu, pihaknya menghadirkan seniman kondang Yogyakarta diantaranya Yu Beruk, Yati Pesek, Marwoto Kawer, serta Dalijo sebagai bintang tamu pemain kethoprak yang akan menyampaikan pesan-pesan dengan bumbu adegan jenaka supaya lebih menarik penonton.

“Seni pertunjukan kethoprak tobong merupakan sarana hiburan atau tontonan yang dapat disaksikan secara nyata menghibur penonton. Apalagi dikemas secara menarik menggunakan pencahayaan modern, kostum dan penataan artistik yang bagus, serta diselingi dengan guyonan khas lokal menjadi daya tarik tersendiri,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




BPJS Ketenagakerjaan Jamin Kecelakaan Kerja Bagi Ketua RT dan RW

Sleman – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman menyerahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada Ketua RT RW Condongcatur yang meninggal dunia, bertempat di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Senin (23/10/2023). Santunan JKM sebesar Rp. 42 Juta ini diserahkan secara simbolis oleh Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sleman kepada Lurah Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menjelaskan ada 2 orang penerima santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan yaitu  Lestanta Budiman, Ketua RW 23 Ngropoh dan Agung Prihandana Putra, Ketua RT 24 Griya Manunggal Mukti Padukuhan Dero. Keduanya meninggal dunia beberapa waktu lalu

“ Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan ini senilai Rp. 42 Juta nantinya akan diterima oleh masing masing ahli warisnya setelah melengkapi berkas admisnistrasi yang telah ditentukan,“ jelasnya.

Amanda Febri Arani Siti Azizah, selaku Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

“Pada tahap pertama dilakukan sosialisasi kepada dukuh, Ketua RT dan Ketua RW bahwa mulai tahun 2023 seluruh ketua RT dan RW di kabupaten sleman sudah di berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” ucapnya.

Ditambahkan Amanda, Ketua RT RW merupakan ujung tombak pemerintahan terendah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya Ketua RT dan RW memiliki risiko selama menjalankan tugasnya, apalagi pelayanan masyarakat tidak mengenal waktu, pelayanan diberikan selama 24 jam di masyarakat.

“Sehingga pemerintah kabupaten sleman memberikan perhatian dengan mendaftrkan seluruh ketua RT dan RW menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga seluruh resiko kecelakaan kerja dan kematian selama melakukan tugas sebagai ketua RT dan RW bisa tercover oleh BPJS ketenagakerjaan,” ujar Amanda.

Amanda menuturkan, apabila terjadi kecelakaan kerja maka biaya perawatan dan pengobatan ditanggung full, kemudian jika terjadi cacat setelah kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan cacat sesuai dengan indikasi medis.

Terlebih jika selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, terjadi kematian maka ahli waris akan mendapat santunan kematian sebesar .

“Harapan lain selain edukasi adanya sosialisasi yang telah dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 17,18 dan 19 Oktober 2023 semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki jaminan sosial, khususnya bagi pekerja informal untuk meningkatkan derajat hidup semua pekerja, sehingga pekerja bisa kerja keras bebas cemas,” jelas Amanda.

“Saat ini pekerja informal seperti Pedagang Pasar, Buruh Harian Lepas, Petani, Peternak bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai dari Rp dapat mendaftarkan diri di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kab. Sleman atau mulai bulan November 2023 akan membuka pada Layanan Selasa Bersama di Kalurahan Condongcatur pada Selasa Minggu ke 2 dan 4 mulai jam – WIB,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Tagana Sleman Sosialisasikan Kebencanaan dan Pemberian PMT untuk Peserta Didik di Merdikorejo

Sleman – Bertempat di TK RA Masyitoh Kantongan Kalurahan Merdikorejo, Tagana dan Kampung Siaga Bencana mengadakan kegiatan Sosialisasi Kebencanaan dan Pembagian PMT untuk peserta didik.  Kegiatan ini diisi oleh Perwakilan Tagana yaitu Budi Eko Cahyono tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa.

Ari, Lurah dan Ketua PKK Kalurahan Merdikorejo menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak Tagana Sleman dan KSB Merdikorejo telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi kebencanaan dan pembagian PMT kepada para peserta didik TK RA Masyitoh kantongan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini soalnya dapat mengedukasi gimana cara menyelamatkan diri di saat terjadi bencana seperti terjadi gempa di lingkungan sekolah,” ujarnya.

“Output dari kegiatan ini harapannya dapat mengedukasi tenaga pendidik dan peserta didik TK Masyitoh dalam bagaimana cara menangani siswa saat terjadi bencana gempa di lingkungan sekolah,” harap Ari. (Dony/KIM Tempel)




IPHI Kapanewon Seyegan Adakan Bimbingan Manasik Haji Bagi Calon Haji Tahun 2024

Sleman – Bertempat di Aula lantai II Kapanewon Seyegan, Sabtu (21/10/2023), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Seyegan mengadakan bimbingan manasik Haji bagi calon Haji tahun 2024. Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala KUA, Puskesmas, Pengurus IPHI Kapanewon Seyegan, Panitia penyelenggara dan 33 calon Haji dari wilayah Seyegan.

Ketua Bimbingan Manasik Haji IPHI, Sukarjo menyampaikan bahwa calon Haji tahun 2024 dari Seyegan yang semula berjumlah 32 orang bertambah satu sehingga totalnya 33.

“Untuk Kapanewon Seyegan sendiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji ini merupakan kegiatan yang paling awal dibandingkan dengan kapanewon lain di wilayah Kabupaten Sleman,” ujar Sukarjo.

Sukarjo juga memberi gambaran bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan 8 kali pertemuan dimulai dari tanggal 21 Oktober sampai 17 Desember 2023 dan dilaksanakan setiap hari Sabtu. Adapun calhaj yang memerlukan pendalaman dapat mengusulkan kepada panitia untuk tambahan waktu bimbingan. “Mengenai pemateri akan disampaikan oleh IPHI, Puskesmas, KUA maupun dari Kemenag,” terangnya.

Subagyo Rahayu, Kawat Sosial Kapanewon Seyegan menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun ke-3 Bimbingan Manasik Haji pasca Covid 19. Bimbingan sendiri dimaksudkan untuk memberi bekal kepada Calhaj dalam pelaksanaan haji. Subagyo juga berpesan untuk tetap menjaga kesehatan mulai dari sekarang mengingat ibadah Haji adalah ibadah fisik. Di bagian akhir Subagyo secara resmi membuka kegiatan bimbingan manasik Haji bagi Calhaj 2024 untuk Kapanewon Seyegan.

Waldjijana, Ketua IPHI Kapanewon Seyegan dalam pengarahannya memberikan sosialisasi program bimbingan manasik haji. Waldjijana mengatakan bahwa untuk Kapanewon Seyegan memang dilaksanakan lebih awal dengan harapan persiapan bagi calhaj akan lebih matang karena ibadah memerlukan ilmu untuk mengamalkannya.

“IPHI sendiri dalam anggaran dasarnya mempunyai tugas untuk membina, membimbing, memberi penyuluhan, arahan bagi calon haji dari pra hingga pasca haji. Pembimbingan yang intensif ini tidak lain bertujuan untuk menjaga kemabruran bagi jamaah haji. IPHI juga bersedia bila calhaj menghendaki untuk pendalaman materi,” terang Wadjijana.

Mulyana sebagai pemateri dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan beberapa informasi berkenaan dengan pelaksanaan haji mengingat Mulyana adalah jamaah haji tahun 2023 sehingga informasinya lebih up date.

Mulyana juga menyampaikan bahwa persiapan fisik dan mental lebih ditingkatkan apalagi tahun 2023 pelaksanaan haji mengambil tag line “Haji Ramah Lansia dan Berkeadilan”. Kuncinya adalah sabar dan ikhlas menolong.

Diingatkan juga oleh Mulyana, sebelum berangkat calhaj disarankan untuk sholat taubat sehingga di tanah suci hatinya selalu dijaga.

“Ibadah Haji benar benar menguji iman, menata hati dan mempersiapkan fisik dan mental dengan tujuan utama hanya beribadah sehingga wajib menghindari debat dan apa saja yang tidak berguna. Adapun hikmah yang didapat adalah Allah akan menjaga keimanan jamaah,” tutur Mulyana. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).