Suara Demokrasi di SMP Negeri 3 Tempel

Sleman – Sebagai bentuk implementasi dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMP Negeri 3 Tempel, Kabupaten Sleman menggelar pemilihan Ketua OSIS seperti pelaksanaan Pemilu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (13/10/2023) di SMP Negeri 3.

Pemilihan OSIS diikuti oleh lima kandidat yaitu Adelia Puspaningrum, Ikhwan Alanshari, Afrizal Faras, Dea Akun Khimaya dan Arya Dwi Setiawan. Tahapan dan proses pemilihan dilakukan seperti pelaksanaan Pemilu. Dimulai dengan pendaftaran calon, kampanye dan penyampaian program dengan secara lansung maupun menggunakan media sosial. Selanjutnya dalam proses pemilihan juga dibentuk panitia atau KPPS yang berjumlah tujuh orang.

Dari 467 pemilih dari seluruh siswa SMP Negeri 3 yang diperoleh hasil suara Adelia Puspaningrum 9,7 %, Ikhwan Alansari 16,5%, Afrizal Faras 14,3%, Dea Akun Khimaya 30,1% dan Arya Dwi Setiawan 29% sedangkan yang tidak menggunakan hak suara 9,7%. Dengan demikian, terpilih sebagai ketua OSIS terpilih tahun 2024 di SMP Negeri 3 Tempel adalah Dea Akun Khimays dan wakilnya adalah Arya Dwi Setiawan.

Kepala SMP Negeri 3 Tempel Dwi Utami berharap kepada ketua dan wakil ketua OSIS bisa bekerja sama dengan semua unsur sekolah sehingga bisa membawa kemajuan. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemilihan OSIS dilaksanakan secara demokratis, di mana semua siswa mempunyai hak untuk memilih.

“Pemilhan secara demokratis ini semoga bisa menjadikan bekal bagi peserta didik apabila sampai waktunya nanti untuk terjun di masyarakat, dengan bekal pengalan dari sekolah bisa diimplementasikan di masyarakat,” pungkas Dwi Utami. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan




Soliditas Pengawas Kunci Keberhasilan Penyelenggara Pemilu

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo mengingatkan pentingnya soliditas antarpengawas pemilu menjadi kunci utama dalam menjaga integritas dan keberhasilan pemilu 2024 yang tinggal menghitung hari.

Adi menekankan itu saat dalam Koordinasi Internal Jajaran Komisioner Panwaslu Depok beserta Koordinator Sekretariat Panwaslu Depok dan Pengawas Kalurahan/Desa (PKD) se-Depok, Senin (16/10/2023) di Kantor Sekretariat Panwaslu Depok Sleman, Jalan Padjajaran Condongcatur, Depok, Sleman.

“Teman-teman semua, tugas berat pengawas pemilu sudah di depan mata. Sudah semestinya pula pengawas pemilu fokus pada kerja-kerja pengawasan, baik dari segi pencegahan maupun dari segi penindakan,” ujarnya.

“Karena itu, dalam menjalankan tugas, wewenang, dan kewajibannya, pengawas pemilu dituntut untuk membangun soliditas yang kuat di antara pengawas pemilu, baik jajaran Komisioner, Sekretariat, maupun PKD,” kata Adi, menjelaskan.

Hal ini menjadi penting? Dengan yakin, Adi mengutarakan bahwa tentu soliditas antarpengawas pemilu yang signifikan dalam menjaga integritas dan keberhasilan pemilu untuk menunjukkan kerja sama dan koordinasi di antara pengawas pemilu.

“Dalam membangun soliditas antarpengawas pemilu adalah langkah kunci dalam menjaga integritas pemilu,” jelasnya.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi itu mengatakan bahwa wilayah Depok memiliki geografis yang cukup luas, dan termasuk daerah metropolitan dengan pertumbuhan dan pembangunan pesat. Hal ini, menurut Adi, memerlukan stamina tersendiri bagi seorang pengawas pemilu.

“Cakupan wilayah kita cukup luas, dan SDM kita sangat terbatas. Ditambah dengan jumlah pemilih nanti di wilayah kita cukup banyak, ini perlu antisipasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, di wilayah Depok terdapat 428 TPS untuk Pemilu 2024 nanti. Jumlah TPS ini sedikit bertambah dari Pemilu 2019 lalu, dengan jumlah total 404 TPS. Hal ini dikarenakan adanya TPS Khusus di beberapa Perguruan Tinggi di Kapanewon Depok Sleman.

“Tentunya kita semua harus solid. Karena itu kunci untuk kita bisa melakukan pencapaian terhadap apa yang menjadi harapan publik, ini kuncinya soliditas,” pungkas Sarjana Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta ini. (Athiful/KIM Depok)




Festival Pesona Morojoyo: Perayaan Seni, Budaya, dan UMKM Mororejo Tempel

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BumKal) Morojoyo Mororejo menyelenggarakan Festival Pesona Morojoyo. Festival ini menampilkan Lomba Jathilan dan Gedruk Bupati Sleman Cup 1, diikuti oleh tujuh kelompok Jathilan dan Gedruk serta 100 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Bazar UMKM. Acara berlangsung pada Sabtu (14/10/2023), mulai pukul hingga WIB di lapangan Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

Menurut Agus Nuryanto, Direktur BumKal Morojoyo dan Ketua Panitia Penyelenggara, festival ini merupakan langkah awal BumKal Morojoyo dalam melestarikan seni dan budaya di wilayah Sleman dan memajukan UMKM di Mororejo dan sekitarnya.

“Acara ini diharapkan menjadi platform untuk mempromosikan warisan budaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Agus.

Festival Pesona Morojoyo dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang memberikan dukungan penuh terhadap acara tersebut. Dirinya berharap festival ini dapat mendorong pelaku UMKM lokal untuk terus berkarya dan mengembangkan bisnis mereka.

“Lomba Jathilan dan Gedruk Bupati Sleman Cup 1 juga merupakan salah satu cara untuk mempertahankan budaya dan kesenian tradisional,” ungkap Kustini.

Menurut Kustini, selain memberikan hiburan bagi masyarakat, lomba ini juga memberikan motivasi kepada kelompok seni untuk terus berkreasi dan mempersembahkan karya terbaik mereka.

Haris Sugiharta, Ketua DPRD Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Acara ini diharapkan dapat melestarikan Budaya Jawa khususnya Jathilan dan Gedruk. Festival Pesona Morojoyo sendiri memiliki gagasan yang dikemas secara menarik sehingga peserta lomba menjadi lebih semangat dalam berkreasi.

“Festival Pesona Morojoyo telah menjadi perayaan yang menggugah semangat seni, budaya, dan UMKM di Sleman, menciptakan momentum positif untuk melestarikan warisan budaya dan mendukung pengembangan bisnis lokal,” tutup Haris.

Acara pembukaan Festival Pesona Morojoyo ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, MSi, Lurah Mororejo, H. Jaka Ristanta, dan perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto)




Pramuka Kalasan Gelar Jambore Penggalang untuk SD/MI

Kalasan – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kapanewon Kalasan menyelenggarakan Jambore Penggalang dengan peserta berjumlah berasal dari 30 pangkalan SD/MI. Jambore bersalngsung Jumat – Minggu (13 – 15/10/2023) di Bumi Perkemahan Rama Sinta Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, dihadiri oleh unsur Majelis Pembimbing Ranting Kalasan, dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Sleman Eri Widaryana.

Ketua Panitia Mudawati menuturkan, Jambore Penggalang tahun 2023 dalam rangka merealisasikan program Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) tahun 2023 yang teknisnya dibahas dalam rapat dinas kepala SD/MI Se Kapanewon Kalasan.

Jambore Penggalang menurut Mudawati, bertujuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, membentuk karakter pribadi penggalang yang tangguh dan bisa menghadapi tantangan zaman, meningkatkan ketrampilan dan kemandirian serta dalam rangka menumbuhkan semangat patriotisme dan kecintaan kepada budaya bangsa.

Jambore mengusung Tema “Ceria Bersama Pramuka Penggalang yang Religius, Tangguh dan Berkarakter Pancasila. Selama tiga hari para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang sudah ditetapkan panitia, meliputi pentas seni dalam api unggun, lomba PBB, lomba yel yel, lomba pioneering/ tali temali, lomba sandi dan ketangkasan serta upacara dan peribadatan.

Sementara itu Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman, Ery Widayarna dalam sambutanya selain mengapresiasi kinerja Kwaran Kalasan juga meminta agar Pramuka tidak hanya nyanyi dan tepuk tangan, tetapi harus diisi dengan kegiatan edukasi yang mampu mengarahkan.

“Pramuka merupakan wadah pembinaan generasi muda yang kelak mampu menjadi garda terdepan bangsa sebagai penerus cita – cita mulia,” pungkas Ery.

Panitia Jambore juga melakukan penilaian dan memberikan apresiasi terhadap peserta. Dari hasil penilaian, diperoleh hasil berturut turut sebagai berikut, Gugus Depan Tergiat 1 adalah Gudep SD Idea Baru, tergiat 2 SD N Tanjungsari dan Tergiat 3 SD N Sidorejo. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




PPK dan PPS Sleman Utara Meriahkan Kirab KPU Sleman

Sleman – Sejumlah adhoc dari PPK dan PPS turun ke Jalan Raya Pakem-Cangkrigan pada hari Sabtu, (14/10/2023) untuk malakukan rangkaian kegiatan Kirab Pemilu 2024, setelah sebelumnya mereka menerima bendera-bendera dari partai-partai politik yang terdaftar di KPU.

Barisan pejuang pemilu ini kemudian menuju ke Terminal Pakem, yang mana pada hari itu bertepatan dengan hari pasaran Sabtu Pon. Para penjual di Pasar tradisional Pakem selalu membuka lapaknya lebih lebar di terminal Pakem apabila bertepatan dengan hari pasaran.

Momen inilah yang digunakan persatuan Adhoc KPU Sleman Utara  untuk mengadakan sosialisasi Tahapan Pemilu kepada khalayak ramai, yaitu para pengunjung dan pedagang di pasar Pakem.

Mereka tampak antusias dengan kegiatan kirab ini. Tak sedikit pula yang tertawa geli melihat tingkah lucu Maskot Sura dan Sulu KPU.

Kemudian mereka menggelar FlashMob yaitu berjoget bersama dengan iringan lagu khas Jingle Pemilu dalam bentuk lagi dangdut. Beberapa pengunjung ada yang turut bernyanyi dan bergoyang. Bahkan Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi pun turut bergoyang pula bersama mereka.

“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dari awal sampai akhir. Kami puas. Memang bukan tempat pariwisata yang kami pilih. Melainkan pasar tradisional. Dengan harapan informasi tahapan Pemilu juga sampai ke masyarakat umum, sehingga mereka mau mensukseskan pemilu dengan nyoblos dan tidak golput,” papar Suprianto ketua PPS Pakembinangun.

“Alhamdulillah beberapa tokoh penting KPU Sleman bisa hadir meskipun salah satu di antaranya sudah akan purna tugas,” ungkap Farhad Fathurrahman ketua PPK Kapanewin Pakem. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)