Jalin Keakraban Melalui Program Polisi Sahabat Anak

Sleman – Memperkenalkan profil profesi Polisi kepada anak merupakan suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mendidik dan membina anak usia dini, untuk lebih mengenal tentang tugas dan peran Polisi, serta menanamkan pada diri anak untuk bisa menjadi Polisi bagi dirinya sendiri.

Pengenalan Perpolisian ini akan menumbuhkan rasa kesadaran pada diri anak tersebut sehingga nantinya akan memberi contoh baik pada masyarakat yang kurang mengenal tentang Perpolisian Masyarakat.

Maka dari itu Polsek Tempel yang dipimpin Kanit Binmas AKP R. Elitta bersama Panit Binmas Aiptu Sumadji dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Merdikorejo Aiptu M. Yunus Supriyono, mengadakan kegiatan “Polisi Sahabat Anak”  ke sekolah paud SPS NUSA INDAH  di Dusun Sono Kulon, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Kamis (12/10/2023)

Didampingi kepala sekolah Rini Ristiyani dan guru-guru Paud SPS NUSA INDAH, AKP R. Elita memperkenalkan tugas Polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta peralatan pendukung tugas kepolisian seperti perlengkapan patroli dan lain-lainya yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan dengan metode belajar sambil bermain.

“Dengan metode ini, wajah-wajah mereka tampak ceria sehingga tidak tampak rasa takut ketika bertemu dengan Polisi. Padahal di lapangan, biasanya Polisi selalu menjadi sosok yang menakutkan bagi anak-anak. Terlebih para orang tua terkadang menggunakan sosok Polisi untuk menakut-nakuti anaknya jika rewel atau nakal,” tukas Elita.

Menurut Rini Ristiyani, Kepala sekolah Paud  SPS Nusa Indah, kunjungan ini merupakan kegiatan positif, apalagi anak-anak diperkenalkan tentang tugas-tugas Kepolisian dan sarana kelengkapan pendukungnya sehingga dapat lebih menanamkan kecintaan anak kepada Polisi karena ternyata Polisi ramah-ramah sehingga anak tidak takut lagi.

“Dengan kegiatan ini diharapkan akan menumbuhkan rasa kesadaran pada anak anak dan nanti nya dapat memberikan contoh baik pada masyarakat yang kurang mengenal tentang profesi polisi,” ungkap Rini yang juga Danarto di Kalurahan Merdikorejo ini. (SBD/KIM Tempel)




Margorejo Salurkan Bantuan Beras CPP

Sleman – Pemerintah Kalurahan ( pemkal) Margorejo  menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bulan Oktober tahun 2023.

Secara simbolis, penyaluran bantuan beras CPP ini dikoordinasi langsung oleh Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani, dibantu oleh Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) pada Kamis (12/10/2023) di Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

Anwar Ihsani mengatakan, bantuan CPP yang disalurkan ini merupakan program pemerintah untuk meringankan beban warga pra sejahtera. Selain itu, bantuan beras CPP ini juga merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk menekan angka stunting di wilayah Kalurahan Margorejo.

“Pemerintah perlu memberikan jaminan atas pangan terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah,” kata Anwar Ihsani.

Menurut Anwar, jaminan atas pangan bagi masyarakat berpendapatan rendah bertujuan agar rumah tangga atau keluarga yang dimaksud selalu memiliki akses terhadap pangan.

Penerima manfaat dari bantuan beras CPP, adalah warga masyarakat pra-sejahtera dengan jumlah bantuan sebanyak 10 Kg setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan jumlah penerima 913 KPM

“Di tengah tingginya harga beras saat ini diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat terutama kepada keluarga penerima manfaat,” pungkas Anwar.

Program bantuan beras CPP, bakal disalurkan selama 3 bulan berturut-turut, mulai September hingga November 2023. (SBD/KIM Tempel)




Tamanmartani Gandeng Perguruan Tinggi dan Pihak Swasta untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kalasan – Guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Kalurahan Tamanmartani Kapanewon Kalasan menggandeng Perguruan Tinggi dan Pihak Swasta. Lembaga dimaksud meliputi STP Ampta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Ambarukmo Grup.

Kamituwa Tamanmartani Awan Parades saat ditemui Kamis (12/10/2023) di kantor Kalurahan menuturkan, kerja sama dimaksud akan berlangsung selama dua tahun terhitung sejak bulan Oktober 2023 dan dapat diperpanjang lagi. “Masing-masing pihak memiliki bidang garapan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, STP Ampta akan bergerak pada hal hal yang berkaitan dengan pengembangan wisata di Padukuhan. Fokus utama pada pembinaan kelembagaan dan pengembangan obyek wisata. Sementara Universita Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) lebih pada Manajerial dan Pengelolaan Keuangan BUM Kal, dan Ambarukmo Grup program Ambarukmo Agridaya dan Agrotourism.

“Kondisi saat ini baik BUM Kal, Pok Darwis dan Forkom UMKM sudah ada dan berjalan, tetapi perlu peningkatan kualitas baik sumber daya manusia-nya maupun manajemen-nya,” terang Awan.

Sementara itu Awan menggambarkan, produksi lokal masyarakat Tamanmartani akan mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan oleh Ambarukmo Grup baik melalui program Agridaya maupun Agrotourism. Termasuk juga produk UMKM yang sudah sering mengikuti pameran dan gelar dibeberapa tempat dan  kunjungan wisata pedesaan. Oleh karena itu pihaknya berharap agar masyarakat terus meningkatkan produktivitasnya, semangat berkreasi dan tidak mudah putis ada dalam usaha peningkatan nilai ekonomi.

Hingga saat ini para pihak sudah menerjunkan personil untuk orientasi wilayah, melakukan kajian dan pembinaan awal kepada kelompok-kelompok masyarakat di wilayah Tamanmartani, Kapanewon Kalasan.

“Semoga ini berhasil dan bisa mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi yang lain. Termasuk intervensi SKPD,” pungkas Awan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Sesaji Sebagai Sarana Adat Jawa

Sleman – Dewan Pengurus Daerah  Paguyuban Panatacara Yogyakarta (DPD PPY) Sleman menyelenggarakan sarasehan budaya dengan mengusung Tema Sesajen Kagem Piranti Adat Jawa (Sesaji Sebagai Sarana Adat Jawa). Sarasehan dikuti oleh pengurus dan anggota dan berlangsung Rabu (11/10/2023) malam di Gedung serbaguna SMP N 1 Sleman. Bertindak sebagai Narasumber Nala Prasetyo dengan moderator Tri Sarjuli.

Ketua DPD PPY Sleman Agus Wiranto dalam sambutan pembukaan menuturkan, penyelenggaraan sarasehan bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan bagi para anggota, karena tema yang diusung sangat erat dengan aktivitas anggota ketika mengabdi kepada masyarakat, terutama saat sedang menjalankan tugas sebagai MC maupun untuk kehidupan ditengah masyarakat.

“Ketika sedang menjadi MC, sementara dalam rangkaian hajad terdapat sesaji setidaknya MC dapat menjelaskan, karena semua menjadi lambang dan bahasa simbul  akan doa kepada Tuhan yang Maha Esa dan harapan kebaikan,” ujar Agus.

Tahun 2023 hingga Bulan Oktober, lanjut Agus Wiranto, DPD PPY Sleman telah menyelenggarakan sarasehan budaya sebanyak dua kali, yang pertama mengambil tema Motiv Batik Yogyakarta untuk Daur Hidup Manusia, sedang yang kedua akan berlangsung mengambil tema Sajen Kagem Piranti Adat Jawa. Kita rencanakan akan ada lagi dalam waktu yang tidak lama.

Sementara itu Narasumber Nolo Prasetya dalam pengantarnya mengatakan, tradisi merupakan adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat, terutama terkait dengan tahapan kehidupan.

“Setiap momentum pelaksanaan tradisi yang menyangkut daur hidup, disertakan sesaji sebagai bagian dari prosesi ritual. Yang selama ini ada di masyarakat, sesaji berupa makanan termasuk jajan pasar, buah-buahan, ada juga hewan dan uborampe lainya. Sesaji sebagai ungkapan rasa syukur atas berbagai anugrah dan nikmat yang diterima dari Tuhan Yang Maha Esa. Dalam prosesinya pun Doa permohonan akan kelancara dan keselamatan minta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Nolo.

Dalam sarasehan yang juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Dinas Pendikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman itu juga di berikan berbagai sesaji untuk upacara adat yang berbeda, diantaranya  saat Peningsetan, Majang Tarub, Siraman, Panggih Penganten, Boyong Pengantin, Sunatan, Peringatan kematian seseorang hingga tradisi mendirikan rumah. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Turut Andil Awasi Pemilu 2024 Wujud Bukti Cinta Tanah Air

Sleman – Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan mengajak generasi muda khususnya remaja masjid untuk berperan aktif mengawasi dan mengawal tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024 di wilayah Depok, Sleman.

Dikarenakan saking pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan, Muamar menganalogikan pengawasan tersebut sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

Dia menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber “Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilu Tahun 2024 di Kecamatan Depok bersama Forum Remaja Masjid” bertempat di Gedung Sasana Anglocita Tama, Jalan Padjajaran, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (11/10/2023).

“Teman-teman aktivis Masjid yang ikut andil bersama kami Panwaslu Depok mengawasi proses dalam pendataan daftar pemilih, itu juga bukti anak muda cinta tanah air,” kata Muamar.

“Dan kita tahu, cinta tanah air adalah sebagian dari iman, hubbul wathan minal-iman,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Muamar juga ingin generasi muda ikut dan berani melaporkan kepada Bawaslu jika terjadi dugaan pelanggaran pemilu. Sehingga pentingnya generasi muda dan khususnya remaja Masjid ini menjadi aktor yang turut andil dalam mengawasi segala macam tahapan pemilu di wilayahnya masing-masing.

“Jadi, selain jadi pemilih aktif, teman-teman aktivis Masjid ini nantinya juga harus berani melaporkan jika terjadi pelanggaran,” tegasnya.

Dikatakan oleh Muamar, bahwa tugas Bawaslu dalam pengawasan pemilu sangat berat. Sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sebagai pengawas partisipatif dalam mengawal tahapan pemilu.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat ini berpendapat, pusat diskusi keagamaan semisal pesantren, gereja, dan lainnya, menjadi tempat yang efektif bagi Bawaslu dalam menyosialisasikan pengawasan, karena dianggap pusat kajian keagamaan adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki pemikiran yang kritis tinggi.

Karenanya, melalui forum remaja Masjid tersebut, Muamar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengawasi pemilu dengan bekerjasama dengan Bawaslu, baik Panwaslu Depok maupun Panwaslu Desa se-Kepanewon Depok.

“Bicara terkait pengawasan Pemilu, terkhusus wilayah Depok, di sini memiliki kawasan yang sangat luas. Bayangkan kalau seluas ini hanya diawasi Panwaslu Depok dengan pengawasan yang sangat tidak terbatas, maka akan sulit. Maka forum warga ini dan juga kerjasama dengan masyarakat, kita akan lebih memastikan pengawasan di Kapanewon ini secara lebih maksimal,” terang Sarjana Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta itu.

Selain itu, Muamar juga menginformasikan, bahwa acara semacam forum warga dan sosialisasi pengawasan pemilu sangat penting. Karena dengan kolaborasi, Panwaslu Depok dan warga masyarakat Depok khususnya, dapat mencegah terjadinya pelanggaran pemilu.

Kolaborasi tersebut, lanjut Muamar dinilai dapat memudahkan, baik Bawaslu dalam mengawasi pendataan pemilih dan warga dapat melaporkan jika terjadi dugaan pelanggaran terhadap hak pilih.

“Kolaborasi ini sangat penting, agar tidak meminimalisir terjadinya pelanggaran sekecil mungkin,” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum itu

Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Depok, Pimpinan Panwaslu Depok Sleman, Panwaslu Desa se-Kapanewon Depok, Ketua Forum Remaja Masjid Al-Amin Santren, Ketua Forum Remaja Masjid Baiturrahim Nologaten, Ketua Forum Remaja Masjid Margotunggal Ngentak, Ketua Forum Remaja Masjid Al-Haq Karangploso, Ketua Forum Remaja Masjid Hidayatullah Sambilegi, Ketua Forum Remaja Masjid Nur Fattah Santan, Ketua Forum Remaja Masjid Quwwatul Islam Perumnas, Ketua Forum Remaja Masjid Al-Amin Sambisari, dan Ketua Forum Remaja Masjid Nurul Hidayah Kayen. (Athiful/KIM Depok)