Polres Sleman Berikan Santunan ke Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77 , POLRES Sleman memberikan bantuan  ke Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo yang terletak di Padukuhan Bantarjo, Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada Selasa (11/10/2023).

Rombongan yang dipimpin Kasat Lantas Polresta Sleman Kompol Andhies Fitria Utomo ini menyalurkan bantuan berupa uang tunai serta sembilan bahan pokok.

Kompol Andhies menjelaskan bahwa kegiatan berbagi dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur serta upaya untuk membantu sesama yang lebih membutuhkan.

“Santunan berasal dari dana anggota yang dikumpulkan setiap Rabu usai apel pagi,” terang Andhies.

“Selain ke Panti Asuhan, Polres Sleman juga pernah memberikan santunan ke berbagai rumah Ibadah seperti masjid, gereja. Juga kepada warga yang kurang mampu lainnya. Biasanya sebelum pelaksanaan dilakukan survey kelayakan kegiatan,” imbuhnya.

Rombongan diterima oleh Pengurus YPKBR (Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Bina Remaja) , Pengurus Panti Asuhan Bina Remaja, juga anak-anak Panti Asuhan Bina Remaja.

Mewakili ketua YPKBR, Rina Anjani Puspita Sari, Bendahara YPKBR menyampaikan bahwa atas nama yayasan maupun panti asuhan menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian yang diberikan oleh POLRES Sleman.

“Bantuan yang diberikan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemanfaatan anak asuh,” ujar Rina.

Rina juga menjelaskan bahwa Panti Asuhan Bina Remaja merupakan anak cabang YPKBR. “Selain Panti Asuhan, YPKBR juga mengelola SLB yang terletak di Balong dan di Turi”, jelas Rina lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




97 Mahasiswa UNISA Yogyakarta Terima Beasiswa JPS Kabupaten Sleman

Sleman – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menghadiri acara penyerahan beasiswa Program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa terpilih dari kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Penyerahan beasiswa ini digelar di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (11/10) dihadiri oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti. Sebanyak 97 mahasiswa penerima program JPS, berasal dari Kabupaten Sleman dari berbagai program studi yang ada di Unisa Jogja.

Dalam sambutannya, Kustini menyampaikan bahwa mahasiswa yang mendapatkan beasiswa JPS ini termasuk dalam kategori terpilih, mengingat hanya 200 dari 700 calon mahasiswa yang berhak menerima program ini. Ia menekankan bahwa kecerdasan moral saja tidak cukup, dan mahasiswa yang menerima beasiswa ini diharapkan juga cerdas secara sosial dan spiritual.

“Program JPS ini tidak hanya untuk mengembangkan kapasitas akademik, tetapi juga untuk membentuk karakter yang kuat dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi demi membangun Kabupaten Sleman,” ungkap Kustini.

Kustini berharap agar para mahasiswa yang menerima beasiswa ini dapat memanfaatkan sebaik mungkin kualitas yang ada di UNISA Jogja. Kustini juga mengingatkan kepada para mahasiswa agar selalu berkomitmen untuk belajar dan berkembang, tidak hanya sebagai individu yang cerdas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Sementara itu, Rektor UNISA Jogja Dr. Warsiti, menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa yang menerima beasiswa dari Pemkab Sleman untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berkontribusi dalam membangun dan memajukan Sleman, serta tentunya untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“UNISA terus berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman demi mencerdaskan generasi masa depan. Kami berharap kerjasama ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan pendidikan dan pembangunan di Sleman,” ujar Warsiti.

Warsiti menuturkan, penyerahan beasiswa Program Jaring Pengaman Sosial ini adalah langkah konkret dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas.

“Dengan dukungan dari UNISA Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman, diharapkan mahasiswa penerima beasiswa akan mampu mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat,” pungkas Warsiti. (Arief Hartanto)




Dinas Pertaru Sleman Sosialisasikan Pilar Batas Kalurahan untuk Kapanewon Tempel dan Turi

Sleman – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Sleman mengadakanan Sosialisasi Pengukuran Koordinat Geodetik Pilar Batas Kalurahan untuk Kapanewon Tempel dan Kapanewon Turi pada Selasa (10/10/2023) di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Balai Pemdes Kemendagri Yogyakarta, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Kantor Pertanahan Kab. Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kabupaten Sleman, Bagian Pemerintahan Sekda Sleman, Panewu Turi dan Tempel, Lurah se-kapanewon Turi dan Tempel.

Hadir sebagai Narasumber yakni Direktur CV Madani Callysta Saibuyun, Tio Bogeanto sebagai pihak ketiga yang akan melakukan pengukuran geodetik, Basuki, selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, serta juga Mardiyana, Kepala Balai Pemerintahan Desa DIY.

”Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman mempunyai program pengukuran melalui geodetik untuk lebih menjamin tingkat akurasi dari titik koordinat dari batas wilayah antar desa” kata Basuki, dalam paparannya.

Basuki menambahkan, yang melatarbelakangi sosialisasi ini ialah batas administrasi suatu wilayah merupakan suatu informasi yang sangat penting. Berbagai kebijakan pemerintah yang diupayakan untuk dapat menyentuh lapisan masyarakat terbawah sering kali mengacu pada pembagian batas administrasi.

“Pada batas Wilayah yang dipetakan dengan skala pemetaan yang tidak rinci, akan sulit diimplementasi untuk kegiatan pemetaan skala rinci sehingga perlu adanya survei untuk penentuan posisi dari suatu titik di permukaan bumi, pengukuran ini dapat dilakukan secara terestris maupun ekstra terestris dengan menggunakan GPS tingkat geodetic,” jelasnya.

Sementara itu, Mardiyana menuturkan bahwa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, “Kabupaten Sleman telah selangkah lebih maju dengan adanya pengukuran melalui geodetik karena tingkat akurasi pengukuran lebih tepat,” tutur Mardiyana.

Dirinya mengatakan bahwa setelah sosilisasi ini, akan dilanjutkan pelaksanaan pekerjaan pengukuran geodetik sebagai bentuk penegasan batas desa untuk mendapatkan nilai-nilai koordinat geodetik dari batas resmi wilayah administrasi Kabupaten Sleman pada akurasi tinggi oleh CV Madani Callysta Saibuyun , yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk pemetaan pada skala rinci.

“Dengan begitulah bisa tersedia data koordinat pilar-pilar batas desa pada tingkat akurasi tinggi untuk pembuatan peta dasar skala rinci,” tutup Mardiyana. (Aisyah Putri/KIM Ceria Lumbungrejo)




Dihadapan Ketua OSIS SMA, Panwaslu Depok Minta Generasi Muda untuk Kritis

Sleman – Bertempat di Gedung PKK Depok Sleman, Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan mengajak generasi muda turut andil dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu dengan kritis terhadap dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di sekitar lingkungannya.

Muamar menekankan itu saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum 2024 di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Selasa (10/10/2023)

“Saat sekarang ini, misalnya kalau ada orang melakukan hoaks ataupun politik uang di lingkungan kita masing-masing, anak muda harus mampu kritis memantau dan mengawasi agar di sana tidak terjadi pelanggaran itu,” tegas Muamar.

Zaman sekarang ini, daya kritis saja ungkap Muamar, tidaklah cukup. Namun harus didukung dengan keberanian.

“Sebagai generasi muda, apabila kita menemukan terjadinya dugaan pelanggaran pemilu, harus berani melaporkannya kepada Bawaslu,” ujar Muamar. “Bisa datang ke kantor kami atau melalui nomor dan akun-akun sosial media kami,” lanjutnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat tersebut kemudian menjelaskan tata cara dan prosedur, apabila mendapati terjadinya dugaan pelanggaran pemilu. Semisal, dapat melaporkan langsung dengan mendatangi kantor Panwaslu Depok, Panwaslu Desa, ataupun melalui aplikasi yang sudah disediakan Bawaslu.

“Dalam ketentuan dalam UU Pemilu, masyarakat khususnya generasi muda yang sudah memiliki hak pilih, memiliki hak untuk dapat melaporkan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu,” ungkapnya.

Alumnus Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut berharap, seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menyosialisasikan pengawasan partisipatif terutama kepada generasi muda, guna meningkatkan wawasan akan pengawasan pemilu yang tidak lama lagi akan digelar.

“Harapan kita, Pemilu nanti berjalan sesuai yang kita kehendaki. Tidak ada permasalahan yang berarti, dan tentu itu akan selalu kita antisipasi sejak saat ini bersama teman-teman sekalian yang hadir di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua OSIS SMA Cahaya Bangsa, Ketua OSIS SMA Sains Wahid Hasyim, Ketua OSIS SMA Angkasa Adisucipto, Ketua OSIS SMA GAMA, Ketua OSIS SMA Mandala Bhakti, Ketua OSIS SMA Kolombo, Ketua OSIS SMA Karya Rini, Ketua OSIS SMA Kesehatan Sadewa, dan Ketua OSIS SMA Trisula.

Sedangkan dari jajaran Panwaslu Desa/Kelurahan hadir Muhammad Yanifar Panwaslu Desa Caturtunggal, Muhammad Rio Agywijaya Panwaslu Desa Condongcatur, dan Miftakhul Jamil Panwaslu Desa Maguwoharjo. (Athiful/KIM Depok)




Pembinaan Tokoh Agama, Upaya Wujudkan Kondusivitas Umat di Tahun Politik

Moyudan – Menjelang 2024 yang merupakan tahun politik dibutuhkan kehidupan masyarakat yang damai aman tenteram dan rukun. Karena isu keagamaan sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik.  Masyarakat pun diharapkan jangan sampai terpecah dan harus tetap kondusif menjaga kerukunan antar dan intern umat beragama. 

”Para pemuka agama memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan kerukunan umat,” papar Ridwanto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUP) Kalurahan Sumbersari saat memberikan sambutan Pembinaan dan Pertemuan Pengurus Tempat Ibadah di Pendopo Kalurahan Sumbersari Selasa (10/10/2023).

Sementara itu, Dul Rohman, Kepala KUA Moyudan berpendapat bahwa yntuk mewujudkan kerukunan kedamaian umat beragama, diperlukan komunikasi yang intens antar pengurus tempat ibadah guna meminimalisir intrik antar umat. 

“Peran pengurus tempat ibadah sangat penting dengan melakukan konsolidasi,  komunikasi, dan koordinasi untuk mewujudkan kondusivitas masyarakat. Beda pilihan adalah wajar, kerukunan tetap harus dijaga,” ujar Dul Rohman. 

Ia juga meminta agar setiap tempat ibadah dipasang CCTV untuk antisipasi kejahatan. “Bekali umat agar tetap memiliki jiwa dan rohani yang sehat guna meminimalisir tindak kejahatan,” tukasnya.

Pembinaan dihadiri oleh para pengurus tempat ibadah (masjid, musholla, kapel dan gereja) se-Kalurahan Sumbersari.  Kegiatan yang diprakarsai oleh Kamituwo Kalurahan Sumbersari tersebut merupakan tindak lanjut program FKUB yang sempat tertunda karena Covid-19. Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala KUA Moyudan, FKUB, dan Lurah Sumbersari

Pembinaan disampaikan oleh Muhammad Wasid, Wali Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman.  Wazid menegaskan kembali pentingya salam kerukunan. 

“Salam Kerukunan, dan dijawab Rukun.  Ini dilakukan tiga kali agar saat menyampaikan materi antara pembicara dan pendengar satu frequensi,” papar Wazid. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)