Tingkatkan Semangat Menulis, KIM CERIA Lumbungrejo Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Muda

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) CERIA Kalurahan Lumbungrejo mengadakan Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Muda dari beberapa padukuhan yang ada di Kalurahan Lumbungrejo pada Senin (9/10/2023). Pelatihan yang digelar di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo ini diikuti oleh 11 peserta dari perwakilan padukuhan yang ada di Lumbungrejo .

“Pelatihan ini kami batasi pesertanya dikarenakan kami fokus mencari serta merintis generasi muda yang mau dan bersemangat menulis berita ataupun kejadian dan potensi wilayah Kalurahan Lumbungrejo, sedikit tapi solid dan aktif itu yang kami harapkan,” kata Aisyah Putri Wulansari, Ketua KIM CERIA Lumbungrejo

Sementara itu, Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim menuturkan bahwa Kalurahah Lumbungrejo memberi dukungannya agar para peserta untuk dapat menambah kompetensi menulis. Hal tersebut menurut Misbah dapat mendukung publikasi potensi yang ada di Lumbungrejo.

“Adanya potensi Wisata, Seni Budaya, UMKM merupakan hal menarik yang bisa diulas dan dipromosikan kepada masyarakat, maka kami butuh anak-anak muda yang kreatif dan aktif untuk bisa membantu mempromosikan melalui konten vidio, foto dan narasi berita menarik yang nantinya ikut menunjang Promosi Wisata, Seni Budaya dan UMKM yang ada di Kalurahan Lumbungrejo,” ujar Misbah.

“Dengan begitu maka harapannya ekonomi yang ada di Lumbungrejo bisa ikut naik. Jika kepengurusan sesuai SK habis, maka kami akan memperpanjang. Dan apa yang bisa kami sediakan untuk keberlangsungan aktivitas KIM Lumbungrejo seperti kegiatan pelatihan, anggaran dan kebutuhan lainnya, akan kami upayakan,” imbuh Misbah Al Hakim.

Muhammad Faridz Maulana, Pranata Humas dan Editor Media Center Dinas Kominfo Sleman dan Sahdono Hadi, Penulis dari KIM Tempel dihadirkan sebagai Narasumber dalam pelatihan ini. Dalam kesempatan tersebut, Faridz memberikan kisi-kisi tentang bagaimana sebuah berita bisa bernilai dan layak untuk dipublikasi.

Sedangkan Sahdono Hadi mengaku senang melihat anak-anak muda mau menulis dan bersemangat “Semoga setelah pelatihan ini muncul 10 wartawan baru di Lumbungrejo,” ujarnya.

Pada pelatihan, terlihat beberapa peserta memberikan pertanyaan, serta diberi kesempatan untuk menulis narasi berita sederhana sebagai praktik awal pelatihan.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anak-anak muda bisa meningkatkan kemampuan dalam pemberitaan dan nantinya berperan aktif dalam mengisi warta di website Kalurahan Lumbungrejo, Media Sosial Lumbungrejo dan berkontribusi pemberitaan di Kabupaten Sleman,” tutup Aisyah. (Aisyah Putri/KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Jelang Kampanye Panwascam Gamping Bangun Komunikasi Dengan PPK

Sleman – Menjelang memasuki tahapan kampanye pada pemilihan umum serentak 2024 di bulan November mendatang, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Gamping berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berkaitan dengan regulasi pemasangan Alat Peraga kampanye (APK) peserta pemilu agar tidak banyak menyalahi aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

Rapat koordinasi dengan mengangkat tema penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pada tahapan pemilu 2024 diikuti oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kecamatan Gamping, Rahmat Mulyo Hartono, Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Dewanto Tri Nugroho, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Bambang Nurdianto, serta anggota PPK Gamping, Syukron Amin dan Muhammad Karim yang berlangsung di Ruang Rapat Demang Cakradikrama, Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Jumat (6/10/2023) siang.

Sementara dalam diskusi, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo  mengatakan pihaknya dalam melakukan kerja pengawasan pelaksanaan tahapan dan jadwal Pemilu 2024 lebih mengedepankan pola pencegahan dari pada penindakan. Selanjutnya, menurutnya pencegahan pelanggaran pemilu hanya dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu yang independen, menjunjung tinggi nilai integritas, serta professional saat menjalankan tugas yang diemban.

“Perlu adanya sinergi yang dilakukan oleh Panwascam dengan PPK  sebagai upaya untuk membangun dan memastikan adanya hubungan kerjasama yang produktif dan kemitraan sebagai sesama penyelenggara pemilu yang harmonis guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berkualitas,” ujar Adnan.

Di samping itu, sebagai sesama penyelenggara pemilu sudah sewajarnya Panwascam dan PPK harus memiliki sifat profesionalisme, independen, integritas yang tinggi, serta Sumber Daya Manusia yang unggul demi tercapainya tujuan Bersama yaitu mewujudkan Pemilihan Umum serentak 2024 yang berkeadilan dan bermartabat.

Senada hal tersebut, Bambang Nurdianto selaku Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping menuturkan bahwa kegiatan menyangkut koordinasi antar dua institusi penyelenggara pemilu di tingkat kapanewon tersebut hendaknya rutin dilakukan sebagai ajang silaturahmi untuk saling berdiskusi dan bertukar informasi membahas solusi permasalahan tahapan pemilu yang terjadi di wilayah Kapanewon Gamping. Ia juga berharap koordinasi dan komunikasi antara kedua institusi kepemiluan agar selalu dirawat guna menciptakan pemilu serentak 2024 mendatang berlangsung secara langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil.

“Perlu disadari dan dipahami oleh semua pihak bahwa kesuksesan tahapan pemilu 2024 bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyelenggara pemilu saja, melainkan menjadi beban bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari peserta pemilu, masyarakat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri. Apabila pelaksanaan pemilu berjalan sukses, tentu saja menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu akan meningkat” pungkas Babe sapaan akrabnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Anggota DPR RI Fasilitasi KIE Obat dan Makanan Bersama Tokoh Masyarakat

Bertempat di Rumah Aspirasi H. Sukamto, SH yang terletak di Kapanewon Mlati Sleman, Sabtu (7/10/2023), diadakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE ) Obat dan Makanan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh H. Sukamto, SH, anggota Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) D I Yogyakarta yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan, manfaat dan mutu produk obat dan makanan.

Dihadiri oleh sekitar 400 tokoh masyarakat dari 17 Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman, acara ini menghadirkan Kepala BPOM DIY dan juga Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Diawali dengan sambutan dari Senen Haryanto, Lurah Sinduadi berharap dengan kegiatan ini peserta mendapat bekal ilmu yang cukup untuk lebih berhati hati dalam mengkonsumsi makanan dan obat.

Bagus Hari Purnomo, S.S Apoteker, Kepala BPOM DIY, yang menjadi narasumber menyampaikan materinya berkenaan dengan Produk yang diawasi oleh BPOM yaitu Produk Terapedik (obat dan bahan obat), kosmetik dan Produk Komplemen.

Bagus juga mengingatkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap Pengawasan obat dan makanan adalah pemerintah (pengawasan komprehensif/menyeluruh), pelaku usaha ( produsen) dan masyarakat sebagai konsumen cerdas.

Bagus menerangkan tentang penggolongan obat yaitu obat keras, obat bebas terbatas, obat bebas dan narkotika.

“Ada tanda tanda yang dicantumkan pada kemasan obat yang harus diketahui oleh masyarakat selaku konsumen sehingga tidak salah dalam memilih obat,” terangnya.

Lebih jauh, Bagus memberi Tips untuk terhindar dari obat palsu antara lain membeli di apotik/toko obat, jangan tergiur dengan harga murah, periksa kondisi kemasan, logo obat dan masa kadaluarsanya.

Selain obat Kimia, Bagus juga menyampaikan tentang penggolongan obat Tradisional yang terdiri dari jamu, obat herbal terstandar dan Profarmaka (obat tradisional yang diproduksi dengan alat modern). “Yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah nomor izin edar obat tradisional,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bagus memberikan contoh obat tradisional yang beredar di masyarakat yang kandungan bahannya sangat berbahaya dan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan konsumen. Untuk obat tradisional ini, Bagus juga memberikan tips untuk terhindar dari obat tradisional berbahaya.

Selain obat kimia dan tradisional, Bagus juga mengulas tentang produk kosmetika yang beredar di pasaran dan mengajak peserta KIE untuk cerdas dalam memilih produk kosmetik. Di bagian akhir, Bagus juga menyinggung tentang hubungan antara stunting dan keamanan pangan mengingat angka stunting masih cukup tinggi

Dengan rambu rambu pengawasan obat dan makanan yang telah dipaparkan, Bagus berharap makanan yang sehat, obat yang bermutu menjadi pilihan terbaik untuk menekan angka stunting di Indonesia.

“Adapun kiat yang bisa dilakukan adalah waspada terhadap produk makanan dan obat dengan cara mudah cek nomor izin  edar dan informasi obat dan makanan,” jelas Agus lagi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Manfaatkan BKK Danais, Margoagung Gelar Pelatihan Berbusana Adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta

Seyegan – Kalurahan Budaya Margoagung Kapanewon Seyegan menyelenggarakan Pelatihan Berbusana Adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta dengan menggunakan fasilitasi BKK Dana Keistimewaan. Pelatihan berlangsung selama empat hari dari Rabu (4/10/2023) hingga Sabtu (7/10/2023), bertempat di Aula Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman.

Lurah Margoagung Sujarwo menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk lebih mengintensifkan implementasi pelaksanaan Kalurahan Budaya bagi Masyarakat.

“Konsep Kalurahan Budaya yang Melindungi, Mengembangkan dan melestarikan potensi budaya yang telah ada seperti kesenian, bahasa sastra dan aksara, adat dan tradisi, pengobatan tradisional dan permainan tradisional, kuliner dan sebagainya harus mengajar di masyarakat. Termasuk bagaimana berbusana Jawa Gagrag Ngayogyakarta,” jelas Sujarwo.

Lebih lanjut Sujarwo berharap, peserta yang berasal dari masing Padukuhan, Lembaga Ketahanan Kalurahan dan Unsur Pamong, setelah mendapat pengetahuan dari pelatihan kemudian ditukarkan kepada yang lain, bisa keluarga, tetangga, saudara atau siapapun, jangan sampai ilmu hanya untuk diri sendiri. Ia juga meminta dan mengajak masyarakat untuk bersama sama bergerak secara mandiri, jangan kemudian tergantung pada bantuan.

“Margoagung dalam rintisan menuju Mandiri Budaya, maka budaya mandiri harus tetap dijaga dan dipertahankan,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Kalurahan Budaya Margoagung Jumali menuturkan, Kalurahan Margoagung telah mendapat fasilitas BKK Dana Keistimewaan sebanyak ,- yang pencairannya dua tahap. Tahap pertama ,- dipergunakan untuk Pelatihan Panatacara, Pelatihan Manajemen Desa Wisata, Pelatihan Pemasaran Online dan untuk pembangunan sarpras berupa MCK di area Embung Tirto Agung. Sedang untuk tahap kedua sebesar ,- dipergunakan untuk pengadaan Sound Sistem sebagai fasilitas pentas seni, pengadaan tenda UMKM 4 unit, pengadaan Meja Kursi sarana display lengkap dengan fluring dan karpet serta untuk Pelatihan Burbusana Jawa Gagrag Ngayogyakarta.

Terkait Pelatihan Berbusana Jawa, Jumali menjelaskan, pelaksanaan selama empat hari dengan narasumber dari Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) DPD Sleman. Dengan jadwal , materi dan narasumber meliputi, tanggal 4/10 Dasar Dasar Panatacara dan Pamedhar Sabda oleh Yuwono Agus Dirgantara, . tanggal 5/10 Adiwicara oleh Agus Wiranto, tanggal 6/10 materi Busana Mataraman oleh Faizal Noor Singgih, dan Sabtu tanggal 7/10 materi Unggah Ungguh oleh Tri Joko Saptono.

Peserta sebanyak 24 orang berasal dari perwakilan Padukuhan 12 orang ditambah dari unsur pengurus Lembaga Ketahanan Kalurahan (LKK) serta dari unsur Pamong Kalurahan.

“Disamping mendapatkan teori, para peserta juga praktek baik Medhar Sabda, Berbusana serta unggah Ungguh. Selain itu usai pelatihan peserta juga mendapatkan sertifikat yang penyerahannya dilakukan oleh Lurah saat penutupan, Sabtu 7/10/2023,” tutupnya. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




Sekda Sleman Hadiri Pentas Budaya di Sumbersari

Sleman – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DIY, Muhammad Yazid Mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk pada Sabtu (7/10/2013) di Lapangan Sumbersari, Moyudan.  Pagelaran tersebut dihadiri langsung oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya, Jajaran Pengurus DPD dan DPC Partai Persatuan Pembangunan, Panewu Moyudan dan jajaran, Muspika Moyudan,  seluruh Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan.

Muhammad Yazid dalam sambutannya  menyampaikan tujuan diadakannya pentas wayang merupakan wujud untuk nguri-nguri Kabudayan. Dirinya berharap dengan pentas wayang tersebut bisa memberikan tuntunan bagi generasi muda yang banyak mengalami degradasi moral.” Pentas wayang ini semoga bukan hanya sekedar tontonan tapi bisa menjadi tuntunan,” tutur Muhammad Yazid.

Sekda Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi yang tinggi atas diadakannya gelar budaya tersebut. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa proses pembangunan harus dikerjakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Proses pembangunan harus dilaksanakan dengan ikhlas sehingga akan menumbuhkan kesejahteraan untuk kita semua, sesuai lakon wayang malam ini, yaitu Bagong Mbangun Drsa,” pungkas Harda.

Dalam kesempatan tersebut Harda Kiswaya berkenan mendampingi Muhammad Yazid untuk menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Yisuf Anshori Khoirudin dari Gunung Kidul. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)