Kapanewon Seyegan Gelar Pasar Murah Bahan Pokok

Sleman – Bertempat di Pendopo Kapanewon Seyegan, Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan Pasar Murah Bahan Pokok bekerja sama dengan distributor, Senin (2/10/2023)

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini, akan dilaksanakan di 17 Kapanewon secara bergilir, bekerja dama dengan distributor Bulog untuk penyaluran beras, minyak, tepung dan gula. Kapanewon Seyegan merupakan Kapanewon ke 10 yang mengadakan Pasar Murah bahan Pokok.

Selain itu Disperindag juga menggandeng Pinsar Petelur Nasional untuk distributor telur dan Saliman untuk distributor daging ayam.

Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan untuk belanja di pasar murah bahan pokok ini dikarenakan harga bahan pokok terutama beras harganya dipasaran sudah mencapai harga Rp ,-/kg.

“Sedangkan di pasar murah dijual dengan harga distributor,” ungkap Sutrisno, Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kabupaten Sleman.

Lebih jauh Sutrisno menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasar Murah yang diprakarsai oleh Disperindag ini merupakan kerja sama dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman dan instruksi dari Menteri Dalam Negeri.

Pasar murah dibuka pukul sampai dengan pukul wib. Namun kenyataannya, pukul wib bahan pokok sudah banyak yang habis.

“Pasar murah ini diperuntukkan bagi warga Sleman dengan dibuktikan dengan KTP dan pembelanjaan untuk masing masing bahan pokok dibatasi per orangnya untuk pemerataan,” tutur Sutrisno.

Untuk bahan pokok beras, Sutrisno menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) tetap akan melanjutkan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) guna memastikan stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi pangan.

“Beras SPHP  Sendiri sudah menjadi brand andalan  Bulog yang dikenal dan digemari masyarakat karena kualitas yang baik dan harganya yang terjangkau,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Dorong Ibu PAUD Wujudkan Pendidikan PAUD yang Berkualitas

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memberikan apresiasi kepada Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atas andilnya dalam mewujudkan pelayanan berkualitas bagi anak usia dini di wilayah Sleman. Apresiasi diberikan secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/10).

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana dalam laporannya menyampaikan bahwa Ibu PAUD memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di wilayahnya masing – masing.

“Keberadaan dan peran Ibu PAUD sangatlah penting untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya yang ada di wilayahnya dengan membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan di wilayah masing-masing yang memiliki potensi untuk mengembangkan layanan PAUD,” jelasnya.

Kemudian sebagai upaya meningkatkan peran Ibu PAUD, Ery menuturkan Disdik Sleman telah menyelenggarakan Apresiasi Ibu PAUD tingkat Kabupaten Sleman dengan tujuan untuk melihat sejauh mana gerakan yang dilakukan oleh ibu PAUD baik di tingkat Kapanewon maupun kalurahan dalam upaya mewujudkan PAUD berkualitas serta dukungan transisi PAUD ke SD kelas awal yang menyenangkan di wilayahnya.  

Penyelenggaraan apresiasi tersebut diikuti oleh 17 Ibu PAUD Kapanewon dan 16 Ibu PAUD Kalurahan. Penilaian untuk apresiasi ini dilakukan oleh Disdik Sleman melalui roadshow di 17 Kapanewon.

“Hasilnya semua bagus. Namun karena kami hanya bisa memberikan apresiasi kejuaraan bagi 3 peserta dengan nilai tertinggi, maka pada kesempatan ini akan kami berikan hadiah kejuaraan bagi 3 peserta Ibu PAUD Kapanewon dan 3 peserta Ibu PAUD Kalurahan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Ibu PAUD ini selain sebagai apresiasi, juga diharapkan dapat menguatkan komitmen Ibu PAUD dalam mengedukasi orang tua tentang pentingnya pendidikan usia dini.

“Dengan penghargaan ini, juga diharapkan dapat menguatkan peran orang tua dalam proses pendidikan setiap anak, karena sejatinya keluarga merupakan sekolah anak yang utama dan pertama,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini menyebut Pemkab Sleman terus berupaya untuk mendukung Kabupaten Sleman mengupayakan pemenuhan hak anak untuk mewujudkan Sleman Layak Anak. Namun demikian, Ia menilai upaya tersebut memerlukan keterlibatan berbagai pihak sehingga dapat maksimal.

“Perlu diketahui bahwa Kabupaten Sleman terus berupaya untuk memfasilitasi pendidikan dan perkembangan setiap anak Sleman. Maka saya menghimbau Kepada Pokja Ibu PAUD untuk melibatkan Ibu PAUD dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas yang muaranya akan meningkatkan kualitas generasi Sleman,” ujarnya.




Komitmen Kawal Hak Pilih, Panwaslu Depok Gelar Patroli Pengawasan di Terminal Condongcatur

Sleman – Dalam mengawasi pelaksanaan hak pilih warga masyarakat untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, jajaran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman giat melakukan patroli pengawasan kawal hak pilih, Sabtu (30/9/2023). Dalam kesempatan kali ini terfokuskan di Terminal Condongcatur, Jalan Anggajaya, Condongcatur, Depok, Sleman.

Komisioner Panwaslu Depok Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan menjelaskan, bahwa patroli pengawasan ini diharapkan dapat mengawal hak pilih masyarakat pada pemilu 14 Februari 2023 mendatang.

“Dalam pemilu nanti, kita ingin memastikan semua warga negara yang memenuhi syarat dan terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” katanya.

Muamar mengaku, dari hasil patroli pengawasan Panwaslu Depok, masih terdapat pemilih yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar dalam daftar pemilih. Begitu juga sebaliknya, masih ditemukan pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, tapi masih terdaftar.

“Ini semua yang selalu ingin kita pastikan dan saat ini kita menyasar warga yang berada di area Terminal Condongcatur,” paparnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat itu menyatakan bahwa patroli pengawasan kawal hak pilih dilakukan secara langsung dengan mendatangi pemilih rentan yang berpotensi terabaikan hak pilihnya, sehingga berpotensi disalahgunakan seperti pemilih disabilitas, masyarakat yang tidak berdomisili sesuai KTP, serta masyarakat yang telah meninggal dunia namun masih masuk dalam daftar pemilih.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum itu mengatakan, bahwa patroli pengawasan kawal hak pilih ini dilakukan sampai pada 14 Februari 2024 mendatang sebagaimana Instruksi Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2023.

“Panwaslu Depok bersama Panwaslu Desa se-Depok akan terus melakukan upaya melindungi hak pilih warga khususnya warga masyarakat di wilayah kerja kami masing-masing,” ungkapnya.

Bagaimana kalau ada warga Depok Sleman yang belum terdaftar? Alumnus Universitas Amikom Yogyakarta itu mengimbau agar segera melaporkan ke Kantor Panwaslu Depok yang berada di Gedung Sasana Kapti Kompleks Kantor Kapanewon Depok Jalan Padjajaran Condongcatur Depok Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Melihat Upacara Adat Ruwat Umbul Temanten di Widodomartani

Ngemplak – Kalurahan Budaya Widodomartani, Kapanewon Ngemplak menggelar Upacara Adat Ruwat Umbul Temanten, Minggu (1/10/2023). Kegiatan pelestarian Upacara Adat dan Tradisi itu terlaksana dengan memanfaatkan dana Keistimewaan.

Prosesi diawali dengan kidung doa di Umbul Temanten Karanganyar, dilanjutkan pengambilan air Umbul Lanang dan Umbul Wadon. Usia prosesi ritual pengambilan kemudian air suci kemudian diarak oleh bregada dan masyarakat menuju pusat kegiatan kawasan wisata Edukasi. Sesampainya di kawasan Wisata Edukasi, air suci disiramkan ke pohon pule sebagai simbul berfungsinya air sebagai tanda dan fungsi dalam kehidupan makhluk. Penyiraman secara bersama sama dilakukan oleh Lurah Widodomartani Heruyono, Ketua Tim Penggerak PKK Yuli Astuti dan Panewu Ngemplak Sumariyah.

Lurah Widodomartani Heruyono menuturkan, Kalurahan Budaya Widodomartani memilik banyak potensi yang harus dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya adalah upacara adat yang ada sejak dahulu kala.

“Umbul Temanten, dahulu berfungsi sebagai tempat mandi dan cuci, aliran air yang mengarah kedekatan juga berfungsi sebagai irigasi pertanian. Dengan begitu umbul Temanten harus dijaga keberadaanya,” ujar Heruyono.

Kepala Seksi Lembaga Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY Endang Widuri mengatakan, upacara adat dan tradisi merupakan warisan leluhur, keberadaanya baik yang bersifat pribadi maupun bersama-sama merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan, disamping itu juga bentuk komitmen atas amanah untuk menjaga dan merawatnya.

“Kundha Kabudayan mempunyai tugas mendampingi aktivitas kebudayaan yang ada di masyarakat,” ujar Endang.

Tetapi, lanjut Widuri, aktivitas yang menggunakan dana keistimewaan harus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan. Kegiatan Merti Umbul dapat disemarakkan dengan pementasan aneka kesenian dan diramaikan dengan gelar potensi produk UMKM.

“Dengan demikian nilai budaya bersamaan dengan upaya peningkatan kesejahteraan. Widodomartani juga telah memiliki kebanggaan khas, yaitu Batik Puspo Rinenggo dengan Motif Jangkang dan Apen Pondok Wonolelo,” pungkasnya.

Sementara itu Panewu Ngemplak Sumariyah, dalam sambutanya mengatakan, terkait upaya pelestarian umbul Temanten, perlu adanya komunitas pecinta Umbul Temanten, dengan komunitas itu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam. “Mari kita rawat bersama,” ajak Sumariyah. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




DPC PPY Tempel Gelar Peragaan Acara Perkawinan Adat Panatacara

Sleman – Bertempat di Rumah Makan Taman Merdiko Lumbungrejo Tempel, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Peragaan Adat Perkawinan sekaligus memperingati ulang tahun berdirinya DPC PPY di Tempel yang ke-satu, Minggu (1/10/2023).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Penewu Anom Dyah Purwanti, segenap jajaran pengurus dan penasehat DPC PPY TEMPEL, serta 53 anggota baru yang dalam kesempatan ini menerima sertifikat tanda sudah selesai mengikuti pelatihan dan menerima materi tentang kepanatacaraan, pidato bahasa Jawa serta pengetahuan tentang busana dalam adat Jawa khususnya gagrak Ngayogyakarta.

Ketua DPC PPY TEMPEL, Sih Budi Daryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan yang sudah dilaksanakan di bulan Agustus dan September yang lalu dimaksudkan untuk lebih memahami berbagai wacana lisan sastra dan budaya Jawa dari berbagai sumber serta menanggapi seni pranatacara dari berbagai media yang bisa dipelajari.

Indikator dari pelatihan agar para peserta dapat memahami kriteria-kriteria pranatacara yang baik dan benar. Dapat berbicara pranatacara dengan baik serta dapat menggunakan bahasa pranatacara untuk memperagakan sebagai pembawa acara dalam suatu kegiatan dalam hal ini acara perkawinan.

“Tujuannya , diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengetahui dan memahami kriteria- kriteria seorang pembawa acara yang baik dan benar, untuk itu pelatihan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja tapi akan tetap berlanjut di waktu waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dyah Purwanti mewakili Kapanewon Tempel juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DPC PPY TEMPEL yang sudah setahun terakhir ini berkiprah di Kapanewon Tempel guna mengembangkan seni budaya Jawa khususnya di bidang seni pembawa acara dalam bahasa Jawa, pidato, dan lainnya.

“Selamat ulang tahun kami ucapkan mewakili bapak Penewu Tempel juga memberikan apresiasi kepada PPY TEMPEL yang walaupun sampai saat ini masih mandiri dalam mengukupi segala kebutuhannya untuk itu pemerintah Kapanewon Tempel minta maaf, tetapi dalam tahun tahun kedepannya Kapanewon Tempel akan mengupayakan adanya fasilitasi dan support yang bisa langsung dirasakan,” ujar Dyah Purwanti.

Diakhir acara dalam rangka memperingati setahun berdirinya DPC PPY di Kapanewon Tempel diperdengarkan seni macapat/panembromo bertema ambal warsa (ulang tahun) yang dimainkan oleh segenap jajaran pengurus DPC PPY Tempel. (Sbd/KIM Tempel)