Mahasiswa Program PMM Kunjungi BKL Mugi Waras Blendung

Sleman -Sejumlah Mahasiswa dari seluruh Nusantara yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka  (PMM) melakukan kunjungan ke BKL Mugi Waras Blendung, Sumbersari,Moyudan Sleman pada Sabtu (28/10/2023). Kunjungan yang didampingi langsung oleh Purwanta. . Dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. juga diikuti oleh pengurus Germas dari Padukuhan Ngoto, Bangunharjo, Sewon Bantul.

Kedatangan rombongan mahasiswa tersebut disambut dengan beberapa lagu kesenian Angklung BKL Mugi Waras sehingga membuat para hadirin larut ikut bernyanyi bersama. Selain itu turut  serta menyambut kehadiran kelompok mahasiswa tersebut Ketua dan Pengurus Posyandu Mugi Waras, Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah dan Carik Kalurahan Sumbersari, PLKB Moyudan serta sejumlah lansia yang tergabung dalam BKL Mugi Waras.

Sebelum acara dimulai, Purwanta menuturkan bahwa program yang dilaksanakan merupakan usulan Modul Nusantara ke 3 dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Program tersebut merupakan kebijakan dari Kemendikbud  tentang praktik  Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Saat ini UGM menerima  sebanyak 13 kelompok Mahasiswa dari seluruh Nusantara baik perguruan tinggi swasta maupun Negeri, yang setiap kelompoknya terdiri antara 18 sampai dengan 24 mahasiswa,” ungkap Purwanta.

Selanjutnya Purwanta menyampaikan dari kelompok-kelompok tersebut secara langsung melakukan praktik tentang kebhinekaan, inspirasi, dan Kontruksi sosial di Wilayah Yogyakarta.

Purwanta juga memberikan alasan kenapa yang dipilih Posyandu Mugi Waras, karena Posyandu Mugi Waras memiliki segudang prestasi dan kegiatan yang dilaksanakan cukup banyak, kreatif dan inovatif. Dalam kesempatan tesebut dirinya berdialog langsung dengan Suti Lestari yang sudah berusia 74 tahun.

“Apa resep ibu kok bisa tetap segar dan sehat ?,” tanya Purwanta yang dijawab dengan lantang “Makan teratur dengan sayur, Istirahat yang cukup, periksa kesehatan secara rutin di Posyandu, olah raga setiap hari, dan harus selalu gembira,” jawab Suti

Ketua BKL Mugi Waras Jumanah sebelum memberikan sambutan mengajak kepada para lansia untuk bernyanyi bersama dan tepuk lansia. Dalam sambutannya Jumanah menyampaikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Mugi Waras antara lain Selain Posyandu, Posbindu, BKL, Sekolah Lansia dan pelatihan lansia produktif.

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa BKL Mugi Waras memiliki kesenian Angklung dan peralatan kesenian antara lain organ, angklung dan peralatan rebana.

“Peralatan tersebut merupakan bantuan dari berbagai intasi dan berbagai pihak,” ungkap Jumanah.

Sedangkan Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya mengucapkan terimakasihnya kepada para mahasiswa yang telah berkunjung di BKL Mugi Waras.

“Silakan untuk mencari inspirasi kalau ada yang lebih mohon bimbingan, kalau ada kekurangan mohon berikan pembinaan.” Pungkas Sukadi.  (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan,)




Peringatan Sumpah Pemuda: Gelorakan Ambisi Lanjutkan Aksi Untukmu Negeri

Sleman — Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting, mengandung nilai sejarah, bagi anak bangsa Indonesia dan generasi penerus.  Generasi muda harus senantiasa menguatkan dan mempererat persatuan dan kesatuan.

“Para pemuda adalah generasi penerus bangsa, menjadi bagian terpenting saat negara ini memasuki Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Ahmad Arif Makruf Kepala MAN 4 Sleman saat menjadi Pembina upacara Hari Sumpah Pemuda Sabtu (28/10/2023.

Arif Makruf menegaskan peringatan Hari Sumpah Pemuda semakin mempererat persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia, terutama para pemuda.  Untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas, maka para pemuda yang mayoritas pelajar dan mahasiswa harus mempersiapkan diri.  Dengan kesungguhan, nantinya akan menjadi generasi kompeten, memiliki daya saing tinggi. Pemuda harus memiliki visi, misi, ambisi, dengan aksi nyata. 

“Anak-anak semuanya harus ‘Galau’ yaitu Gelorakan Ambisi Lanjutkan Aksi untukmu negeri,” tandasnya memotivasi. 

Arif yang juga pembimbing riset nasional itu menegaskan agar para siswa terus berupaya keras dan kesungguhan dengan tujuan mempunyai kompetensi, potensi dan prestasi.

Arif mengapresiasi sejumlah siswa-siswi MAN 4 Sleman yang telah membuktikan kesungguhan dan ketekunan yang diwujudkan dalam bentuk prestasi antara lain menjadi satu-satunya siswa madrasah DIY lolos Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional, bahkan satu-satunya dari Sleman.  Prestasi lain, tiga siswanya meraih juara 1, 2, dan 3 dalam Lomba Foto Kreatif pada Festival Pelajar Nusantara 2023 di RRI Yogyakarta, juga prestasi Juara 2 LCC History Week Universitas Gajah Mada (UGM).  Dalam bidang olah raga pencak silat, saat ini tim dari MAN 4 Sleman juga sedang berlaga di universitas tersebut semoga juga meraih prestasi, harapnya.

“Hal ini menunjukkan, pemuda-pemuda MAN 4 Sleman, menjadi pemuda harapan bangsa,” lanjutnya.  Setiap siswa memiliki potensi yang harus dikembangkan, sehingga madrasah yang dipimpinnya selalu memotivasi, mendampingi serta memfasilitasi siswa untuk terus berkreasi dan berprestasi, pungkasnya.

Kegiatan ini, diikuti seluruh civitas akademik MAN 4 Sleman; guru, pegawai, dan seluruh siswa. Upacara berlangsung khidmat, mulai pukul WIB hingga pukul WIB.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bersih-Bersih Kali Kuning Blendangan Berbah

Sleman – Komunitas Kali Kuning (Kalkun) yang berada di Dusun Blendangan, Tegal tirto Berbah, Sleman, DIY mengadakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih kali pada hari Sabtu (28/10/2023) yang berlangsung dari jam sampe WIB.

Kegiatan bersih bersih sungai dilaksanakan oleh komunitas Kali Kuning Blendangan, kelompok P3A kalurahan Sendang tirto, Tirto Rescue Berbah (TRB), Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah, dan masyarakat padukuhan Blendangan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman,  Panewu Anom Berbah, Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah, serta anggota DPRD  Sleman.

Penanggungjawab Kegiatan Bersih Sungai ,Irianto Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih program kali bersih (prokasih) merupakan kegiatan rutin Komunitas Kali Kuning Blendangan yang tergabung dalam Komunitas Sungai Sleman dan bermitra dengan DLH Sleman.

“Adapun kegiatan Bersih sungai prokasih mendapatkan pembiayaan subsidi dari DLH Sleman,” jelas Irianto.

Irianto mengatakan bahwa komunitas Kalkun pada tanggal 17 September 2023 mendapatkan bantuan bibit pohon buah buahan dari DLH Sleman yang bekerjasama dengan BPD Sleman dalam kaitannya dengan peringatan hari Ozon Internasional.

“Adapun penanaman pohon di area sepadan sungai yang bertujuan untuk donasi oksigen bagi bumi serta mengurangi dampak penipisan lapisan ozon di atas atmosfer,” terang Irianto.

Menurutnya, dipilihnya penanaman aneka pohon buah selain menjaga ekosistem lingkungan,penyembangan iklim, konservasi sumber saya air, secara ekonomis masyarakat bisa mengambil buahnya sebagai bentuk penambahan perekonomian  berkelanjutan.

Untuk perawatan pohon yang di tanam disepanjang sepadan kali Kuning Blendangan dengan sistem adopsi pohon.

“Masyarakat diberi kesempatan untuk memiliki tanaman  tersebut dengan memberikan konstribusi biaya perawatan nantinya komunitas yang akan merawat pohon tersebut, saat panen yang mengadopsi diberikan kesempatan untuk melakukan panen buah. Sedangkan buahnya menjadi milik pengadopsi,”  tambah Irianto.

Anggota DPRD Sleman dari komisi C yang membidangi lingkungan, Susilo Nugroho menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada DLH Sleman, pemerintah kapanewon Berbah, komunitas sungai serta masyarakat warga Blendangan.

“Bahwa hari ini telah melaksanakan kegiatan bersih bersih sungai kali Kuning yang berada di dusun Blendangan,” ungkapnya.

“Satu langkah awal yang bagus untuk pelestarian  lingkungan  serta penyelamatan mata air. Serta kegiatan menanam pohon adalah sebagai bagian sedekah  oksigen yang memberikan harapan untuk lestarinya bumi,” imbuh Susilo Nugroho.

Dikatakan juga sebagai anggota dewan akan mendorong mengupayakan  agar nantinya anggaran untuk pelestarian lingkungan penyelamatan mata air  untuk ditingkatkan.

“Ini semua sebagai bentuk komitmen anngota dewan bagi pelestarian bumi untuk anak cucu kita,” tambah Susilo yang juga merupakan warga dusun Blendangan.

“Masyarakat akan bersama-sama menyiapkan program pelestarian lingkungan  dengan  penanaman pohon bersih sungai baik secara fisik atau melalui sosialisasi  kegiatan  budaya  seperti merti  sungai, pelestarian lingkungan, juga penebaran bibit ikan. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kali Kuning Blendangan,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Eni Yuliani, menyaksikan  bahwa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Kali Kuning telah melaksanakan kerja bakti bersih-bersih sungai.

Selain itu kedatangan DLH adalah untuk melakukan pemantauan kondisi dari pemberian bibit pohon yang terlah diserahkan beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah masyarakat sudah menanam, merawat dan mengelola bibit pohon bantuan dari DLH dengan baik,” ucap Eni.

Dikatakan juga oleh Eni bahwa muncul ide kreatif dari warga untuk perawatan pohon menerapkan sistem adopsi. Sehingga biaya perawatan pohon menjadi beban yang mengadopsi.

“Mudah mudahan dengan peran serta masyarakat pengelolaan dan pelestarian lingkungan di dusun Blendangan dangan akan berjalan optimal serta berkelanjutan. Semoga semangat menjaga lingkungan akan kita jaga seterusnya,” harapan Eni  Yuliani. (Kusnadi/Berbah)




Sapa Aruh Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam Jogja Nyawiji Ing Pesta Demokrasi

Sapa aruh Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X (Ngarsa Dalem Sri Sultan menyapa) dengan tema besar Jogja Nyawiji Pemilu Damai 2024 diselenggarakan di Monumen Jogja Kembali, Sabtu (28/10/2023)

Sebanyak lurah dan pamong  kalurahan se -DIY memenuhi kawasan Monumen Jogja Kembali menyaksikan seksama Sapa Aruh Sri Sultan Hamengkubuwono X yang sekaligus Gubernur DIY terkait persiapan menghadapi musim politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024

Acara ini diselenggarakan oleh  Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan se-Daerah Istimewa Yogyakarta “Nayantaka”

Seluruh Pamong di DIY turut hadir seperti yang paling jauh jaraknya ke acara di monumen Jogja kembali adalah lurah dan pamong dari wilayah kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul, seperti Supardal, Lurah Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul bersama rombongan pamongnya sudah berangkat sejak sekitar jam WIB dan di Monjali dapat bertemu dan saling reuni dengan pamong Pamong lainya khususnya dari Sleman mengingat sebelum menjadi Lurah di Ngleri adalah Camat Depok Kabupaten Sleman

Dalam Sapa Aruh “Jogja Nyawiji ing Pesta Demokrasi” ini Sri Sultan Hamengkubuwono menyampaikan pesan dan ajakan terciptanya pemilu 2024 yang aman dan damai, para pamong diminta untuk turut meredam konflik emosional, mengajak masyarakat serta memberdayakan Jagawarga untuk menjaga pesta demokrasi dengan mengedepankan nurani, nalar dan akal sehat

“Harapan saya adalah, agar rakyat tidak terkotak-kotak hanya karena berbeda calon dan aspirasi, apalagi hujat-menghujat dan bermusuhan, karena berada di pihak yang berbeda kubu dan partai, masyarakat menginginkan kemajuan dan kemartabatan bangsa, bukan menjadikan Pemilu sekadar ajang perebutan kekuasaan semata,” ungkap Sri Sultan. (Wasana/KIM Depok)




Lembayung Fest#01 2023, Gelar Budaya dan Potensi UMKM Lumbungrejo

Sleman – Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, KPH. , secara resmi membuka Gelar Budaya  dan Potensi UMKM Lumbungrejo di Lapangan Lumbungrejo, Tempel pada Jum’at (27/10/2023)

Acara ini dihadiri oleh Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata DIY, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Panewu Anom Tempel serta Lurah Se-Kapanewon Tempel.

Gelar Budaya dan Potensi UMKM yang dikemas dengan tajuk ” LembayungFest#01 , Lumbungrejo Berbudaya UMKM Disengkuyung ” ini diadakan sebagai wujud nyata upaya menjaga kekayaan seni budaya  dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalurahan Lumbungrejo khususnya dan Kapanewon Tempel pada umumnya.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) propinsi DIY ini dalam rangka menyemarakkan dan menggali potensi budaya dan UMKM yang ada di wilayah kalurahan Lumbungrejo. Acara ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023. Ribuan pengunjung diharapkan akan turut meramaikan acara tersebut.

Salah satu poin utama dalam Gelar Budaya dan Potensi UMKM ini adalah pertunjukan seni yang menampilkan kreasi-kreasi yang membanggakan dari 10 Padukuhan di Kalurahan Lumbungrejo. Tari, musik, dan pertunjukan seni religi Hadroh dan pementasan kesenian budaya tradisional, seperti Kubro Siswo, Jathilan, dll akan memukau penonton dengan keindahan dan keberagaman budaya yang dimiliki. Para seniman lokal telah mempersiapkan diri dengan baik untuk memberikan penampilan terbaik mereka.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga memamerkan potensi UMKM dari Kalurahan Lumbungrejo. Dari kerajinan tangan hingga produk-produk unik hasil olahan dari pelaku UMKM, semuanya akan dipajang dalam gelaran ini. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk mereka kepada khalayak yang lebih luas, serta menjalin koneksi dengan calon pembeli dan mitra bisnis.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta, yang juga turut hadir dalam acara pembukaan, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini adalah investasi dalam melestarikan warisan budaya dan mendukung ekonomi lokal. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dalam mengorganisir acara ini dan berharap agar hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Dengan adanya Gelaran Lumbungrejo Berbudaya dan UMKM Disengkuyung ini diharapkan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki Kalurahan Lumbungrejo akan tetap hidup dan berkembang, sementara pelaku UMKM akan mendapatkan platform yang berharga untuk mempromosikan usaha mereka,” ujar Haris.

“Dengan semangat kolaborasi dan dukungan masyarakat, acara ini diharapkan akan sukses besar dan menjadi contoh bagi kalurahan-kalurahan yang lain dalam upaya serupa di masa depan dan berharap juga bahwa kegiatan gelar budaya dan potensi UMKM di wilayah Lumbungrejo dapat dilaksanakan secara konsisten sebagai wujud pelestarian budaya yang ada di wilayah Kapanewon Tempel,” tutup Haris. (SBD/KIM Tempel)