Sleman Creative Week Diharap Dapat Tingkatkan Ekonomi Kreatif dan Daya Tarik Pariwisata di Sleman

Sleman – Sleman Creative Week (SCW) kembali digelar untuk ketiga kalinya. Event yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat (20/10) sore, bertempat di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman. Maka, dengan adanya event ini diharapkan para pelaku ekonomi kreatif dapat memperoleh wadah untuk berkreasi, serta menampilkan produk kreatif nya.

“Diselenggarakannya kegiatan ini juga karena telah ditetapkannya bulan Oktober sebagai bulan ekonomi kreatif Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman,” imbuhnya.

Kegiatan yang diadakan tiga hari hingga tanggal 22 Oktober 2023 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, diantaranya penampilan musik, kesenian tradisional, stand up komedi, workshop, dan kegiatan lainnya. Selain itu, pada Sleman Creative Week ini juga disediakan puluhan stand dengan berbagai jenis kuliner dan aneka kerajinan.

Kustini mendukung sekaligus mengapresiasi diselenggarakannya Sleman Creative Week untuk kali ketiga ini. Diharapkan event ini menjadi ajang yang tepat untuk meningkatkan partisipasi aktif para pelaku ekonomi kreatif, guna memperkenalkan produk lokal serta meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Sleman. Bertepatan dengan bulan ekonomi kreatif ini, ia berharap produk-produk unggulan Sleman dapat dikenal lebih luas lagi di masyarakat.

“Saya juga berharap tiap produk ekonomi kreatif dapat memberikan nilai tambah pada daya tarik pariwisata di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.




Pemkab Sleman Gelar HUT TKSK dan TPSK di Seyegan

Sleman – Peringatan Hari Jadi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon (TKSK) ke-14 dan Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK) ke-3 tingkat Kabupaten Sleman diadakan di Kapanewon Seyegan pada hari Senin (23/10/2023). Adapun tema HUT yang dicanangkan adalah “Berbakti dan Berkarya di Bumi Sembada”.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo dan halaman Kapanewon Seeyegan tersebut diisi dengan bazar atau pasar murah sembako dan pakaian, donor darah, cek kesehatan dan layanan pajak kendaraan bermotor.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wabup Sleman, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Muspika Seyegan, Puskesmas, Lurah dan pamong Kalurahan serta perwakilan TKSK-TPSK dari 17 Kapanewon dan 86 Kalurahan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis alat bantu, paket sembako dan adminduk bagi disabilitas.

Masyarakat sendiri terlihat antusias untuk mengikuti acara pasar murah sembako. Hal tersebut terlihat di mana dalam waktu 1 jam, 600 paket sembako yang berupa minyak goreng, gula pasir dan telur ayam telah habis dibeli oleh masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mushadi,  menyampaikan bahwa kegiatan HUT TKSK dan TPSK ini akan diselenggarakan secara bergiliran di 3 wilayah Kabupaten Sleman.

“Setelah tahun kemarin diselenggarakan di Turi, sekarang wilayah Sleman Barat diselenggarakan di Seyegan,” ujar Mushadi.

Dirinya menuturkan, sebanyak 98 paket senilai Rp ,-  dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan dalam rangka HUT TKSK dan TPSK sepenuhnya dipersiapkan oleh TKSK-TPSK yang semakin optimal dalam berkegiatan,” imbuh Mushadi.

Ditempat yang sama, Lanjar Slamet Riyadi, Koordinator TKSK Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa alat bantu yang dibagikan kepada masyarakat berupa Walker, kursi roda standart, kursi rida adaptif, kruk dan alat bantu dengar. “Sedangkan paket sembako sebanyak 50 paket juga dibagikan secara simbolis,” tuturnya.

Lanjar juga menambahkan bahwa tujuan pelaksanaan bazar pasar murah adalah membantu masyarakat miskin, dan operasi pasar karena harga sembako yang merangkak naik.

Puncak acara diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan wakil Bupati yang diserahkan kepada  Koordinator TKSK dan Koordinator  TPSK . Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa TKSK di usianya yang terbilang remaja telah mampu berbuat membantu dan melayani masyarakat yang membutuhkan. Kedepannya, Kustini berharap lebih ditingkatkan lagi kolaborasi dan koordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.

Kustini berpesan untuk meningkatkan nilai kesetiakawanan,  karena hal itu menjadi kewajiban bersama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan  simbolis penyerahan alat bantu, paket sembako dan adminduk kepada perwakilan disabilitas, dan warga tidak mampu. Sebagai penutup dilakukan acara ramah tamah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Dharma Wanita Sleman Salurkan Bantuan Air Bersih di Tangisan

Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman pada Senin (23/10/2023). Bantuan ini merupakan respon terhadap kekurangan air yang terjadi selama sebulan terakhir.

Ketua Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya mengatakan bantuan air bersih kali ini bertepatan dengan Hari Jadi Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman ke – 24 di tahun 2023 ini.

“Ikatan Dharma Wanita Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan berupa air bersih ke Dusun Tangisan sebanyak 10 tangki air bersih,” kata Parmilah.

Lurah Banyurejo, Saparjo mengatakan bahwa 5 padukuhan di wilayah Kalurahan Banyurejo mengalami kekeringan dampak perbaikan selokan mataram, van der wijck, dan kemarau panjang yang mangakibatkan sumur warga mengalami kekeringan.

Akibatnya, 500 Kepala Keluarga di Kalurahan Banyurejo terdampak kekurangan air bersih setiap harinya.

Untuk mengatasi dampak kekurangan air bersih ini, Saparjo sudah bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Sleman dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

“BPBD Kabupaten Sleman dan BBWSSO telah memberikan rutin bantuan setiap hari sebanyak liter air bersih untuk atasi kekeringan di Kalurahan Banyurejo,” tutup Saparjo.




Bala Semesta Trihanggo Turut Lestarikan Seni Kethoprak Tobong

Untuk melestarikan kesenian kethoprak tobong yang sudah langka serta menyemarakkan rangkaian acara merti bumi Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman yang bertajuk ‘Bala Semesta’ maka Pemerintah Kalurahan Trihanggo menghadirkan kelompok seni pertunjukan kethoprak tobong Surya Bawana pimpinan Widhiasto yang digelar di lapangan Trihanggo, Minggu (22/10/2023) malam.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, H. Harda Kiswaya, Panewu Gamping, Yakti Yudanto, Wadanramil Koramil 17 Gamping, Kapten (Inf) Wahyani, serta Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior merupakan upaya dari Pemerintah Kalurahan Trihanggo untuk memberikan hiburan segar kepada masyarakatnya serta menjadikan sebuah pembelajaran hidup bagi generasi muda.

Lakon yang dipertunjukkan kali ini yakni ‘Koalisi Prabangkara’  merupakan karya penulis naskah Nano Asmorodono dengan mengadopsi cerita lokal atau foklor Jawa yang diambil dari babad tanah jawa dan dipadukan dengan perkembangan pengetahuan seni pertunjukan sebagai bumbunya.

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa sangat mengapresiasi atas digelarnya kethoprak tobong yang menurutnya sudah hampir ditinggalkan oleh para pelaku seni pertunjukan, sehingga hal ini merupakan momen yang sangat berharga lantaran ketoprak tobong bukanlah sebuah pagelaran seni biasa.

“Pertunjukan malam ini mengingatkan kesenian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan hampir dilalaikan. Saat perayaan Sekaten di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta tahun 1980 hingga 1990-an. Kalau belum menonton kethoprak tobong maka belum dianggap sah,” tutur Danang dihadapan ratusan penonton yang memadati gelaran pesta rakyat merti bumi Trihanggo.

Sementara, Lurah Trihanggo, Putra Fajar Yunior memberikan alasan pihaknya menghadirkan kethoprak tobong bagi warganya karena sebagai media komunikasi yang sangat efektif sebagai sarana penerangan dan sosialisasi guna menyampaikan informasi pembangunan bagi masyarakat pedesaan secara umum. Di samping itu, pihaknya menghadirkan seniman kondang Yogyakarta diantaranya Yu Beruk, Yati Pesek, Marwoto Kawer, serta Dalijo sebagai bintang tamu pemain kethoprak yang akan menyampaikan pesan-pesan dengan bumbu adegan jenaka supaya lebih menarik penonton.

“Seni pertunjukan kethoprak tobong merupakan sarana hiburan atau tontonan yang dapat disaksikan secara nyata menghibur penonton. Apalagi dikemas secara menarik menggunakan pencahayaan modern, kostum dan penataan artistik yang bagus, serta diselingi dengan guyonan khas lokal menjadi daya tarik tersendiri,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




BPJS Ketenagakerjaan Jamin Kecelakaan Kerja Bagi Ketua RT dan RW

Sleman – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman menyerahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada Ketua RT RW Condongcatur yang meninggal dunia, bertempat di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Senin (23/10/2023). Santunan JKM sebesar Rp. 42 Juta ini diserahkan secara simbolis oleh Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sleman kepada Lurah Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menjelaskan ada 2 orang penerima santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan yaitu  Lestanta Budiman, Ketua RW 23 Ngropoh dan Agung Prihandana Putra, Ketua RT 24 Griya Manunggal Mukti Padukuhan Dero. Keduanya meninggal dunia beberapa waktu lalu

“ Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan ini senilai Rp. 42 Juta nantinya akan diterima oleh masing masing ahli warisnya setelah melengkapi berkas admisnistrasi yang telah ditentukan,“ jelasnya.

Amanda Febri Arani Siti Azizah, selaku Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

“Pada tahap pertama dilakukan sosialisasi kepada dukuh, Ketua RT dan Ketua RW bahwa mulai tahun 2023 seluruh ketua RT dan RW di kabupaten sleman sudah di berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” ucapnya.

Ditambahkan Amanda, Ketua RT RW merupakan ujung tombak pemerintahan terendah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya Ketua RT dan RW memiliki risiko selama menjalankan tugasnya, apalagi pelayanan masyarakat tidak mengenal waktu, pelayanan diberikan selama 24 jam di masyarakat.

“Sehingga pemerintah kabupaten sleman memberikan perhatian dengan mendaftrkan seluruh ketua RT dan RW menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga seluruh resiko kecelakaan kerja dan kematian selama melakukan tugas sebagai ketua RT dan RW bisa tercover oleh BPJS ketenagakerjaan,” ujar Amanda.

Amanda menuturkan, apabila terjadi kecelakaan kerja maka biaya perawatan dan pengobatan ditanggung full, kemudian jika terjadi cacat setelah kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan cacat sesuai dengan indikasi medis.

Terlebih jika selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, terjadi kematian maka ahli waris akan mendapat santunan kematian sebesar .

“Harapan lain selain edukasi adanya sosialisasi yang telah dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 17,18 dan 19 Oktober 2023 semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki jaminan sosial, khususnya bagi pekerja informal untuk meningkatkan derajat hidup semua pekerja, sehingga pekerja bisa kerja keras bebas cemas,” jelas Amanda.

“Saat ini pekerja informal seperti Pedagang Pasar, Buruh Harian Lepas, Petani, Peternak bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai dari Rp dapat mendaftarkan diri di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kab. Sleman atau mulai bulan November 2023 akan membuka pada Layanan Selasa Bersama di Kalurahan Condongcatur pada Selasa Minggu ke 2 dan 4 mulai jam – WIB,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)