Tagana Sleman Sosialisasikan Kebencanaan dan Pemberian PMT untuk Peserta Didik di Merdikorejo

Sleman – Bertempat di TK RA Masyitoh Kantongan Kalurahan Merdikorejo, Tagana dan Kampung Siaga Bencana mengadakan kegiatan Sosialisasi Kebencanaan dan Pembagian PMT untuk peserta didik.  Kegiatan ini diisi oleh Perwakilan Tagana yaitu Budi Eko Cahyono tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa.

Ari, Lurah dan Ketua PKK Kalurahan Merdikorejo menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak Tagana Sleman dan KSB Merdikorejo telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi kebencanaan dan pembagian PMT kepada para peserta didik TK RA Masyitoh kantongan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini soalnya dapat mengedukasi gimana cara menyelamatkan diri di saat terjadi bencana seperti terjadi gempa di lingkungan sekolah,” ujarnya.

“Output dari kegiatan ini harapannya dapat mengedukasi tenaga pendidik dan peserta didik TK Masyitoh dalam bagaimana cara menangani siswa saat terjadi bencana gempa di lingkungan sekolah,” harap Ari. (Dony/KIM Tempel)




IPHI Kapanewon Seyegan Adakan Bimbingan Manasik Haji Bagi Calon Haji Tahun 2024

Sleman – Bertempat di Aula lantai II Kapanewon Seyegan, Sabtu (21/10/2023), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Seyegan mengadakan bimbingan manasik Haji bagi calon Haji tahun 2024. Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala KUA, Puskesmas, Pengurus IPHI Kapanewon Seyegan, Panitia penyelenggara dan 33 calon Haji dari wilayah Seyegan.

Ketua Bimbingan Manasik Haji IPHI, Sukarjo menyampaikan bahwa calon Haji tahun 2024 dari Seyegan yang semula berjumlah 32 orang bertambah satu sehingga totalnya 33.

“Untuk Kapanewon Seyegan sendiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji ini merupakan kegiatan yang paling awal dibandingkan dengan kapanewon lain di wilayah Kabupaten Sleman,” ujar Sukarjo.

Sukarjo juga memberi gambaran bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan 8 kali pertemuan dimulai dari tanggal 21 Oktober sampai 17 Desember 2023 dan dilaksanakan setiap hari Sabtu. Adapun calhaj yang memerlukan pendalaman dapat mengusulkan kepada panitia untuk tambahan waktu bimbingan. “Mengenai pemateri akan disampaikan oleh IPHI, Puskesmas, KUA maupun dari Kemenag,” terangnya.

Subagyo Rahayu, Kawat Sosial Kapanewon Seyegan menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun ke-3 Bimbingan Manasik Haji pasca Covid 19. Bimbingan sendiri dimaksudkan untuk memberi bekal kepada Calhaj dalam pelaksanaan haji. Subagyo juga berpesan untuk tetap menjaga kesehatan mulai dari sekarang mengingat ibadah Haji adalah ibadah fisik. Di bagian akhir Subagyo secara resmi membuka kegiatan bimbingan manasik Haji bagi Calhaj 2024 untuk Kapanewon Seyegan.

Waldjijana, Ketua IPHI Kapanewon Seyegan dalam pengarahannya memberikan sosialisasi program bimbingan manasik haji. Waldjijana mengatakan bahwa untuk Kapanewon Seyegan memang dilaksanakan lebih awal dengan harapan persiapan bagi calhaj akan lebih matang karena ibadah memerlukan ilmu untuk mengamalkannya.

“IPHI sendiri dalam anggaran dasarnya mempunyai tugas untuk membina, membimbing, memberi penyuluhan, arahan bagi calon haji dari pra hingga pasca haji. Pembimbingan yang intensif ini tidak lain bertujuan untuk menjaga kemabruran bagi jamaah haji. IPHI juga bersedia bila calhaj menghendaki untuk pendalaman materi,” terang Wadjijana.

Mulyana sebagai pemateri dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan beberapa informasi berkenaan dengan pelaksanaan haji mengingat Mulyana adalah jamaah haji tahun 2023 sehingga informasinya lebih up date.

Mulyana juga menyampaikan bahwa persiapan fisik dan mental lebih ditingkatkan apalagi tahun 2023 pelaksanaan haji mengambil tag line “Haji Ramah Lansia dan Berkeadilan”. Kuncinya adalah sabar dan ikhlas menolong.

Diingatkan juga oleh Mulyana, sebelum berangkat calhaj disarankan untuk sholat taubat sehingga di tanah suci hatinya selalu dijaga.

“Ibadah Haji benar benar menguji iman, menata hati dan mempersiapkan fisik dan mental dengan tujuan utama hanya beribadah sehingga wajib menghindari debat dan apa saja yang tidak berguna. Adapun hikmah yang didapat adalah Allah akan menjaga keimanan jamaah,” tutur Mulyana. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Mantapkan Anggota Linmas, Babinkamtibmas dan Babinsa Beri Pelatihan PBB

Sleman – Kalurahan Lumbungrejo menggelar rangkaian kegiatan Pelatihan Anggota Linmas pada Minggu (22/10/2023) berupa Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diberikan oleh Bripka M Riyanto selaku Bhabinkamtibmas dan Sertu Samsudin selaku Babinsa Kelurahan Lumbungrejo, dibantu juga oleh Peltu Sumaryono dan Koptu Hendri Nursaleh dari Polsek Tempel dan Koramil Tempel.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Lapangan Lumbungrejo, Temple ini diberikan gerakan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diikuti oleh 30 anggota Tonti Satlinmas Kalurahan Lumbungrejo. Gerakan yang dilatih terdiri dari lencang kanan, hadap kanan/kiri, balik kanan, penghormatan dan sikap istirahat serta gerakan berjalan atau berpindah tempat. Tujuan Pelatihan Anggota Linmas agar para anggota Linmas memiliki sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa persatuan, rasa disiplin, dan rasa tanggung jawab serta dapat dipercaya.

Pembinaan dan pelatihan dasar PBB Linmas Kelurahan Lumbungrejo ini merupakan suatu gerakan yang dapat menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.

“Selain itu Gerakan PBB menumbuhkan rasa disiplin guna mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan pribadi dan rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, Maka sikap tersebut di perlukan oleh seorang Linmas,” tutur Sertu Samsudin. (SBD/KIM Tempel)




Kemarau Panjang, SMP Negeri 3Tempel Gelar Salat Minta Hujan

Sleman – Tempel- Air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan baik untuk mandi, cuci, masak, dan keperluan pertanian. Ketika kekeringan melanda saat kemarau panjang, kehidupan masyarakat pun akan terdampak.

Melihat kondisi tersebut keluarga SMP Negeri 3 Tempel, Sleman, pada hari Jum’at (20/10/2023) melakukan Salat Istoqo’ atau salat minta hujan di halaman sekolah tersebut. Salat istiqo’ diikuti oleh selurih siswa, guru dan karyawan yang beragama Islam. Sedangkan bagi siswa dan guru yang beragama lain melakukan doa bersama di kelas yang dibimbing oleh Anasthasia Esti Wijayanti.

Bertindak sebagai imam dan khotib dalam Salat Istiqo’ adalah Istono. Dalam khotbahnya, Istono mengajak kepada para jamaah untuk melakukan istighfar mohon ampun kepada Allah SWT. Lebih lanjut Istono menyerukan kepada jamaah untuk bisa menjaga lingkungan alam sekitar.

“Marilah kita bersama-sama mohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan, agar kekeringan segera sirna.” Ajak Istono.

 Setelah selesai Salat Istiqo’ Kepala Sekolah SMP Negeri 3’Tempel, Dwi Utami menyampaikan tujuannya dilaksanakannya Salat istiqo’ ini adalah sebagai wujud keprihatinan yang sudah cukup lama tidak turun hujan, sehingga terjadi kekeringan dan udara menjadi panas.

“Selain rasa keprihatinan juga sebagai praktik pembelajaran bagi siswa yang beragama Islam,” pungkas Dwi Utami. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan )




Melihat Sepak Terjang Abdullah, Seniman Ketoprak dari Tempel

Sleman – Abdullah atau yang populer disebut Abdulllah Shodiq adalah seniman ketoprak yang cukup dikenal di Sleman khususnya Tempel dan sekitarnya. Lahir di Sleman, 1 Januari 1952, Abdullah datang dari keluarga bukan seniman. Ketertarikannya pada dunia seni ketoprak karena seringnya melihat pertunjukan ini di desanya.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Kajoran Kalurahan Banyurejo Kapanewon Tempel pada Sabtu (21/10/2023), Abdullan bercerita bahwa pada tahun 1972 pertunjukan ketoprak sedang ramai digelar di desanya. Melihat hal tersebut, Abdullah pun tergerak hatinya untuk ikut bergabung. Guna menambah wawasan tentang dunia yang baru saja dimasukinya itu, Abdullah sering mengunjungi pertunjukan-pertunjukan ketoprak bahkan sampai keluar dari desanya hanya untuk melihat para seniman ketoprak menunjukkan keaktorannya.

Didorong oleh minatnya yang besar, pada tahun 1982, Abdullah bergabung dengan grup ketoprak Agung Budi Aji pimpinan Sopyan yang pernah melahirkan tokoh legendaris Dirjo Tambur sebagai Patih Haryo Bahak yang fenomenal. Anggotanya terdiri dari orang-orang Yogya, Bantul dan sekitarnya

Tiga tahun kemudian tepatnya di tahun 1985 ia bergabung dengan grup ketoprak legendaris juga PS BAYU pimpinan Gito Gati. “Pertunjukan pun selalu ramai dipadati penonton,” kenangnya.

Pada tahun 1991, RRI Nusantara II Yogyakarta membuka kesempatan bagi seniman ketoprak guna mengisi kevakuman siaran ketoprak Mataram yang mengalami perpecahan. Abdullah pun mendaftarkan dirinya ikut terlibat dalam banyak pertunjukan bersama RRI programa II Yogyakarta, hingga sekarang.

Kelebihan lain pada Abdullah Shodiq adalah kemampuannya menulis naskah. Sudah banyak naskah ketoprak yang ditulisnya dan hampir sebagian besar sudah dipentaskan.

Dunia ketoprak telah membawanya pernah memerankan berbagai macam karakter dan tokoh, salah satu peran paling berkesan yang pernah dilakoninya ketika sekitar tahun 2000an awal, dirinya memerankan tokoh utama dalam lakon Pendekar Gadhung Melati bersama grup ketoprak RRI II Yogyakarta.

Atas kiprahnya, Abdullah sering ditunjuk sebagai penasehat, pembina, maupun menjadi narasumber dalam satu lokakarya atau diskusi. Sampai saat ini, Abdullan masih tercatat sebagai Ketua Paguyuban Seni Ketoprak “Satriyo Aji” Kapanewon Tempel.

Abdullah pun memahami bahwa tidak selamanya hidup hanya untuk mencari materi. Seni ketoprak baginya bukan hanya kesenian yang pernah memberinya kesejahteraan. Namun, ia merasa punya tanggung jawab untuk melestarikan ketoprak di Yogyakarta.

“Tantangan itu tentu sangat besar mengingat masyarakat saat ini begitu menghamba pada tayangan televisi yang kurang mendidik. Oleh karena itu, menjadi seniman ketoprak guna menyiapkan jalan idealisme sebagai tontonan yang menghibur sekaligus mendidik,” pungkasnya. (Sbd/KIM Tempel)