Bahas Dampak Pembangunan Jalan Tol, Bappeda Sleman Selenggarakan Forum Kelitbangan DIY

Sleman – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan pelaksanaan urusan kelitbangan dan pengembangan di wilayah Provinsi , Bappeda Sleman menyelenggarakan kegiatan Forum Kelitbangan DIY  pada hari Selasa, (31/10/2023), di Puri Mataram, Sleman.

Acara ini dihadiri oleh seluruh Bappeda Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi . Selain itu, hadir pula Kepala Balai Penelitian, Pengembangan dan Statistik Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY, Taurina Nugrahani. Forum Kelitbangan ini mengambil tema “Pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-Bawen: Dampak/manfaat serta Strategi pemerintah daerah dalam memperoleh manfaatnya”.

“Sengaja kita pilih tema tersebut mengingat begitu pentingnya, agar kita bisa memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran bagi pemerintah daerah di lingkungan kabupaten/kota se-DIY dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,” ujar Kepala Bidang Penelitian Pengembangan dan Inovasi Bappeda Sleman, Sri Nurhidayah

Senada dengan hal itu, Taurina Nugrahani, dalam sambutannya, juga menyatakan bahwa selain data,  dibutuhkan juga penelitian dan pengembangan untuk mendukung perencanaan pembangunan, sehingga pertemuan ini sangat bagus untuk mendukung perencanaan DIY”.

“Pembangunan jalan tol di wilayah DIY saat ini menjadi isu yang sangat penting. Ini bisa menjadi bahan kajian kabupaten/kota untuk mengetahui dampak pembangunannya sehingga menjadi bahan rujukan perencanaan”, tambahnya.

Forum Kelitbangan DIY menghadirkan narasumber yaitu Juhri Iwan Agriawan dari Pusat Studi Transporatasi dan Logistik (Pustral Universitas Gadjah Mada) yang sekaligus menjadi anggota Dewan Litbang Kabupaten Sleman.

Iwan menyoroti perihal trend pergerakan penumpang dan barang yang akan terjadi yang menimbulkan dampak negatif dan positif dalam pembangunan jalan tol. Beberapa hal yang menjadi dampak positif antara lain adalah adanya peningkatan aksesibilitas, pengurangan macet, adanya stimulasi ekonomi, adanya peningkatan pariwisata, peningkatan keselamatan jalan, pengurangan dampak lingkungan, dan adanya perbaikan infrastruktur.

Dampak negatif dari pembangunan tol ini antara lain disampaikan Iwan yaitu, adanya pembebasan lahan, adanya kerusakan lingkungan, adanya peningkatan pencemaran udara dan air, meningkatnya kepadatan penduduk, meningkatnya kecelakaan, adanya masalah sosial, adanya biaya operasional dan pemeliharaan, serta dampak pada ekonomi lokal.

Oleh karena itu, masih menurut Iwan, beberapa strategi yang bisa diambil untuk kemudian dikaji adalah strategi pembangunan wilayah perkotaan, pengembangan koridor ekonomi, promosi wisata, pengembangan rute wisata, menjalin kemitraan swasta-publik, menjalin kolaborasi regional, membangun fasilitas pendukung, dan peningkatan akses ke pelabuhan dan bandara.

Acara forum Kelitbangan DIY ditutup dengan diskusi antar peserta forum. Sebagai tambahan informasi, Forum Kelitbangan DIY merupakan forum rutin yang diselenggarakan oleh Kabupaten dan Kota di wilayah DIY secara bergantian untuk membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan urusan penelitian dan pengembangan. (yds)




Kabupaten Sleman Raih Apresiasi Optimasi Kinerja TPS3R Pada Acara Puncak HHD-HKD 2023

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman menorehkan prestasi dalam acara puncak Hari Habitat Dunia – Hari Kota Dunia (HHD-HKD 2023). Kabupaten Sleman menerima apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) atas peningkatan kualitas permukiman perkotaan kategori Optimasi Kinerja TPS3R. Apresiasi diberikan secara langsung oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Senin, (30/10) di Gedung Auditorium KemenPUPR Jakarta.

HHD – HKD 2023 mengusung tema global Resilient Urban Economies: Cities as Drivers of Growth and Recovery dan tema nasional “Ekonomi Perkotaan yang Tangguh menuju Permukiman Berkelanjutan untuk Semua”. Adapun apresasi Optimasi Kinerja TPS3R diberikan kepada Kota/Kabupaten atas kontribusinya dalam diseminasi informasi terkait pentingnya TPS3R dalam sistem pengelolaan sampah serta percepatan pemanfaatan TPS3R dan praktik ekonomi sirkuler dengan pemilahan sampah.

Ditemui usai acara, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku bangga dan berterima kasih kepada masyarakat Sleman karena penghargaan ini tidak dapat terwujud tanpa kontribusi nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat Sleman terutama dalam pengelolaan sampah melalui TPS3R.

 Ia berharap apresiasi yang diberikan dari KemenPUPR menjadi motivasi  bagi Kabupaten Sleman untuk melakukan pengelolaan sampah yang baik demi terwujudnya kualitas permukiman perkotaan yang baik sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan ketangguhan sosial

“Saya memberikan apresiasi dan terimakasih atas kontribusi masyarakat Sleman dalam melakukan pengolahan sampah melalui TPS3R sehingga Kabupaten Sleman mendapat penghargaan Optimasi Kinerja TPS3R dalam acara puncak HHD-HKD 2023 ini. Saya berharap ini dapat memacu Kabupaten Sleman untuk mewujudkan kualitas permukiman perkotaan yang lebih baik sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan ketangguhan sosial,” ujarnya

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam sambutannya Indonesia pada tahun 2045 memiliki cita-cita mempunyai kota hijau, smart, dan lifeable cities. Ia mengajak masyarakat dan stakeholder untuk bisa memaknai HHD-HKD 2023 sebagai momen merubah perilaku dan program-program ke cipta karya-an. Ia juga berterimakasih kepada peran Pemerintah Daerah atas komitmen dalam melakukan Pelestarian Berkelanjutan dan Optimasi Kinerja TPS3R

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah yang berkomitmen mewujudkan Green Cities Indonesia 2045. Dengan apresiasi ini saya mendorong Pemda untuk diwujudkan sebagai program Cipta Karya 2024 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya

Direktur Jenderal Cipta Karya, Diana Kusumastuti dalam laporannya menerangkan kriteria penilaian Optimasi Kinerja TPS3R meliputi Kelengkapan Teknik, Rerata timbulan sampah masuk ke TPS 3R, Persentase sampah yang didaur ulang dan B3, Persentase sampah sisa makanan/pepohonan dan Persentase sampah yang diangkut ke TPA.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten/Kota terus melanjutkan upaya peningkatan kualitas pemukiman kota untuk turut berkomitmen mewujudkan kota sebagai habitat baik bagi masyarakat yang ada di dalamnnya,” tutupnya.




Sekretariat DPRD DIY Selenggarakan FGD Penguatan Posyandu

Sekretariat DPRD DIY menyelenggarakan Forum Diskusi tentang Penguatan Kelembagaan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) di Ruang Rapat Paripurna Lt. II DPRD DIY, Selasa (31/10/2023).

Kegiaatan ini merupakan inisiasi dari Nurcholis Suharman, selaku anggota DPRD DIY komisi D yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Nurcholis Suharman, FGD Penguatan Kelembagaan Posyandu Sebagai Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) ini menghadirkan para kader posyandu, para Lurah dan juga dinas terkait

“Saya berharap DIY segera punya Perda Penguatan Kelembagaan Posyandu pada tahun depan, sehingga transformasi Posyandu ini bisa segera diimplementasikan,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Provita Niken Diana dari Kemendagri P3PD, Sungkawati Budi Rahayu, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kab. Sleman dan  Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur

Dalam paparanya, Provita Niken Diana menyampaikan Transformasi Posyandu dari UKBM ke LKK atau LKD sesuai permendagri nomor 19 tahun 2011

Dijelaskan juga tentang fungsi Pokjanal Posyandu yaitu sebagai Penyaluran aspirasi masyarakat dalam pengembangan Posyadu, sebagai Pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam pembinaan Posyandu, sebagai Peningkatan kualitas pelayanan Posyandu kepada masyarakat dan sebagai Pengembangan Kemitraaan dalam pembinaan Posyandu

 Posyandu tidak bergerak sendiri tapi di dukung oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta Kalurahan semua saling bersinergi dan bermitra untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas Niken.

Sementara Sungkawati Budi Rahayu dari Dinas PMK Sleman menyampaikan materi tentang penguatan posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan dengan dasar hukum Peraturan Mendagri Nomor 19 tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar Posyandu, Peraturan Menteri Nomor 54 tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Kerja Operasional Pembinaan Posyandu dan Peraturan Gubernur DIY Nomor 36 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Pengintegrasian BKB, PAUD dan SDIDTK di Posyandu

Selanjutnya dalam Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) yaitu di Permendagri Nomor 18 tahun 2018 tentang LKD dan di Kabupaten Sleman ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 44.2 Tahun 2020 tentang LKK dimana Posyandu merupakan salah satu dari LKK.

Dalam Kelembagaan Posyandu di Tingkat Kabupaten sebagai pembinanya adalah Bupati, di tingkat Kalurahan Penanggungjawab adalah Lurah dan Pembina Ketua TP PKK Kalurahan sedangkan kelembagaan Posyandu di tingkat Padukuhan Penanggungjawab adalah Dukuh, Pembina Ketua PKK Padukuhan

“Yang perlu dicatat bahwa pengurus LKK tidak boleh sebagai pengurus Partai Politik dan pengurus LKK tidak boleh rangkap jabatan,” jelasnya

Ditambahkan Sungkawati, pada tahun 2024 rencananya Kabupaten Sleman akan membuat Perda / Perbub tentang Posyandu

“Rencana tersebut sudah kami daftarkan, dimana nantinya dalam Perda tersebut akan mengatur tentang Kelembagaan Posyandu, Pelaksanaan Layanan Kesehatan dan sosial dasar kemasyarakatan di posyandu serta Layanan layanan yang dapat diintegrasikn di posyandu,” tutupnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menjelaskan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah menerbitkan Peraturan Kalurahan (Perkal) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) dimana jenis LKK yang diatur salah satunya adalah Posyandu selanjutnya ada RT, RW, PKK, Karang Taruna, Satlinmas dan LPM.

“Perkal ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Sleman Nomor 44.2 Tahun 2020 tentang LKK, dengan adanya Perkal tersebut sebagai dasar dan kebijakan pemerintah Kalurahan dalam menganggarkan di APBKal pada setiap LKK yang ada,” jelasnya

Di Condongcatur ada 40 Posyandu Balita, 38 Posyandu Lansia yang semuanya telah ber- SK Lurah yang setiap tahunya mendapatkan bantuan dana stimulan Rp. 1 juta /kelompok posyandu.

“Posyandu, atau Pos Pelayanan Terpadu, memainkan peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kalurahan di Indonesia,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)

han




SDN Condongcatur Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Sekolah Anti Bullying

Sleman – SD Negeri Perumnas Condongcatur melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah (Anti Bullying), Senin (30/10/2023). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa siswi SD N Perumnas Condongcatur yang  berjumlah 445 siswa, para pendidik, perwakilan komite dan perwakilan orang tua

Kepala Sekolah SDN Perumnas, Indah Lestari, dalam sambutanya mengajak semua siswa untuk bersama-sama melakukan tindakan Stop Perundungan (Bullying) di lingkungan sekolah.

“Sudah selalu kita ingatkan kepada seluruh anak didik untuk tidak mengejek, menyakiti dan mengucilkan sesama teman agar tercipta suasana yang nyaman dilingkungan sekolah dalam kegiatan menuntut ilmu pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menyampaikan materi tentang Stop Bullying di Lingkungan Sekolah.

“Diharapkan kepada semua siswa siswi untuk berhenti melakukan bullying baik secara verbal ataupun secara fisik mengingat dampak negatif yang akan ditimbulkan yang akan membekas dan dapat menimbulkan dendam tersendiri bagi korban bullying,” ucapnya.

Al Thouvik juga mengajak siswa/siswi untuk tetap saling menghormati, menyayangi dan saling melindungi kepada sesama teman, taat dan patuh kepada orang tua saat dirumah dan taat kepada guru ketika di sekolah. Kemudian kepada pendidik, dirinya berharap agar bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa untuk belajar dan selalu memperhatikan perilaku-perilaku siswa/siswi yang rentan dan mengarah kepada tindakan bullying.

“Salah satunya, agar sekolah memberi tugas kepada para siswa untuk membuat buku refleksi dimana semua hal yang terkait kegiatan disekolah nantinya ditulis oleh siswa pada setiap harinya yang kemudian ditandatangani orang tua, sehingga orang tua menjadi tahu apabila ada kejadian kejadian yang sudah mengarah kepada tindakan bullying bisa terdeteksi sejak dini,” jelas Al Thouvik.

Sedangkan kepada orang tua, dirinya berpesan agar mereka dapat menanamkan pendidikan karakter dan budi pekerti, akhlak yang baik, dimulai di lingkungan keluarga.

“Agar anak ketika keluar dari rumah secara mental dan akhlaq akan siap menghadapi pengaruh pengaruh dari luar dan dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk,” imbuh Al Thouvik lagi.

Sementara, Kanit Binmas Polsek Depok Timur, AKP Priyo Widodo menyampaikan beberapa contoh mengenai bullying.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatangan komitmen bersama untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah. (Wasana/KIM Depok)




SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Terlibat dalam Digital Citizenship bersama LabMu dan Smart Games

Sleman – Dalam upaya pengembangan pendidikan digital di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta) terlibat dalam proyek Digital Citizenship yang digagas LabMu, Lembaga Pengembangan Software di bawah naungan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiyah.

Pimpinan MPI PP Muhammadiyah Ismail Fahmi dan Direktur LabMu Arsyad memimpin kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran digital di seluruh jaringan lembaga pendidikan Muhammadiyah, Selasa (31/10/2023).

SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman digandeng untuk berperan dalam upaya pengembangan alat pembelajaran di lingkungan persyarikatan. Dalam kaitan ini, pihak Smart Games, sebuah perusahaan pengembang media pembelajaran digital yang berbasis di Taiwan, memberikan informasi dan pemaparan tentang produk-produk yang telah mereka kembangkan selama ini.

Muhammadiyah menilai, kerjasama dengan Smart Games memiliki potensi besar untuk memajukan pendidikan digital di dalam jaringan mereka. Dari pihak Smart Games, hadir Mr. Safin dan Mrs. Carry

Dari SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman hadir Kepala Sekolah Hasanudin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ary Gunawan, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sarpras Yuli Dwi Wibowo. Dalam hal ini, SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman memberikan kontribusi maksimal dalam proyek pengembangan Digital Citizenship .

“Keterlibatan ini sebagai upaya SMP Muhammadiyah untuk meraih keunggulan di bidang digital dalam dunia pendidikan.” Tutur Hasanudin

SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman berperan sebagai tim pengembang konten pembelajaran dalam proyek ini. Menurut Hasanudin, pihaknya berencana untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dalam acara Muhammadiyah Developer Conference yang akan berlangsung pada 1-2 Desember 2023 mendatang.

Konferensi tersebut, menurut Hasanudin, akan menjadi platform bagi SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman untuk berbagi informasi tentang proyek Digital Citizenship dan memberikan wawasan yang telah dikembangkan selama kolaborasi ini.

Kerjasama antara SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, LabMu, dan Smart Games menandai langkah penting dalam memajukan pendidikan digital di kalangan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Semua pihak berharap bahwa proyek ini akan membuka jalan menuju pendidikan yang lebih maju dan berkualitas untuk generasi mendatang. (Athiful/KIM Depok)