Akreditasi SD Muhammadiyah Sidomulyo, Proses Evaluasi Kualitas Pendidikan  

Sleman – SD Muhammadiyah Sidomulyo menjalani proses akreditasi yang dipimpin oleh dua asesor, yaitu Supadmi Takarini, dan Pagi Nurwanto selama 2 hari yaitu Senin (30/10/2023) dan Selasa (31/10/2023). Kedatangan kedua asesor ini disambut dengan penampilan dari drumband sekolah.

Selain komite sekolah, proses akreditasi ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti Dukuh Gancahan VII, dan perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Godean, Roni Elistanto.

Dalam acara penutupan akreditasi, Kepala Sekolah Ery Chusniawati, menyampaikan kesannya bahwa akreditasi tidak semenakutkan yang dibayangkan. 

“Dengan asesor yang santun santun dan ramah-ramah, image asesor yang menakutkan itu sirna. Dan harapannya akreditasi SD Muhammaduyah Sidomulyo memperoleh A,” ujar Ery.

Menurut Ery, proses akreditasi merupakan momen penting dalam perjalanan sekolah, di mana kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa dievaluasi secara menyeluruh.

“Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa,” tambah Ery.

Dirinya berharap bahwa hasil dari evaluasi ini akan menjadi landasan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut di SD Muhammadiyah Sidomulyo.

“Proses ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan berkualitas dan menjadi lembaga pendidikan yang berdampak positif pada masyarakat setempat,” tutup Ery. (Arief Hartanto)




Tingkatkan Keterampilan, SD Negeri Jogomangsan 3 Gelar Pelatihan Ecoprint

Sleman – Untuk menambah perbendaharaan keterampilan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, SD Negri Jogomangsan 3 mengadakan Pelatihan Ecoprint dan Pengelolaan Sampah dengan menggandeng Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah. Kegiatan berlangsung dua kali pertemuan tanggal 24 Oktober dan 1 November 2023 di Kompleks SD Negeri Jogomangsan 3 Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.

Kepala sekolah SD Jogomangsan 3 Suhartati, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ecoprint dan pengelolaan sampah mendapatkan dukungan pembiayaan dari dana BOS Kinerja.

“Pembiayaan BOS kinerja itu diperoleh dari Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK),” jelasnya, Rabu (1/11/2023).

Menurut Pengawas SD Koordinator Wilayah (korwil) Kapanewon Berbah, Supriyati Basuki Rahayu,   ANBK ini menjad indikator kualitas pembelajaran satuan Pendidikan, dilakukan setiap tahun untuk siswa kelas 5 diambil secara acak oleh kemendikbudristek.  

“Sekolah yang memiliki kemajuan terbaik ANBK akan mendapatkan BOS kinerja, untuk tahun ini Berbah ada 5 Sekolah, SD Negeri Berbah 1, SD Negeri Pendemsari, SD Negeri Jogomangsan 3, SD Negeri Kranggan, SD Muhammadiyah Noyokerten,” jelasnya.

Supriyati menuturkan, Dana Bos Kinerja diperuntukkan untuk menggali bakat, mengembangkan potensi, minat dan talenta peserta didik.

“Sesuai rasanya bila SD Negeri Jogomangsan 3 menggunakan Bos kinerja untuk pelatihan Ecoprint dan pengelolaan sampah,” tambah Supriyati.

Ketua FLH Berbah Kusnadi mengatakan bahwa pelatihan pengelolaan sampah dan Ecoprint dibagi menjadi dua pertemuan. 

Pertama Selasa 24 Oktober pengelolaan sampah diikuti semua siswa dengan beberapa materi.  Kelas 1 dan 2 materi pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan. Kelas 3 dan 4 pembuatan eco enzyme. Kelas 5 dan 6 pembuatan kompos.

Pada pertemuan kedua pelatihan membuat Ecoprint diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 beserta bapak ibu guru.

“Dari FLH Berbah selalu terbuka apabila ada yang berminat untuk pelatihan atau sosialisasi tentang lingkungan terutama pengelolaan sampah,” ungkap Kusnadi.

Instruktur pembuatan Ecoprint Ari Catur Kundarwati menyampaikan bahwa Ecoprint adalah teknik menempelkan warna dari daun bunga tanaman yang bergetah/tanin.

“Dehingga  Ecoprint lebih ramah lingkungan dari pada teknik pewarnaan yang lain,” kata Ari Catur.

Dijelaskan Ari bahwa untuk proses pembuatan Ecoprint ada dua cara kukus dan pounding/dipukul.

“Untuk kali ini memakai teknik pounding sebagai media totebag bahan kain blacu. Totebag sehari sebelumnya dimordan  dan dikeringkan,” jelasnya.

Totebag disisipi bahan yang ditempel sesuai selera dan imajinasi diletakkan pada lantai yang rata di atas totebag diberi lapisan plastik baru dilakukan pemukulan menggunakan pukul dari kayu. Setelah semua warna menempel totebag di balik dibersihkan sisa daun yang menempel, ketika sudah bersih dijemur beberapa saat.

Setelah itu dilakukan fiksasi/pengunci warna dengan menggunakan cairan tawas, atau bisa juga dengan cairan tunjung.

“Tujuan fiksasi untuk mengunci warna supaya lebih lekat menempel juga warna lebih awet, bila memakai tunjung bisa memberi warna kain dasar agak tua dan daun lebih mecolok. Setelah fiksasi tinggal dijemur sampai kering, Ecoprint siap digunakan,” tambah Ari mengakhiri penjelasan dan pelatihan ecoprint. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pemkab Sleman Saring Bibit Atlet Sepak Bola Lewat O2SN Tingkat Kabupaten

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga terus memberikan wadah untuk mencari bibit-bibit calon atlet muda di Kabupaten Sleman, melalui berbagai event tingkat kabupaten yang diselenggarakan untuk berbagai kategori umur. Salah satunya adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten.

Yuni Mulyani Asih, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Pendidikan Bidang Pembinaan Olahraga mengatakan bahwa O2SN Sepak Bola ini digelar atas kerja sama antara Dispora Sleman dengan Askab Sleman, dan Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Sleman.

“Kegiatan akan untuk tingkat SD, diselenggarakan selama dua hari, Kamis sampai Jumat (2-3 November 2023) dan diikuti oleh seluruh kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman, kecuali 2 kapanewon yaitu Minggir dan Gamping yang berhalangan untuk ikut,” ujar Yuni saat pembukaan O2SN Sepak Bola di Stadion Tridadi Sleman, Kamis (2/11/2023).

O2SN Sepak Bola ini, lanjut Yuni, merupakan kegiatan hasil dari permintaan dari para guru olahraga yang ada di Sleman, di mana ada sebuah wadah bagi para siswanya untuk dapat bertanding.  

“Total hadiah yang diperebutkan sebesar 10 Juta Rupiah, dengan juara I mendapatkan 4 juta, juara II 3 juta, juara III 2 juta, dan juara IV mendapatkan 1 juta,” tambah Yuni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman Agung Armawanta menuturkan, O2SN ini merupakan lanjutan dari program tingkat nasional, namun diadopsi untuk tingkat kabupaten.

“Awalnya dari program pusat. Tetapi kita create menjadi tingkat kabupaten agar dapat konsisten membangun kontingen sampai ke tingkat kecamatan (kapanewon), itu jarang dilakukan. Prinsipnya, kegiatan ini hanya tingkat kabupaten, dan dilakukan murni untuk pembinaan calon atlet dari kapanewon,” ungkap Agung

Agung mengatakan bahwa agenda ini dilakukan untuk mengakomodir para calon atlet muda Sleman, agar terus tetap semangat mengembangkan bakatnya, sehingga nantinya dapat tumbuh menjadi atlet Sleman yang berprestasi.

Selain itu, O2SN ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangkitkan semangat para guru olahraga untuk memberikan pendidikan olahraga yang maksimal kepada anak didiknya, sehingga mereka tetap bugar.

“Tujuannya jadinya adalah untuk menyaring bibit, serta memberikan ruang berekspresi baik untuk para peserta didik, maupun para guru olahraga untuk dapat berprestasi di bidang olahraga, serta membangkitkan semangat berolahraga masyarakat,” tegas Agung.

Agung berharap, kegiatan ini dapat memajukan olahraga dari berbagai sisi, baik dari olahraga populer, maupun olahraga masyarakat.




Dinsos Sleman Dorong Usaha Penyandang Disabilitas Lewat Pembinaan dan Pendampingan Usaha

Sleman –  Dinas Sosial Kabupaten Sleman mendampingi proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi penyandang disabilitas yang menjalankan usaha mandiri maupun usaha bersama di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (01/11/2023).

Nomor Induk Berusaha merupakan identitas izin usaha yang diterbitkan lembaga OSS yang berada di bawah Pusat Pelayanan Usaha Terpadu Kabupaten Sleman,di bawah Dinas Koperasi dan UKM Sleman. NIB berfungsi sebagai Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional sesuai dengan bidang usahanya. Adanya NIB memungkinkan perizinan usaha menjadi lebih mudah dan aman.

Sesuai dengan salah satu tujuan pendampingan, yaitu untuk pemberdayaan dan mendorong kewirausahaan penyandang disabilitas, maka Dinsos Sleman memfasilitasi pengurusan NIB bagi usaha para penyandang disabilitas agar memiliki izin usaha yang resmi.

“Kenapa kami di Dinas Sosial itu memfasilitasi usaha-usaha penyandang disabilitas untuk segera memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), karena ada beberapa keuntungan yang bisa diambil oleh penyandang disabilitas. Pertama adalah kemudahan akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi dengan memiliki NIB maka akses terhadap Kredit Usaha Rakyat yang bunganya rendah itu mereka lebih terbuka, karena sudah memiliki Nomor Induk Berusaha,” ujar Fahmi Khoiri, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kegiatan di Kelompok Subsantsi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Dinsos Sleman.

Fahmi mengatakan, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh teman-teman disabilitas setelah memiliki NIB, seperti kemudahan akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR), mendapat pelatihan sesuai bidang usaha dari dinas terkait, dan memiliki legalitas usaha.

“Yang kedua jadi jika sudah punya NIB maka akan tercatat di database pemerintah usaha mereka apa. Sehingga dinas-dinas terkait itu akan lebih mudah memberikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidang usaha dari penyandang disabilitas. Yang ketiga terkait legalitas. Jadi ketika mereka sudah punya NIB, artinya usaha mereka legal. Kemudian akses terhadap permasalahan administratif lainnya itu akan lebih mudah,” imbuhnya.

Fahmi menambahkan, setelah memiliki NIB, nantinya Dinas Sosial , Dinas Koperasi dan UKM juga akan memfasilitasi usaha teman-teman disabilitas agar dapat bias semakin berkembang.

“Sehingga usaha disabilitas bisa maju dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman ,” tukasnya.

Saat ini dibagi 3 (tiga) Kelompok disabilitas untuk fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha adalah: Sleman Tengah, Sleman Timur, Sleman Barat, di bawah nauangan PPDI Kapanewon masing-masing dan juga didampingi oleh TKSK, setiap kelompok berjumlah 40 orang.

“Semoga pembinaan ini juga menjadi Sosialisasi kepada teman-teman disabiltas lainnya yang tidak bias hadir dan bermanfaat untuk kegiatan usaha,” tutup Fahmi. (ESK/KIM Sardonoharjo Ngaglik)