Pemkab Sleman Sidak Penambangan Ilegal di Prambanan

Sleman—Menindaklanjuti laporan warga, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Perekonomian dan SDA bersama Satpol PP DIY, Dinas PUP-ESDM DIY, DPMPTSP DIY, dan Satpol PP Sleman, BKAD Sleman serta perangkat daerah terkait melakukan sidak pertambangan tanpa izin di wilayah Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (8/11/2023).

Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 39 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu, dan Batuan, aktivitas pemotongan dan pengangkutan material harus memiliki izin usaha pertambangan.

Peninjauan pertama dilakukan di Kikis, Kalurahan Sambirejo. Di lokasi ini tim mendapati telah dilakukan pemotongan bukit dengan alasan penataan lahan untuk hunian warga. Pemotongan telah dilakukan selama seminggu, dan telah beroperasi penuh sejak Senin, (6/11/2023).

Status kepemilikan adalah SHM perorangan sedangkan pemrakarsa/penambang dari wilayah Klaten. Material hasil pemotongan bukit ini dijual sebagai tanah urug. Setiap material yang dikeluarkan pemilik lahan mendapat imbal hasil

Tim menelusuri bahwa penambang belum memiliki izin operasional apapun dan perjanjian antara pemrakarsa dengan pemilik lahan hanya melalui lisan. Adapun informasi dari Pemerintah Kalurahan Sambirejo, izin yang diajukan ke kalurahan hanyalah izin lewat.

Di lokasi ini tim melakukan penghentian aktivitas dengan memasang garis dilarang melintas oleh Satpol PP Sleman dan Satpol DIY. Tim juga melakukan pembinaan kepada pemrakarsa untuk segera mengurus perizinan ke dinas terkait dan aktivitas tidak boleh dilanjutkan sebelum memiliki izin.

Peninjuan kedua dilakukan di Pereng Kalurahan Sumberharjo Kapanewon Prambanan. Di lokasi ini aktivitas pemotongan dan pengangkutan material juga terjadi.

“Pada peninjauan pertama pada Kamis (26/10/2023) aktivitas pemotongan dan pengangkutan material tidak ada. Namun pada peninjauan hari ini Rabu, (8/11/2023) terdapat aktivitas penambangan. Aktivitas di lokasi ini penambang beralasan adanya permohonan dari warga untuk mitigasi bencana longsor,” terang Falak Susanto, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Bagian Perekonomian & SDA Setda Sleman.

Tim kemudian melakukan penghentian aktivitas dengan memasang garis dilarang masuk dan pembinaan kepada pemrakarsa untuk segera melakukan proses perizinan ke instansi terkait. Tim kembali menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di sini juga tidak dapat dilakukan kembali jika belum memiliki izin.




Bupati Sleman Terima Apresiasi Bunda PAUD dari Kemendikbudristek Ri

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menerima apresasi Bunda PAUD dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), pada Rabu (8/11), bertempat di Mercure Hotel, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Hadir pada acara tersebut Bunda PAUD Indonesia, Iriana Joko Widodo, dan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Apresiasi ini diberikan atas kontribusi serta peran Bupati Sleman dalam mengawal Gerakan Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan. Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam Surat Edaran No. 0759/C/ yang mengatur tentang penguatan transisi dari sekolah jenjang PAUD menuju Sekolah Dasar. Tujuannya yakni untuk memenuhi hak – hak anak guna mendapatkan kemampuan fondasinya.

Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengadvokasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Salah satunya yakni dengan meniadakan tes Calistung (Baca, Tulis, Hitung) sebagai syarat masuk ke jenjang SD. Dengan begitu diharapkan masa transisi dari PAUD ke SD dapat dilalui anak dengan proses yang lebih menyenangkan.

“Kita juga sudah meninjau beberapa SD di Kabupaten untuk mengawal Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan ini agar gerakan ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa proses belajar secara menyenangkan merupakan esensi dari program Merdeka Belajar. Dalam hal ini, lanjutnya Kemendikbud ristek memfokuskan pada PAUD yang menurutnya memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

“Kalau anak di periode PAUD dan awal SD merasakan bahwa belajar itu menyenangkan, maka kemungkinan ia menjadi pembelajar sepanjang hayat itu besar. Dan itulah kuncinya dari pendidikan kita,” ujarnya.

Ditambahkan ada tiga tujuan atau target dari Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan ini, yakni menghilangkan tes Calistung sebagai syarat masuk SD, melakukan masa pengenalan atau orientasi kepada anak yang masuk ke jenjang SD, dan melakukan proses pembelajaran yang berkesinambungan antara PAUD dan SD.




Dispar Sleman Adakan Pendampingan Desa Wisata di Kapanewon Seyegan

Sleman – Sebanyak 30 peserta dari 5 Kalurahan di Wilayah Seyegan mengikuti kegiatan pendampingan Desa Wisata yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada hari Kamis (9/11/2023).

Peserta adalan pengurus Pokdarwis, pengurus desa wisata, Bumdes dari masing masing Kalurahan dan praktisi jurnalistik KIM di wilayah Seyegan.

Bertempat di Pendopo Limasan Cibuk Kidul, Kalurahan Margoluwih, kegiatan tersebut dibuka dengan pengantar dari Kasimun, Ketua Desa Wisata Cibuk Kidul  sebagai tuan rumah kegiatan yang menyampaikan selamat datang dan selamat belajar bersama dari kegiatan pariwisata yang ada di Cibuk Kidul.

Muhari, dari Dinas Pariwisata Sleman dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan murni dari Dispar dengan memfasilitasi keberadaan desa wisata yang ada di wilayah Sleman. Secara spesifik, Muhari menyampaikan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan berkaitan dengan Kepemanduan.

Lebih lanjut, Muhari menyampaikan bahwa kelembagaan Pokdarwis tingkat Kalurahan harus segera terbentuk dan ber SK.

“Sehingga keberadaan Desa wisata dapat dikelola dengan baik yang berujung pada perekonomian masyarakat yang meningkat,” tegas Muhari.

Muhari menyontohkan, dengan terbentuknya destinasi wisata di Cibuk Kidul, berbagai kegiatan masyarakat dapat terfasilitasi keberadaannya. Usaha kuliner, tempat parkir, wahana permainan, pemancingan bahkan toilet semua bernilai ekonomis.

“Kondisi yang demikian ini yang menuntut keberadaan dari lembaga yang bernama Pokdarwis, untuk itu Kalurahan yang belum mempunyai Pokdarwis untuk segera membentuk lembaga tersebut,” ungkap Muhari.

Muh. Iqbal Yusron, Ketua HPI (Himpunan Pariwisata Indonesia) Kabupaten Sleman yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut memberikan materi berkaitan dengan Tips dan Trik Pemandu Wisata. Dari awal Iqbal memberikan pengertian tentang pariwisata dan pramuwisata serta kiat atau kunci sukses menjadi pramuwisata.

Iqbal yang juga seorang dosen UIN Salatiga tersebut membagi 4 hal untuk  kunci sukses menjadi pramuwisata yaitu public speaking, story-telling, cross cultural understanding dan willingness to help.

“Adapun tahapan untuk mencapai kesuksesan tersebut, hal yang perlu dimiliki adalah kenali profil wisatawan, pengetahuan tentang produk wisata, bercerita sambil memperlihatkan dan responsif,” terang Iqbal.

Di tengah penjelasannya Iqbal memberikan contoh praktis dalam melaksanakan tahapan tersebut.

Di bagian akhir, Iqbal menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan pertama yang nantinya akan dilanjutkan dengan pertemuan sebagai langkah pendampingan kepada pramuwisata. Untuk itu Iqbal berharap peran aktif dari peserta untuk memanfaatkan pendampingan desa wisata ini dalam even even pariwisata di wilayah masing masing. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




UGM Akan Gelar Studi Lapangan Summer Course 2023 di Kapanewon Tempel

Sleman – Sebanyak 5 peserta Summer Course Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengikuti studi lapangan di Puskesmas Tempel 1, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel. Mereka terdiri dari 2 (dua) mahasiswa UGM, 2 (dua) mahasiswa Vanderbilt University Medical Center (VUMC) Belanda, serta 1 (satu) orang mahasiswa dari Malaysia.

Kehadiran peserta diterima oleh Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto, pada Kamis (9/11/2023) di pendopo Kalurahan Margorejo. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Tempel I diwakili Yulin W, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Ariyani, Babinsa Tempel kapten inf. Sudjana, didampingi Babinkamtibmas Margorejo, Lurah Margorejo yang diwakili oleh Kamituwa Anwar Ihsani.

Menurut Aryani, program Summer Course UGM tahun 2023 di Kapanewon Tempel ini diikuti oleh 5 mahasiswa dari total 82 mahasiswa dari klaster program studi kesehatan yang melakukan studi lapangan di wilayah puskesmas Tempel Satu. Waktu studi akan dilaksanakan selama tujuh hari dengan berbagai tema atau bidang.

Selama tujuh hari tersebut para mahasiswa peserta studi lapangan akan tinggal di salah satu rumah warga di Mangkudranan Margorejo. Mereka akan melihat lebih dekat kegiatan yang ada Puskesmas Tempel Satu dan lingkungannya, termasuk kegiatan apa saja yang berjalan.

Adapun pelaksanaan kegiatan akan ditinjau langsung di antaranya adalah kegiatan ibu hamil di Poskesdes Margorejo, kegiatan posbindu di Kaliasin Mororejo, dan peninjauan langsung Demplot petani milenial di Kadisono Margorejo.

Ariyani berharap agar studi lapangan di Kapanewon Tempel ini akan menambah wawasan dan keilmuan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena studi lapangan ini bertujuan untuk menambah wawasan secara praktis untuk memperkaya pengetahuan yang telah diperoleh selama tujuh hari di lapangan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto memberikan apresiasi kepada pengurus Summer Course UGM yang telah menunjuk Kapanewon Tempel sebagai tempat studi lapangan para mahasiswa. Dia berharap mahasiswa dapat menyumbangkan ilmu pengetahuannya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang lingkungan.

“Saya yakin banyak yang bisa disumbangkan oleh para mahasiswa pada masyarakat. Termasuk pengalaman dan pengetahuan dari Belanda yang mungkin bisa dipraktekkan di Tempel. Atau mungkin ada beberapa inovasi di Puskesmas Tempel I yang bisa dipelajari dan diadopsi,” harap Agung. (sbd/KIM Tempel)




Motivasi Pelestarian Budaya, Kalurahan Wedomartani Gelar Festival Karawitan

Ngemplak – Sebanyak 17 kelompok karawitan se-Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak mengikuti Festival Karawitan, Rabu (8/11/2023) di Balai Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Lurah Wedomartani Teguh Budiyanto menuturkan, Festival Gamelan Tahun 2023 bertujuan memberikan motivasi bagi kelompok-kelompok masyarakat dalam melesterakin kebudayaan, khususnya kesenian karawitan.

“Kalurahan memberi kesempatan bagi masyarakat, tidak hanya sanggar dan kempok Padukuhan, tetapi siswa baik SD, SMP maupun SLTA yang ada di Wedomartani,” ujar Teguh.

Lebih lanjut Teguh Budiyanto mengatakan, festival 2023 merupakan penyelenggaraan untuk yang pertama kali.

“Pesertanya ternyata melebihi perkiraan, semula panitia menduga peserta antara 8 hingga 10 kelompok, setelah diumumkan ternyata peserta yang terdaftar 17 kelompok. Peserta ada dari umum, sanggar, pemuda dan siswa SD,” tukasnya.

Teguh mengatakan, dengan penyelenggaraan Festival Gamelan ini diharapkan geliat masyarakat untuk mencintai, berlatih dan melestarikan karawitan tetap tumbuh. Hal itu wujud nyata implementasi pelaksanaan program Kalurahan Mandiri Budaya.

“Kita buat masyarakat seneng dahulu, baru kemudian dibuatkan agenda yang lebih besar dengan fasilitas sesuai kemampuan keuangan Kalurahan,” pungkas Teguh Budiyanto.

Setiap kelompok bebas membawakan minimal 3 Gending , sesuai dengan ketentuan panitia. Rata-rata peserta yang dari anak-anak membawakan lancaran suwe ora jamu, mbok Yo mesem, Manyar Sewu dan sebagainya. Sedang jumlah pengrawit serta komposisi tidak ada batasan, bisa putra, bisa putri dan bisa pula campuran.

Festival Gamelan dalam rangkaian Merti Desa Kalurahan Wedomartani berlangsung sejak jam wib hingga . wib dan mendapat perhatian dari berbagai media. (Tri Joko S/KIM Kalasan)