Bawaslu Sleman Perkuat Pemahaman Panwascam Selesaikan Sengketa Antar Peserta Pemilu

Untuk memantapkan langkah dan memperkuat pemahaman Panitia pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman dalam melakukan penyelesaian sengketa antar peserta pemilihan umum serentak tahun 2024 yang berkonflik, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan fasilitasi dan simulasi mekanisme penyelesaian sengketa antar peserta pemilu yang digelar selama 2 hari di Hotel Ramada by Wyndham Yogyakarta, Jumat-Sabtu (10-11/11/2023).

Dalam paparan materi yang disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017-2022, Bagus Sarwono kepada Ketua dan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman, bahwa sebagai pengawas pemilihan umum harus bisa memahami terkait mekanisme regulasi penyelesaian sengketa antar peserta pemilu sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Dalam menyelesaikan sengketa antar peserta pemilu di tingkat kecamatan berdasar prinsip acara cepat dan sederhana yang dilakukan oleh Panwascam setelah menerima mandatdari Bawaslu Kabupaten di tempat kejadian dan dapat dimohonkan oleh tim kampanye atau pelaksana kampanye yang telah resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten,” tegas Bagus.

Melalui kegiatan fasilitasi dan simulasi tersebut diharapkan seluruh Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam komunikasi melakukan proses mediasi bersama para pihak yang bersengketa guna menyelesaikan permasalahan dengan waktu yang terbatas.

“Alur penyelesaian sengketa antar peserta pemilu diawali dengan permohonan dari peserta pemilu yang merasa dirugikan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan, mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa, proses mediasi dan musyawarah, serta pengambilan keputusan. Adapun di lapangan terdapat beberapa hal yang dapat menghambat proses penyelesaian sengketa sehingga tidak didapat suatu kesepakatan,” imbuhnya.

Di samping menerima pengetahuan teori tentang penyelesaian sengketa antar peserta pemilu, para peserta rapat koordinasi juga melakukan simulasi yang dipandu oleh anggota Bawaslu Kabupaten Sleman, Fadhly Kharisma terkait mekanisme penyelesaian sengketa acara cepat sebagai bentuk pemahaman dan bekal Panwaslu Kecamatan pada saat bertugas nanti.

“Simulasi penyelesaian sengketa antar peserta pemilu sangat penting dilakukan oleh Panwascam sebagai bekal mengantisipasi potensi sengketa yang terjadi saat masa kampanye dan dapat menyelesaikan sengketa langsung di tempat kejadian,” ujar Bagus menutup presentasinya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Pelaksanaan Upacara Mitoni di Kalurahan Wedomartani

Ngemplak – Pemerintah Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Kapanewon Ngemplak  menggelar Upacara Adat dan Tradisi Mitoni pada Jumat malam (19/11/2023). Kegiatan diikuti oleh lima pasang keluarga muda yang istrinya sedang hamil pertama, dan usia kehamilannya mencapai tujuh bulan. Mereka didampingi oleh kedua orang tua masing-masing.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Mujiburokhman menuturkan, setiap tahun pihaknya berusaha menggelar upacara adat yang diperuntukkan bagi masyarakat, hal itu sebagai upaya pelestarian upacara adat yang sudah bejalan sejak nenek moyang. Hal itu juga agar masyarakat mendapatkan edukasi melalui berbagai ungkapan dan bahasa simbul yang ada dalam setiap upacara adat, sebab didalam upacara adat banyak uborampe/perlengkapan sebagai simbol yang mengandung doa dan harapan.

“Sebagai Kalurahan Mandiri Budaya mempunyai kuwajiban melindungi dan melestarikannya, apalagi Kalurahan mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Keistimewaan,” tuturnya.

Dirinya menuturkan, pada tahun 2022 Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar upacara adat Tedhak Siten, tahun 2023 sebenarnya panitia juga akan menggelar nikah masal, tetapi peserta tidak ada.

“Maka hanya satu upacara adat Mitoni yang dilaksanakan dengan peserta Lima pasang keluarga muda,” ungkap Mujiburokhman.

Para peserta tersebut yaitu pasangan Fatah Agung dan Khalimatus Sa’diyah Ali dari Padukuhan Blotan, Ferdian Badri dan Dania Hellin Amrina asal Padukuhan Tonggalan, kemudian Agung Ismail dan Ariwanti Uswatun Khasanah asal Gebang. Kemudian Dipa Hambali Saputra dan Pramestiara Yayang Nuraningtyas asal Padukuhan Gebang serta Dhani Ahmad Murhantoro dengan istrinya Putri Hermawati dari Padukuhan Sono Blotan.

Dengan dipandu MC H. Wagiman, peserta didampingi para dukun yang berasal dari PKK melakukan rangkaian ritual mitoni. Dimulai dari sungkeman peserta kepada orang tua masing-masing sebagai bentuk penghormatan dan Bhakti anak kepada orang tua yang telah mengandung, melahirkan dan mengantarkan hingga memasuki jenjang berumah tangga, disamping itu juga permohonan doa agar selalu sehat  selamat dan lancar saat mengandung hingga melahirkan.

Usai sungkeman dilanjutkan siraman, air yang digunakan air yang berasal dari tujuh sumber dengan kelengkapan bunga dan gayung yang digunakan gayung berasal dari buah kelapa biasa disebut siwur. Usai siraman dilanjutkan mengenakan jarik tujuh motif, memasukkan telur melalui dalam jarik dan dilepas hingga pecah dengan harapan kelak bayi lahir lancar dan selamat.

Para dukun mitoni kemudian memandu rangkaian berikutnya yaitu brojolan, dalam sesi ini adalah memasukkan Kepala Gading yang ada lukisanya Arjuna dan Sembadra atau Panji Asmara Bangun dan Galuh Candrakirana dan ada juga Lukisan Berhara Kumajaya dan Bethari Kuma Ratih, dalam posisi tangan dibawah kelapa gading diterima sembari berucap “Lanang arep, Wadon arep sing penting genep lan Slamet” (lahir laki-laki mau, perempuan juga mau, yang penting sempurna dan selamat)

Usai prosesi pecah siwur (gayung)  yang mempunyai harapan kelak ibunya hamil lagi, dilanjutkan makan rujak. Biasanya saat hamil kaum wanita ingin makan rujak agar tetap sehat dan hatinya selalu riang dan saat itu orang mengatakan nyidham.

Seluruh rangkaian upacara adat Mitoni khikmat itu kemudian pecah dan bergemuruh riang saat peserta mengenakan jarik. Karena setiap mengenakan kain jarik, dukun mitoni menanyakan kepada pengunjung Wangun Napa Dereng? (pantas apa belum) dan secara bersama menjawab “Dereng” (belum). Kain itu berjumlah tujuh sejak Motiv Parang Gurda, Wahyu Tumurun, Sidoluhur, Truntum, Kawung, Sekar Jagat Hinga terakhir yang dianggap sudah pantas adalah Lurik Lasem dengan harapan kelak anak yang dilahirkan “tansah nengsemaken” ( selalu menarik  dan menyenangkan) dan rangkaian yang mengundang suasana riang itu dilaksanakan usai siraman.

Melengkapi rangkaian upacara adat Mitoni juga berebut cakar ayam yang kemudian dimakan sebaga lambang harapan bahwa kelak anak pandai mencari rejeki serta mengendong kelapa gading sebagai simbul seorang nenek menimang cucu lalu ditidurkan dengan penuh rasa kasih sayang.

Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Kalurahan Budaya dari Kundha Kabudayan Provinsi DIY Joko Saptono dalam sambutanya memberikan apresiasi terhadap dilaksanakan upacara adat Mitoni. Selanjutnya berharap agar rangkaian upacara adat dapat diambil makna filosofi yang tersirat, karena dalam setiap rangkaian upacara adat terdapat makna luhur untuk mengarungi kehidupan. 

“Karena memiliki makna yang bersifat tuntunan, maka baik untuk dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan, apalagi dalam bingkai keistimewaan,” pungkas Joko Saptono. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Wabup Sleman Lantik Pengurus Desa Rintisan Budaya Margomulyo

Sleman – Malam tirakatan peringatan hari jadi ke 77 Kalurahan Margomulyo dijadikan momentum pelantikan Pengurus Desa Rintisan Budaya yang sudah lama dinantikan. Bertempat di halaman Kalurahan, malam tirakatan yang diadakan pada hari Sabtu (11/11/2023), dimeriahkan pula dengan pertunjukkan wayang kulit.

Diawali dengan menyanyikan hymne dan Mars Margomulyo oleh PKK Kalurahan dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kejuaraan Bola Volli Porkal Margomulyo.

Dalam sambutan pembukanya, Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo melaporkan bahwa, hari jadi Margomulyo ke 77 tahun 2023 ini telah dipersiapkan berbagai macam acara yang dimulai pada tanggal 26 Oktober hingga 10 November dengan kegiatan pasar malam, bazar UMKM dan pentas seni dengan mengusung potensi budaya dari masing masing padukuhan.

“Pada tanggal 5 November 2023 juga diadakan senam massal dan jalan sehat dengan peserta masyarakat Margomulyo, kemudian dilanjutkan dengan Mujahadah dan Sholawat yang diikuti oleh pamong dan tokoh masyarakat dengan menampilkan group Hadroh Margomulyo,” ujar Eko.

Masih dalam rangka hari jadi, pada hari sabtu 11 November 2023 diadakan malam tirakatan. Sebagai puncak acara adakah upacara hari jadi pada hari Minggu (12/11/2023) di Lapangan Margomulyo yang kemudian  dilanjutkan dengan karnaval budaya dengan menampilkan bergodo dan gunungan hasil bumi dari 3 Kalurahan lama.

Eko melanjutkan dengan even hari jadi tahun 2023, digunakan juga untuk pengukuhan/pelantikan pengurus Rintisan Desa/Kantong Budaya oleh Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman yang berkenan hadir didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya.

Eko berharap, setelah dikukuhkan, pengurus Desa Rintisan Budaya Margomulyo segera berkegiatan berkaitan dengan pengembangan kebudayaan.

Danang Maharsa, memberikan sambutannya setelah pengukuhan Pengurus Desa Rintisan Budaya dengan menyampaikan apresiasinya kepada Kalurahan Margomulyo yang selama 2 Minggu mengisi kegiatan hari jadinya dengan kegiatan yang bernuansa seni dan budaya.

Harapan Danang, berkaitan dengan budaya, Margomulyo akan  lebih maju dan dapat melestarikan kegiatan budaya yang ada di wilayahnya.

“Kegiatan yang telah dilaksanakan dari olah raga, pentas budaya, bazar UMKM dan pasar malam merupakan kegiatan yang nampu meningkatkan ekonomi masyarakat yang mustahil bisa terlaksana tanpa modal sosial yang bernama gotong-royong,” tukas Danang.

Untuk itu, Danang berharap modal sosial tersebut terus ditingkatkan dan dipertahankan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wabup yang diserahkan kepada Lurah Margomulyo yang disaksikan oleh Panewu Seyegan, Koramil dan polsek Seyegan.

Sedangkan menandai pementasan wayang kulit, Danang menyerahkan secara simbolis Gunungan kepada Lurah dan oleh Lurah diserahkan kepada dalang Ki Aldy Risqi Abdil Muhammad dari Padukuhan Jamblangan yang malam itu akan membawakan cerita Wahyu Pamong Sejati. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Nada dan Dakwah Membersamai Pemilihan Pengurus DKM Al -Falah Sombangan

Sleman – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Falah Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman melakukan pemilihan pengurus periode 1445-1448 Hijriah secara demokratis, di mana setiap Kepala Keluarga jamaah Masjid Al-Falah menuliskan tiga nama dalam surat suara sebagai calon formatur untuk membetuk pengurus baru. Pengumpulan surat suara dilakukan pada hari Minggu (12/11/2023) bersamaan dengan pagelaran nada dan dakwah dari Yoben Eling oleh Ustazd H. Yuliyanto dari Godean.

Ketua DKM Masjid Al-Falah, Jazuli dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pengurus yang telah bekerja sama dalam nelaksanakan amanat sebagai pengurus. Selanjutnya Ia melaporkan benerapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing bidang dan melaporkan kondisi keuangan DKM. Lebih lanjut Jazuli atas nama pengurus DKM mohon maaf karena belum bisa melaksanakan seluruh peogramnya.

“Semoga pengurus yang akan datang bisa melanjutkan dan bisa membawa DKM lebih maju.” Ungkap Jazuli.

Sedangkan Dukuh Sombangan Agus Sartono menyampaikan berterima kasih kepada DKM yang telah membantu dalam pembangunan mental spiritual untuk warganya. Ia juga berharap agar pengurus yang akan datang bisa bersama-sama menigkatkan kinerjanya dalam mengemban amanah.

“Semoga pengurus yang akan datang melanjutkan pengurus sebelumnya dan untuk mewujudkan kemakmuran masjid,” harap Agus.

Selanjutnya dalam nada dan dakwah Yoben Eling selain memberi hiburan dengan lagu-lagu Islami juga disampaikan tausiah oleh Ustaz Yuliyanto. Dalam tausiahnya, Yulianto menyampaikan untuk mendapatkan pahala yang besar harus melakukan tiga hal yaitu selalu beribadah di masjid, memberi shadakoh, dan memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan.

“Sedangkan empat hal untuk mendapat ridha Allah adalah ikhlas, cinta Rasul, berbakti kepada orang tua dan thalabul ‘ilmi,” tutur Yuliyanto.

Acara diakhiri dengan perhitungan suara hasil usulan dari jamaah dengan 7 suara terbanyak yang diusulkan. Dari perhitungan tersebut 7 orang calon Formatur pembentukan pengurus DKM adalah Sudiyono, Syaiful Bahri,.Jazuli, Aris Widyo Nugroho, Syamsudiyanto, dan Rofiudin Habiburrahman. Selanjutnya anggota formatur diberikan tugas untuk membentuk pengurus DKM selambat-lambatnya dalam waktu 6 kali 24 jam sejak tanggal 12 November 2023. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Urgensi Kepemilikan NIK bagi Kelompok Kesenian

Sleman – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyerahkan secara simbolis Nomor Induk Kebudayaan (NIK) kepada Kelompok Hadroh Al Munawaroh Mancasan Lor Dero Condongcatur. Penyerahan dilakukan langsung oleh Untung Raharjo, Ketua 2 Paguyuba Seni Religius (Paser) di sela-sela acara Parade Sholawat Jam’iyyah iIttasholat Yogyakarta yang diselenggarakan di Halaman Masjid Al Mukhlasin Pringgolayan Dabag, Sleman, Minggu (12/11/2023)

Untung Raharjo dalam sambutanya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) membuka layanan permohonan /penerbitan NIK (Nomor Induk Kebudayaan) bagi kelompok kesenian atau pengurus kelompok kesenian. NIK ini bersifat gratis dan berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diajukan perpanjangan kembali

“Kepemilikan atas NIK menandakan bahwa Kelompok Kesenian tersebut telah terigister di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman,” jelasnya

Ditambahkan Untung Raharjo, NIK juga menjadi salah satu syarat wajib bagi kelompok kesenian yang hendak melakukan permohonan proposal bantuan, fasilitasi serta hibah di kabupaten Sleman

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, berharap semua kelompok kesenian yang ada di Condongcatur dapat mengajukan NIK dan SK Lurah

“Monggo kelompok kelompok kesenian yang ada di Condongcatur, khususnya Kelompok / Grup Hadroh yang jumlah ada sekitar 43 kelompok, bagi yang belum mengajukan permohonan NIK di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman untuk segera mengurusnya, mudah dan banyak manfaatnya,” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)