Desa APU Ambarketawang Dorong Peserta Pemilu Berkontestasi Secara Bersih

Untuk menggugah kesadaran masyarakat menjadi pemilih yang cerdas, sekaligus mendorong peserta pemilu berkontestasi secara bersih dengan mengedepankan pendidikan politik, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping menggelar rapat koordinasi guna mendeklarasikan eksistensi Desa atau Kalurahan Anti Politik Uang (APU) Ambarketawang yang berlangsung di Kandang Ingkung Resto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (26/11/2023) malam.

Deklarasi Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang yang dipimpin oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo dihadiri oleh Perwakilan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kecamatan Gamping, Rahmat Mulyo Hartono, Lurah Ambarketawang, Sumaryanto, Ketua Tim Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang, Arief Hermyanto, Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Dewanto Tri Nugroho dan jajarannya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dukuh serta pengurus dan anggota Tim Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang.

Pengucapan ikrar deklarasi anti politik uang pada perhelatan pemilu 2024 menyatakan bahwa Tim Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan yang menyehatkan dalam sistem politik, dengan tidak menerima atau melakukan tindakan dalam bentuk apapun untuk mempengaruhi hasil Pemilu demi terwujudnya demokrasi yang adil, bersih, beradab dan berintegritas.

“Akibat adanya pengaruh buruk politik uang terhadap demokrasi, dan pola pikir pragmatis dari masyarakat lantaran kurangnya sosialisasi dan pendidikan politik, maka Lurah Ambarketawang membentuk Tim Kalurahan Anti Politik Uang di wilayahnya yang didukung segenap tokoh masyarakat dan tokoh agama,” jelas Adnan.

Usai prosesi deklarasi, peserta rapat koordinasi menerima paparan materi dari Peneliti Institute for Democracy and Welfarism, Vici Herawati guna membantu merumuskan program kerja Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang selama tiga bulan ke depan hingga tahapan pemilu 2024 berakhir.

Menurut Vici Herawati ada beragam jenis politik uang yang beredar di masyarakat, diantaranya pemberian barang yang dimanfaatkan bersama, melalui program yang digulirkan pemerintah (Pork Barrel), Vote Buying, Service and Activity, bingkisan, maupun mahar politik. Karenanya, diperlukan program kerja yang dirancang oleh Tim Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang guna mencegah terjadinya politik uang tersebut.

Adapun ragam kegiatan Kalurahan Anti Politik Uang Ambarketawang dapat berupa peneguhan komitmen dari masyarakat, sosialisasi terhadap masyarakat bersama kelompok strategis perempuan, kelompok keagamaan, komunitas masyarakat, memasyarakatkan gerakan keluarga anti politik uang, pembuatan dan penyebaran media sosialisasi dalam bentuk spanduk dan stiker, pembuatan media sosial  sebagai jejaring dan sosialisasi digital, serta mendirikan posko aduan.

“Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain gerakan moral ini membutuhkan kesukarelawananan atau volunteer, keterbatasan anggaran, keterbatasan Sumberdaya manusia, keterbatasan waktu, adanya sikap apatis dari masyarakat, serta anggapan terkait politik uang merupakan suatu kewajaran,” ujar Vici menutup paparannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jelang Masa Kampanye, Panwaslu Berbah Deklarasikan Pemilu Damai

Sleman – Menjelang proses tahapan pemilu berupa kampanye terbuka, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kapanewon Berbah mengadakan kegiatan Dekalrasi Kampanye Pemilu Damai tahun 2024 pada hari Senin (27/11/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Ketua panita pengawas pemilu Kapanewon Berbah Sutarjo menyampaikan bahwa Deklarasi pemilu Damai bukan hanya semata-mata slogan tetapi harus diwujudkan dalam bentuk komitmen nyata.

“Komitmen dari penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemerintah, Polri, TNI, tokoh Agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat sesuai kewenangan dan bidang masing-masing,” ujar Sutarjo.

Menurutnya, kesuksesan pemilu harus dilandasi dengan semangat bersama sama mewujudkan pemilu yang Damai,aman, tertib, langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Oleh karena itu mari kita bergandeng tangan bersama sama untuk mewujudkan pemilu di kapanewon Berbah kondusif, aman dan damai,” tukas Sutarjo.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, menyambut baik diadakannya Deklarasi Kampanye Pemilu Damai tahun 2024 oleh panwas pemilu Kapanewon Berbah ini.

Tri menuturkan, Pemilu merupakan pesta politik untuk menentukan wakil rakyat untuk mengawal pembangunan kedepan. Pemilu Damai merupakan komitmen bersama yang harus didukung semua pihak baik dari pemerintah penyelenggara pemilu, peserta pemilu beserta masyarakat.

“Dengan Deklarasi Pemilu Damai kita ciptakan Kapanewon yang aman tentram dan damai. Meski berbeda pilihan tetap rukun dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Tri. (Kusnadi/KIM Berbah)




Antisipasi Bencana, Kapanewon Berbah Gladi Penanganan Kebencanaan

Sleman – Kapanewon Berbah mengadakan kegiatan Gladi Lapangan Simulasi Penanganan Kebencanaan pada hari Senin (27/11/2023) bertempat di Pendopo Kapanewon Berbah, Sleman.

Terlibat dalam Kegiatan Tersebut Panewu Berbah, BPBD Sleman, Kapolsek Dan Danramil Berbah, Babisa, Bhabinkamtibmas, Lurah, jogoboyo, linmas, TRB, FKPM Purboyo, RELABER, siswa SMK Muhammadiyah Berbah, SMK Yapemda dan relawan kebencanaan Berbah.

Kepala jawatan keamanan Kapanewon Berbah, Syukri Tanjung yang juga penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa Kapanewon Berbah yang mempunyai luas ,83 hektar masuk dalam wilayah rawan ancaman bencana angin kencang. Sehingga Kapanewon Berbah diperkirakan berpotensi menjadi lokasi terdampak bencana.

“Berdasarkan hal tersebut maka dilakukanlah kegiatan Gladi Lapang simulasi Kesiapsiagaan  Bencana akibat hujan deras dan angin kencang,” jelas Syukri.

Panewu Berbah Tri Akmeriyadi, mengapresiasi penyelenggaraan Gladi Lapang kesiapsiagaan Bencana untuk menghadapi bencana hujan deras dan angin kencang ini.

Dirinya mengimbau kepada pemerintah kalurahan agar bersiap menghadapi potensi bencana dengan melakukan pelatihan mitimigasi bencana sesuai kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

“Melalui gladi kesiapsiagaan  penanganan bencana secara berkala diharapkan agar masyarakat dapat lebih siap siaga serta memiliki pengetahuan yang memadai untuk menghadapi bencana sewaktu waktu terjadi,” kata Tri Akmeriyadi.

Ismardiyanto dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sleman yang memimpin simulasi Gladi posko penangan kejadian angin kencang di Kapanewon Berbah mengatakan dengan kondisi sebagai wilayah terdampak bencana, BPBD Sleman memprioritaskan Kapanewon Berbah dengan memfasilitasi dan meningkatkan kapasitas wilayah menjadi Kapanewon Tangguh Bencana.

Juga dijelaskan oleh Ismardiyanto bahwa simulasi penganan bencana kali ini melibatkan semua unsur yang ada dan berusaha mensimulasi kejadian sebenarnya seperti ketika terjadi bencana. Dalam kegiatan simulasi kali ini menggunakan peralatan kebencanaan yang memadai milik Tirto Resqeu Berbah (TRB) juga milik SAR DIY.

“Dengan pendekatan simulasi kejadian bencana yang sebenarnya diharapkan pemerintah, relawan dan masyarakat  lebih siap ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Apix sekretaris TRB mengatakan bahwa kegiatan Gladi Lapang simulasi penanganan kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah relawan dan warga masyarakat merupakan langkay yang tepat karena dengan pelatihan akan memperkuat keterampilan dan penguasaan medan kebencanaan ketika terjadi bencana sesungguhnya.

“Alur informasi yang akurat dari BMKG dan BPBD kepada masyarakat melalui panewu, lurah, pamong, dukuh sampai masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan bencana,” jelas Apix.

Fitri Rahayu dan Afifah Nur Fadilah siswa SMK Muhammadiyah Berbah yang ikut terlibat dalam simulasi berperan sebagai korban bencana yang berdarah darah. Dirinya merasa senang ikut terlibat dalam kegiatan ini.

“Meski hanya simulasi ada sensasi ketakutan ketika melihat semacam luka dan darah  yang memerah pada kaki tangan dan pakaiannya,” kata Fitri. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pemkab Sleman Serahkan Penghargaan GISA untuk Kapanewon, Kalurahan, dan Padukuhan

Sleman – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman menyerahkan penghargaan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) Kabupaten Sleman 2023 kepada 6 Kapanewon, 6 Kalurahan, dan 6 Padukuhan. Penyerahan penghargaan ini dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, di Grha Sarina Vidi, Jl. Magelang, Mulungan Wetan, Sendangadi, Mlati, pada Senin (27/11/2023).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa pada data terakhir Oktober 2023, kinerja penyelenggaraan adminduk mencatat perekaman E-KTP mencapai 99,40%, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 98,17%. Sementara kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) mencapai 80,03%, naik dari tahun 2022 yang sebesar 77,33%. Untuk kepemilikan Akta Kelahiran di bawah usia 18 tahun mencapai 98,65%, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 94,42%. Namun, perekaman penduduk potensial data pemilihan umum hanya tercatat 72,99% dari penduduk Sleman.

“Penilaian penerima penghargaan GISA Kabupaten Sleman 2023 berdasarkan jumlah capaian perekaman E-KTP, Kepemilikan KIA, Akta Kelahiran, Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Akta Kematian, dan Pencatatan Perkawinan yang tercatat di setiap Padukuhan, Kalurahan, dan Kapanewon,” jelasnya.

Penerima penghargaan GISA Kabupaten Sleman 2023 tingkat Kapanewon untuk wilayah A, yaitu juara 1 dimenangkan oleh Depok, juara 2 Kalasan, dan juara 3 Ngaglik. Kemudian untuk wilayah B, juara 1 Kapanewon Seyegan, juara 2 Cangkringan, dan juara 3 Prambanan.

Pada tingkat kalurahan wilayah A, juara 1 Kalurahan Trimulyo, juara 2 Sidokarto, juara 3 Widodomartani. Sedangkan untuk wilayah B, juara 1 dimenangkan Kalurahan Wukirsari, juara 2 Sendangsari, dan juara 3 Margokaton.

Di tingkat padukuhan, juara 1 Kalurahan Kedulan, juara 2 Gedongan, juara 3 Klegen untuk wilayah A. Lalu untuk wilayah B, juara 1 Duwet, juara 2 Umbulsari B, dan juara 3 Kenaruhan.

“Harapannya, semoga dengan adanya penghargaan GISA ini menjadikan perangkat Kapanewon, kalurahan, dan padukuhan lebih semangat untuk menyukseskan program GISA, dan mewujudkan pelayanan masyarakat dengan sebaik-baiknya,” harap Susmiarto.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengharapkan bahwa acara penyerahan penghargaan GISA Kabupaten Sleman 2023 ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh Kapanewon, kalurahan, dan padukuhan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan serta melakukan peningkatan edukasi tertib administrasi kependudukan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. (Rep Raya)




Kundha Kabudayan Sleman Gelar Festival Permainan Tradisional

Turi – Dinas Kebudayaan/ Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman menggelar Festival Permainan Tradisional, di Area Bumi Perkemahan Jaka Garong, Garongan, Kalurahan Wonokerto Kapanewon Turi, Minggu (26/11/2023).

Ketua Panitia Eko Ferianto dalam laporannya mengatakan, Festival Permainan Permainan Tradisional tahun 2023 diikuti 17 Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman.

“Atlet peserta adalah Putra dan Putri dengan porsi Untuk Putri Bakiak dan Balap Karung. Untuk Putra jenis permainan Egrang dan Engsreng. Usia peserta dibatasi 10 – 15 tahun yang dibuktikan dengan foto copy Kartu Keluarga,” terangnya.

Eko menuturkan, panitia memberikan apresiasi dalam bentuk uang pembinaan, Piagam dan Piala bagi kontingen penyaji terbaik I hingga VI. Bersarnya berjenjang dengan rincian Penyaji terbaik I 10 Juta, terbaik II sebesar 9 Juta, Terbaik III mendapatkan 8 Juta. Untuk terbaik IV hingga VI masing-masing 7 juta, 6 Juta dan 5 Juta.

“Para peserta putri baik Bakiak yang dimainkan tiga atlet dan balap karung estafet sebanyak dua atlit, di mana peserta menempuh jarak 60 meter meter PP. Sedang untuk Putra dengan cabang Egrang dua atlet menempuh 60 m PP secara estafet. Sedang Untuk Engsreng estafet dua atlit memutari lingkaran diameter 30 meter,” jelas Eko.

Kepala Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Edy Winaryo dalam sambutanya mengatakan, pada penyelenggaraan festival permainan tradisional tahun 2023 yang merupakan penyelenggaraan pertama kali ini, Kundha menyertakan Kalurahan Budaya dengan melibatkan 17 Kalurahan serta dibantu Pendamping Kalurahan Budaya serta Tim Monitoring Kalurahan Budaya.

“Perhelatan pertama kali di 2023 akan ini akan dijadikan model penyelenggaraan di tahun berikutnya dengan berbagai evaluasinya nanti,” kata Edy Winaryo.

Lebih lanjut dikatakan, berbagai jenis permainan rakyat, permainan tradisional yang sudah ada sejak dahulu kala mengandung nilai pendidikan yang mesti ditanamkan kepada generasi muda.

“Untuk itulah perlunya upaya pelestarian, perlindungan dan pengembangan. Kedepan perlu identifikasi kelompok kelompok agar data keberadaan makin jelas,” pungkas Edy.

Selama pelaksanaan festival, para peserta dinilai dengan komposisi juri tiga orang, yaitu Arsanta, Adnan Riyanga dan Aditya. Berdasarkan hasil penilaian selama  penyelenggaraan festival yang berlangsung sejak pagi, ditetapkan hasil yaitu Penyaji Terbaik I Kalurahan Budaya Caturharjo, Sleman dengan total nilai 100. Terbaik II Kalurahan Budaya Argomulyo, Cangkringan memperoleh Nilai 80. Terbaik III Kalurahan Budaya Margoagung, Seyegan dengan nilai 75.

Sedang untuk penyaji terbaik IV hingga VI masing-masing Kalurahan Budaya  Wonokerto Kapanewon Turi dengan nilai 65, Kalurahan Budaya Sumberejo Kapanewon Tempel memperoleh nila 60 dan Kalurahan Budaya Widodomartani Kapanewon Ngemplak dengan perolehan nilai 50.

Festival Permainan Tradisional selain dihadiri Kepala Kundha Kabudayan, juga dihadiri Forkom Pim Kapanewon Turi, Lurah Kalurahan Budaya, Ketu a Kalurahan budan dan Tin Monev Serta Pendamping Kalurahan Budaya. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)