Kalurahan Sendangtirto Gelar Sosialisasi Manfaat Donor Darah

Sleman – Karang Taruna Pamor Sendangtirto  bersama Pemerintah Kalurahan Sendangtirto mengadakan Sosialisasi Manfaat Donor Darah di Ruang Rapat Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Selasa (28/11/2023). Kegiatan ini mengambil tema Karang Taruna Peduli dan Berani Menjadi Kader Donor Darah.

Kamituwo Kalurahan Sendangtirto, Dwi Sulistyo menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Kalurahan Sendangtirto.

“Harapannya setelah sosialisasi akan ada pemahaman  tentang manfaat  donor darah.  ada penambahan   jumlah pendonor, terutama dari karang taruna sehingga akan muncul kader donor daraah,” harapnya.

Ketua PMI Berbah, Dodit Suhardo mendukung penuh sosialisasi ini. Dirinya berahap, dengan adanya sosialisasi ini akan memunculkan kader donor darah dari Sendangtirto.

“Menjadi kader donor darah adalah kegiatan sosial yang bermanfaat,” tukasnya.

Wakil Ketua PMI kabupaten Sleman Jazim Sumirat menyampaikan bahwa pendonor adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela dan ditampung dibank darah untuk digunakan untuk trasfusi darah yang membutuhkan.

“Ada beberapa syarat bagi pendonor darah usia dewasa 17 sampai 60 tahun, tekanan darah 120 sampai 150, berat badan diatas 50kg, kondisi dengan dilakukan skrening dan pemeriksaan awal,” jelas Jazim.

“Adapun manfaat donor darah bagi pendonor adalah bisa mengetahui kondisi kesehatan, menumbuhkan kepedulian dan gotong royong dan bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” imbuhnya.

Dijelaskan oleh Jazim bahwa Pemkab Sleman saat ini telah meluncur Program Ladamanis untuk pelayanan darah secara gratis.

“Karena proses pengolahan  darah di PMI kabupaten Sleman dibiayai oleh pemerintah. Meski gratis kualitas darah tetep terjaga karena dalam proses pengolahan bekerja sama dengan rumah sakit dr Sardjito,” tambahnya.

Jazim juga mengimbau agar masyarakat dapat terus melakukan donor darah untuk menjaga ketersedian stok darah di bank darah PMI Sleman. “Karena setetes darah bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” pungkas Jazim.  (Kusnadi/KIM Berbah




Dicanangkan Sebagai Desa Bersinar, Condongcatur Dapat Kunjungan dari BNN RI

Sleman – Kalurahan Condongcatur Depok Sleman DIY mendapat kunjungan Monev dari Sekretariat Kabinet RI, Biro Perencanaan dan Direktorat Advokasi BNN RI, Selasa (28/11/2023).

Hery Santoso, Ketua Tim Pokja Pencegahan BNNP DIY menuturkan bahwa Biro Perencanaan BNN RI, Direktorat Advokasi BNN RI beserta Tim dari Sekretariat Kabinet RI di fasilitasi oleh BNNP DIY menyelenggarakan Rapat Pelaksanaan Desa Bersinar di Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman

“Kalurahan Condongcatur merupakan kalurahan di wilayah Provinsi DIY yang pertama kali dicanangkan sebagai Desa Bersinar oleh Kepala BNN RI pada tahun 2018, selain itu, Kalurahan Condongcatur juga telah memenuhi indikator keberhasilan program desa bersinar, yaitu adanya komitmen, regulasi, dukungan anggaran dan kegiatan P4GN yang masif,” ungkapnya.

Aviv Suchron, NH, Kepala Bidang Keamanan dan Kesatuan Bangsa Sekretariat Kabinet RI menuturkan, Presiden Joko Widodo telah memberi perhatian khusus mengenai penyalahgunaan Narkoba, dimana telah ada dua kali pembahasan pada rapat kabinet di bulan September dan Oktober

“Maka harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana Tim Sekretariat Kabinet yang merupakan lembaga pemerintah yang memiliki tugas dalam memberikan dukungan pengelolan manajemen kabinet kepada presiden dan wakil presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan ini dapat menjembatani bahwa program desa bersinar dapat menjadi program prioritas nasional seperti program stunting,” ujarnya.

Sementara Kepala Biro Perencanaan BNN RI Emma Suryaningtyas, , dalam sambutanya mengatakan bahwa Condongcatur telah dicanangkan sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba) oleh Kepala BNN RI yang pertama kali Jogja dan telah melaksanakan kegiatan kegiatan dalam upaya pencegahan narkoba, semoga dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa /kalurahan kalurahan lainya

“Kita dari BNN RI sangat mengapresiasi atas implementasi terhadap desa bersinar dan condongcatur telah menganggarkan sebagian dari Dana Desa untuk program pencegahan narkoba dengan membentuk satgas P4GN dan kegiatan kampanye anti narkoba lainya,” ungkap Emma.

“Dengan pelaksanaan program program P4GN di Desa Bersinar ini yang pertama adalah untuk  menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba khususnya di daerah pedesaan , kedua kegiatan pencegahan narkoba dilakukan secara masif dimulai dari lingkungan desa sehingga masyaraka mempunyai kepedulian untuk mencegah Narkoba dan masyarakat mempunyai cegah, daya tangkal dan daya terhadap penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya

Selanjutnya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, melaporkan dan memaparkan program dan kegiatan dalam upaya pencegahan narkoba yang telah dilaksanakan dari sejak Condongcatur pertama kali dicanangkan sebagai Desa Bersinar tahun 2018. (Wasana/KIM Depok)




Berbah Gelar Donor Darah

Sleman – PMI Kapanewon Berbah bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Donor Darah di Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman pada hari Selasa (28/11/2023).

Menurut Kepala Jawatan Sosial Berbah, Andi Kurniawan, donor  ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh PMI Kapanewon Berbah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman, yang memiliki sarana pendukung untuk tindakan pengambilan darah beserta pemrosesan sampai pendistribusian kepada rumah sakit atau pasien yang membutuhkan.

“Sudah ada jadwal khusus yang bersama dan sudah berlangsung sekian waktu,” terang Andi.

Di sela-sela kesibukannya memimpin kegiatan  donor darah, Ketuap PMI Berbah, Dodit Suhardo menjelaskan bahwa donor darah di Kapanewon Berbah dilakukan rutin dua bulan sekali.

Awalnya kegiatan donor darah hanya ada di Kapanewon namun  sudah dua tahun ini tempatnya berpindah ke empat kalurahan. Untuk jemput bola lebih mendekatkan pelayanan kepada pendonor,” jelas Dodit yang juga sebagai guru SMP N Berbah I mata pelajaran bahasa Indonesia.

Dodit menambahkan bahwa prosedur pendonor adalah mendaftarkan diri dan diberi form skrening kesehatan yang harus disi oleh pendonor. Diverifikasi oleh petugas setelah itu dilakukan cek tekanan darah dan hemoglobin (Hb). Setelah dinyatakan sesuai oleh petugas baru dilakukan pengambilan darah.

“Tidak semua yang  datang bisa melakukan donor dorah. Pendonor harus dalam kondisi prima tekanan darah dibawah 150 dan beberapa persyaratan kesehatan yg sudah ditentukan oleh PMl,” imbuhnya.

Salah satu pendonor, Icha warga Klodangan menceritakan pengalamannya mengikuti donor darah untuk pertama kalinya.

“Awalnya takut melihat jarum tranfusi. Tapi ketika jarum ditusukkan tidak  sakit hanya seperti digigit semut. Jugam pada saat proses pengambil darah tidak merasakan sakit apalagi bisa sambil main Handphone,” ungkap Icha.

“Keuntungan ikut donor bisa tahu golongan darah serta kesehatan tubuh,  bisa membantu orang lain. Juga mendapatkan goodybag yang berisi minuman suplemen dan snack,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




DWP Kabupaten Sleman Gelar Layanan Papsmear dan Palpasi Payudara Gratis

Sleman – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) 2023, DWP Kabupaten Sleman menggelar skrining kanker serviks melalui kegiatan layanan papsmear dan palpasi payudara, di kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Selasa (28/11/2023).

Pemeriksaan papsmear kali ini bekerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Sleman, Parahita Diagnotic Center, serta BPJS Kesehatan. Kegiatan tersebut menyasar para pengurus Dharma Wanita Kabupaten Sleman, serta anggota DWP dari masing-masing OPD Pemkab Sleman, hingga tingkat Kapanewon.

Ketua panitia HUT DWP Kabupaten Sleman, Widyawati mengatakan skrining serviks dengan pemeriksaan papsmear tahun ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Dharma Wanita, yang bertujuan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi infeksi kuman atau jamur, dan pendeteksian perkembangan sel kanker payudara.

“Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan kesadaran wanita akan arti pentingnya kesehatan organ kewanitaan yang mungkin masih jarang yang mau, belum sadar betul betapa pentingnya organ dalam,” katanya.

Mengingat masih banyak perempuan usia 30-50 tahun yang sudah menikah, namun belum melakukan papsmear dengan alasan takut dan malu. Sedangkan papsmear memilki banyak manfaat khususnya bagi perempuan.

“Karena selama ini kalau ditanya, banyak yang belum melakukan papsmear, alasannya salah satunya adalah takut, dan kedua malu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widyawati menuturkan dengan dilangsungkannya layanan papsmear dan palpasi payudara tahun 2023, diharapkan kesehatan tubuh terus meningkat dan kegiatan papsmear akan tetap ada ditahun-tahun selanjutnya. 

“Harapannya dari hasil pemeriksaan semuanya sehat tidak ada yang sakit. Kemudian semoga acara papsmear ini tidak hanya berlangsung sekarang saja tetapi beberapa tahun kemudian. Alangkah baiknya kalau sudah diketahui dari awal. Jadi acara ini saya harapkan bisa berlanjut demi kesehatan kaum wanita,” tutupnya.

Kegiatan ini sendiri diikuti oleh total peserta papsmear sebanyak 65 orang, dan total test deteksi kanker payudara ada 30.




Sukses Terapkan 9 Tatanan, Kabupaten Sleman Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Katergori Wiwerda

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam sektor Kesehatan. Untuk ketiga kalinya, Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Sehat atau Swasti Saba kategori Wiwerda. Bertempat di Grand Ballroom Kempinski Jakarta Pusat, piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Selasa (28/11).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa pada tahun 2023 ini merupakan kali ketujuh keikutsertaan Kabupaten Sleman dalam penilaian Kabupaten Kota Sehat. Ia mengapresiasi jajaran Pemkab Sleman khususnya Dinas Kesehatan dan masyarakat yang terlibat langsung yakni Forum Kabupaten Sehat, Forkom Kapanewon Sehat, dan Kelompok Kerja di tingkat Kalurahan serta seluruh masyarakat Sleman yang telah bekerjasama dan berupaya mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Kota Sehat.

“Alhamdulillah pada tahun 2023 ini Kabupaten Sleman kembali meraih Swasti Saba Wiwerda dalam verifikasi Kabupaten Kota Sehat 2023. Saya sangat mengapresiasi prestasi yang diraih atas buah kerja keras jajaran Pemkab Sleman khususnya Dinas Kesehatan beserta masyarakat yang terlibat dalam mewujudkan Sleman sebagai Kabupaten Sehat,” ujar Kustini

Kustini juga berharap dengan penghargaan Kabupaten Kota Sehat ini dapat mendorong dan meningkatkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Sleman serta memotivasi seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menciptakan kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman aman dan sehat untuk dihuni.

“Saya berharap penghargaan ini dapat meningkatkan pembangunan kesehatan serta memotivasi seluruh jajaran Pemkab Sleman dan masyarakat untuk menciptakan kondisi Kabupaten/Kota bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni melalui terlaksananya program-program kesehatan sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama yang turut mendampingi Bupati Sleman menjelaskan awal pelaksanaan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat diselenggarakan dalam 9 tatanan yakni Kehidupan Masyarakat dengan lokus Girikerto Turi, Pemukiman Fasilitas Umum di Masjid Agung Sleman dan kantor DPMPTSP, Satuan Pendidikan di SD Percobaan 2 Depok, tatanan Pasar di Pasar Gentan, kemudian tatanan Perkantoran dan Perindustrian di UMKM Sweet Sundae, Pariwisata di Desa Wisata Pancoh dan Tebing Breksi, Transportasi dan Tertib Lalin di Terminal Condongcatur, Perlindungam Sosial di Kalurahan Girikerto dan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana juga di Girikerto.

“Dalam verifikasi Kabupaten/Kota Sehat, Kabupaten Sleman telah melaksanakan beberapa tahapan verifikasi antara lain persiapan dan koordinasi dengan Tim Pembina, pengumpulan dan bedah dokumeb, pelaksanaan verifikasi lanjutan secara daring, dan kunjungan lapangan oleh Tim KKS Pusat,” jelasnya

Acara Malam Penganugerahan Swasti Saba juga turut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Menkes mengatakan migrasi perpindahan orang dari desa ke kota tidak terelakan. Dengan kepadatan kota yang bertambah disertai faktor perubahan iklim, kasus kesehatan pasti akan bertambah.

Oleh karenanya, ia mengingatkan Kepala Daerah menjaga kebersihan, memperbaiki sarana prasarana, dan mencipatakan kondisi lebih baik agar masyarakat aman, nyaman dan terpenting sehat terhindar dari penyakit menular dan tidak menular serta penyakit jiwa.

“Selamat kepada Kepala Daerah yang berhasil lebih baik dari yang lain dalam menyehatkan warganya dan berkomitmen mewujudkan Kabupaten/Kota yang sehat,” kata Budi