Pembinaan Aparatur Panwaslu Gamping Tingkatkan Kinerja Efektif dan Berintegritas

Dalam Upaya meningkatkan kinerja yang efektif dan berintegritas di lingkungan kerjanya menjelang tahapan kampanye pemilu 2024, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping menggelar kegiatan Pembinaan Aparatur Pengawas Pemilu yang dilaksanakan di Restoran Taman Pringsewu, Sendangadi, Sleman, Rabu, (8/11/2023).

Kegiatan dihadiri oleh Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Antonius Hery Purwito, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Bambang Nurdianto mewakili Panewu Gamping, Wakil Komandan Koramil 17 Gamping, Kapten (Inf) Wahyani, Panit Intelkam, Aiptu Eko Familiyanto mewakili Kepala Polsek Gamping, Panwaslu Kelurahan/Desa, Lurah, Jagabaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa se-Kapanewon Gamping, serta Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Dewanto Tri Nugroho dan Seluruh Staf Kesekretariatan.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman, Antonius Hery Purwito menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik terselenggaranya kegiatan pembinaan aparatur pengawas pemilu di wilayah Kapanewon Gamping mendekati masa kampanye tanggal 28 November 2024 mendatang. Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menerima materi yang dipaparkan oleh narasumber sehingga dapat bertambah wawasannya khususnya berkaitan dengan pengawasan pada tahapan kampanye.

”Menghadapi masa kampanye pemilu 2024, sebagai pengawas pemilu perlu menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan stake-holder dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya agar seluruh permasalahan yang dihadapi dapat ditemukan solusi penyelesaiannya,” tutur Hery.

Sementara dalam pemaparan materinya, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kecamatan Gamping, Rahmat Mulyo Hartono, bersama Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko menekankan demi menghadapi tahapan kampanye pemilu maka Panwaslu Kecamatan perlu membuat identifikasi dan pemetaan potensi pelanggaran dalam tahapan Kampanye Pemilu di wilayah kecamatan, menentukan fokus pengawasan, melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan instansi pemerintah daerah di wilayah kecamatan, serta melaksanakan pengawasan secara langsung.

“Selain itu, Panwascam harus bisa menganalisa data yang didapatkan dalam pelaksanaan pengawasan tahapan Kampanye Pemilu, dan melakukan penelusuran dan/atau investigasi jika terdapat dugaan pelanggaran dalam tahapan kampanye pemilu,” tegas Adnan.

Ia menambahkan, Pengawas pemilu sesuai dengan kewenangannya masing-masing melakukan pengawasan terhadap pemberitaan dan penyiaran kampanye pemilu yang dilakukan peserta pemilu melalui media massa cetak, media daring, media sosial, dan lembaga penyiaran.

“Bawaslu sesuai dengan kewenangannya masing-masing juga melakukan pengawasan pemberitaan dan penyiaran yang dilakukan oleh partai politik peserta pemilu sebelum dimulainya masa kampanye pemilu, serta melakukan pemantauan dan tindak lanjut terhadap tren negatif pemberitaan dan penyiaran melalui media massa cetak, media daring, media sosial, dan lembaga penyiaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Lurah Condongcatur Luncurkan Gedung Sains SMP dan SMA Sains Al-Qur’an Yogyakarta

Sleman – Lurah Condongcatur bersama Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Wahid Hasyim dan General Manager Yayasan Wahid Hasyim Yogyakarta melakukan seremonial Peluncuran Gedung baru Sains SMP-SMA Sain Al Qur’an Yogyakarta. Peluncururan ditandai dengan pemotongan pita launching pemakaian bangunan Gedung baru di komplek Kampus 3 PP. Wahid Hasyim, Yogyakarta, Selasa (7/11/2023).

Dalam sambutannya, Pengasuh PP. Wahid Hasyim, Jalal Suyuthi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lurah Condongcatur yang telah memprakarsai Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk memberikan dukungan penuh pada Pondok Pesantren Wahid Hasyim, baik berupa peminjaman lahan sebagai fasilitas pendidikan pesantren maupun bantuan yang lainya

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan dukungannya pada pesantren  yang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang kebetulan berada di wilayah Kalurahan Condongcatur yang mempuyai ribuan orang santri.

Reno berharap, Pondok Pesantren ini Wahid Hasyim dapat bermanfaat bukan hanya pada masyarakat Condongcatur tapi juga kepada Bangsa Indonesia.

“Kami bangga di wilayah Condongcatur ada Pondok Pesantren yang betul-betul merupakan perwujudan dari sebuah desa yang ada di kota yang luar biasa, mempunyai 2700 santri dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut merupakan sebuah kepercayaan dari masyarakat luas kepada Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta  memberikan Amanah putra putrinya belajar, menimba ilmu agama yang nantinya menjadi kebangaan orangtunya dan daerahnya masing-masing,” tukas Reno.

Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Reza Jauharul Alam, menjelaskan  SMP-SMA Sains Al-Qur’an merupakan Lembaga Pendidikan Islam Modern Berbasis Pesantren dengan Pendidikan yang mengedepankan Sains, Al-Qur’an dan Multimedia yang dikelola dengan Standar Internasional. Sekolah ini memiliki 6 program unggulan pendidikan pesantren yaitu Pendidikan Kepribadian (Akhlaqul Karimah), Tahfidz Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Kajian Literatur Pesantren, Penanaman Leadership dan Program Percepatan Pendalaman Kitab Kuning dengan Metode “Talfif”

“Sholat berjamaah merupakan salah satu kegiatan rutin harian yang dilaksanakan oleh seluruh siswa-siswi SMP-SMA Sains Al-Qur’an dengan didampingi oleh pembina asrama dan juga guru-guru dalam pelaksanaannya, SMP – SMA Sains Al-Qur’an merupakan Sistem Pendidikan Terbaik untuk Generasi Milenial, Kreatif, Inovatif, Berintegritas, dan Mengglobal,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




DPR RI Fasilitasi KIE Obat dan Makanan di Margomulyo

Sleman – Bertempat di Gedung Serba Guna Kalurahan Margomulyo Seyegan Sleman, Selasa (7/11/2023) diadakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE ) Obat dan Makanan.

Kegiatan ini difasilitasi dengan dana pokir Sukamto, anggota Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) D I Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini sendiri adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan, manfaat dan mutu produk obat dan makanan.

Dihadiri oleh sekitar 350 tokoh masyarakat dari wilayah Sleman Barat, acara ini menghadirkan Kepala BPOM DIY dan juga Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Subagyo Rahayu, Kepala Jawatan Sosial mewakili Panewu Seyegan berharap dengan kegiatan ini, peserta mendapat bekal ilmu yang cukup untuk lebih berhati hati dalam mengkonsumsi makanan dan obat. Terlebih pada akhir akhir ini masyarakat yogyakarta dihebohkan dengan “kripik Pisang Narkoba”.

Dra. Dwi Cahyonowati, Apoteker, dari  BPOM DIY, yang menjadi narasumber menyampaikan materinya berkenaan dengan Produk yang diawasi oleh BPOM yaitu Produk Terapedik (obat dan bahan obat), kosmetik dan Produk Komplemen.

Dwi juga mengingatkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap Pengawasan obat dan makanan adalah pemerintah (pengawasan komprehensif/menyeluruh), pelaku usaha ( produsen) dan masyarakat sebagai konsumen cerdas.

Mengenai konsumen cerdas ini, Dwi mengajak masyarakat sebagai konsumen untuk melakukan “CEK KLIK”, yaitu suatu langkah pengamanan sebelum mengkonsumsi obat maupun makanan. Langkah cerdas yang harus dilakukan adalah cek kemasan makanan atau obat, cek label yang merupakan informasi terhadap kandungan obat dan makanan, cek izin edar, yang dapat menghindarkan diri dari peredaran obat palsu dan cek kadaluarsanya untuk menentukan masih layak tidaknya obat/makanan dikonsumsi.

Dwi juga menerangkan tentang penggolongan obat yaitu obat keras, obat bebas terbatas, obat bebas dan narkotika.

“Ada tanda-tanda yang dicantumkan pada kemasan obat yang harus diketahui oleh masyarakat selaku konsumen sehingga tidak salah dalam memilih obat,” terangnya.

Lebih jauh, Dwi memberi Tips untuk terhindar dari obat palsu antara lain membeli di apotik/toko obat, jangan tergiur dengan harga murah, dan bertanya tentang obat yang dibeli kepada apoteker atau apotik.

Selain obat Kimia, Dwi juga menyampaikan tentang penggolongan obat Tradisional yang terdiri dari jamu, obat herbal terstandar dan Profarmaka (obat tradisional yang diproduksi dengan alat modern). Yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah nomor izin edar obat tradisional.

Pada kesempatan tersebut, Dwi  memberikan contoh obat tradisional yang beredar di masyarakat yang kandungan bahannya sangat berbahaya dan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan konsumen. Untuk obat tradisional ini, Dwi juga memberikan tips untuk terhindar dari obat tradisional berbahaya.

Selain obat kimia dan tradisional, Dwi juga mengulas tentang produk kosmetika yang beredar di pasaran dan mengajak peserta KIE untuk cerdas dalam memilih produk kosmetik. Di bagian akhir, Dwi juga menyinggung tentang hubungan antara stunting dan keamanan pangan mengingat angka stunting masih cukup tinggi

Dengan rambu rambu pengawasan obat dan makanan yang telah dipaparkan, Dwi berharap makanan yang sehat, obat yang bermutu menjadi pilihan terbaik untuk menekan angka stunting di Indonesia.

“Adapun kiat yang bisa dilakukan adalah waspada terhadap produk makanan dan obat dengan cara mudah cek nomor izin  edar dan informasi obat dan makanan,” tutup Dwi.

Sukamto, dalam menutup kegiatan tersebut menyampaikan kepada tokoh masyarakat untuk tidak bosan bosan menerima ilmu dalam rangka peningkatan kapasitas utamanya bidang kesehatan. Pada kesempatan itu, turut dihadirkan peserta USEP (Usaha Ekonomi Produktif) dari 5 kelompok yang ada di wilayah Seyegan dan melaporkan perkembangan dananya yang telah berkembang dari 30 juta menjadi 45 juta, 50 juta bahkan USEP Ngino dananya telah berkembang mencapai 100 juta. Meskipun demikian ada juga Usep yang dananya tidak berkembang alias macet.

Selain itu dari kelompok Gapoktan juga melaporkan telah menerima kucuran dana Pokir dari H. Sukamto dalam bentuk RJIT (Rehab Jaringan Irigasi Tersier) dengan nilai program sebesar 200 juta untuk masing masing Gapoktan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Aplikasi Simantab Milik BPBD Sleman Berhasil Raih Penghargaan Bhumandala

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mendapatkan penghargaan Bhumandala tahun 2023 dari Badan Informasi Geospasial (BIG) atas inovasi pemanfaatan informasi geospasial dalam bentuk aplikasi informasi kebencanaan (SIMANTAB).

Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Deputi Infrastruktur BIG, Ibnu Sofyan kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan Bhumandala Award 2023 bertempat di Discovery Kartika Hotel, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (6/11).

Sebelumnya, inovasi SIMANTAB milik BPBD Sleman ini telah melalui tahap penjurian bersama 70 inovasi lain yang diajukan oleh Kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah. Setelah dilakukan penilaian tahap I oleh dewan juri pada tanggal 7 September 2023, terpilih 6 (enam) finalis untuk setiap kategori kementerian/lembaga, provinsi, kabupaten, dan kota.

Inovasi SIMANTAB  menjadi salah satu dari 6 finalis terbaik dari hasil penilaian tahap pertama dan Sleman berhasil mendapatkan penghargaan Bhumandala Ariti (Medali Perunggu) untuk kategori Kabupaten.

Kepala Pusat SKIG,  sekaligus ketua penyelenggara Bhumandala Award 2023, Sumaryono menyampaikan bahwa pemberian penghargaan Bhumandala bagi inovasi pemanfaatan informasi geospasial ini sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi lembaga, kementerian dan pemerintah daerah yang berkontribusi dalam pemanfaatan informasi geospasial.

Ia juga menjelaskan bahwa selain sebagai apresiasi, penghargaan Bhumandala ini juga dimaksudkan sebagai kampanye secara masif pemanfaatan informasi geospasial.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo usai menerima penghargaan Bhumandala Ariti menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih oleh BPBD Sleman ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan mempermudah masyarakat dalam menghimpun informasi khususnya terkait kebencanaan.

“Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi BPBD dan seluruh instansi di Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus melakukan inovasi – inovasi sebagai upaya memajukan Kabupaten Sleman,” tutup Kustini.




FKDM dan FPK Tempel Siap Jaga Kondusivitas Sambut Masa Kampanye Pemilu

Sleman – Bertempat di Rumah Makan Embung Mororejo Kapanewon Tempel pada Selasa (7/11/2023), Forum Kewaspadaan Dini Masyakarat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) kembali menegaskan komitmen bersama untuk melakukan pencegahan dini terjadinya benturan sosial di masyarakat, terutama menjelang masa kampanye pemilu.

Hadir dalam kesempatan ini Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti, Kepala Jawatan Keamanan Supardi,  beserta staf pendukungnya, serta dihadiri lengkap jajaran pengurus FKDM dan FPK se Kapanewon Tempel mewakili 8 Kalurahan.

Supardi menyampaikan bahwa konsolidasi saat ini merupakan sebuah langkah antisipatif terhadap segala kemungkinan terkait informasi yang berkembang, serta guna memetakan daerah rawan konflik selama proses tahapan kampanye berlangsung.

“Jelang kampanye serentak yang sesuai jadwalnya tanggal 28 Nopember 2023, FKDM dan FPK harus bersama-sama mencermati dan mendeteksi segala kemungkinan yang akan terjadi di masyarakat Tempel. Selain itu, anggota FKDM dan FPK juga harus bisa menyosialisasikan informasi mana saja yang benar atau tidak, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supardi.

Sementara itu, Panewu Anom Dyah Purwanti menjelaskan bahwa sampai saat ini kondisi dan situasi di Kapanewon Tempel masih kondusi. Dirinya berharap,  dengan peran serta dan kontribusi aktif ke depannya tetap bisa dijaga situasi seperti ini, meskipun ada beberapa kejadian yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

“Untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan kampanye sampai nanti di hari pemungutan suara,  ada beberapa kerawanan yang perlu dicermati bersama, diantaranya kampanye hitam, politik uang, netralitas ASN bagi peserta pemilu , pendukung, maupun penyelenggara pemilu,” ujar Dyah.

Dyah menekankan bahwa dalam menciptakan rasa aman bukanlah tugas aparat keamanan saja, namun juga perlu sinergitas dari semua pihak agar terwujud keberaturan sosial pada sistem demokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah Kapanewon Tempel.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergitas bersama dalam rangka melakukan deteksi dan cegah dini terhadap segala potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan pada penyelenggaraan kampanye serentak untuk pemilu tahun 2024 di Kapanewon Tempel,” pungkas Dyah. (Sbd/KIM Tempel)