Masuk Kalender Internasional, Sleman Temple Run Diharap Dapat Tingkatkan Kunjungan Turis Mancanegara

Sleman – Sleman Temple Run yang ke-8 kembali digelar pada Minggu (5/11) bertempat di Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman. Event sport tourism yang diadakan cukup meriah ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Danang mengikuti fun run untuk kategori 5K. Ia juga mengaku senang sebab antusias masyarakat begitu besar dalam event yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini. Menurutnya sport tourism ini berdampak positif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman. 

“Yang spesial dari Sleman Temple Run ini kan rutenya melewati destinasi wisata candi. Jadi sekaligus memperkenalkan objek wisata yang ada ada di Sleman. Saya harap untuk tahun depan pesertanya tambah banyak lagi,” ungkapnya.

Sementara Ishadi Zayid, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 1260 peserta. Diantaranya terdapat 32 peserta yang berasal dari 22 negara asing dari seluruh penjuru dunia.

“Ini dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori 5K, 15K dan 30K,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Sleman Temple Run telah terdaftar dalam event internasional ditandai dengan dimasukkannya Sleman Temple Run dalam kalender International Trail Running Association (ITRA).

Hal ini tak lepas dari keunikan rute yang dilewati pada event Sleman Temple Run ini. Rute Sleman Temple Run melintasi sejumlah candi di wilayah Bokoharjo, Kabupaten Sleman, diantaranya Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Arca Gupala, dan objek wisata lainnya.




Gandeng 954 Penyedia, Wabup Sleman Buka Kegiatan Temu Bisnis UMKM Mbizmarket

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Temu Bisnis UMKM dengan Mbizmarket pada Jumat (3/11). Sebanyak 48 penyedia hadir memperkenalkan produknya di Halaman Pendopo Parasamya Sleman. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara simbolis.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan apresiasi pelaksanaan Temu Bisnis UMKM dengan Mbizmarket yang dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan produk UMKM. Di samping itu, dengan kegiatan ini dapat memberi wawasan dan pengetahuan terkait proses pengadaan barang/jasa melalui toko daring.

Danang menambahkan, event ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya pengadaan langsung. Danang berharap, keberadaan Mbizmarket dapat mendukung upaya Pemkab Sleman dalam menjembatani kebutuhan pemerintah akan proses transaksis non tunai sekaligus mendorong peningkatan UMKM.

“Kita tentunya mengharapkan setelah kegiatan ini jumlah penggunaan produk dalam negeri, produk lokal UMKM, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui Mbizmarket semakin meningkat, baik nilai transaksi, variasi produk dan mitra penyedianya,” ujar Danang.

Ketua Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Sleman, Mae Rusmi, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan penyedia Mbiz dengan calon pembeli atau pada hal ini disasar kepada OPD di Kabupaten Sleman. Sehingga diharapkan transaksi melalui Mbiz market dapat meningkat.

“Sampai dengan akhir 2023 ini sudah ada 954 penyedia yang bergabung dalam Mbiz. Angka ini luar biasa, dan kami harap dapat membantu pembeli atau OPD untuk memenuhi kebutuhannya,” jelas Mae Rusmi.

Hingga saat ini potensi UMKM yang ada di Sleman ini sebanyak unit. Dari jumlah tersebut sebanyak UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman. Dengan potensi tersebut, Mae Rusmi berharap Temu Bisnis UMKM dengan Mbizmarket dapat dimanfaatkan sebagai sarana diskusi, untuk meningkatkan kualitas produk sehingga UMKM di Sleman.




Buka Gebyar Batik Sleman 2023, Bupati Harap Batik Sleman Semakin Dikenal

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membuka Gebyar Batik Sleman 2023, Kamis (2/11), bertempat di Jogja City Mall, Mlati, Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman ini dalam rangka Hari Batik Nasional.

Dalam sambutannya, Kustini menyambut baik diadakannya event Gebyar Batik Sleman ini. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk batik Sleman kepada masyarakat luas. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian bagi para pengrajin batik di Kabupaten Sleman.

“Untuk itu harus ada kolaborasi dari berbagai pihak. Antara pemerintah, pengrajin batik dan masyarakat harus berkolaborasi,” ucapnya

Sementara Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Jogja Internasional Batik Biennale (JIBB) 2023, yang mendukung secara berkelanjutan penetapan Daerah Istimewa Yogyakarta oleh World Craft Council (NCC), sejak tahun 2014, sebagai Kota Batik Dunia. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendukung promosi dan pemasaran batik khas Sleman.

“Ini juga untuk melestarikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) (intangible cultural heritage) Indonesia yang telah diakui UNESCO, yaitu batik, kepada lintas generasi,” jelasnya.

Nyudi Dwijo Susilo selaku ketua panitia acara tersebut mengatakan Gebyar Batik Sleman ini dilaksanakan di JCM, mulai hari Kamis tanggal 2 November 2023 sampai dengan hari Minggu tanggal 5 November 2023, pukul WIB sampai 22:00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 43 stan IKM Sleman yang terdiri dari 22 stan IKM batik, 6 stan IKM fashion, dan 15 stan IKM kerajinan.




Pemkab Sleman Dukung Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kegiatan sosialisasi penerbitan surat rekomendasi terbaru terkait pembelian BBM bersubsidi, bertempat di Hotel Prima SR, Kamis (2/11).

Komitmen tersebut, menurut Danang, dilakukan dengan memastikan kelompok konsumen yang berhak dapat membeli BBM bersubsidi sesuai regulasi yang berlaku.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa dalam peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 yang kini disosialisasikan, dinilai dapat mengakomodir petani dan UMKM terkait pembelian BBM jenis pertalite. Sementara dalam peraturan sebelumnya,  (BPH Migas Nomor 17 tahun 2019) hanya diatur rekomendasi bahan bakar minyak tertentu (Solar).

“Pemkab Sleman tentu berupaya merespon dengan cepat keluhan masyarakat terkait penggunaan BBM bersubsidi melalui diskusi yang kemudian menghasilkan kesepakatan. Kesepakatan ini telah tertuang melalui surat edaran 064 tahun 2022 tentang pembelian BBM jenis pertalite untuk petani dan UMKM. Namun memperhatikan peraturan yang baru (BPH Migas Nomor 2 tahun 2023), maka Pemkab Sleman akan segera menerbitkan surat edaran baru untuk mengakomodasi kelompok konsumen lebih luas,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Lembaga Penyalur BBM se-Kabupaten Sleman ini, Danang menyebut, ke depannya, para petani dan UMKM pengguna BBM baik jenis Solar maupun Pertalite, bisa mendapatkan surat rekomendasi dari sejumlah instansi yang berwenang di wilayahnya masing – masing.




Perikanan Sleman Go Digital

Sleman- Panen Raya Pembudidaya Ikan Go Digital merupakan rangkaian dari kegiatan Transformasi Digital di Sektor Perikanan yang berlangsung pada hari, Kamis (2/11/2023) di Pokdakan Mina Taruna Pasar Garongan, Dusun Garongan, Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman menjadi salah satu lokasi penerapan adopsi teknologi go digital berbasis teknologi Internet of Thing (IoT) microbubble. Dengan adanya kemajuan teknologi digital ini masyarakat diminta memanfaatkan untuk meningkatkan kesehateraan.

“Mendorong masyarakat di Kabupaten Sleman mengadopsi teknologi digital dalam kegiatan usaha termasuk dalam bidang perikanan hingga mampu menghasilkan lebih optimal budidaya perikanan,” imbuhnya.

Chief Operation Officer Banoo, Azellia Alma Shafira mengatakan bahwa Starup Perikanan Banoo telah melakukan survey untuk menyesuaikan kebutuhkan masyarakat khususnya di sektor perikanan dan melakukan tindak lanjut sekitar 6 bulan yang lalu.

“Banoo menggunakan alat aerator sebagai pemanfaatan teknologi Internet of Thing (IoT). Alat ini bisa dioperasikan secara otomatis memberi sinyal kepada banoo untuk menghidupkan jika kadar oksigen yang terlarut dalam kolam dibawah 2 ppm dan mematikan bila kadar oksigen yang terlarut dalam kkolam sudah mencapai stabil 6 ppm untuk membantu meningkatakan kualitas dan kuantitas dalam budidaya perikanan,” jelasnya.

Pembudidaya Ikan, Martin mengatakan kelebihan dari adanya teknologi banoo dapat sekaligus melemparkan dua dalam setiap dalam gerakan yaitu air itu sendiri dan oksigen. Menggunakan teknologi bubble, teknologi yang bisa sekaligus mendistribusikan dua kebutuhan ikan.

“Bedanya dengan kincir, kalau kincir dia hanya mengambil air dan dilemparkan menjadi semacam gelombang saja,” tambahnya.

Martin menjelaskan bahwa produktifitas setelah menggunakan teknologi banoo meningkat sekitar 30% dari rata-rata, tanpa teknologi. Apalagi dengan kondisi sekarang yang mengalami kemarau akan menyebabkan terjadinya penurunan debit air yang secara otomatis berdampak pada kebutuhan oksigen terlarut dalam kolam ikan pasti tinggi.

“Alat ini membantu air dan kolamnya menjadi sangat layak untuk digunakan dalam proses pembudidayaan produksi ikan,” tuturnya.

“Harapannya, dengan adanya teknologi ini masyarakat lebih banyak belajar, tidak mudah merasa puas dan lebih inovatif lagi dalam peningkatan secara teknologi,” imbuhnya. (Rep Raya)