SMP Negeri 2 Tempel Deklarasikan Diri Sebagai Sekolah Anti Kekerasan

Sleman – Sekolah sebagai tempat belajar harus terhindar dari segala bentuk kekerasan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.  Peserta didik dapat belajar dengan nyaman, demikian juga guru dan pegawai dapat bekerja secara optimal. 

“Kami mengajak seluruh civitas akademik mendeklarasikan bahwa sekolah kami anti segala bentuk kekerasan,” papar Khasbi Hamdan, Kepala SMP Negeri 2 Tempel saat Acara Deklarasi Anti Kekerasan di SMP Negeri 2 Tempel pada Rabu (1/11/2023). 

Khasbi berharap suasana di sekolah yang ia pimpin menjadi aman dan nyaman untuk belajar dan bekerja. 

Deklarasi dihadiri pengurus komite, kepala kepolisian sektor Tempel, perwakilan wali murid, seluruh siswa serta guru dan pegawai.  Bahkan pengurus OSIS yang baru saja dilantik pun juga turut melakukan deklarasi dengan membawa poster-poster.

“Kami keluarga besar SMP Negeri 2 Tempel Berikrar untuk menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan,” demikian bunyi deklarasi yang dibacakan oleh Khasbi, yang kemudian ditandatangani oleh kepala sekolah, komite, guru-guru serta perwakilan orang tua/wali peserta didik. 

“Kekerasan yang dimaksud dan harus dihindari adalah tindak bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi,” ujar Khasbi.

Sudarisman selaku Ketua komite sekolah menyambut baik dan mengapresiasi upaya sekolah dengan deklarasi anti kekerasan ini. 

“Kami mendukung deklarasi karena bertujuan mulia, pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan. Dengan adanya deklarasi, diharapkan sekolah akan semakin kondusif, aman dan nyaman untuk belajar mengajar dan bekerja bagi pegawai,” lanjut Sudarisman.

Dalam kegiatan tersebut seluruh civitas akademik mengenakan baju adat tradisional serta pentas seni.  Para siswa secara berkelompok membawa poster-poster anti bullying, yang mereka persiapkan beberapa hari sebelumnya secara berkelompok. 

“Anak-anak merasa senang dan bersemangat sejak menyiapkan poster hingga pelaksanaan,” kata Kenny Lindiawati salah satu guru yang juga wali kelas VIII. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kalurahan Margorejo Salurkan BLT-DD Tahap ke-10 dan ke-11 Tahun 2023

Margorejo  –Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap 10-11 tahun 2023 di Aula Kantor Kalurahan Margorejo, Kamis (02/11/2023).

Penyaluran BLT-DD ini dipimpin langsung oleh Kamituwa Kalurahan Margorejo, Anwar Ihsani. Sebanyak 39 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ) menerima bantuan BLT DD untuk tahap ke 10 dan 11.

Anwar Ihsani, seusai kegiatan penyaluran menyampaikan bahwa penerima BLT-DD tahap 10 dan 11 ini berjalan lancar sesuai jadwal.

“Untuk penyaluran BLT Dana Desa tahun ini merupakan perwujudan dari salah satu prioritas dari Dana Desa tahun 2023,” terang Anwar Ihsani.

“Saya berharap bantuan BLT DD tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” imbuhnya. (sbd/KIM Tempel)




Panwaslu Depok Harap Perbedaan Pilihan Tak Cederai Persaudaraan Masyarakat

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo mengungkapkan bahwa perbedaan pilihan dan sikap dalam pemilihan umum merupakan hal yang lumrah.

Namun, diharapkan Adihanto, perbedaan itu tidak terus memecah-belah kesatuan bangsa Indonesia. Sebab, pada dasarnya tujuan pemilu adalah mencapai masyarakat yang demokratis, adil, makmur, dan berkeadaban.

“Dalam pemilu nanti, perbedaan pilihan dan sikap masti ada, namun mari kita ciptakan kedamaian di warga sini, kita hormati pilihan kita masing-masing, agar tidak terjadi sesuatu yang menimbulkan putusnya tali silaturahmi antarsesama,” ujar Adihanto dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama warga Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (1/11/2023).

Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Barokah itu, Adihanto menggambarkan bangsa sebagai sebuah keluarga yang di dalamnya bisa terdapat perbedaan sikap dan pilihan. Namun, kata Adihanto, keluarga tersebut harus memiliki semangat gotong-royong untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis menuju masyarakat adil dan makmur.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi itu menegaskan, dalam proses pemilu, setiap orang memiliki kemerdekaan yang tidak boleh diintervensi oleh siapa pun.

“Di sini bukan persoalan siapa yang kita pilih. Siapa pun boleh memilih siapa atas pertimbangan masing-masing, tanpa harus ada paksaan dari siapa saja,” sambung Adi.

Adihanto mengingatkan bahwa pesan itu juga pernah disampaikan oleh Soekarno dalam konteks penyelenggaraan pemilu pertama di Indonesia. Lanjut Adihanto, Soekarno pernah menekankan, siapa pun yang terpilih dalam pemilu, tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Adihanto juga berharap agar pesta demokrasi hendaknya mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam berkompetisi di Pemilu 2024.

Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari Soekarno yang senantiasa mendorong persatuan dan kesatuan bangsa meski harus berkompetisi dalam Pemilu 1955. Dalam beberapa pamflet yang berhasil ditemukan dalam kampanye Pemilu 1955, Bung Karno pernah mengatakan bahwa, “Pemilihan Umum jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia.”

Adihanto turut menyerukan agar peserta pemilu dan pendukungnya untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai, jangan ada konflik yang mengarah pada perpecahan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Sarjana Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa Soekarno juga pernah menggelorakan semangat pengawasan pemilu sejak Pemilu 1950. Adihanto mengisahkan hal itu disampaikan Sukarno pada 21 Februari 1949 di Bangka.

“Presiden Soekarno pernah menyatakan bahwa untuk dibentuk organisasi yang memimpin dan mengawasi pemungutan suara. Namun kita tahu konteksnya bahwa pemilu bukan hanya saat pemungutan suara namun keseluruhan tahapan pemilu,” tegasnya, dengan bangga.

Dalam kesempatan itu pula, Adihanto meminta kepada audiens untuk berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di wilayahnya.

“Politik uang masih sangat tinggi di wilayah kita. Dan, kami Panwaslu Depok selalu berharap kepada semua untuk memerangi praktik tidak baik itu, dan apabila menemukan di sekitar kita, segera laporkan ke kami,” pintanya, mengakhiri. (Athiful/KIM Depok)




Akreditasi SD Muhammadiyah Sidomulyo, Proses Evaluasi Kualitas Pendidikan  

Sleman – SD Muhammadiyah Sidomulyo menjalani proses akreditasi yang dipimpin oleh dua asesor, yaitu Supadmi Takarini, dan Pagi Nurwanto selama 2 hari yaitu Senin (30/10/2023) dan Selasa (31/10/2023). Kedatangan kedua asesor ini disambut dengan penampilan dari drumband sekolah.

Selain komite sekolah, proses akreditasi ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti Dukuh Gancahan VII, dan perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Godean, Roni Elistanto.

Dalam acara penutupan akreditasi, Kepala Sekolah Ery Chusniawati, menyampaikan kesannya bahwa akreditasi tidak semenakutkan yang dibayangkan. 

“Dengan asesor yang santun santun dan ramah-ramah, image asesor yang menakutkan itu sirna. Dan harapannya akreditasi SD Muhammaduyah Sidomulyo memperoleh A,” ujar Ery.

Menurut Ery, proses akreditasi merupakan momen penting dalam perjalanan sekolah, di mana kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa dievaluasi secara menyeluruh.

“Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa,” tambah Ery.

Dirinya berharap bahwa hasil dari evaluasi ini akan menjadi landasan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut di SD Muhammadiyah Sidomulyo.

“Proses ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan berkualitas dan menjadi lembaga pendidikan yang berdampak positif pada masyarakat setempat,” tutup Ery. (Arief Hartanto)




Tingkatkan Keterampilan, SD Negeri Jogomangsan 3 Gelar Pelatihan Ecoprint

Sleman – Untuk menambah perbendaharaan keterampilan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, SD Negri Jogomangsan 3 mengadakan Pelatihan Ecoprint dan Pengelolaan Sampah dengan menggandeng Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah. Kegiatan berlangsung dua kali pertemuan tanggal 24 Oktober dan 1 November 2023 di Kompleks SD Negeri Jogomangsan 3 Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.

Kepala sekolah SD Jogomangsan 3 Suhartati, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ecoprint dan pengelolaan sampah mendapatkan dukungan pembiayaan dari dana BOS Kinerja.

“Pembiayaan BOS kinerja itu diperoleh dari Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK),” jelasnya, Rabu (1/11/2023).

Menurut Pengawas SD Koordinator Wilayah (korwil) Kapanewon Berbah, Supriyati Basuki Rahayu,   ANBK ini menjad indikator kualitas pembelajaran satuan Pendidikan, dilakukan setiap tahun untuk siswa kelas 5 diambil secara acak oleh kemendikbudristek.  

“Sekolah yang memiliki kemajuan terbaik ANBK akan mendapatkan BOS kinerja, untuk tahun ini Berbah ada 5 Sekolah, SD Negeri Berbah 1, SD Negeri Pendemsari, SD Negeri Jogomangsan 3, SD Negeri Kranggan, SD Muhammadiyah Noyokerten,” jelasnya.

Supriyati menuturkan, Dana Bos Kinerja diperuntukkan untuk menggali bakat, mengembangkan potensi, minat dan talenta peserta didik.

“Sesuai rasanya bila SD Negeri Jogomangsan 3 menggunakan Bos kinerja untuk pelatihan Ecoprint dan pengelolaan sampah,” tambah Supriyati.

Ketua FLH Berbah Kusnadi mengatakan bahwa pelatihan pengelolaan sampah dan Ecoprint dibagi menjadi dua pertemuan. 

Pertama Selasa 24 Oktober pengelolaan sampah diikuti semua siswa dengan beberapa materi.  Kelas 1 dan 2 materi pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan. Kelas 3 dan 4 pembuatan eco enzyme. Kelas 5 dan 6 pembuatan kompos.

Pada pertemuan kedua pelatihan membuat Ecoprint diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 beserta bapak ibu guru.

“Dari FLH Berbah selalu terbuka apabila ada yang berminat untuk pelatihan atau sosialisasi tentang lingkungan terutama pengelolaan sampah,” ungkap Kusnadi.

Instruktur pembuatan Ecoprint Ari Catur Kundarwati menyampaikan bahwa Ecoprint adalah teknik menempelkan warna dari daun bunga tanaman yang bergetah/tanin.

“Dehingga  Ecoprint lebih ramah lingkungan dari pada teknik pewarnaan yang lain,” kata Ari Catur.

Dijelaskan Ari bahwa untuk proses pembuatan Ecoprint ada dua cara kukus dan pounding/dipukul.

“Untuk kali ini memakai teknik pounding sebagai media totebag bahan kain blacu. Totebag sehari sebelumnya dimordan  dan dikeringkan,” jelasnya.

Totebag disisipi bahan yang ditempel sesuai selera dan imajinasi diletakkan pada lantai yang rata di atas totebag diberi lapisan plastik baru dilakukan pemukulan menggunakan pukul dari kayu. Setelah semua warna menempel totebag di balik dibersihkan sisa daun yang menempel, ketika sudah bersih dijemur beberapa saat.

Setelah itu dilakukan fiksasi/pengunci warna dengan menggunakan cairan tawas, atau bisa juga dengan cairan tunjung.

“Tujuan fiksasi untuk mengunci warna supaya lebih lekat menempel juga warna lebih awet, bila memakai tunjung bisa memberi warna kain dasar agak tua dan daun lebih mecolok. Setelah fiksasi tinggal dijemur sampai kering, Ecoprint siap digunakan,” tambah Ari mengakhiri penjelasan dan pelatihan ecoprint. (Kusnadi/KIM Berbah)