Kuatkan Pemahaman Mekanisme PSAP, Bawaslu Sleman Gelar Rakor

Sleman – Untuk menguatkan pemahaman dan kemampuan tentang mekanisme penyelesaian sengketa antar peserta pemilu (PSAP) di wilayah kapanewon, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi penyelesaian sengketa antar peserta pemilu pada tahapan kampanye pemilu serentak tahun 2024 yang berlangsung di Griya Persada Convention Hotel and Resort, Kaliurang, Kabupaten Sleman, Minggu (10/12/2023).

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar diikuti seluruh Ketua dan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Koordinator Sekretariat dan Staf Pengelola Keuangan Panwaslu Kecamatan, Staf Teknis Sekretariat Panwaslu Kecamatan, serta Kepala Jawatan Keamanan di 17 Kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman.

Arjuna menegaskan pentingnya jajaran Panwaslu Kecamatan dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin berat ini harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman mekanisme dalam menyelesaikan sengketa antar peserta pemilu yang menjadi kewenangannya setelah mendapat mandat dari Bawaslu Kabupaten Sleman.

Guna menambah wawasan dan memantapkan langkah Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman dalam menyelesaikan sengketa antar peserta pemilu, maka Bawaslu Kabupaten Sleman menghadirkan Hifdzil Alim selaku Advokat pada Firma Hukum HICON sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang konsep dan filosofi penyelesaian sengketa pemilihan umum 2024.

Menurutnya sengketa antar peserta pemilu terjadi karena ada hak peserta pemilu yang dirugikan secara langsung oleh peserta pemilu lain pada tahapan proses Pemilu. Karenanya, jajaran Bawaslu menyelesaikan sengketa antar peserta pemilu ditempat terjadinya sengketa pada hari yang sama pada saat permohonan disampaikan.

“Demi mempercepat penyelesaian sengketa yang terjadi di wilayah kecamatan, maka Bawaslu tingkat kabupaten dapat memberikan mandat kepada panwaslu kecamatan untuk menyelesaikan sengketa di wilayah kerja masing-masing sesuai mandat yang diterima dalam bentuk surat Keputusan Ketua Bawaslu Kabupaten yang ditetapkan dalam rapat pleno setelah berkonsultasi dengan Bawaslu Provinsi,” terang Hifdzil.

Ia menambahkan, berdasarkan norma yang diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 9 Tahun 2022, perlu dipahami bahwa penyelesaian sengketa antar peserta pemilu memiliki koridor penyelesaian antara lain waktu penyelesaian harus cepat, penyelesaian sengketa antar peserta pemilu dapat dimandatkan, dimana mandat yang diberikan berhenti pada tingkat pengawas pemilu tingkat kecamatan sepanjang sengketa terjadi di wilayah kerja masing-masing Panwaslu, serta koordinasi dalam penyelesaian sengketa antar peserta pemilu karena mandat yang diberikan kepada pengawas pemilu tingkat kecamatan diperoleh dari Keputusan Bawaslu kabupaten melalui rapat pleno setelah berkonsultasi dengan Bawaslu provinsi.

“Sebagai bagian dari konsep acara cepat, penyelesaian sengketa antar peserta pemilu dirampungkan pada hari itu juga ketika permohonan diajukan. Kecuali dalam kondisi tertentu seperti letak dan akses geografis, komunikasi yang sulit, dan keadaan lain, maka penyelesaian sengketa dapat ditempuh paling lama tiga hari kalender sejak permohonan disampaikan,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Kiprah Sanggar Tari Anjani dalam Mendidik Calon Penari Masa Depan

Sleman – Sanggar Tari Anjani  yang sekretariatnya berada di Karongan RT 5 RW 12 Jogotirto, Berbah menggelar kegiatan ujian bagi siswa Sanggar pada tanggal Minggu (10/12/2023) di Pendopo Wisata Lava Bantal,  Berbah, Sleman.

Ketua penyelenggara kegiatan yang sekaligus pemilik Sanggar Anjani, Danang Anika Fajar Surya Sukro Manis menyampaikan bahwa sanggar Anjani Art Production yang didirikan bersama istrinya Ratih Dwi Anjani menggelar uji kompetensi sanggar yang ke 6 sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada wali murid dan evaluasi penyerapan materi yang sudah diberikan selama 1 semester.

“Ujian kali ini diikuti oleh 90 siswa daru berbagai tingkatkan diselenggarakan di tempat wisata Lava Bantal,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, kegiatan ujian ujian sebelumnya juga dilakukan di tempat wisata sebagai bentuk apresiasi terhadap sektor pariwisata dan mengenalkan anak tentang potensi daerah sekitar serta menarik wisatawan lokal

“Dengan adanya banyak pengunjung akan berdampak pada mental anak di atas panggung, agar terbiasa tampil dimuka umum dan memiliki keberanian serta kemandirian untuk unjuk bakat,” kata Danang yang juga merupakan Dosen UNY.

Danang bercerita bahwa Sanggar Tari Anjani Art Productions berdiri pada tahun 2016. Dalam perjalannya, sanggar ini menununjukan perkembangan yang baik serta bisa mempertahankan eksistensi  sebagai komunitas seni.

“Sehinga bisa menjadi landasan  mendapatkan legalitas dari dinas Kebudayaan  mendapatkan Nomor Induk Kelompok Budaya (NIK) pada tahun 2020 dengan perbaikan kurikulum pembelajaran Sanggar tari,”jelasnya.

Lebih lanjut, Danang menambahkan, pada tahun pertama sanggar anjani berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan, kegiatan pembelajaran seni tari diikuti oleh 20 orang siswa dengan membuka 3 kelas yakni anak putra, anak putri, dan remaja.

Seiring berjalannya waktu, minat peserta didik dari luar daerah semakin meningkat, diantaranya ada yang berasal dari Klaten, Bantul, bahkan perbatasan Kulon progo.

“Hingga saat ini siswa yang terdaftar di sanggar anjani berjumlah 100 orang siswa dengan usia 3th sampai  21 tahun sehingga  sanggar Anjani dikenal juga sebagai sanggar ramah anak,” terang Danang.

Dalam kurikulum sanggar, materi yang diberikan adalah tari klasik gaya Yogyakarta. Sistem pembelajaran yang diberikan adalah, siswa tidak hanya dididik untuk berolah seni akan tetapi dididik melalui seni, karena pada hakekatnya seni merupakan produk budaya yang terbentuk dari nilai dan norma masyarakat sejak jaman dahulu.

“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sudah sewajarnya dididik bh untuk meneruskan estafet pelestarian budaya,” tambah Danang.

Sementara itu, Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, mengatakan bahwa Sanggar Tari Anjani semakin berkembang dan pemerintah kalurahan akan selalu mendukung kegiatan. Hal tersebut terbukti dengan adanya satu proyek yang sudah dilakukan yaitu tembang kreasi yang berjudul ING JOGOTIRTO karya Arum Setiya, yang tariannya digubah dan dipersembahkan oleh Sanggar Anjani.

“Pemerintah kalurahan Jogotirto siap memberikan dukungan kegiatan seni budaya yang ada di wilayah Jogotirto. Salam budaya, lestari budayaku,” tutup Mitha.

Ketua forum budaya kapanewon Berbah Agus Marwanto menyambut baik kegiatan Sanggar Tari Anjani ini. Dirinya juga memberikan masukan agar para siswa yang belaraj dapat disisipkan edukasi tentang unggah unggah subosito, budaya adiluhung yang mulai luntur.

“Mengingat kondisi saat ini anak anak kurang mengerti cara bersikap hormat kepada yang lebih tua,” ujarnya.

“Belajar seni tari sekalian pengenalan unggah ungguh subosito dari usia dini, sehingga budaya luhur seperti ini bisa terjaga. Bila menemui masalah bisa kolaborasi dengan forum budaya kapanewon berbah,” pungkas Agus. (Kusnadi/KIM Berbah)




Peluncuran 5 Buku Semarakkan Peringatan Ulang Tahun Pasbuja Kawi Merapi Sleman

Sleman- Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi di Kabupaten Sleman mengadakan hajatan Ulang tahun ke-5 bertempat di Balai Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada Minggu (10/12/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Carik Wedomartani, Sugiman Dwi Nurseta selaku budayawan  dan penyiar RRI Yogyakarta,  perwakilan dari paguyuban serupa dari Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul serta diikuti oleh pengurus dan anggota sebanyak 70 orang.

Ketua Umum Pasbuja  Kawi Merapi Sleman Sutopo Sugihartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa paguyuban ini berdiri pada 30 November 2018. Berbagai program kegiatan dilakukan seperti workshop penulisan novel bahasa Jawa, cerita cekak, featur, dan lainnya.

“Adapun kegiatan yang merupakan kerja sama Pasbuja dengan dengan Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman adalah penerbitan majalah Memetri dan Buku Sejarah Asal usul sejarah Padukuhan. Sedangkan majalah yang diterbitkan oleh pengurus secara mandiri adalah Majalah Digital Basa Jawa Belik yg tahun ini merupakan tahun kedua,” paparnya.

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Kabupaten Sleman, Ita Kurniawati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Pasbuja dan berharap kerja sama yang baik yang telah dibangun selama ini kedepan dapat terus meningkat lebih baik lagi.

“Terutama dalam penulisan toponimi atau asal-usul nama padukuhan, kedepan dapat melibatkan generasi muda, ” kata Ita.

Helatan acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian oleh anak-anak, baca gurit oleh Ardi Susanti, macapat oleh Yohanes Siyamto, serta cerita wayang oleh Bagong Subardjo.

Momen istimewa yang  menyemarakkan gelaran tersebut adalah peluncuran 5 Buku dari anggota Pasbuja yaitu Watu Asmara yang merupakan kumpulan cerkak dari anggota Pasbuja, Prau Layar ing Kali Progo novel berbahasa Jawa karya Budi Sardjono, Malem Siji Sura, yang merupakan kumpulan cerkak karya Ngatilah, , Ensiklopedi  NamaTokoh Wayang oleh Suhindriyo, serta Keyong Mas lan Keyong Gondheng yang merupakan kumpulan cerita untuk anak karya SP. Handayani.

Akhiyadi, Ketua Panita Penyelenggara acara tersebut menyampaikan terima kasihmya kepada Pemkal Wedomartani dan berbagai pihak yang telah mendukung acara tersebut. Dirinya berharap, tahun depan lebih banyak lagi karya buku yang diluncurkan sebagai wujud nyata upaya meletarikan sastra dan budaya Jawa. ( Eny Ms/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




4000 Peserta Ikuti Fun Bike dan Senam Hari Jadi ke-77 Condongcatur 

Sleman – Memperingati HUT yang ke-77, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Fun Bike dan Senam Massal yang diikuti 4000 peserta bertempat di Lapangan Kentungan, Minggu (10/12/2023).

Sejak pukul WIB pagi, peserta yang berasal dari condongcatur sendiri maupun lainnya dari wilayah Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta bahkan dari luar daerah seperti Magelang, Klaten mulai memasuki lapangan Kentungan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang berada dibarisan paling depan memimpin Gowes bareng mengatakan acara Fun Bike dan Senam ini rutin diadakan setiap tahunya saat peringatan hari jadi Condongcatur. Kegiatan ini sebagai bentuk ajang silaturahmi bertemunya para Goweser/ Pesepeda juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat

“Selain sebagai ajang silaturahmi, kami mengajak masyarakat untuk selalu giat berolahraga, menjalin kebersamaan, guyub rukun dan menikmati hiburan dan aneka jajanan dari UMKM dan KWT untuk pemberdayaan masyarakat dengan tagline hari jadi kali ini adalah Condongcatur Semangat Baru di 77 tahunnya,” ujar Reno.

Koordinator acara Fun Bike dan Senam, Wahyu Nurendra menjelaskan dalam gelaran kali ini hadiah utama seperti tahun tahun sebelumnya berupa satu ekor Sapi, 10 Sepeda, Kulkas, Mesin Cuci, TV dan puluhan doorprize hiburan lainya

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada sposor acara ini seperti dari Bank BPD DIY, Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Pakuwon Maal, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Notaris Winahyu, Poltekes Permata Indonesia maupun semua pihak yang terlibat khususnya warga Padukuhan Kentungan yang telah membeckup acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Wahyu.

Dalam Fun Bike dan Senam ini juga diadakan Pengalangan dana kemanusiaan untuk Palestina yang terkumpul Rp. , kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Depok, Panewu Anom Kapanewon Depok beserta Muspika, BPKal Condongcatur,  Lembaga Kalurahan. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Hakordia Sedunia 2023, Kejari Sleman Lakukan Pembinaan dan Penyuluhan Hukum di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Kejaksaan Negeri Sleman dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2023 melaksanakan pembinaan penyuluhan hukum kepada Pamong Pemrintah Kalurahan Condongcatur bertempat di ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Jumat (8/12/2023).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pencegahan  Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur.

“Harapannya pamong Kalurahan Condongcatur dapat bebas korupsi dengan bekerja dan melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dan peraturan perundang undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Widagdo, menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2023 dengan tema ‘Sinergi Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju’ karena upaya pemberantasan korupsi tidak bisa berjalan sendiri

Kalurahan Condongcatur dipilih menurut Widagdo, selain sesuai dengan arahan Kejaksaan Agung agar penyuluhan hukum dilakukan di lingkungan pemerintahan kapanewon, maupun kalurahan adalah karena selama ini Kejaksaan Negeri Sleman telah bersinergi dengan Kalurahan Condongcatur.

Dengan dilakukan kegiatan ini, dirinya berharap korupsi tidak tumbuh, berkembang di pemerintahan

“Harapan kami kedepan Condongcatur kondisisnya tetap bersih, kita saling mengingatkan, jika segala sesuatu dilakukan dengan benar sesuai petunjuk aturan maka akan tetap terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat maupun investor, mereka akan tetap mendukung perangkat dan pimpinanya bertindak dan melaksanakan tugas sesui aturan yang ada dan tidak melanggar hukum, mudah mudahan kegiatan penyuluhan hukum yang singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Ko Triskie Narendra, menyampaikan materi terkait dengan kerugian keuangan negara yang diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi . (Wasana/KIM Depok)