Kapanewon Depok Tertibkan Sampah Visual

Sleman – Jawatan Keamanan Kapanewon Depok kembali menertibkan reklame, baliho, dan banner liar yang bertebaran di wilayah Kapanewon Depok Sleman, Sabtu (16/12/2023).

Penertiban sampah visual ini diikuti oleh Bhabinkamtibmas Polsek Depok Timur, Trantib Kapanewon Depok dan Panwaslu Depok.

Dalam arahannya, Kepala Jawatan Keamaan Kapanewon Depok Deni Irwandi mengatakan bahwa sesuai dengan aturan yang berlaku, baliho tidak boleh dipasang di atas trotoar, tiang PJU, tiang telepon, bahkan sampai menempel atau menancap pada pohon, serta berpotensi mengganggu rambu lalu lintas.

“Di Depok, masih banyak baliho liar yang ditancapkan di batang pohon dan tempat-tempat yang dilarang oleh aturan Peraturan Bupati Sleman, “ujarnya.

Dengan dasar itu, petugas kemudian mengambil tindakan. Sejumlah baliho tidak tertib aturan ditertibkan. Jumlahnya cukup banyak. Rata-rata, baliho yang ditertibkan itu merupakan baliho bisnis atau penjualan.

Deni menegaskan, terdapat beberapa kriteria baliho, banner, dan baliho yang akhirnya dibersihkan di sejumlah titik di wilayah Kapanewon Depok.

Diantaranya, menurut Deni, karena tidak berijin maupun sudah habis masa ijinnya, serta salah penempatan. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa memahami aturan yang harus ditegakkan.

“Pemasangannya harus ijin, sehingga tidak terjadi salah penempatan atau mengganggu fasilitas umum. Harapannya, agar jalan-jalan atau fasilitas umum tidak terlihat kumuh dan mengganggu keindahan tata kota,” jelasnya.

Deni juga mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemasangan spanduk dan baliho liar sangat diperlukan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban umum di wilayah Kapanewon Depok.

“Hal ini penting, karena masyarakat juga penting peranannya dalam membantu kami menegakkan peraturan yang berlaku,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




Mahasiswa Ilmu Komunikasi Amikom Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Sleman – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta melaksanakan Proyek Sosial berupa Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik bagi Kelompok Sampah Mandiri  (KSM) Ngudi Rejeki Jongkangan Tamanmartani, Kalasan,Sleman pada hari Sabtu, (16/12/2023) di Pendopo Masjid Nurul Iman Jongkangan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Dosen pembimbing proyek ini, Dwi Pela Agustina, yang juga sebagai dosen Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta menyampaikan bahwa proyek Sosial merupakan salah satu mata kuliah yang terdapat dalam kurikulum Ilmu Komunikasi.

“Capaiannya adalah mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan yg bermanfaat bagi masyarakat,” kata Pela.

Pada kesempatan kali ini, proyek sosial yang dilakukan mahasiswa angkatan 2021 adalah kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah organik bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga sarana belajar bagi mahasiswa melakukan kegiatan yg bermitra dengan organisasi di masyarakat salah satunya KSM/Bank Sampah Ngudi Rejeki,” tambahnya

Pada kesempatan tersebut Tim Proyek Sosial  membagikan Losida (Lodong Sisa Dapur)  sebagai salah satu alternatif alat untuk mengelola sampah  organik.

Ketua KSM Ngudi Rejeki Deppi Susialandari, mengapresiasi pihak Universitas Amikom Yogyakarta yang melakukan program kegiatan proyek Sosial di KSM Ngudi Rejeki

“Harapannya semoga menambah semangat para nasabah untuk mengelola sampah organik, menjadikan lingkungan lebih tertata dan bersih,” ujarnya

Dikatakan Deppi yang juga pengajar di SDIT Baitussalam Prambanan bahwa KSM Ngudi Rejeki telah berdiri dari tahun 2015 namun mengalami kemunduran hingga bangkit kembali tahun 2021 sampai sekarang masih berjalan.

“Dengan dukungan dari pelbagai pihak dan semangat para anggota semoga KSM Ngudi Rejeki terus berkembang untuk mengelola sampah,” tambah Deppi.

Kusnadi Ketua Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon  Berbah dalam menyampaikan materi memberikan apresiasi kepada masyarakat Jongkangan yang telah mengelola sampah lewat KSM Ngudi Rejeki

“Karena mengelola sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Kusnadi.

“Keberadaan KSM berupa bank Sampah, Sedekah Sampah, TPS3R ataupun bentuk lain menjadi sangat penting dalam pengurangan produksi sampah kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Kusnadi menuturkan, pemilihan sampah akan memberi tambahan nilai ekonomi dari jenis sampah tersebut, untuk mempermudah pengurus sebaiknya pemilahan sampah dilakukan dari sumbernya yaitu rumah tangga.

“Sesuai Surat Edaran  bupati Sleman nomor 30 tahun 2022 tentang pemilihan sampah dari sumbernya, dengan SE tersebut diharapkan bisa mengurangi residu yang dibuang ke TPA Piyungan sehingga mengurangi juga anggaran Sleman membayar restribusi ke TPA Piyungan,” tambahnya.

Kusnadi yang juga pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) SEHATI Kabupaten Sleman menambahkan bahwa pengelolaan sampah organik juga sangat penting meski sampah organik mudah terurai secara alami bila tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan bau dan pemandangan tidak sedap.

“Salah satu cara mengelola sampah organik dengan membuat jugangan seperti yang dilakukan simbah simbah kita, namun dalam kondisi sekarang susah dilakukan,” tukasnya.

“Terinspirasi dari jugangan tersebut maka saat ini banyak inovasi yang dilakukan untuk mengelola sampah organik seperti komposter, ember tumpuk, biofori, losida, Eco enzyme, budidaya Magot dan lainnya,” jelas Kusnadi.

Di akhir acara dilakukan penyerahan Losida  dari ketua kelompok proyek sosial Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Arya Dewa kepada dukuh JongkanganJongkangan Gandung Zainuri. Dilanjutkan praktik bersama membuat Eco enzyme yang terbuat dari sisa kulit buah segar yang bersih dengan dicampur bahan lain berupa molase dan air. (Kusnadi/KIM Berbah)




PKK Ngaglik Gelar Pengajian Sabtu Legi, Bahas Keistimewaan Manusia Sebagai Makhluk

Sleman – Di antara seluruh makhluk ciptaan Allah SWT, manusia adalah makhluk paling mulia, bahkan Malaikat jibril pun iri atas kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Demikian disampaikan Ustazah Masropin dari KUA Ngaglik pada Pengajian Sabtu Legi di Aula Kapanewon Ngaglik, Sleman, Sabtu (16/12/2023).

Masropin menjelaskan tentang wasiat nabi Muhammad SAW yang  tercantum pada kitab wasyiatul mustofa lewat  Sayidina Ali menjelaskan bahwa malaikat Jibril iri dengan dengan kemuliaan manusia.

“Selain karena bentuknya, manusia juga diberikan akal, pikiran, kasih sayang, cinta dan nafsu,” ungkapnya.

Di samping itu, manusia juga diberikan tujuh  keistimewaan di mana atas tujuh keistimewaan ini jika dilakukan oleh manusia maka pahalanya sangat besar yang tidak bisa dimiliki oleh malaikat.

Dari tujuh keistimewaan tersebut yang pertama diberikan petunjuk dan hidayah untuk sholat berjamaah. Dengan shalat berjamaah, maka manusia bisa mendapatkan pahala yang luar biasa banyaknya.

Yang kedua karena  manusia  diberi petunjuk dan  hidayah agar bisa berkumpul dengan orang sholeh dan para  ulama. Ketiga, manusia diberi anugrah pahala yang luar biasa ketika menjenguk orang sakit.

“Sebanyak 70 ribu malaikat mengiringi saat kita ikhlas menengok, mendoakan ataupun membantu orang yang sedang sakit, kadang malaikat juga mendoakan orang yang melakukan hal ini,” ungkap Masropin.

“Keempat, bagi laki laki muslim yang mengantarkan jenazah sampai kubur, untuk perempuan, merawat dan menshalatkan jenazah pahalanya sebesar gunung Jabal uhud,” tambahnya.

Sementara yang Kelima karena manusia diiberi petunjuk dan hidayah untuk bersedekah baik berupa materi, ataupun sedekah jariyah.

“Sedekah juga bisa mencegah balak,” tandas Bu Masropin.

“Keistimewaan keenam ketika memuliakan tetangga dengan menjaga toleransi, berbagi ataupun mengajak kebaikan juga akan mendapat kemuliaan yang tidak dapat diperoleh oleh malaikat, termasuk memuliakan anak yatim. Dan ketujuh bagi mereka yang melerai orang berselisih atau bermasalah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kapanewon Ngaglik, Eni Agung Endarto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengajian rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu Wage sebagai bagian dari program Pokja I TP PKK Kapanewon Ngaglik. Namun karena hari Sabtu Wage kemarin bersamaan dengan kegiatan lain, maka untuk bulan ini ditunda menjadi Sabtu Legi.

“Tujuan di adakan pengajian, di samping untuk menjalin silaturahmi antar jamaah juga supaya agar dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT,” tutur Eni.

“Kami berharap semoga jamaah pengajian ini semakin bertambah, dan pengajian ini dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua, di dunia ini sampai di akherat nanti,” tutup Eni (Endarwati/KIM Donoharjo)




KPU Gelar Bimtek Tungsura serta Kenalkan Sirekap

Sleman – Salah satu indikasi suksesnya Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 adalah proses pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura). Tungsura merupakan tahapan Pemilihan Presiden dan wakil presiden, serta pemilihan anggota legislatif dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota termasuk perwakilan daerah. Oleh karena itu tenaga, pemikiran, perhatian dan penyelenggaran Pemilihan Umum tahun 2024, khususnya di jajaran KPU tercurah pada kegiatan tersebut.

Pada Sabtu  (16/12/2023) pukul WIB bertempat di Hotel  Sheraton Mustika, Nayan, Maguwoharjo,  Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, dilaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) persiapan Tungsura. Kegiatan juga dijalankan bersamaan dengan pengenalan penggunaan aplikasi Sirekap bagi PPK dan PPS se-Kabupaten Sleman.

Acara ini dihadiri oleh seluruh ketua PPK dan anggota, Ketua PPS dan anggota se Kabupaten Sleman berjumlah 343 orang, serta mendatangka narasumber dari Ketua KPU DIY periode 2018-2023, Hamdan Kurniawan dan seorang dosen UIN Sunan Kalijaga,serta Peneliti PUKAT Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, Hifdzil Ali,.

Dalam uraiannya Hamdan menegaskan bahwa Setiap penyelenggara/Pelaksana Pemilu dari tingkat pusat, sampai kalurahan termasuk KPPS harus mematuhi prinsip-prinsip dasar kode etik penyelenggara Pemilihan Umum yakni  menggunakan kewenangan berdasarkan hukum, bersikap dan bertindak non-partisan dan imparsial, bertindak transparan dan akuntabel, melayani pemilih dengan menggunakan haknya, tidak melibatkan diri dengan kepentingan, bertindak dengan profesioanal, dan adsministrasi pemilu yang akurat.

“Untuk itu perlunya dilakukan mitigasi terhadap problematika yang timbul dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara, baik sebelum , saat berlangsung, sampai setelah tahapan itu dilalui,” ungkap Hamdan.

Materi kedua disampaikan oleh Nur Aan Muhlishoh, selaku Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman, mengenai Penyampaian Kebijakan secara umum dan substansi pada proses pemungutan dan penghitungan suara dan mitigasinya.

Mengingat peraturan KPU RI terkait Pemungutan dan Penghitungan Suara belum terbit, Nur Aan menyampaikan dasar-dasar kebijakan umum yang harus dipahami khusus kepada PPK dan PPS yang nanti akan memberikan bimtek ke jajaran KPPS.

Selanjutnya, Hifdhil Alim sebagai pemateri ketiga menyampaikan tentang Strategi Penyusunan Alat Bukti Perselisihan Hasil Pemilihan Umum.

Dalam paparannya disampaikan apa pengertian tentang perselisihan hasil pemilu, bagaimana mekanisme pelaporannya, alat bukti apa saja yang diperlukan, sampai dengan proses yang dilalui Mahkamah Konstitusi (MK) dalam jalannya sidang perselisihan hasil pemilu (PHPU).

Diakhir acara, kemudian diperkenalkan sebuah aplikasi yang nantinya akan digunakan KPPS untuk mengunggah hasil penghitungan suara dalam sebuah aplikasi yang bernama SIREKAP ( sistem informasi rekapitulasi ).

Aplikasi ini digunakan sebagai alat bantu mengetahui hasil perolehan suara di setiap tps untuk nanti disandingkan dengan hasil rekapitulasi secara manual dan berjenjang, mulai dari TPS, PPS, PPK kpu kabupaten, kota, provinsi sampai tingkat nasional. (sbd/KIM Tempel)




Panwaslu Depok Harap Kanal Medsos Bawaslu Dapat Minimalisir Berita Bohong

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo berharap kehadiran kanal media sosial melalui aplikasi WhatsApp dapat membantu perangi penyebaran hoaks pada saat Pemilihan Umum Tahun 2024.

Adihanto bercermin pada gelaran Pemilu 2019 lalu, yang mana penyebaran hoaks begitu masif melalui media sosial, terutama di wilayah Kapanewon Depok. Pasalnya, menurut Adihanto, terdapat kabar hoax yang berisikan pemilih dapat memilih hanya dengan KTP-el, walau dari luar propinsi menjelang pemungutan suara.

“Pada Pemilu 2019 lalu, punya pengalaman tentang berita hoax ini, bagaimana media sosial menjadi salah satu yang dituju oleh oknum untuk menyampaikan berita tidak benar,” ujar Adihanto, seolah melanjutkan, “Bahwa pemilih yang berasal dari luar daerah diperbolehkan menggunakan hak pilihnya dengan hanya menunjukkan KTP-el ke petugas KPPS. Ini sangat disayangkan, tetapi benar-benar terjadi di wilayah Depok ini,” papar Adihanto.

Dalam kegiatan Apel bersama Jajaran Sekretariat Panwaslu Kecamatan Depok, Jum’at (15/12/2023), Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi ini menekankan, kehadiran media sosial dalam mengurangi penyebaran hoaks memiliki peran cukup sentral.

Hal ini, menurut Adihanto, disebabkan pada dasarnya media sosial menjadi sebuah acuan dan juga pusat informasi yang baik dalam pemilu, terutama bagi pemilih pemula.

“Karenanya, kami berharap kepada teman-teman semua untuk lebih selektif dalam menerima informasi tentang kepemiluan. Cek dulu kebenarannya secara teliti,” paparnya.

Fitur terbaru dari WhatsApp adalah WhatsApp Channel yang memungkinkan para penggunanya untuk dapat mengikuti akun tertentu dari tokoh atau organisasi yang disukai.

Sebagai informasi, WhatsApp memberikan sebuah layanan untuk berbagi informasi resmi terkait Partai Politik dan Peserta Pemilu untuk masyarakat dan kelompok pendukung secara satu arah melalui WhatsApp Channels Bawaslu RI.

“Informasi yang dibagikan melalui Channels muncul pada menu Updates, terpisah dari obrolan dan panggilan pribadi yang tetap terlindungi dengan enkripsi end-to-end,” tukas alumnus Universitas Janabadra Yogyakarta itu.

Hal ini, ungkap Adihanto, menjadi salah satu instrumen penting bahwasanya Pemilihan Umum Tahun 2024 di wilayah Kapanewon Depok berjalan aman, damai, lancar, dan sukses. (Athiful/KIM Depok)