Implementasikan P5, SMP N 3 Tempel Adakan Gelar Karya Siswa

Sleman – Sebagai Implementasi dari pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMP Negeri 3 Tempel, Sleman, menyelenggarakan Gelar Karya Siswa pada hari Kamis (30/11/2023) bertempat di halaman SMP N 3 Tempel.

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Tempel, Kapolsek, Danramil, Kepala Yandik Tempel, Managerial Pengawas Dinas Pendidikan, Perwakilan Puskesmas Tempel 2, Lurah Pondokrejo dan Komite Sekolah SMP Negeri 3 Tempel.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tempel Dwi Utami dalam sambutannya menyampaikan bahwa  kegiatan Gelar Karya Siswa merupakan implementasi dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dwi Utami juga menambahkan bahwa gelar karya siswa, yang ditampilkan merupakan hasil karya kelas 7 dan 8. Lebih lanjut Ia menuturkan hasil karya yang ditampilkan antara lain batik tetes, kearifan lokal seni budaya, fashion show pakaian daerah, pakaian hasil daur ulang limbah, nyanyi, gerak lagu, tarian daerah dan penampilan dalang cilik siswa kela 7 SMP Negeri 3 Tempel.

“Gelar  Karya Siswa kali ini mengambil tema Kuatkan karakter siswa yang mandiri, gotong royong dan bertanggung jawab untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” papar Dwi.

Managerial Pengawas Dinas Pendikan Kabuten Sleman Warjiyanto Panca Wasono dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam kurikulum merdeka merupakan  proses tranfer teori 60 % dan 40% praktik. “Kegiatan P5 menitik beratkan pada karakter melalui pembelajaran praktik,” tutur Panca.

Panewu Tempel Agung  Dwi Maryoto, mengapresiasi gelar karya siswa ini. Dirinya juga berharap untuk tahun depan lebih ditingkatkan.

“Penampilan potensi budaya lokal sangat membanggakan, semoga para siswa lebih mencintai budaya daerah,” pungkas Agung.

Dalam gelar karya tersebut diakhiri dengan penampilan Dalang cilik Azha Faishal dan Zadquel Deo Jati Nugroho siswa kelas 7. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peringati Hari Lansia, Pemkab Sleman Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2023 dengan mengusung tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat” di Taman Lansia Ceria Bethesda YAKKUM (TLC), Pakem, Sleman, Kamis (30/11/2023). Hal ini merupakan perhatian terhadap para lanjut usia (lansia) dan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman selaku Ketua Komisi Daerah Lansia Kabupaten Sleman yang pada acara ini diwakili oleh Asisten Sekertaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Kunto Riyadi, menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa berkomitmen terhadap upaya peningkatan kualitas hidup lansia, terutama dengan Usia Harapan Hidup (UHH) yang cukup tinggi di Sleman. Berdasarkan data BPS DIY tahun 2022, UHH di Sleman mencapai 75 tahun.

“Sleman terus berupaya agar kualitas hidup, kesehatan, perekonomian, serta kemandirian para lansia berbanding lurus dengan UHH yang tergolong tinggi tersebut,” ujar Kunto.

Kunto menekanan bahwa peran aktif lansia dalam mendukung pembangunan di Sleman masih sangat dibutuhkan. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh lansia dapat menjadi tutor bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.

“Harapannya, lansia di Kabupaten Sleman tetap sehat fisik dan mentalnya, panjang umur, sejahtera, bahagia, dan tetap produktif. Dengan adanya acara ini semoga ke depannya akan terjalin kolaborasi, koordinasi, dan sinergi di antara berbagai pihak, guna membangun dan mengembangkan sistem peningkatan kesejahteraan lansia secara terintegrasi,” harapnya.

Feri Istanto, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan selain untuk memperingati HLUN tingkat Kabupaten Sleman sekaligus menjadi wadah apresiasi dan penghargaan kepada para lansia di Kabupaten Sleman, khususnya kepada kelompok binaan Dinas Sosial Kabupaten Sleman yaitu kelompok lintas generasi di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Seyegan, Pakem dan Sleman.

“Peran lansia sendiri masih terpinggirkan, belum mendapatkan banyak peran sehingga perlu diberi ruang untuk ikut serta dalam perencanaan maupun pertisipasi dalam pembangunan, terutama dalam pembangunan kesejahteraan sosial,” ungkap Feri.

Dinas Sosial Kabupaten Sleman telah memberikan peluang bagi para lansia berupa memfasilitasi keberadaan komisi lansia, bantuan sosial untuk lansia miskin atau terlantar, bantuan alat bantu untuk lansia, dan penjaminan kesehatan bersama dengan BPJS.

“Dinas Sosial Kabupaten Sleman sudah melakukan penjaminan kesehatan terhadap lansia mencapai sekitar 95%. Bantuan sosial untuk lansia yang terlantar dan miskin sudah hampir menyeluruh dan pada setiap tahunnya semakin meningkat jumlahnya. Sehingga lansia yang berada di Kabupaten Sleman ketika sudah tidak produktif paling tidak kebutuhan dasarnya diusahakan sudah terjamin oleh Pemerintah Kabupaten Sleman,” imbuhnya Feri.

Feri mengungkapkan adanya bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang setiap bulannya. Syarat penerima bantuan yaitu bukan penerima pensiunan, jika terlantar kondisinya ahli waris atau anaknya sudah tidak memberikan penghidupan yang layak, serta masuk dalam daftar keluarga miskin dan rentan.




Wujudkan Pembinaan Kekayaan Intelektual, Bappeda Sleman Serahkan Sertifikat HKI bagi UMKM

Dalam rangka pembinaan kekayaan intelektual di Kabupaten Sleman, Bappeda selenggarakan acara penyerahan sertifikat HKI bagi UMKM yang telah difasilitasi pada Kamis (30/11/2023) di Aula Bappeda Kabupaten Sleman. Acara ini dihadiri oleh sekitar 76 UMKM di Kabupaten Sleman yang telah difasilitasi pendaftaran HKI nya oleh Bappeda pada tahun 2021 dan 2022 serta beberapa Perangkat Daerah dan Kapanewon terkait.

Penyerahan sertifikat secara simbolis diberikan oleh Kepala Bappeda, Dwi Anta Sudibya, kepada beberapa perwakilan UMKM, yaitu Dewi Listyaningrum (Hak Cipta Tari Kridha Abinanda dan Tari Praon Prau Jarit), Agus Nuryanto (Hak Merek Wayang Jewer), Luciana Sri Ekawati (Hak Merek Miri Milk), dan Agnes Listiyana (Hak Merek Keripik Nezwara).

 “UMKM saat ini menjadi tumpuan perekonomian di daerah sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda terus mendorong UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM baik melalui fasilitasi HKI oleh Bappeda, fasilitasi P-IRT oleh Dinas Kesehatan, fasilitasi Halal oleh Dinas Koperasi UKM, dan lain sebagainya,” ujar Sudibya.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sosialisasi HKI dengan tema “Langkah-langkah Penguatan UMKM dengan Dimilikinya Hak Merek serta Peluang HKI Dalam Suatu Inovasi”. Sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari UGM, Sang Kompiang Wirawan selaku Deputi Direktur Pengembangan Usaha UGM dan Direktur Program Innovative Academy UGM.

Pelaksanaan kegiatan penyerahan sertifikat hak kekayaan intelektual yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pembinaan kekayaan intelektual di Kabupaten Sleman, dimaksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap UMKM yang tergugah kesadarannya akan pentingnya hak kekayaan intelektual serta merupakan suatu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam melindungi kekayaan intelektual yang dihasilkan.

Kegiatan Fasilitasi Hak Kekayaan intelektual merupakan kegiatan perlindungan kekayaan intelektual yang sangat penting perannya dalam mendukung pengembangan ekonomi. Kekayaan intelektual perlu dilindungi untuk mendorong penghasil kekayaan intelektual dapat terus berkarya, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkarya dan berbisnis dengan persaingan sehat, membantu dalam mengembangkan usaha serta dijadikan sebagai aset penting usaha yang dibangun.

Sebagai tambahan informasi, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bappeda telah memberikan fasilitasi pendaftaran HKI sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Pelaku UMKM yang telah terfasilitasi tercatat sebanyak 243 UMKM berasal dari UMKM se Kabupaten Sleman, dengan rincian 35 UMKM di tahun 2021, 49 UMKM di tahun 2022, dan 159 UMKM di tahun 2023.