Sleman – Mengemban tugas sebagai pejabat Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Nasional dan Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (SP4N-Lapor!) bukan berarti hanya melakukan tugas sesuai SOP yang berlaku. Dibutuhkan ketulusan serta keterampilan yang terus ditingkatkan.
Menyadari hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Workshop Communication Skill Upgrade “Kiat Menjadi Admin Idola”, di Kopi Gajah, Ngaglik, Sleman, pada Senin (6/2/2023).
Kegiatan ini mengundang Lokal Koordinator SP4N-Lapor!, Supriyono, sebagai narasumber. Tujuannya ialah untuk memberikan pembekalan dan suntikan semangat bagi para admin SP4N-Lapor!, agar layanan yang diberikan kepada masyarakat semakin berkualitas, ramah pun solutif.
Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengatakan bahwa beberapa waktu lalu telah dilaksanakan evaluasi terhadap pengelolaan Lapor Sleman (kanal aduan milik Pemda Sleman) dan SP4N-Lapor! di Kabupaten Sleman. Ia menuturkan bahwa ke depannya secara perlahan, penggunaan Lapor Sleman mulai bermigrasi ke SP4N-Lapor!. Hal ini dikarenakan SP4N-Lapor! merupakan kanal aduan yang penggunaannya secara nasional.
“Kemarin kita (Dinas Kominfo Sleman) ada evaluasi terkait dengan SP4N-Lapor!, nanti kita secara pelan-pelan mulai bermigrasi dari Lapor Sleman ke SP4N-Lapor!, karena itu sifatnya nasional ,” jelasnya.
Ia menambahkan dengan bermigrasinya kanal aduan Lapor Sleman ke SP4N-Lapor!, menjadi salah satu langkah untuk lebih mengenalkan kanal aduan SP4N-Lapor! kepada masyarakat.
“Jadi supaya kita bisa mulai lebih mengenalkan kepada masyarakat mengenai SP4N-Lapor!,” sambungnya.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen para admin pengelola aduan, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sembilan admin Lapor Sleman dan SP4N-Lapor! yang purna tugas. Pergantian ketugasan kesembilan OPD tersebut, tidak mengurangi jumlah admin pengelola pengaduan di Kabupaten Sleman, yang berjumlah 55 admin. Jumlah tersebut terdiri dari 2 admin utama yang berada di Dinas Kominfo Sleman, dan 53 admin atau pejabat penghubung yang berada di masing-masing OPD se-Kabupaten Sleman.
Menanggapai hal tersebut, Eka berharap kepada seluruh admin pengelola pengaduan baik admin lama maupun admin baru, dapat bekerjasama dengan baik serta bisa berkolaborasi.
“Di sini ada beberapa personel yang digantikan, tapi tidak banyak. Jadi saya harapkan bisa bekerjasama dengan baik dan bisa saling berkolaborasi,” tuturnya.
Sementara itu, Supriyono, Lokal Koordinator SP4N Lapor! dalam materinya menyampaikan bahwa sebagai pejabat pengelola aduan harus memiliki etika dan etiket dalam memberikan pelayanan. Etika pelayanan publik yang dimaksud disini ialah tulus, adil, jujur, dan bertanggung dalam melayani, sebab telah disumpah untuk menjadi pelayan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang memberikan aduan baik secara langsung maupun melalui kanal, dapat terlayani dengan baik.
“Nah etika pelayanan publik itu seperti apa? Harus tulus, melayani ya memang untuk melayani itu. Kita sudah disumpah untuk menjadi pelayan masyarakat. Kita harus tulus, adil, jujur, harus bertanggungjawab. SP4N-Lapor! kita ini memang mengharapkan untuk siapa pun yang datang kepada kita untuk dapat tertolong dalam tanda kutip. Tertolong yang dimaksud ialah dilayani dengan ada wujud tanggung jawab yang ditanamkan secra empatik,” jelasnya.
Sedangkan etiket merupakan seperangkat tata cara bersikap dan berperilaku baik itu posisi duduk, intonasi dan artikulasi bicara, serta kontak mata. Menjadi pelayan publik juga harus memperhatikan etiket dalam menghadapi masyarakat yang mengadu. Jika bertemu secara langsung etiket seorang pejabat pengelola aduan dilihat dari posisi duduk, intonasi dan artikulasi bicara, serta kontak mata. Sementara etiket seorang pejabat pengelola aduan bila menghadapi aduan tanpa bertemu secara langsung (digital), dapat dilihat dari Bahasa yang digunakan.
“Etiket adalah seperangkat tata cara bersikap dan berperilaku. Etiket melayani secara baik khusus untuk yang bertemu secara langsung. Bagaimana yang secara digital? Sikap kita, perilaku kita akan tercermin dari bahasa,” tambahnya.