Siswa Sekolah Lansia BKL Mugi Waras Mulai Menempuh S2

Sleman – Sebanyak 50 siswa-siswi sekolah lansia pada kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang telah lulus S1 (Standar 1) dan diwisuda pada November 2022 lalu mulai menempuh pendidikan Standar 2 (S2) yang dimulai pada Minggu (5/2/2023) di Rumah Singgah Lansia Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Yuni Hastutiningsih selaku Koordinator Bina Ketahanan Balita, Anak, Lansia dan Rentan BKKBN DIY dalam sambutannya menyampaikan program kegiatan ini akan berlangsung sebanyak 8 kali pertemuan.

“Bapak-bapak, ibu-ibu, kita akan melaksanakan sekolah pada jenjang S2 ini sebanyak 8 kali pertemuan di tahun ini, dan setelah selesai juga akan diwisuda seperti yang lalu. Pokoknya panjenengan bahagia semuanya, “ujarnya.

Sebagai pemberi materi pada kesempatan itu adalah Dosen Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) yang juga sebagai Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah. Endah menyampaikan materi tentang kualitas tidur yang nyenyak pada lansia lengkap dengan faktor penyebab gangguan tidak bisa tidur, solusi dan terapi,  hal-hal yang perlu dihindari sehari-hari, tips tidur nyenyak.

Pada pertemuan perdana sekolah lansia S2 tersebut juga dikunjungi PKK Dusun Kalitan Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah, yang bertujuan studi tiru ingin mendirikan sekolah lansia di lingkungannya.

Hadir dan memberi sambutan pada acara itu Lurah Sumbersari Sukadi dan dukuh Padukuhan Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, serta didampingi Koordinator PKB Kapanewon Moyudan, Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




240 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai SD Muhammadiyah Sangonan 3

Sleman – SD Muhammadiyah Sangonan 3 yang berlokasi di Padukuhan Genitem,  Sidoagung, Godean, Sleman, pada hari Minggu (5/2/2023) mengadakan lomba mewarnai untuk anak TK. Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Sidoagung Edi Utomo, Pengurus Cabang Muhammadiyah Godean dan tokoh-tokoh masyarakat .

Edi Utomo, Lurah Sidoagung mewakili Panewu Godean yang berhalangan hadir dalam sambutanya menyampaikan atas nama pemerintah Kapanewon Godean memberikan apresiasi dan merasa bangga kegiatan lomba mewarnai tersebut.

“Semoga dengan lomba mewarnai ini bisa menggali bakat dan menghasilkan prestasi yang lebih baik,” ujar Edi.

Wusanti, Kepala SD Muhammadiyah Sangonan 3 menambahkan bahwa lomba ini diikuti oleh 240 peserta, siswa TK dari seluruh DIY. “Pemenangnya akan diberikan trofi dan uang pembinaan,” ujar Wusanti.

“Semoga dengan lomba mewarnai ini bisa lebih memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang SD Muhammadiyah Sangonan 3,” imbuh Wusanti.

Lebih lanjut Wusanti menyampaikan bahwa SD Muhammadiyah Sangonan 3 memiliki beberapa program unggulan diantaranya tuntas iqro’ di kelas 1, khatam qur’an bil Hifdhi juga ekstra kurikuler berupa HW, Tapak Suci, komputer, seni lukis, olahraga, BTAQ dan tahfidz. (Sugiyanto/KIM Sumber Biwara Moyudan)




1071 Siswa Ikuti Wisuda Akbar SMP Muhammadiyah Daerah Sleman

Sleman – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, kembali menggelar wisuda Akbar Baca Tulis dan Hafal Al Qur’an pada Sabtu (4/2/2023). Wisuda ini adalah periode ke-3 setelah 2 kali sebelumnya berhasil digelar dengan sukses.

Wisuda yang diselenggarakan di GOR Pangukan ini diikuti oleh 1071 wisudawan, terdiri dari 941 wisudawan iqro’ dan 130 wisudawan tahfidz, yang tersebar dari 25 SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.

Selain itu, wisuda kali ini juga menghadirkan seluruh guru karyawan SMP Muhammadiyah Daerah Sleman, Orangtua dan siswa lainnya dengan total hadirin orang.

Wisuda Akbar kali ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Semarak Musywil Muhammadiyah ke-13 dan ‘Aisyiyah ke-12 Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan berlangsung besok 17-19 Februari 2023 di Unisa Yogyakarta.

Tema besar sekaligus ruh kegiatan ini ialah Jadikan Al Qur’an sebagai Teman, Syiarkan Sekolah Berkemajuan. Tema yang sama dalam setiap kegiatan wisuda ini harapannya dapat menghunjamkan dalam jiwa kita bahwa Al-Quran lah teman hidup hingga kelak kita meninggal dunia.

Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah yang hadir ialah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Majelis Dikdasmen PWM DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis Dikdasmen PDM Sleman, BKS SMP Muhammadiyah Sleman,  Seluruh kepala sekolah SD, SMP, SMA/K Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryani, juga turut hadir memberikan apresiasi pada wisuda kali ini.

 “Semoga kegiatan ini senantiasa menginspirasi dan menyemangati untuk terus menghadirkan generasi qur’ani untuk mencerahkan peradaban negeri,” Ketua BKS SMP Muhammadiyah Sleman, Hasanudin.

Ia juga mengungkapkan bahwa Al Qur’an sebagai pedoman hidup tentu sangat penting untuk dibumikan dan menjadi teman para siswa dan seluruh warga sekolah dan umat muslim pada umumnya.

Dalam mengantarkan para siswa mengenal lebih dekat dengan Al Qur’an, salah satu upayanya ialah dengan anak mampu membaca dan memahaminya.

“Proses yang sangat mulia yang dibimbing oleh para guru di sekolah sungguh patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Setiap hari para siswa diajarkan baca Al-Qur’an dan Hafalannya serta makna di dalamnya. Sebuah suluh kehidupan yang tak akan pernah padam, dan sebaik-baik belajar yang ditempuh adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya,” tambah Hasanudin.

Acara sendiri diawali dengan penampilan sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui pentas tari, pantomim dan nyanyian lagu religi. Setelah itu, acara dibuka secara resmi dengan dilantunkan tilawah oleh perwakilan wisudawan wisudawati, dilanjutkan dengan ikrar wisudawan serta ikar santri.

Setelah itu, ada sambutan Bupati Sleman dan Penguatan serta motivasi dari Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah, Tasman Hamami.

Dalam acara ada juga pemberian Apresiasi Sekolah Penggiat BTHQ yang diberikan oleh PDM Sleman kepada SMP Muhammadiyah Tempel dan SMP Muhammadiyah Turi. Apresiasi ini diharapkan menjadi cambuk kepada seluruh sekolah untuk berlomba-lomba mencetak generasi qur’ani. (Arief Hartanto)




Dukung Realisasi Penerimaan Pajak, Pemkab Berikan Apresiasi untuk PPAT/Notaris

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman berikan penghargaan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris Kabupaten Sleman atas dukungannya dalam realisasi penerimaan pajak daerah khususnya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Piagam penghargaan ini diserahkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (3/2).

Penghargaan ini diberikan kepada 10 PPAT/Notaris yang terdiri dari 5 PPAT/Notaris dengan kategori jumlah validasi BPHTB terbanyak dan 5 PPAT/Notaris dengan kategori pembayaran BPHTB terbesar.

Kepala BKAD Sleman, Haris Sutarta dalam laporannya menyampaikan bahwa BPHTB merupakan salah satu komponen pajak daerah yang dikelola oleh BKAD, dan memiliki kontribusi terbesar dalam komposisi pajak daerah.

Haris menuturkan perolehan pajak BPHTB pada tahun 2022 mencapai Rp , atau 104,1 persen dari target yang ditetapkan.

“Perolehan BPHTB tentunya tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas yang baik antara BKAD dengan pihak – pihak yang membantu antara lain PPAT/Notaris, dan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haris mengatakan sinergitas BKAD Kabupaten Sleman dengan PPTA/Notaris san BPN Sleman memiliki peran penting dalan optimalisasi penerimaan BPHTB di Sleman. Terlebih target kinerja BPHTB untuk tahun 2023 semakin besar, sehingga dikatakan Haris, perlu upaya intensifikasi dan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BPHTB bukan sekedar instrumen pajak untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah, melainkan juga instrumen untuk penertiban administrasi tanah.

Terkait hal tersebut, Kustini menghimbau PPAT untuk turut serta mengedukasi dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait penggunaan lahan dan tertib administrasi pertanahan termasuk di dalamnya, kewajiban-kewajiban pembeli yang harus dipenuhi seperti pembaharuan data PBB.

Selain itu, Kustini juga menyampaikan Kabupaten Sleman merupakan daerah dengan tingkat dinamika peralihan hak atas tanah dan perubahan peruntukan tanah yang tinggi di DIY. Bedasarkan hal tersebut, Kustini menilai pentingnya memberikan apresiasi atas dukungan dan peran serta rekan-rekan PPAT berupa penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemungutan BPHTB sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Kustini juga berharap pemberian penghargaan bagi PPAT/Notaris ini dapat memotivasi keterlibatan PPAT dalam pemungutan BPHTB ke depannya. Demikian pula dengan penghargaan ini diharapkan PPAT dapat melaporkan nilai transaksi yang sebenarnya.




Strategi Kominfo Sleman Antisipasi dan Tangani Hoaks di Masa Pemilu

Sleman – Beberapa waktu lalu salah satu anggota Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi memperoleh kesempatan berbincang mengenai berita bohong atau hoaks bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro. Perbincangan membahas mengenai bagaimana mengantisipasi dan strategi penanganan  Kominfo terhadap hoaks, terlebih saat ini telah memasuki tahun politik.

Tahun 2024 merupakan tahun politik bagi Negara Republik Indonesia karena akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.

Permasalahan yang kerap timbul dalam pemilihan umum yaitu kampanye hitam yang dilakukan oleh salah satu peserta pemilu maupun tim sukses kampanye guna menjatuhkan lawan politiknya. Kampanye hitam sangat dilarang karena menjurus ke arah fitnah dan menyebarkan hoaks yang berkaitan dengan peserta pemilu tertentu.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman dalam upayanya menangkal berita hoaks yang dibagikan di media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat yakni melakukan kampanye anti hoaks melalui kegiatan sosialisasi dan literasi digital dengan memberikan informasi yang benar di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

“Dengan memberikan informasi-informasi yang benar dapat mengkonter berita hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, saya berharap kepada masyarakat apabila bermedsos ria tidak sedang dalam kondisi suasana hati tidak kondusif. Jika sedang marah atau emosi sebaiknya jangan berkomentar di media sosial karena informasi yang disampaikan dapat menjadikan hal-hal yang tidak baik di medsos. Kalau tidak berhati-hati bisa menjadi ranah pidana,” ungkap Eka Suryo di ruang kerjanya, Kompleks Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (30/01/2023) sore.

Sementara itu, masyarakat perlu membaca berulang-ulang untuk mengetahui suatu berita itu benar atau tidak, sehingga tidak termakan informasi yang tidak benar. Kemudian jika menuliskan sesuatu di media sosial masyarakat harus berfikir dulu untuk menghindari timbulnya situasi tidak nyaman di kalangan masyarakat.

“Masyarakat kalau membaca informasi di media sosial tidak hanya sekali dan jika merespon informasi sebaiknya jangan terlalu reaktif karena sangat beresiko. Termasuk saat melakukan posting harus ekstra hati-hati karena dapat membuat situasi yang tidak nyaman atau keresahan  di masyarakat,” tambah Eka Suryo.

Untuk itu Dinas Kominfo Sleman perlu mengingatkan masyarakat perlu agar memanfaatkan media sosial secara positif dan jangan mudah termakan isu yang tidak benar. Serta mengimbau media sosial dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif.

Penggunaan media sosial dapat membawa perubahan perilaku yang baik maupun buruk bagi masyarakat. Contohnya, masyarakat sudah jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, misalnya pada saat mengantri di loket-loket pelayanan, masing-masing sibuk dengan gadgetnya tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.

Eka juga memberikan cara cerdas dan bijak saat menggunakan media sosial, diantaranya cermat dalam membagikan unggahan, tidak mudah menyebarluaskan informasi yang tidak beratanggung jawab atau tidak akurat maupun isu tentang suku, agama, ras, dan antargolongan. Selanjutnya, memanfaatkan sisi positif media sosial, tetap menjaga etika berbahasa, serta harus dapat menahan emosi.

Di akhir perbincangannya, Eka Suryo mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga data pribadi di media sosial sebab data pribadi merupakan salah satu hal yang perlu dijaga dengan baik. Apalagi di jaman digital sekarang ini data pribadi dapat diakses secara mudah melalui internet dan sosial media, sehingga data pribadi bisa disalahgunakan yang menimbulkan kerugian bagi pemiliknya aslinya.

Menurutnya, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan demi menjaga data pribadi agar tetap aman di dunia maya. Antara lain menggunakan kata sandi sosial media dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan secara berkala diganti. Memakai kata sandi yang berbeda untuk setiap akun sosial media agar akun yang dimiliki tidak mudah diretas semuanya. Tidak menampilkan informasi pribadi di media sosial untuk menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Serta berhati-hati saat menggunakan koneksi publik karena rawan diretas.

“Upaya kami secara kelembagaan lebih banyak literasi, membaca, dan menulis di media sosial agar masyarakat tidak mudah membagikan informasi tanpa mengetahui kebenaran berita tersebut, serta dapat memilih dan memilah informasi atau berita secara benar,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)