Meriahkan ATF 2023, Kemenparekraf Luncurkan ‘Numpang Pesona Jogja Istimewa’

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata (Kemenparekraf/Baparekraf) bersinergi dengan Grab Indonesia dalam menyambut event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 meluncurkan ‘Numpang Pesona Jogja Istimewa’ di DIY.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Selasa (31/1/2023), mengatakan ATF 2023 memiliki makna yang cukup besar karena akan menjadi event pembuka pertemuan antar menteri dan stakeholders pariwisata dan ekonomi kreatif se-ASEAN.

Numpang Pesona Jogja merupakan salah satu program aktivasi yang dikemas melalui ‘Wrapping Brand Wonderful Indonesia’ denhan menghiasi 50 unit armada Grab Car dan transportasi publik Trans Jogja.

“Akan ada juga gambaran pesona Yogyakarta Istimewa dan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas mulai dari Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang tampil menghiasi 50 unit armada Grab Car dan transportasi publik Trans Jogja tersebut untuk mengitari keramaian pusat kota di Yogyakarta, dengan melewat jalur strategis penyelenggaraan ATF dan pusat keramaian di Malioboro,” ungkap Sandiaga.

Oleh karena itu, lanjutnya, momentum ini tidak dilewatkan begitu saja dan dimanfaatkan untuk melakukan promosi dengan program ‘Numpang Pesona Jogja Istimewa’ yang dimana bentuk gerak bersama Kemenparekraf dengan Grab Indonesia dalam wujud mengimplementasikan program kemitraan co-branding Wonderful Indonesia.

Melalui program ‘Numpang Pesona Jogja Istimewa’, Kemenparekraf juga mengajak masyarakat untuk membuat dan berbagi konten kreatif di media sosial jika melihat mobil atau transportasi publik berstiker ASEAN Tourism Forum 2023 dan destinasi wisata #DiIndonesiaAja.

“Akan ada hadiah menarik berupa voucher Grab Food dan uang tunai dengan total puluhan juta persembahan dari Wonderful Indonesia dan Grab Indonesia yang berlangsung selama sebulan hingga 28 Februari ini, bagi masyarakat masyarakat yang beruntung,” kata Sandiaga.

Sandiaga berharap masyarakat dapat menikmati kuliner khas Jogja melalui voucher Grabfood yang dimenangkan, agar bisa membantu para UMKM subsektor kuliner.

Lebih lanjut, Sandiaga juga berharap ATF 2023 yang bertemakan ‘ASEAN: A Journey to Wonderful Destinations’ ini dapat menghadirkan wisatawan mancanegara yang juga turut membeli produk-produk ekonomi kreatif Indonesia.

“Kami juga berharap target kunjungan wisman 7,4 juta tahun 2023 diawali kesuksesannya dari ATF 2023,” kata Sandiaga. (Arief Hartanto)




DPD LPM Sleman Akan Bentuk DPC LPM Tingkat Kapanewon

Sleman – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menyelenggarakan rakor terbatas di Ruang Rapat Rama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Rabu (1/2/2023). Kegiatan ini dilakukan secara terbatas di mana hanya dihadiri oleh beberapa pengurus harian saja.

Dwijo Putro, Ketua DPD LPM Kabupaten Sleman memimpin langsung rakor yang agenda utamanya pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC)LPM tingkat Kapanewon. “Hal ini dirasa penting dan mendesak mengingat di DI Yogyakarta, hanya Kabupaten Sleman sendiri yang belum dibentuk DPC LPM tingkat Kapanewon,” ujar Dwijo.

Dwijo mengajak kepada pengurus harian DPD LPM  untuk merumuskan tahapan pembentukannya dengan menyusun kegiatan mulai dari sosialisasi, pembentukan dan pelantikan serta pengukuhannya. Sebelumnya secara kelembagaan Dwijo sudah berkoordinasi dengan Dinas PMK berkaitan dengan fasilitasi yang diberikan oleh Dinas.

Dalam diskusinya akhirnya disepakati teknis kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu, kegiatan sosialisasi akan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Februari 2023 di Kantor Dinas PMK dengan mengundang Kapanewon dan pengurus harian DPD LPM Kabupaten. Selanjutnya pada pelaksanaan sosialisasi dibagikan form kepengurusan DPC LPM Tingkat kapanewon yang akan diisi pada saat pembentukan kepengurusan DPC LPM di Kapanewon masing-masing.

Kemudian, kepengurusan DPC LPM yang terbentuk akan dilantik oleh Panewu bersamaan waktu dengan acara pembentukan dengan periode kepengurusan selama 5 tahun dari tanggal pelantikan.

Dalam pembentukan DPC LPM, Panewu mengundang lurah dan 3 pengurus inti LPM dari masing masing Kalurahan yang terdiri dari ( Ketua, Sekretaris dan Bendahara). Pengurus DPC LPM yang dilantik terdiri dari Ketua (1 dan 2), Sekretaris ( 1 dan 2) dan Bendahara (1 dan 2).

“Pengukuhan akan dilaksanakan di Kabupaten, direncanakan di bulan maret dengan menghadirkan Bupati Sleman dan Pengurus DPD LPM Propinsi DIY,” ungkap Dwijo.

Dwijo juga menambahkan bahwa dalam acara pembentukan dan pelantikan dapat dilaksanakan secara serentak di 3 wilayah Sleman dengan pendamping pengurus harian DPD LPM Kabupaten sebagai nara sumber di wilayah masing-masing.

“Dengan demikian kegiatan tersebut dirasa lebih efisien dan tidak memerlukan jumlah hari yang banyak,” tutupnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Condongcatur Sosialisasikan Pembangunan Pondok Pesanten Sultan Agung

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melakukan Sosialisasi Pembanguban Pondok Pesantren  Yayasan Sultan Agung Yogyakarta bertempat di Balai Padukuhan Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (1/2/2023).

Sosialisasi dihadiri Panewu Depok, Kepala Jawatan Praja, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok  Lurah beserta Carik,  Jagabaya, Ulu Ulu, Kaur Pangripta, Pengurus Yayasan Sultan Agung Yogyakarta, BPKal Condongcatur, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pengurus RT/RW dan Tokoh Masyarakat Padukuhan Joho,

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, yang juga merupakan Ketua Yayasan Sultan Agung Yogyakarta menyampaikan rencana pendirian dan pembangunan Pondok Pesantren Sultan Agung di tanah  desa /Kalurahan Condongcatur seluas 4300 M2 yang berlokasi di Padukuhan Joho.

“Tujuan pendidikan pesantren adalah dalam rangka membina kepribadian islami yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, bermanfaat dan berkhidmat kepada umat, pesantren telah lama menjadi lembaga yang memiliki kontribusi penting dalam ikut serta mencerdaskan bangsa,” ujar Reno.

Sementara KH. Syakir Ali, salah satu pemuka agama menyampaikan pendirian pondok pesantren ini dalam rangka menjaga kearifan lokal.

“Sultan Agung merupakan Tokoh nasional dan tokoh agama sebagai simbol dalam  menjaga dan mempertahankan NKRI, Pondok Pesantren ala Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi salah satu solusi dalam upaya menangkal aliran Islam garis keras,” ungkap Syakir.

“Di pondok pesantren akan ada mes atau asrama untuk para santri putra putri yang terpisah,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi pembangunan pondok pesantren ini banyak masukan positif dari pengurus kampung dan tokoh masyarakat Padukuhan Joho dalam pembangunanya nanti seperti melibatkan warga joho dalam pembangunanya, dampak pondok dalam memberikan kontribusi secara ekonomi bagi masyarakat, memperhatikan AMDAL sesuai sesuai peraturan yang ada dsb

Wakil Ketua BPKal Condongcatur, Novita Safitri menyampaikan BPKal ikut menyutujui dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat karena tujuan pembangunan pondok pesantren adalah mulia dan baik untuk pendidikan agama.

“Tujuannya membangun karakter anak didik beraklaqul karimah, mengapresiasi warga dan tokoh masyarakat Padukuhan Joho yang menyetujui pembangunan pesantren Sultan Agung dan berpesan agar memenuhi semua proses perijinan sebagai syarat pembangunan dan pemanfaatan tanah desa / kalurahan,” kata Novita.

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro, siap mendukung dan mengawal seluruh proses dengan menyesuaikan dengan aturan-aturan yang ada, agar pembangunan pondok pesantren dapat terlaksana dengan baik. (Wasana/KIM Depok)




KPI Tekankan Pentingnya Penguatan Konten Lokal Dalam Penyiaran di Indonesia

Sleman – Banyak program sekaligus tantangan dalam konten penyiaran televisi saat ini. Tidak hanya pengemasan konten tetapi juga perubahan analog ke digital.  Ada juga tantangan lain seperti banyaknya media baru yang berkembang termasuk tergerusnya konten lokal yang bisa saja karena inovasi, kreasi, skill, teknologi pembuatan konten yang masih kurang.

Penguatan konten lokal juga sangat penting karena menjadi hak masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Televisi tidak hanya menyiarkan konten nasional agar masyarakat peka dan tidak terasing terhadap potensi dan fenomena lokal di daerahnya masing-masing.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio menyampaikan bahwa perkembangan televisi digital dan penguatan konten lokal harus terus dikawal dan diupayakan bersama sebagai komitmen perbaikan dan niat mencerdaskan bangsa.

“Mulai tanggal 02 November Tahun 2022 aturan sudah ditetapkan tentang digitalisasi TV secara nasional yaitu untuk migrasi televisi dari analog ke digital dengan tantangan yang berbeda di masing masing wilayah,” ungkap Agung Supri dalam acara Forum Group Discussion Perkembangan Televisi Digital dan Penguatan Konten Lokal yang dilaksanakan Rabu, (1/2/2023) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Digitalisasi membuat bertambahnya jaringan TV di beberapa daerah. Dari 18 TV jaringan di jakarta menjadi 48 TV. Kepulauan Riau ada 7 TV sekarang menjadi 35 TV  dimana beberapa stasiun TV masuk dari Singapore karena pengaruh frequensi. Nilai lebih TV digital selain jernih juga bertambahnya jaringan stasiun televisi.

Mochamad Sodik, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dengan bertambahnya jaringan TV daerah tersebut, konten lokal (daerah) juga harus dikuatkan di masing-masing TV dengan memberikan informasi, edukasi, dan hiburan, dengan persentase 10% mengandung muatan lokal. Untuk itu, perlu banyak energi dan sinergi di tingkat lokal, ada praktisi, akademisi, konten kreator yang bisa diberdayakan untuk konten lokal yang berkualitas dan diminati

“Harapannya masyarakat menjadi semakin ramah karena konten konten televisi bukan malah menjadi marah karena konten konten yang ada. Idealnya konten menarik, mencerdaskan, dan menjadi solusi akan membawa dampak yang baik bagi perkembangan nasionalisme dan membangun peradaban di Indonesia,” papar Mochamad Sodik. (Mochammad Sinung Restendy/KIM Gamping)




Mudahkan Layanan Kependudukan Pelajar dengan Inovasi CAKAR

Sleman – Dalam rangka meningkatkan pelayanan tertib administrasi kependudukan, Kapanewon Kalasan meluncurkan inovasi baru Cari Administrasi Kependudukan Bagi Pelajar Kuantar (CAKAR). Inovasi CAKAR ini diluncurkan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Selasa (31/1/2023), di SMAN 1 Kalasan.

Panewu Kalasan, Rohmiyanto menjelaskan, inovasi CAKAR bertujuan untuk memberikan layanan kepada warga kalasan yang berusia 17 tahun dalam bentuk dokumen kependudukan KTP-el baru, serta mensinkronisasikan data Dapodik dan data Siak dari Dukcapil Sleman.

“Manfaat Inovasi Cakar bagi pelajar yang sudah menginjak Usia 17 Tahun mendapatkan KTP-el, serta pemutakhiran data KK,” jelasnya.

Kustini mengapresiasi peluncuran inovasi CAKAR ini. Menurutnya, ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam pemenuhan hak anak untuk memiliki KTP. Sebab, pengakuan negara terhadap keberadaan anak merupakan salah satu hak anak yang disebutkan dalam konvensi hak anak.

“Layanan jemput bola ini tentunya memberikan kemudahan, baik bagi anak-anak kita sekaligus meningkatkan tertib administrasi kependudukan,” katanya.

Pada acara tersebut turut diserahkan secara simbolis KTP-el dan KK kepada 23 siswa. Adapun siswa yang lahir pada bulan Januari dan telah melakukan perekaman KTPel ada sebanyak 87 siswa. Dalam pelaksanaannya Kapanewon Kalasan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Sleman, SMA dan sederajat di Kapanewon Kalasan dan sekitarnya, serta bekerja sama dengan kalurahan dan padukuhan yang ada di Kapanewon Kalasan. (Humas Sleman)