Pengurus Kelompok Ternak Sido Rukun Dikukuhkan

Sleman – Pengurus baru Kelompok Ternak Sapi Sido Rukun periode 2023-2028 dikukuhkan pada Sabtu (14/1/2023) di Aula Kelompok Ternak Sapi Sido Rukun, Kampung Cetan RW 23, Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Mardiyono, sesepuh (yang dituakan) di daerah Kampung Cetan RW 23 menuturkan bahwa Kelompok Ternak Sapi Sido Rukun berdiri pada tahun 1994 dengan nomor registrasi 002/857/96. Kelompok yang saat ini memelihara 97 sapi dari 48 peternak ini pernah meraih juara satu lomba kelompok ternak sapi tingkat nasional pada tahun 2004.

“Dengan prestasi tersebut mendapat dana hibah  sehinga bisa memiliki bangunan aula, gudang saprodi, gedung koperasi juga perangkat insemenasi buatan perangkat yang berfungsi untuk mengawinkan sapi dengan cara kawin suntik. Namun bangunan tersebut rusak berat akibat gempa tahun 2006 yang melanda  Yogyakarta.  Sekarang sudah dibangun aula baru meski tidak sebagus aula yang lama,” jelas Mardiyono.

Dukuh Jlatren, Mashuri mengucapkan selamat atas dikukuhkannya para pengurus baru Kelompok Sido Rukun. Ia berharap, setiap pengurus dapat mengembangkan Sido Rukun sehingga dapat berkembang dan meraih prestasi lagi. “Mempertahankan prestasi itu lebih sulit daripada mendapatkan prestasi” Kata pak dukuh.

Mashuri juga berharap agar aset desa yang digunakan oleh Kelompok Sido Rukun dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kelompok ternak Sido Rukun sendiri saat ini memiliki luas 5000 meter persegi.

“Kelompok ternak sapi berdiri diatas lahan kas desa merupakan aset sosial yang dipergunakan oleh masyarakat untuk kesejahteraan diharapkan ter manfaatkan lebih maksimal,” tambah Mashuri.

Sedangkan Ketua Kelompok Ternak Sido Rukun terpilih Wijiyono mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama mempertahankan prestasi yang telah diraih, serta membangun kelompok agar lebih berkembang.

“Meski kelompok sempat terpuruk akibat gempa ditambah pandemi covid ditambah PMK namun kita berusaha bangkit lagi dengan kepengurusan milenial.  Semoga dengan kepengurusan yang baru sebagai momentum kebangkitan kelompok kandang  Sido Rukun,” tegas Wijiyono. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bupati Sleman Resmikan RTH dan Taman Bermain Anak di Condongcatur

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Kasatpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi dan Panewu Depok, Wawan Widiantoro melaksanakan kegiatan sambang warga dan peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta Taman Bermain Ramah Anak Condongcatur, Sabtu (14/1/2023).

Peresmian yang dilakukan di RW 18 Leles Ngringin Condongcatur ini ditandai dengan Penandatangan Prasasti dan Pemotongan Pita oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan panen sawi dikebun KWT RW 18

Menurut Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendapatkan  Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2022 sebesar Rp. dari Kabupaten Sleman untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Taman Bermain Ramah Anak seluas sekitar 450 M2 di lokasi yang berada di komplek Gedung Sarpras Olahraga dan Balai Padukuhan Ngringin yang dilengkapi arena permainan anak dan gazebo.

“Serta masih di komplek yang sama ada Kebun KWT dan Lapangan Volly sehingga dalam satu komplek terpadu ada olahraga, permainan, Kebun, balai pertemuan warga,” terang Reno.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi pembangunan RTH dan Taman Bermain Ramah Anak ini karena Condongcatur berada di Kapanewon Depok yang sudah termasuk wilayah perkotaan yang identik dengan kepadatan penduduk, di mana lahan hijau terus berkurang karena terpengaruh pembangunan, sehingga keberadaan RTH sangat penting bagi masyarakat yang memiliki fungsi Ekologis, Estetika, Sosial Budaya dan Fungsi Ekonomi,

“RTH dapat dimanfaatkan untuk berkegiatan seperti sebagai media komunikasi antar warga satu dengan lainya untuk mewujudkan ekspresi budaya lokal, dapat menjadi satu area berkumpul secara komunal yang baik,” ujar Kustini.

Kustini menambahkan bahwa RTH juga memiliki fungsi ekonomi warga, apalagi di daerag pembangunan yang dilakukan ada kebun KWT dengan usaha perkebunan atau pertanian, sehingga memungkinkan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian warga.

Ia juga berharap, dengan dibangunnya Taman Bermain Ramah Anak dapat menjadikan Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak, serta Condongcatur menjadi Kulurahan Layak Anak, RW.

“Anak-anak, generasi muda di Kabupaten Sleman tidak lagi bermain di jalanan dan mengenalkan kepada mereka untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri,” imbuhnya.

Usai melakukan peresmian, Bupati Sleman bersama Lurah Condongcatur kemudian melanjutkan kegiatan dengan sambang warga ke daerah sekitar pembangunan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman mendengarkan masukan warga yang disampaikan oleh Paijan, Ketua RW 18 Leles.

Dalam laporannya, Paijan menuturkan bahwa RW Ramah Anak adalah RW yang melaksanakan pembangunan hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk menjamin hak anak.

“Diharapkan outputnya semua anak di RW /Kampung ini tercukupi kebutuhanya dan terpenuhi hak haknya dengan strategi yang dilakukan untuk mengakhiri kekerasan pada anak dengan upaya pencegahan bersama sama masyarakat dengan stakeholder terkait melalui gerakan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dan di RW 18 Leles Ramah Anak ini telah dibentuk Satgas PPA yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan gerakan PATBM,” terangnya.

 “Kedepanya dengan adanya RTH ini akan menjadwalkan kegiatan kunjungan dari anak anak PAUD dan TK se-Kalurahan Condongcatur,” tambah Paijan. (Wasana/KIM Depok)




Bupati Sleman Harap Perangkat Daerah Dapat Jaring Aspirasi untuk Jawab Kebutuhan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2024, Kamis (12/1/2023), di The Rich Hotel, Mlati, Sleman. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Penyusunan RKPD Tahun 2024 bertujuan untuk memberikan arah pembangunan tahunan Kabupaten Sleman dan sinergitas program dan kegiatan di daerah, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah DIY, dan Kabupaten Sleman maupun yang dilaksanakan bersama-sama masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah menyusun indikasi Tema dan Prioritas Pembangunan Tahun 2024, yakni “Memantapkan infrastruktur, Transformasi Ekonomi, SDM yang Handal dan Berbudaya untuk peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

Melalui forum ini, Kustini berharap para pemangku kepentingan dapat menjaring aspirasi, masukan, saran serta harapan terhadap RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2024. Sehingga rencana pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman ke depannya diharapkan mampu menjawab permasalahan dan isu-isu strategis yang ada di Kabupaten Sleman.

“Saya mengingatkan kepada seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman untuk menyusun RKPD dengan tetap berpedoman pada skala prioritas dan rencana strategis masing-masing perangkat daerah. Selain itu juga harus ada sinkronisasi dan sinergitas antar program kegiatan pembangunan sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah serta menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat di tahun 2024,” ungkapnya.

Menurutnya keberhasilan pelaksanaan pembangunan di Sleman merupakan hasil dari upaya kolektif, baik dari pemerintah maupun masyarakat serta tidak terlepas dari dukungan para pemangku kepentingan terkait lainnya. Di samping itu partisipasi serta peran aktif dari seluruh stake holder merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan perencanaan yang efektif dan strategis.

Dalam acara tersebut juga diadakan diskusi dengan menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya, dan dua orang dari akademisi yakni Dr. Murti Lestari dan Prof. Ir. Bakti Setiawan.




Bupati Sleman Harap PaESS Dapat Melihat Lebih Luas Peluang untuk Ekspor

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan pengurus Paguyuban Eksportir Sleman Sembada (PaESS) periode 2022-2027, pada Kamis (12/1/2023). Acara yang dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati itu, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Sebanyak 42  pengurus dikukuhkan dengan mengucap ikrar bersama.

Usai melantik, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menginstruksikan agar pengurus paguyuban eksportir dapat segera menjalankan amanah yang telah dipercayakan, untuk mengelola, mengembangkan dan memajukan PaESS Kabupaten Sleman.

“Sebagai pengurus PaESS saudara memiliki tanggungjawab yang tidak mudah, yakni menghidupkan dan membesarkan organisasi serta memberikan manfaat bagi para anggota. Terutama bagaimana memajukan dan memperluas pemasaran produk-produk unggulan Kabupaten Sleman di luar negeri,” kata Kustini.

Kustini memberikan arahan agar para pengurus dapat melihat lebih jeli dan melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara lain. Dirinya pun berharap pengurus yang telah dilantik mampu melahirkan terobosan dan inovasi-inovasi baru dalam upaya membranding dan mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki Sleman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Mae Rusmi menjelaskan, pelantikan pengurus paguyuban eksportir menjadi upaya untuk mengelola proses ekspor di Kabupaten Sleman. Di samping itu, juga menjadi ajang kemitraan antara umkm dan usaha besar.

“Kami apresiasi kemarin sudah ada embrio dari salah satu eksportir yang membina UMKM, sehingga mereka dilatih dan bisa menghasilkannya barang layak ekspor,” jelas Mae.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan pun berharap, eksportir dapat menjadi induk dari UMKM sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas ekspor di Kabupaten Sleman. Peningkatan kapasitas tersebut disebut seperti halnya pelatihan pelaku UMKM hingga pelaksanaan pameran untuk memperkenalkan produk lokal lebih luas. (Humas Sleman)




Bupati Harap Bank Syariah dapat Tingkatkan Perekonomian Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan PT. BPR Syariah Sleman atau disebut Bank Sleman Syariah, pada Rabu (11/1/2023). Peresmian dilakukan di kantor baru Bank Sleman Syariah yang beralamat di Jalan Parasamya, Kabupaten Sleman.

Kustini mengucapkan selamat dan menyambut baik dengan diresmikannya Bank Sleman Syariah ini. Menurutnya Bank Sleman Syariah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang yang terus meningkat dalam memanfaatkan jasa perbankan syariah.

“Pada kesempatan ini saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan jajaran PT. BPR Sleman Syariah atas pembukaan PT. BPR Sleman Syariah. Saya berharap seluruh jajaran sudah mempersiapkan pelayanan perbankan terbaik bagi masyarakat utamanya dalam upaya mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dengan menerapkan prinsip syariah,” kata Kustini.

Selanjutnya ia berharap, PT. BPR Sleman Syariah dapat secara aktif mendukung kebijakan Pemkab Sleman dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM di Sleman melalui berbagai layanan perbankan syariah yang sesuai.

Sementara Direktur Utama Bank Sleman Syariah, Sehat Santosa melaporkan, Bank Sleman Syariah merupakan BUMD Pemerintah Kabupaten Sleman yang didirikan berdasarkan Perda Nomor 21 tahun 2019 tentang PT. BPR Syariah Sleman (Perseroda). Sehat melanjutkan, Bank Sleman Syariah memiliki produk penghimpunan dana berupa tabungan wadiah, tabungan mudharabah dan deposito mudharabah.

“Sedangkan produk penyaluran dana berupa pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, dan pembiayaan multijasa. Tentunya program tersebut dapat diakses oleh semua pihak, baik instansi maupun masyarakat,” jelasnya.

Dirut Bank Sleman Syariah pun berharap mampu bersinergi dengan Pemda Sleman, pelaku usaha dan masyarakat serta lembaga keuangan syariah lainnya. Sehingga dapat memaksimalkan peranan dalam pengelolaan dana dan penyaluran dana demi kepentingan masyarakat dalam bentuk pembiayaan yang produktif.

Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala OJK DIY, Jimmy Parjiman. Ia mengatakan, dengan pemberian izin terhadap PT. BPR Sleman Syariah ini, diharapkan dapat dimanfaatkan sabaik-baiknya untuk pengembangan ekonomi syariah di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki potensi besar.

“Kami lihat potensi di Kabupaten Sleman cukup besar ekonomi syariahnya, baik itu industri halal maupun lembaga keuangan syariah, ini bisa kita lakukan kolaborasi dan sinergi. Sehingga nanti pengembangan terhadap ekonomi syariah akan segera bisa diwujudkan,” jelas Parjiman. (Humas Sleman)