Condongcatur Salurkan Bantuan untuk Ketahanan Pangan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan Bantuan program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2023 bagi kelompok ternak, kelompok budidaya ikan, dan kelompok tani yang ada di Condongcatur. Penyerahan dilakukan di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (19/12/2023).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya mengatakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur memberikan apresiasi kepada kelompok kelompok Ternak, Kelompok Budidaya Ikan maupun Kelompok Tani yang tetap mempertahankan kegiatanya sampai dengan saat ini, meskipun wilayah Condongcatur dikenal sebagai daerah wilayah perkotaan di Sleman

“Mudah-mudahan kelompok kelompok ini dapat tetap bertahan dan langgeng dalam melaksanakan usaha dan kegiatanya, tetap semangat, kedepanya bisa semakin baik, kegiatannya dapat semakin berkembang dan hasil panennya semakin meningkat serta bantuan yang diberikan dapat bermanfaat,” ujar Reno.

Pendamping Desa Condongcatur, Ihda Nur Maarifah menambahkan bahwa Kegiatan ini merupakan implementasi dari Penggunaan Dana Desa sesuai Permendes PDTT No.8 Tahun 2022  tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023

“Tujuan dari kegiatan ini mendukung program prioritas nasional melalui kewenangan desa dalam penguatan ketahanan pangan nabati dan hewani,” ucapnya.

Untuk bantuan kelompot ternak, tercatat ada dua penerima yaitu Kelompok Ternak Sembada Sanggrahan yang menerima bantuan berupa mesin pencacah rumput dan Kelompok Ternak Ngudi Rejo Pringwulung yang menerima bantuan berupa angling, sekop, dan sepatu boot.

Sementara bantuan kelompok tani diterima oleh enam kelompok, yaitu Kelompok Tani Sedyo Rukun Dabag dan Kelompok Tani Sumber Karya Boga Pondok yang menerima bantuan berupa alat pemanen padi, Kelompok Tani Batu Mas Kayen dengan bantuan berupa alat pemotong rumput, kelompok tani kuntani manukan menerima bantuan berupa material, Semen, Pasir dan Batu untuk saluran irigasi, Kelompok Tani Makmur Jaya Gempol menerima bantuan berupa perbaikan pintu air (besi plendes), dan yang terakhir adalah Kelompok Selo Rejo Ngringin yang menerima bantuan berupa pembuatan tandon air.

Sedangkan bantuan untuk kelompok budidaya ikan diterima oleh lima kelompok, yaitu KPI Mina Karya Sejahtera Mancasan Kidul yang menerima bantuan berupa Bibit Ikan Nila 32 Kg beserta peket 381 sebanyak 4 sak, Pokdakan Mina Asri Ngropoh yang menerima  bantuan berupa Selang Air 2 inch 20 meter, Pokdakan Mina Wulung Pringwulung yang menerima bantuan berupa Bibit Lele 1500 ekor dan pellet, Pokdakan Sumber Mina Manunggal Pondok dan Pokdakan Jala Mina Kayen dengan bantuan berupa Bibit ikan Nila 32 Kg plus pelet 4 sak.

Penanggungjawab bidang kegiatan, Ulu Ulu Condongcatur Murgiyanta, mengatakan bahwa dalam Program Ketahanan Pangan ini sebelumnya telah dilaksanakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Budidaya Lele Bioplok kepada 18 Kelompok Wanita Tani (KWT) pada tanggal 17 – 20 Oktober 2023 di Leles Ngringin Condongcatur.

Setelah pelatihan diberikan bantuan berupa Kubung (rumah) Jamur Tiram, Baglog jamur tiram, Sprayer, Termometer juga bantuan dan kolam lele terpal ukuran diameter 2 meter, bibit lele sebanyak 1000 bibit lele bagi masing masing KWT beserta Pakannya

Selain itu akan dilakukan program penanam tanaman sayuran seperti Cabe, Tomat, Seledri, Kangkung dan lainya menggunakan media 1000 galon air mineral di masing masing KWT dan pekarangan anggotanya

“Saat ini sudah ada yang panen Lele seperti KWT Mahanani Gandok, KWT Gondang Raya Pikgondang, KWT Teratai Mekar Dabag, KWT Arum Melati Soropadan dan beberapa KWT lainnya,” ujar Murgiyanta. (Wasana/KIM Depok)




Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalitirto Gelar Raker

Sleman – Muhammadiyah dan Aisyiyah ranting Kalitirto menggelar Rapat Kerja Pimpinan Periode 2022-2027 di SD Muhammadiyah Karangharjo, Kalitirto, Berbah, Minggu (17/12/2023).

Acara dibuka pukul WIB oleh Lilik Nugraharja, mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah Dirinya berharap rapat kerja ini menghasilkan program yang dapat direalisasikan secara maksimal.

“Hendaknya setiap tahun program dievaluasi sehingga dapat diketahui capaian dan kendalanya dan diperbaiki tahun berikutnya. Dengan demikian program dapat berjalan dengan baik dan berhasil maksimal,” ujarnya.

Sugeng, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kalitirto, mengajak setiap anggota pimpinan maupun bagian dapat menyusun program yang dapat direalisasikan, bukan hanya sekedar keinginan.

Acara berakhir pukul berhasil menyusun program jangka pendek tahunan dan program jangka panjang lima tahunan. Bidang Dakwah dipandu dan dipaparkan oleh Parjino selaku Ketua Bidang Dakwah, Bidang Kader oleh Rahmad Triatmojo, Bidang Ekonomi oleh Supardi, Bidang Sosial dan Bidang Wakaf Kehartabendaan oleh Agus Basuki. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah).




Wabup Sebut Sleman Siap Sambut Wisatawan saat Libur Nataru

Sleman – Sambut momen libur natal dan tahun baru (Nataru)  Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan dan nataru khususnya terkait kegiatan wisata, pada Senin (18/12).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan Pemkab Sleman terus melalukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan momen libur nataru di Sleman dapat berjalan aman dan lancar. Hal ini mengingat jelang libur nataru, jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman cenderung kerap mengalami peningkatan.

“Hingga saat ini kita terus berkoordinasi dan berdiskusi dengan semua pihak yang terlibat, termasuk pelaku wisata, sehingga nanti libur nataru di Sleman terutama untuk kegiatan wisatanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kita harapkan, dengan koordinasi ini, wisatawan yang datang pun bisa merasa aman dan nyaman selama di Sleman,” jelas Danang.

Melalui koordinasi ini, juga dilaksanakan diskusi bersama pelaku wisata di kawasan lereng Gunung Merapi. Dengan begitu, Danang mengatakan bahwasanya Sleman siap menerima kehadiran wisatawan yang akan menikmati libur akhir tahun 2023.

Danang mengimbau kepada seluruh komunitas dan pegiat wisata untuk memiliki rasa handarbeni. Sehingga setiap individu saling mempunyai rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama di kawasan Sleman.

“Saya dan semua dinas terkait selalu mewanti-wanti komunitas, untuk selalu mengawasi terkait pengawasan internal mereka sendiri. Jadi saya harap pelaku wisata bisa memahami terkait standar keamanan dan keselamatan pengunjung. Karena menjaga keselamatan bersama itu yang paling penting. Kalau semua punya rasa saling memiliki terkait keselamatan ini, maka kita harap accident itu dapat kita minimalisir,” papar Danang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menuturkan rapat koordinasi kesiapsiagaan dan nataru dilaksanakan untuk menyatukan persepsi dalam menghadapi libur nataru. Terutama dengan kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan, koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi untuk menghindari terjadinya kecelakaan di kawasan wisata.

“Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi jelang libur nataru ini. Terlebih berdasarkan data di tahun 2023 ini Sleman sudah memenuhi 98 persen dari target wisata. Yang paling penting disini adalah komitmen dari seluruh pihak dalam mensukseskan pariwisata di Kabupaten Sleman,” jelas Ishadi.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Sleman melakukan koordinasi kesiapsiagaan bencana dan libur nataru antara masyarakat bersama BPBD Sleman, Polres Sleman, dan Kodim Sleman. Melalui diskusi ini, Ishadi berharap dapat lahir pemahaman bersama dalam menciptakan keselamatan dan kenyamanan dalam berwisata.




Bupati Sleman Ajak Anggota Dharma Wanita Cegah Kasus Perundungan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri kegiatan puncak peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman ke-24 Tahun bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (18/12).

Ketia Panitia HUT DWP Widyawati dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam memperingati HUT DWP ke-24, DWP Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan mulai tanggal 23 Oktober 2023 sampai dengan 18 Desember 2023.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan seperti bakti sosial, senam massal, pemeriksaan keseheatan gratis, dan kegiatan lainnya.

“Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan HUT DWP ke-24 tahun ini dimaksudkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap organisasi serta sebagai wujud dukungan organisasi sebaga mitra pemerintah,” jelas Widyawati.

Selain itu, Ia juga menjelaskan tujuan lain dari diselenggarakannya berbagai rangkaian peringatan HUT DWP ini adalah meningkatkan kesadaran tentang peran strategis yang dimiliki perempuan khususnya DWP untuk mendukung tercapainya tuhuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Punomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamatnya kepada DWP yang tengah memperingati HUT ke-24 tahun. Ia berharap di momen peringatan ini dapat meningkatkan kontribusi Dharma Wanita Persatuan (DWP) bagi kemajuan wanita dan masyarakat.

“Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-24 ini, juga merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya dan menyusun program yang akan datang. Namun yang tidak kalah pentingnya kegiatan ini ditujukan untuk saling bersilaturahmi dan meningkatkan sinergi dan sinkronisasi serta peningkatan partisipasi anggota DWP Kabupaten Sleman,” katanya.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan” ini, Kustini mendorong DWP dapat melakukan aksi nyata dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan. Terlebih, diperlukan adanya kontribusi dalam mengentaskan dan mencegah terjadinya kasus perundungan.

“Melalui kesempatan ini saya ingin menghimbau kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk berupaya mengentaskan dan mencegah terjadinya peningkatan kasus perundungan,” ujar Kustini.

Ia menilai, kasus perundungan anak berawal dari keluarga sebagai sekolah utama dan pertama dalam membentuk karakter anak dan menjadi tempat berlindung bagi anak dan perempuan.

“Dharma Wanita sebagai organisasi yang memiliki concern terhadap pemberdayaan wanita tentunya memiliki peran penting dalam mengedukasi seluruh anggotanya untuk menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi anggota keluarganya,” jelasnya.




Cegah TBC, Puskesmas Seyegan dan Zero TB UGM Adakan Skrining dan Rontgen Thorak

Bertempat di serambi Masjid At Taufiq Puri Margomulyo Asri Jamblangan Margomulyo, Senin (18/12/2023), Puskesmas Seyegan bekerjasama dengan Zero TB UGM mengadakan skrining kesehatan dan Rontgen Thorax secara gratis kepada masyarakat sekitar. Sebanyak 98 warga Dusun Jamblangan dan sekitarnya memanfaatkan kesempatan skrining kesehatan tersebut dari total kuota 120 orang.

Yeni dari Puskesmas Seyegan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan Active Case Finding (ACF) yang merupakan kegiatan yang bertujuan menemukan kasus Tuberculosis (TBC) melalui serangkaian pemeriksaan riwayat penyakit dan gejala, pemeriksaan dahak, pemeriksaan Tuberculosis, serta pemeriksaan Rontgen dada dengan menggunakan mobile x-ray.

“Kegiatan ACF ini melibatkan sasaran dengan resiko tinggi serta kontak serumah dan kontak erat penderita TBC. Tim kerja Zero TB berkolaborasi  bersama tenaga kesehatan di Puskesmas melakukan pemeriksaan pada kegiatan ACF ini,” jelas Yeni.

Di tempat yang sama, Andy dari Zero TB UGM berharap kegiatan ini mendapatkan hasil yang maksimal.

“Dilakukan penemuan kasus secara aktif selain meningkatkan capaian  penemuan terduga TB, juga akan meningkatkan cakupan terapi pencegahan Tuberkulosis dan meningkatkan penemuan infeksi laten tuberculosis,” terangnya.

Dalam skrining kesehatan tersebut, setelah pendaftaran kemudian dilakukan ukur berat badan dan tinggi badan. Setelah itu peserta skrining melakukan pemeriksaan PTM (Penyakit Tidak Menular) untuk gula darah.

“Dipilih pemeriksaan gula darah karena penyakit gula darah paling rentan dengan penyakit TBC,” tukas Andy.

Setelah itu dilakukan wawancara sehubungan riwayat penyakit yang pernah diderita dan kemudian masuk ruang Rontgen. Hasil dari rontgen ini bisa langsung dibaca dilayar monitor, dengan hasil tersebut akan diterangkan oleh petugas tentang baik dan buruk thoraxnya.

“Bila terindikasi ada kelainan di paru paru peserta maka akan dilakukan test lanjutan yaitu Mantoux test yang merupakan tindakan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sudah ada paparan kuman TBC atau belum,” pungkas Andy.

Dari 98 peserta skrining, 5 diantaranya menjalani periksa mantoux test dan periksa dahak. Adapun hadil pemeriksaan bisa dilihat oleh peserta 1 minggu sesudahnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)