Pemkab Sleman Sampaikan SPPT PBB-P2 2024

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB P2) tahun 2024, Selasa (2/1). Penyampaian SPPT PBB P2 dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dengan didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, kepada perwakilan Kalurahan dan perwakilan wajib pajak selektif.

Pada agenda yang diselenggarakan di Pendopo Parasamya Sleman ini, Bupati dengan didampingi Wakil Bupati, juga sekaligus menyerahkan Penghargaan Lunas PBB P2 kepada 4 Kapanewon, 22 Kalurahan, dan 5 Padukuhan.

Bupati Kustini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang dengan penuh kesadaran telah melaksanakan kewajibannya dan memberikan pelayanan pada masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Terkait implementasi aturan baru, yaitu UU No.1 Tahun 20, Bupati mengimbau kepada para wajib pajak PBB P2 untuk sesegera mungkin menunaikan kewajibannya sebelum jatuh tempo yaitu 30 Juni 2024, untuk menghindari denda.

“Perubahan ini harus segera diinformasikan kepada masyarakat. Oleh karena itu saya berharap bapak ibu yang hadir pada kesempatan ini dapat ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Sekretaris BKAD Sleman, Elli  Widiastuti melaporkan bahwa pokok ketetapan PBB P2 tahun 2024 sejumlah lembar SPPT dan diperoleh pokok ketetapan tahun 2024 sebesar Rp. .

Dilanjutkan Elli, target PAD tahun 2023 tercapai sebesar 103 persen dari target yang telah ditetapkan atau senilai 1 Triliun 120 Miliar.

“Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) PBB P2 tahun 2024 tidak mengalami kenaikan, namun di beberapa lokasi terdapat kenaikan NJOP karena adanya perubahan fungsi obyek pajak, pemutakhiran hasil pendataan individual dan pemanfaatan data BPHTB untuk reklasifikasi NJOP obyek komersial,” kata Elli.

Pada kesempatan ini, Elli berharap masyarakat selaku wajib pajak PBB P2 semakin mendapatkan kemudahan dalan menunaikan kewajiban perpajakan daerahnya di Kabupaten Sleman dan membayar PBB P2 sebelum jatuh tempo 30 Juni Tahun 2024.




Tutup Tahun 2023, Pramuka Kwartir Sleman Gelar Malam Wirapati

Sleman – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman menyelenggarakan Malam Wirapati dan Tutup Tahun 2023 sebagai puncak rangkaian acara Pengembaraan Akhir Tahun ke-38 (Barata XXXVIII) di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (31/12/2023). Ribuan orang yang terdiri peserta pelajar setingkat SMA/SMK/MA sederajat, bersama suporter, dan masyarakat membaur merayakan malam pergantian tahun.

Acara ini dibuka dengan penampilan karawitan dan tari “Sari Sumekar” dari Satuan Karya (Saka) Pariwisata Sleman, kemudian Giat Prestasi Fashion Show busana kreasi ecoprint dari perwakilan seluruh pangkalan peserta.

Ada pula penampilan atraksi pentas seni dari para pangkalan finalis yang mengangkat tema Barata XXXVIII, yaitu “The Majesty of Merapi” atau keagungan Gunung Merapi. Pentas seni ini bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata, cerita rakyat, ancaman bencana, maupun kearifan lokal lainnya di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari lereng selatan Gunung Merapi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wadah bagi anak muda sehingga terhindar dari kegiatan negatif yang mengarah pada kenakalan remaja,” ungkap Ketua Kwartir Pramuka Cabang Sleman, Ery Widaryana.

Pada acara Malam Wirapati juga dinobatkan Dhenok Thole BARATA XXXVIII sebagai duta Pramuka Penegak Pandega Sleman. Dhenok terpilih dari pangkalan SMAN 1 Sleman, sedangkan Thole terpilih dari perwakilan pangkalan MA Sunan Pandanaran.

DKC Sleman sebagai pelaksana acara Malam Wirapati, menggandeng Media Swara untuk turut memeriahkan acara dengan melantunkan lagu-lagu populer yang dinikmati seluruh penonton. Kegiatan diakhiri dengan renungan dan kick off pergantian tahun dengan pesta kembang api.




Donoharjo Gelar Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk 23 Kader Posyandu Balita

Sleman – Besarnya perhatian Pemerintah Indonesia akan perkembangan anak, salah satunya ditunjukkan dengan pemberian bantuan alat ukur Antropometri melalui Kementrian Kesehatan kepada posyandu di seluruh Indonesia. Sebanyak 23 Posyandu diantaranya berada di Wilayah Kalurahan Donoharjo.

Agar kader penggerak Posyandu di Kalurahan Donoharjo dapat mengoperasikan Antropometri dengan benar, maka pada hari Jumat (29/12/2023) Pemerintah Kalurahan Donoharjo menyelenggarakan pelatihan tentang cara penggunaan Antropometri di Balai Kencana Bakalan Donoharjo dengan menghadirkan narasumber Theodorus Indarto dari Puskesmas Ngaglik 2.

Kamituwa Donoharjo, Dani Prasetyo,  menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan diselenggarakan dalam rangka kegiatan rutin poskesdes.

“Kegiatan rutin poskesdes jika tidak ada aral diselenggarakan setiap bulan diawali dengan senam bersama dilanjutkan pelatihan dengan berbagai tema. Karena kita baru saja mendapatkan bantuan alat ukur Antropometri maka tema pelatihan kali ini tentang Antropometri,” ujar Dani.

Menurut Dani, pelatihan ini penting karena Antropometri memiliki akurasi atau tingkat ketelitian tinggi untuk memasang dan mengukur.

“Harapannya,  dengan adanya bantuan alat ini dibarengi dengan kualitas SDM kader yang tinggi juga. Setiap kader harus memiliki pemahaman yang sama, karena ada beberapa metode yang berbeda dalam melakukan pengukuran,” jelas Dani.

“Pelatihan juga dimaksudkan agar pemeriksaan pengukuran bayi di  23 Posyandu Balita yang ada di Kalurahan Donoharjo dapat terstandar,” pungkas Dani. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)