Pemkab Sleman Luncurkan Pelayanan Kemetrologian Tahun 2024

Sleman – Pelayanan Kemetrologian dan Penyerahan Cap Tanda Tera Tahun 2024 resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Halaman Kantor UPTD Pelayanan Metrologi Legal, Selasa (9/1/2024). Peluncuran dilakukan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman, R. Haris Martapa dan Kepala Disperindag Sleman, Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih.

Mae Rusmi mengatakan bahwa pada tahun 2023 UPTD Pelayanan Metrologi Legal telah melaksanankan pelayanan tera/tera ulang sebagai bentuk pemerintah dalam perlindungan konsumen. Perlindungan konsumen yang dilaksanakan tidak hanya dalam bentuk kemetrologian atau Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), namun termasuk tes makanan berbahaya.

Lebih lanjut, Mae Rusmi mengatakan bahwa pada tahun 2023 telah dilaksanakan pelayanan tera/tera ulang di 31 pasar tradisional yang terdiri dari 24 pasar pemda dan 7 pasar desa. 10 pasar modern, 2 RSUD, 4 RS Swasta, 1 Puskemas, 6 Posyandu, 15 Apotek, 4 SPBE, 49 SPBU, 15 Pertashop, dan 11 Jembatan Timbang. Sebanyak 80% UTTP di pasar sudah dilakukan tera/tera ulang. Tidak hanya itu, telah dilakasanakan penyuluhan dan sosialisasi kepada 470 pedagang pasar. Total UTTP yang telah ditera ulangkan ditahun 2023 sebanyak UTTP

“Kita sudah punya Perda Metrologi Legal yang sudah disahkan di Desember 2023 bahwa mulai Januari nanti pelayanan tera/tera ulang tidak dipungut retribursi pelayanan tera/tera ulang,” ungkap Mae Rusmi.

“Tidak hanya itu Disperindag merancang aplikasi Simpelomas (Sistem Pelayanan Metrologi Legal Sleman) untuk peningkatanan pelayanan yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman, R. Haris Martapa, mengapresiasi kinerja Disperindag sehingga Kabupaten Sleman selama dua taun berturut-turut mencapai pada tatanan tertinggi yaitu daerah tertib ukur.

Haris mengharapkan agar tidak lagi terjadi kesalahan penimbangan. Tidak hanya itu, Haris menuturkan metrologi harus melayani seluruh masyarakat yang memiliki timbangan yang digunakan oleh masyarakat umum sehingga diharapkan pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat. (Rep Faiza Faradilla)




Muhammadiyah Gelar Wisuda Akbar BTHQ 1.347 Siswa SMP se-Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan wisuda akbar BTHQ angkatan ke-4 yang digelar Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah se-Sleman pada Sabtu (6/1/2024).

Bertempat di Gedung Pertunjukan/Performance Stage Universitas Negeri Yogyakarta, wisuda ini diikuti sebanyak siswa yang terdiri dari Iqro’ dan 187 Tahfidz dari 25 (duapuluh lima) SMP Muhammadiyah se-Sleman.

Penyelenggaraan tahun ini, BKS bekerjasama dengan Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta.

 “Khusus bagi pendidik di sekolah Muhammadiyah Sleman, pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena tanpa bantuan bapak ibu untuk mendidik generasi anak-anak kita yang nanti akan membangun Indonesia, pemerintah tidak bisa terjun sendiri, inilah bentuk kolaborasi antara semua pendidikan di Kabupaten Sleman,” kata Kustini.

“Dengan potensi apapun anak-anak kita dengan dilandasi iman, bisa membaca Al Qur’an, tahu artinya dan bisa diterapkan dalam kehidupan, insya Allah menjadi generasi penerus dan pemimpin yang memiliki akhlaqul karimah, memiliki suri tauladan dan karakter Qur’ani. Oleh karena itu tugas kita selaku pendidik serta kebijakan agar anak didik kita mencintai Al Qur’an,” imbuhnya.

Wisuda dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Acara ini di bagi menjadi 2 sesi yakni sesi pertama mulai jam sampai jam dan sesi 2 jam sampai WIB.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Surahmat, menyampaikan bahwa wisuda akbar BTHQ (Baca Tulis dan Hafal Al Qur’an) ke-4 sebagai wujud kerja keras dari segenap warga sekolah agar menjadikan Al Qur’an sebagai teman dan mensyiarkan sekolah berkemajuan. 

“Program BTHQ adalah program utama Ismuba, kita selenggarakan secara bersama-sama dalam rangka untuk saling memotivasi sekolah dan siswa agar keinginan untuk menghafal Al Qur’an itu tinggi,” tuturnya.

Untuk semester depan, Majelis Dikdasmen Sleman mencanangkan semua sekolah harus mengusahakan semua siswanya bisa membaca Al Quran. Dengan demikian, diharapkan siswa akan memahami Islam dengan utuh dengan kesenangan membaca Al Qur’an dan kitab-kitab yang lain.

Acara wisuda akbar juga dimeriahkan penampilan dari perwakilan sekolah dan mendapat aplous meriah baik peserta dan tamu undangan.

Harapan dari penyelenggara dan ketua BKS Hendro Sucipto, untuk ke depan lebih banyak lagi jumlah dan kualitas peserta wisuda sehingga semakin menguatkan sekolah Muhammadiyah sebagai basis penyiapan generasi Qur’ani dan menjadi sekolah dengan Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ciri khas sebagaimana pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah berbasis agama dan modern atau berkemajuan. (Arief Hartanto)




Sanggar Tari Larassanti Gelar Ujian Lewat Pentas Tari

Sleman – Sanggar Tari Larassanti dari Padukuhan Jawaban, Sumberagung, Moyudan, Sleman menggelar ujian dan pentas tari pada hari Minggu ( 7/1/2024 ) di Sleman City Hall (SCH) Sleman. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya, dan Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayaan) Kabupaten Sleman Ignatius Eka Ferianto, serta orang tua siswa Sanggar Tari Larassanti.

Kepala Sanggar Wushanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa ujian Tari adalah merupakan agenda tahunan dari Sanggar Tari Larassanti. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa Sanggar Larassanti bukan hanya memberikan materi tari saja tapi berbagai bidang seni budaya antara lain theater, karawitan, tari modern, yang pesertanya mulai dari Balita sampai usia di atas 50 tahun, dan telah  memiliki prestasi baik di tingkat Daerah maupun Nasional.

“Kami mohon bimbingan dan pembinaan dari Dinas terkait dan semua pihak agar Sanggar kami lebih maju,” ungkap Wushanti.

Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya Kundha Kabudayan Sleman, Ignatius Eka Ferianto menyampaikan sangat mendukung keberadaan Sanggar Tari Larassanti, untuk mengembangkan seni budaya bagi generasi muda.

“Kami sangat mendukung keberadaan Sanggar Tari Larassanti yang telah membina masyarakat untuk mencintai budaya lokal yang adil ujung,” tutur Ferianto.

Sedangkan Sekda Sleman, Harda Kiswaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Sanggar Tari Larassanti yang telah membantu pemerintah dalam ikut serta melestarikan kebudayaan wsrisan leluhur.

Lebih lanjut Harda menambahkan orang tua harus beebangga dan harus berterima kasih kepada Sanggar Tari Larassanti yang telah membantu putra-putrinya dalam mengembangkan bakat dan talenta.

“Ujian yang merupakan agenda tahunan  ini merupakan alat ukur kemampuan bakat yang diterima, Semangat dan sukses untuk Sanggar Tari Larassanti,” pungkas Harda.

Salah satu pengurus Sanggar Welas, Suprapti menuturkan bahwa sampai saat ini jumlah siswanya ada 115. Sedangkan yang diujikan adalah untuk kelas anak Tari kelinci diikuti 14 anak, kelas unsur Tari Pulung dikuti 20 anak dan kelas ragam Tari Golek diikuti 19 anak.

“Prestasi yang terakhir kami terima adalah sebagai juara 1 pada lomba senam Bupati Cup yang diselenggarakan pada tanggal 30 Desember 2023,” ujar Welas.(Giek/KIM Moyudan)