Bekali Pemuda Hadapi Persaingan di Era Bonus Demografi

Dalam penyiapan pemuda Sleman menghadapi bonus demografi, Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Sleman menggelar Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang dilaksanakan dua hari pada 17-18 Januari 2024 di Taman Merdiko Kalurahan Merdikorejo Kapanewon Tempel.

Bonus demografi adalah kondisi dimana pertumbuhan populasi usia produktif yang relatif lebih besar dibandingkan kelompok usia lainnya. Dengan sendirinya hal ini menyebabkan adanya persaingan yang semakin ketat pada kelompok seumuran pemuda.

Peserta pembinaan ini adalah karang taruna se-Kapanewon Tempel, Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat, dan Nasyiatul Aisyiyah Cabang Tempel. Narasumber adalah Master Trainer Asean, Hazwan Iskandar dari Godean dan Arif Wibowo selaku Sekretaris Dinas Pemuda Dan Olahraga.

“Menjadi pemuda itu diharapkan tetap semangat dan menolak menyerah pada kegagalan,” pesan Arif Wibowo.

Output dari kegiatan ini diharapkan bisa membentuk dan meningkatkan mental pemuda dalam menghadapi bonus demografi di Indonesia khususnya di Kabupaten Sleman. (Dony/KIM Tempel)




Sleman Gelar Bimtek Pembakuan Nama Rupabumi 2024

Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pembakuan Nama Rupabumi dengan mengundang Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Senin (17/1/2024) bertempat di Ruang Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diikuti lebih dari 95 peserta yang merupakan perwakilan atau surveyor dari kalurahan se-Kabupaten Sleman dan beberapa perwakilan dari kapanewon, surveyor dari personil kalurahan se-Kabupaten Sleman, verifikator dari beberapa OPD dan perwakilan kapanewon.

Acara dibuka oleh Hana Melita Ekasari dari Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman yang menerangkan betapa pentingnya pendataan data nama rupa bumi di daerah Yogyakarta terutama Kabupaten Sleman.

Setelah pembukaan, acara diisi dengan pemberian materi mengenai prosedur pembakuan nama rupa bumi oleh narasumber Farid Yuniar dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponimi (PPRT) BIG. Materi yang disampaikan berkaitan dengan dasar hukum penyelenggaraan pembakuan nama rupabumi, pengertian nama rupabumi, alasan perlunya pembakuan nama rupabumi, prosedur pembakuan nama rupabumi, serta tugas tim kerja kabupaten/kota dan provinsi.

Acara dilanjutkan dengan pembekalan terkait penyelenggaraan nama rupabumi. Materi yang diberikan meliputi arti penting nama rupabumi, contoh kasus akibat mengabaikan toponim, dan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyelenggaraan Nama Rupabumi. Selanjutnya para peserta diberikan penjelasan teknis terkait aplikasi SINAR serta praktik yang dipandu oleh tim dari BIG agar dapat memahami cara pemakaian sistem serta menerapkannya dalam kegiatan inventarisasi maupun penelaahan di Kabupaten Sleman. (Eka Sastra/KIM Sardonoharjo Ngaglik).

Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa salah satu tugas pokok dari Badan Informasi Geospasial berdasarkan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial tentang Penyelenggaraan Pembakuan Nama Rupabumi mengatur bahwa tim kerja tingkat kabupaten/kota dan provinsi memiliki tugas untuk melakukan inventarisasi di wilayahnya masing-masing. Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan Kegiatan Workshop Inventarisasi Nama Rupabumi 2024 dengan melibatkan surveyor dari personil kalurahan se-Kabupaten Sleman dan verifikator dari beberapa OPD dan perwakilan kapanewon.

Inventarisasi dilaksanakan dengan pendataan terhadap usulan nama rupa bumi untuk nantinya diajukan pembakuan nama, dengan rincian pengumpulan data koordinat, arti nama, asal bahasa, sejarah nama, dan sebagainya. Kegiatan ini tentunya membutuhkan keterampilan teknis yang baik sehingga informasi yang dikumpulkan dapat bersifat akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

BIG melakukan pengumpulan nama rupabumi dengan platform SINAR yg berbasis android dan webgis yang digunakan untuk pengumpulan, penelaahan dan penyebarluasan nama rupabumi dan gazetir.




Tingkatkan Koordinasi dan Kolaborasi di Tengah Tantangan Pembangunan yang Makin Kompleks

Memasuki tahun 2024 Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melalui Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, selaku Inspektur Upacara pengibaran bendera di Halaman Kantor Kapanewon Gamping, Rabu (17/1/2024), mengajak seluruh pihak di Kapanewon Gamping untuk semakin meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi yang lebih optimal lagi lantaran pada tahun-tahun mendatang tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan semakin kompleks.

Peserta upacara terdiri dari seluruh jajaran pimpinan pemerintah Kapanewon Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, Komando Rayon Militer 17 Gamping, Puskesmas Gamping I, Puskesmas Gamping II, Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Lurah dan Dukuh se-Kapanewon Gamping, Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Gamping, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Dinas Pendidikan Koordinator Wilayah Gamping, Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Panitia Pemungutan Suara se-Kapanewon Gamping, serta Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Gamping.

Dalam amanatnya, Tamzis Sarwana menuturkan agar kinerja tahun ini dapat tercapai tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal pada masyarakat, maka pelaksanaan atas program-program dan kegiatan harus selalu berorientasi pada hasil dan dilaksanakan secara efektif dan efisien, demi penggunaan dana pembangunan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, provinsi ataupun pusat berdampak secara optimal bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini dirinya berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu tahun 2024 khususnya di tingkat kapanewon, kalurahan, serta dusun untuk senantiasa menjaga asas netralitas.

“Saya mengharapkan kepada pemerintah kapanewon dan kalurahan selaku pemangku wilayah untuk senantiasa melakukan monitoring dalam persiapan, pelaksanaan dan penghitungan suara. Apabila terjadi ketidaksesuaian antara aturan dan kondisi di lapangan segera lakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu setempat,” tutur Tamzis di hadapan peserta upacara.

Harapannya pemilu tahun 2024 menjadi pemilu yang mempersatukan seluruh elemen bangsa, pemilu yang semakin menguatkan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia walaupun masyarakat berbeda pilihan. Seluruh masyarakat tentunya menginginkan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 terlaksana lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Karenanya, perlu adanya peningkatan koordinasi dan kolaborasi sehingga seluruh tahapan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan penuh suka cita, serta pada akhirnya menghasilkan pemilu yang berkualitas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Imunisasi Polio Sasar 20 Padukuhan di Caturtunggal

Caturtunggal – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Puskesmas Depok III memulai program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sebagai dukungan terhadap program Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada Senin (15/01). Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 Januari 2024 hingga 21 Januari 2024 dengan melibatkan 20 padukuhan di Kalurahan Caturtunggal.

Dimulai dari Padukuhan Manggung, Kocoran, Karangwuni, Karangmalang, hingga Karanggayam, warga diundang untuk mengikuti imunisasi dengan syarat membawa Kartu Identitas Anak (KIA) atau fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz menyampaikan pentingnya partisipasi aktif warga dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit polio. Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah kalurahan dan puskesmas.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk melindungi seluruh warga dari risiko penyakit polio dan mendorong kesadaran akan pentingnya vaksinasi dalam menjaga kesehatan Masyarakat,” ungkapnya.

Imunisasi ini sendiri bertujuan mencegah mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh seumur hidup dan bahkan kematian. Penyakit polio, disebabkan oleh virus polio, menyerang sistem saraf dan tidak dapat diobati. Hanya melalui imunisasi, masyarakat dapat melindungi diri mereka dan mencegah penyebaran penyakit ini. (Oktaviana/KIM Depok)




Kampung Hijau Solusi Masalah Lingkungan Permukiman

Dalam upaya untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui program kampung hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan dan evaluasi program kampung hijau di Penen Donoharjo Ngaglik Sleman, Selasa (16/1/2024). Kegiatan ini diikuti  perangkat Kalurahan Donoharjo dan Sariharjo serta ibu-ibu kader dan penggerak bank sampah.

“Salah satu tujuan besar dari kegiatan ini adalah agar seluruh peserta yang hadir ini menjadi insan yang ramah lingkungan,” jelas Eni Yuliani, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman.

Eni lanjut menjelaskan bahwa konsep kampung berbasis lingkungan sekaligus sebagai solusi mengatasi permasalahan lingkungan perkotaan, komunitas, industri/bisnis, dan kampung yang menerapkan asas pelestarian fungsi lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan untuk mewujudkan pelembagaan dalam membentuk kampung hijau bisa dimulai dari lembaga terbawah bisa di tingkat padukuhan, RT maupun RW.

“Komponen penting kampung hijau meliputi komponen fisik,  komponen manajemen, komponen peran masyarakat baik di bidang lingkungan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang sosial ekonomi, bidang pemerintahan dan komponen budaya/tradisi/adat,” paparnya.

Upaya-upaya yang harus  dilakukan untuk mewujudkan kampung hijau meliputi pengelolaan persampahan, penghijauan, dan pemanfaatan pekarangan atau ruang publik, partisipasi warga, sanitasi, dan upaya konservasi sumber daya air.

“Dengan lima upaya yang dilakukan dengan penuh kesadaran atas partisipasi masyarakat dan dukungan kelembagaan, diharapkan terwujud lingkungan yang bersih dan sehat,” tandas Eni. (Endarwati/KIM Donoharjo)