Caturtunggal Gelar Monitoring Bantuan Pembangunan Tahap III Tahun 2023

Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melaksanakan kegiatan monitoring bantuan pembangunan tahap III tahun 2023 di 12 padukuhan antara lain Kocoran, Karangmalang, Karanggayam, Mrican, Santren, Gowok, Nologaten, Tempel, Janti, Tambakbayan, Kledokan, dan Seturan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Januari 2024, bertujuan memastikan anggaran pembangunan digunakan dengan efisien dan tepat.

Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Caturtunggal, pendamping desa, dukuh, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Sub Unit LPM, dan panitia pembangunan masing-masing wilayah. Selain melakukan monitoring, juga dilakukan penyerahan laporan pembangunan bantuan yang telah terealisasi dari masyarakat kepada Pemerintah Caturtunggal.

Bantuan pembangunan bersumber dari Dana Desa, Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan Pajak Bagi Hasil (PBH). Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua padukuhan telah melaksanakan pembangunan sesuai rencana, bahkan beberapa di antaranya menyelesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz menyampaikan bahwa hal ini mencerminkan komitmen yang tinggi warga masyarakat dalam memajukan wilayah mereka.

“Harapannya masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun. Ini menjadi kunci keberlanjutan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kalurahan Caturtunggal,” pungkasnya (Oktaviana/KIM Depok)




Pelaksanaan PIN Polio di Tirtomartani dan Tamanmartani Lebihi Target

Kalasan – Tingkat kehadiran sasaran pada pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran pertama di Kalurahan Tirtomartani dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan melebihi target sasaran. Pelaksanaan di Kalurahan Tirtomartani, Selasa (16/1/2024) menyasar 1696 anak, sementara yang hadir 1738 anak. Dari 1738 anak itu berhasil tervaksin 1729 dengan katagori umur 0-59 bln  = 1022, 5-7 = 503 dan 7 = 204. yang berarti melampaoi target sasaran. Di Tirtomartani jumlah tidak tervaksin 8, lima (5) diantaranya demam, dua diare dan satu sedang dalam proses berobat.

Sementara itu pelaksanaan di Kalurahan Tamanmartani Rabu, (17/1/2024) yang berlangsung hingga pukul , target sasaran 1462, yang hadir 1494, tervaksin 1480 dengan rincian 0-59 bln = 876, 5-7 = 411 dan 7 = tervaksin 14 karena 8 sedang demam, 4 diare dan 1 post opname ikterus dan 1 dalam pengobatan.

Kepala Puskesmas Kalasan dr. Dini Threes Harjanti disela-sela berlangsungnya pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran pertama di Tamanmartani menuturkan, di Kapanewon Kalasan pelaksanaan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik tenaga medisnya maupun non medis.

“Untuk tenaga medis mendapat dukungan dari RS Panti Rini, RSIY Kalasan, RS Bhayangkara Yogyakarta, Klinik Sorogenen dan dari Praktek Mandiri Bidan Widia. Sementara relawan non medis berasal dari kader Pos Yandu, dari Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu (PARIKESIT), Mahasiswa serta Polsek, Koramil dan Linmas,” terang dr. Dini.

Untuk Putaran pertama lanjut Dokter Dini, pihaknya menyusun jadwal sejak tanggal 15  Januari di Kalurahan Selomaryani dengan sasaran 1164 anak. Tanggal 16 Januari di Kalurahan Tirtomartani target sasaran 1696 anak. Tanggal 17 Januari di Tamanmartani target 1461 anak. Untuk Kalurahan Purwomartani dijadwalkan selama tiga hari dari tanggal (18/1/2024) dengan target 1617 anak, (29/1/2024) dengan target sasaran 503 anak dan tanggal (20/1/2024) dengan target sasaran 1045 anak. Sehingga total target sasaran se Kapanewon Kalasan adalah anak.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena dalam pelaksanaan Sub PIN Polio mendapatkan dukungan yang luar biasa. Termasuk dari Pemerintah Kalurahan yang menyediakan tempat, linmas hingga logistik bagi relawan dan petugas. Kepada Masyarakat, Dokter Dini berharap agar senantiasa menjaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dan sehat, segera konsultasi ke Puskesmas bila ada gangguan kesehatan,” imbuh dr. Dini.

Sementara itu Kamituwa Kalurahan Tamanmartani, Awan Parades Parasteka menuturkan, para relawan yang berasal dari kader Pos Yandu/ Kader Kesehatan dari masing-masing padukuhan melakukan sosialisasi dan pendataan diwilayah masing-masing. Hasil Sosialisasi dan pendataan kemudian dilaporkan melalui Sistem yang telah ada, dengan demikian pada saat dilaksanakan pekan imunisasi dapat berjalan lancar karena mereka datang sesuai jadwal jam yang telah diumumkan dimasing-masing padukuhan.

“Dalam pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran 1 di Tamanmartani, alur dipatuhi dengan baik. Ketika datang memasuki halaman lapor kehadiran untuk mendapatkan nomor urut, kemudian menuju meja pendaftaran, setelah itu pemeriksaan suhu badan. Baru setelah itu menuju meja skrening dan vaksinasi, bila semua sudah dilalui dan sudah mendapatkan vaksinasi kemudian menuju area observasi selama 15 menit, baru setalah tidak ada keluan mereka diizinkan pulang,” tutup Awan. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




Anak Sardonoharjo Bebas Polio lewat Pekan Imunisasi Nasional

Sleman – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio serentak  mulai dilaksanakan di Kalurahan Sardoharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman. Terhitung, ada anak usia 0-8 tahun kurang 1 hari yang akan diimunisasi berupa pemberian vaksin tetes Polio.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, Harjuno Wiwoho didampingi Ketua TP-PKK Sardonoharjo Eisa Sastra memastikan langsung pemberian vaksin tetes di Pendopo Mrisen , Sardonoharjo , Ngaglik, Sleman, Kamis (18/1/2024) berjalan lancar,

Pemberian vaksin ini sendiri bekerja sama dengan Puskesmas Ngaglik 1 yang menjadi penanggung jawab langsung.

“Pemberian vaksin dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional untuk polio. Diwajibkan kepada bayi maupun anak-anak usia 0-8 tahun kurang 1 hari untuk diimunisasi polio,”ujar Faradilla , selaku Bidan dari Puskesmas Ngaglik 1.

“Vaksinasi polio serentak bertujuan mencegah kejadian luar biasa (KLB) polio di Kapanewon Ngaglik,” lanjutnya.

“Kita wajibkan kepada seluruh bapak ibu untuk aktif vaksin dalam rangka PIN untuk diberikan tetesan vaksin polio. Seluruh kelurahan/desa wajib, agar percepatan minggu ini paling tidak akhir Januari selesai. Semoga ke depan putra-putri kita bebas polio, sehat, hebat dan pintar-pintar,” ungkapnya.

Sementara itu, drg. Endah Triretno Wulan dari Kepala Puskesmas Ngaglik 1 mengatakan bahwa vaksin polio dapat diperoleh di Puskesmas Ngaglik 1.

“Dalam acara ini juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan , pemberian vaksin juga dmwngahdirkan anak anak sekolah PAUD, TK dan SD sederajat. Pastinya sesuai umur, antara 0-8 kurang 1 hari berarti ada yang diantara kelas 1 dan 2,” jelasnya. (Eka Sastra /KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Dinas PMK Kabupaten Sleman Adakan Pembinaan LKK di Kapanewon Seyegan

Sleman – Bertempat di Ruang Rapat I Kapanewon Seyegan, Rabu (17/1/2024) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) memberikan pembinaan bagi Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) untuk 5 Kalurahan di wilayah Kapanewon Seyegan.

Kegiatan ini menghadirkan 5 Lembaga dari masing masing Kalurahan yaitu unsur PKK, LPMK, Karang Taruna, Posyandu dan Linmas dengan nara sumber Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Sleman, Sungkawati Budi Rahayu, menyampaikan materinya berkenaan dengan latar belakang pembentukan LKK, Lembaga apa saja yang termasuk LKK, susunan lembaga LKK, tupoksi lembaga, masa bakti dan penggantian pengurus, tata kerja dan hal hal yang dilarang bagi pengurus LKK.

“Latar belakang pembentukan LKK sendiri adalah Undang undang nomor 6 tahun 2014. Selain itu Peraturan Bupati Sleman nomor 44.2 tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan yang mana LKK merupakan wadah partisipasi masyarakat, sebagai mitra pemerintah Kalurahan, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat Kalurahan,” jelas Sungkawati.

Sungkawati juga menekankan adanya program kerja dari masing masing lembaga sehingga pemerintah Kalurahan melalui mekanisme RKP akan mengalokasikan pendanaan untuk LKK. Mengenai pendanaan ini, Sungkawati juga menyampaikan bahwa sumber dana LKK dapat diperoleh dari swadaya masyarakat, APBKal, bantuan dari pemerintah, pemerintah daerah propinsi, pemerintah daerah dan juga bantuan dari pihak lain yang sah dan tidak mengikat.

“Banyak LKK yang belum mempunyai program kerja. Hal ini juga akan menyulitkan dalam memperoleh dana untuk berkegiatan. Di sinilah peran pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan. Dinas PMK melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembentukan, pemberdayaan dan pendayagunaan LKK sebagai Mitra Pemerintah Kalurahan di wilayahnya,” tukasnya.

“Sedangkan Panewu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembentukan, pemberdayaan dan pendayagunaan LKK sebagai mitra Pemerintah Kalurahan di wilayahnya,” imbuh Sungkawati.

Diakhir pengarahannya, Sungkawati mengajak dialog dengan peserta tentang keberadaan SK lembaga, program kerja dan pendanaan yang telah diraih oleh masing masing lembaga. Ada beberapa lembaga yang melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang ada di APBKal tanpa diberi kesempatan untuk membuat program kerja sendiri. Ada juga lembaga yang alokasi dananya sangat minim sehingga untuk pembinaan sub unit yang ada di Padukuhan tidak mampu.

Dinamika yang ada di lapangan tersebut masih jauh bila dibandingkan dengan lembaga yang ideal. Untuk itu, Sungkawati berharap LKK untuk segera berbenah dan peran sebagai mitra pemerintah Kalurahan bisa dirasakan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Puskesmas Berbah Gelar PIN Polio, Sasar Anak Usia 0 sampai 7 Tahun

Sleman – Puskesmas Berbah menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Wilayah Kapanewon Berbah pada Rabu (17/1/2024) di Puskesmas Berbah, Sribit, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Sasaran kegiatan ini adalah anak usia 0 sampai 7 tahun.

Menurut Kepala Unit Pelayan Terpadu (UPT) Puskesmas Berbah dr. Hari Pratono, bahwa penyakit polio (poliomyeslistis) yang disebabkan oleh virus polio, merupakan penyakit menular  yang sangat berbahaya dan tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah dengan imunisasi polio. Penyakit polio bisa menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan  seumur hidup juga bisa menyebabkan kematian.

“Penyakit polio meyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus polio,” jelas Dokter Hari.

Hari menuturkan, pelaksanaan PIN Polio di Kapanewon Berbah berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Kabupten Sleman nomor 442/0323 tentang Pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Kabupaten Sleman karena ditemukan kasus penyakit lumpuh layu akut (accute flaccido paralysis) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dengan hasil terkonfirmasi virus polio VDPV2. Selain itu ditemukan juga virus  pada sempel di Kabupten Bangkalan, Jawa Timur.

Berdasarkan kasus tersebut, sesuai arahan dari Komite Imunisasi Nasional (KIN) harus dilakukan respon imunisasi polio melalui pelaksanaan SUB PIN polio 2 putaran di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur serta Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istmewa Yogyakarta.

“Wilayah Kabupten Sleman juga menjadi tempat pelaksanaan SUB PIN, karena dinilai berisiko tinggi karena bersinggungan langsung dengan wilayah Kabupten Klaten,” jelas Dokter Hari.

Hari menambahkan, SUB PIN dilaksanakan dengan memberikan imunisasi Novel orral Vaccine Type 2 (n0PV2)

“Vaksin diberikan kepada seluruh sasaran anak anak umur 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status/riwayat imunisasi sebelum nya. Yang dimaksud  umur 7 tahun adalah batasan umur ketika divaksin usia  7 tahun 11 bulan 29 hari,” kata Dokter Hari.

Hari juga mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), agar dapat terhindar dari segala penyakit yang mengancam kesehatan, termasuk polio.

“Melengkapi imunisasi pada anak,  jangan buang BAB sembarangan, cuci tangan dengan sabun bila selesai BAB, masak sampai matang minuman dan makanan, jangan buang popok bayi sembarangan,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)