Pemerintah Caturtunggal Gelar Pengajian Al Husna dan Solawat Bersama

Pendopo Puspadenta – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Tim Penggerak PKK (TP PKK), kembali menyelenggarakan Pengajian Al Husna yang berlangsung di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal pada Jumat (19/1). Pengajian yang menjadi agenda rutin TP PKK setiap bulannya tersebut diisi oleh Ustad Mujiharno.

Tidak hanya dihadiri oleh warga masyarakat, tetapi juga Plt. Lurah Caturtunggal beserta jajaran pamong, Babinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (PKK, Karang Taruna, LPM, Satlinmas, dan Pokja Posyandu).

Ustad Mujiharno menyampaikan wawasan mendalam tentang solat dan sedekah, mengajak para hadirin untuk memperdalam pemahaman agama. Selain tausiah suasana pengajian semakin khusuk dengan solawat bersama yang diiringi hadroh dari Nurul Huda.

Pengajian Al Husna bukan hanya menjadi wadah untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kalurahan Caturtunggal dalam menjalin kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz dalam sambutannya menyampaikan kehadiran semua elemen masyarakat menunjukan kesatuan dan kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai warga Caturtunggal.
“Mari kita terus jaga semangat kebersamaan ini. Pengajian Al Husna kita jadikan wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan solidaritas di tengah tengah kita,” ungkap Aminudin. (Oktaviana/KIM Depok)




Puskesmas Gamping I Imunisasi 3.974 Anak Dalam Sub PIN Polio

Sleman – Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian luar biasa dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, maka Puskesmas Gamping I melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio bagi anak berusia 0 sampai 7 tahun yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/1/2024).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Gamping I, dr. Deni Andriyani menargetkan sebanyak anak tanpa memandang status imunisasi sebelumnya agar terhindar dari penyakit polio, campak, rubella, tuberculosis, difteri, dan pertusis.

“Meski status imunisasi anak sudah lengkap, namun tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio sebagai imunisasi tambahan guna menanggulangi kejadian luar biasa polio, sekaligus menghentikan penularan virus polio dan melindungi anak-anak dari risiko kelumpuhan,” terang dr. Deni.

Ia menambahkan pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) yang dilakukan Puskesmas Gamping I menyasar anak usia balita hingga 7 tahun yang berasal dari Kalurahan Ambarketawang dan Kalurahan Balecatur telah tercapai target sebanyak anak dengan pelaksanaan selama 5 hari.

Imunisasi polio sangat penting untuk dilakukan dalam melindungi anak dari penyakit polio yang merupakan penyakit saraf penyebab kelumpuhan akibat serangan virus yang sangat menular khususnya bagi anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Pemberian imunisasi tetes nOPV2 dimonitoring langsung oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, , didampingi Lurah Ambarketawang, Sumaryanto yang mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut dan meminta seluruh perangkat Puskesmas di wilayah Kapanewon Gamping agar berkomitmen untuk melaksanakan Sub PIN Polio demi menanggulangi penyakit polio pada anak.

“Kami berharap adanya peran serta komitmen dari semua pihak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, termasuk partisipasi aktif dari seluruh masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping untuk menyukseskan kegiatan imunisasi polio ini,” pungkas Tamzis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Hadapi Cuaca Ekstrim, Destana dan KSB Sardonoharjo Adakan Rakor Kesiapsiagaan

Sardonoharjo —  Wahyudi Ketua Destana pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan bencana di Kalurahan Sardoharjo , pada Jum’at (19/01/2024) malam, bertempat di Posko Kebencanaan Pencarsari, Sardonoharjo, Ngaglik.

Rakor yang diikuti oleh Anggota Destana dan KSB Sardonoharjo diselenggarakan sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi situsi cuaca ekstrem yang tidak menentu di Sleman, serta curah hujan dengan intensitas yang tinggi yang memicu terjadinya bencana.

Pada kesempatan tersebut, Wahyudi menginginkan agar relawan  tetap siaga dan tidak lengah dengan situasi yang terjadi di pedukuhan  masing-masing.

“Karena beberapa hari kebelakang ada kejadian pohon tumbang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman ,” katanya.

“Hak itu tentu harus menjadi perhatian bagi kita semua, baik di tingkat Kalurahan , laporkan sesuai alurnya bisa ke Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo jika terjadi bencana, dan juga kesiapan alat – alat dengan memperbaiki yang rusak dan membeli sparepart,” imbuhnya.

Kemudian untuk seragam, Wahyudi akan kembali membuat kaos untuk teman-teman TRC yang berada di lapangan.

“Walaupun bencananya tidak terjadi, tetapi itu sebagai upaya mencegah dan menghindari bencana dan meminta agar siap siaga untuk segala bentuk alat pendukung dan SDM-nya. Alat – alat di cek jangan sampai bilamana dibutuhkan alat ataupun SDM-nya sampai tidak bisa turun di lapangan,” tegasnya.

Wahyudi juga mengimbau masyarakat agar dapat segera menghubingi kalurahan dan destana ketika ada kejadian bencana. (Eka Sastra Kurniawan /KIM Sardonoharjo)




Tingkatkan Kapasitas Anggotanya, Relado Undang BPBD dan FKKRS

Sleman – Sebagai organisasi sosial, Relawan Donoharjo (Relado) terus berupaya melakukan upaya penyegaran dan peningkatan kapasitas bagi anggotanya. Salah satunya dengan menghadirkan narasumber yang kompeten seperti Ismardiyanto dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan Yoga, ketua Forum Konunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) pada Kamis (18/1/2024) di Aula Kalurahan Donoharjo.

Ismardiyanto menjelaskan bahwa komunitas relawan di Kabupaten Sleman yang masuk menjadi anggota FKKRS berjumlah  70 komunitas dengan jumlah anggota lebih.

“Dalam penanganan bencana, BPBD merasa  tidak mampu bekerja sendiri karena keterbatasan personil sehingga memberdayakan Relawan,” ujarnya.

Atas peran dari relawan tersebut BPBD memberikan umpan balik dengan memberikan jaminan sosial berupa BPJS ketenagakerjaan yang dapat memberikan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Yang terpenting, anda bisa dapatkan BPJS. Nah, yang harus dipahami bahwa syarat untuk bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan harus merupakan komunitas relawan yang terdaftar di BPBD, dan harus tergabung menjadi anggota di dalam Komunitas yang sudah terdaftar di BPBD tersebut,” jelas Ismardiyanto.

Ismardiyanto menuturkan, pada tahun 2025 nanti dirinya telah mengajukan anggaran untuk 70 komunitas relawan agar mendapatkan sarana dan prasarana alat bantu kerelawanan seperti sinso dan alat kesehatan.

“Namun syaratnya selain harus menjadi anggota FKKRS dan harus lewat anggota Dewan,” jelasnya lagi.

Sementara itu Ketua FKKRS Kabupaten Sleman, Yoga menjelaskan tentang sinergitas antar komunitas relawan.

“Untuk Relado, utamakan mengurus dan menyelesaikan masalah yang ada di wilayahnya sendiri terlebih dahulu, harus faham lokasi yang rawan kedaruratan di wiayahnya dan silahkan melakukan regenerasi, mencati generasi muda agar bisa  dididik dan dilantik untuk keberlangsungan,” ungkapnya.

Yoga juga mengingatkan tentang kelengkapan KIR (Kartu Identitas Relawan) selain mencantumkan Nama dan NIK, sangat penting juga untuk mencantumkan Kemampuan personal.

“Ada 26 jenis kecakapan, silahkan dilengkapi dengan memilih diantaranya. Data tentang kemampuan anggota relawan ini sangat penting untuk melakukan identifikasi dan koordinasi bantuan kebencanaan agar sesuai dengan kemampuan dan keahliannya,” tandas Yoga (Endarwati/KIM Donoharjo)