Panwascam Berbah Lantik dan Bekali 179 PTPS

Sleman – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kapanewon Berbah melantik dan memberikan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kapanewon Berbah di Gedung  Serbaguna Kalurahan Tegaltirto Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Sleman DIY, Senin (22/1/2024).

Pelantikan dan pengambilan sumpah Pengawasan TPS  dilakukan oleh ketua panwas kapanewon Berbah Sutarjo. Sebelumnya dibacakan surat keputusan Panitia pengawas pemilu kapanewon Berbah nomor : 017/ tanggal 22 Januari tentang penetapan pengawas Tempat pemungutan suara pada pemilu 2024 oleh Koordinator Sekretariat Pengawas Pemilu Kapanewon Berbah, Sukri Tanjung.

Anggota Bawaslu DIY Sutrisnowati menuturkan akan ada bimbingan teknis (bimtek) bagi pengawas TPS untuk menjadi menambah pengetahuan serta keterampilan  dalam rangka kelancaran tugas pengawasan.

“Pengawas TPS menjadi sangat penting dalam pengawasan pemilu sebagai garda terdepan, karena berhubungan langsung dengan pemilih juga dalam  proses pemungutan suara mengawasi langsung di TPS,” kata Trisna.

Menurutnya, sebagai pengawas yang masuk dalam penyelenggara pemilu, anggota TPST harus netral dan menjaga kepercayaan dalam mengawal pemilu yang langsung umum bebas rahasia jujur dan adil (luber dan jurdil)

“Dalam keseharian harus berusaha menunjukkan netralitas contoh tidak berfoto dengan calon manapun, dan juga tindakan  lain yang menunjukan keberpihakan,” tambah Trisnawati.

Sementara Ketua Panwascam Berbah, Sutarjo mengajak masyaraka untuk mengawasi jalannya proses pemilu yang damai bermartabat dan berbudaya.

“Bersama rakyat awasi pemilu bersama bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” tukasnya.

Panewu Berbah Tri Akmeriyadi, mengatakan bahwa pengawas di setiap TPS di kapanewon Berbah  ada 179.

“Sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian warga Berbah terhadap pemilu 2024,” katanya.

Dirinya berpesan agar setiap pengawas TPS  dalam menjalankan ketugasannya, harus selalu berkordinasi dan melakukan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak baik masyarakat pemilih, panwas,  steak holder,dan  pemangku wilayah.

“Koordinasi komunikasi dan kerjasama sebaiknya dilakukan supaya memperingan pekerjaan dalam pengawas,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




1 Tahun Bank Sleman Syariah, Bertumbuh dan Berkelanjutan

PT. BPRS Sleman (Perseroda) merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang berfungsi sebagai lembaga keuangan daerah yang mempunyai peranan sangat penting dalam rangka ikut menggerakkan perekonomian daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman serta memberikan konstribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

PT. BPRS Sleman (Perseroda) dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 21 Tahun 2019 Tentang PT. BPRS Sleman (Perseroda), yang ditetapkan dalam Akte Pendirian No. 74 Tanggal 15 Juli 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Justicia Eka Puspita, S.H., . dan Surat Menteri Hukum dan HAM RI dengan Tahun 2022 tanggal 19 Juli 2022.

Izin operasional PT. BPRS Syariah Sleman (Perseroda) disetujui dan/atau diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 22 Desember 2022 dan grand opening pada tanggal 11 Januari 2023, sehingga pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai tonggak sejarah berdirinya PT. BPRS Sleman (Perseroda) atau disebut Bank Sleman Syariah.

Tanggal 11 Januari 2024 Bank Sleman Syariah genap berusia 1 tahun dan pada momentum milad ke-1 ini Bank Sleman Syariah merencanakan akan mengadakan beberapa agenda:
a. Doa bersama dan pengajian karyawan di kantor,
b. Pentasyarufan sedekah ke Panti Asuhan,
c. Program promo pembiayaan Murah & Bebas Biaya Administrasi khusus ASN vertikal maupun horizontal, PPPK (Potong Gaji) serta pembiayaan khusus UMKM.

Pada Milad yang ke -1 ini Bank Sleman Syariah Sleman mengusung tema “Bertumbuh dan Berkelanjutan.” Tema ini sejalan dengan usia Bank Sleman Syariah ini baru 1 tahun dan sedang memasuki masa pertumbuhan dengan harapan dan spirit semoga pada tahun 2024 dan selanjutnya Bank Sleman Syariah semakin bertumbuh dan bisnis berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai syariah, dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan penyaluran pembiayaan dengan prioritas pada sektor UMKM.

Modal awal pendirian oleh Pemkab Sleman sebesar Rp 21,5 milyar dan pada akhir tahun 2023 telah membukukan aset sebesar Rp 43,7 milyar dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 28,8 Milyar, dana pihak ketiga yang dihimpun sebesar Rp 17,1 milyar, dan laba sebesar Rp 1,086 milyar.

Penempatan dana pihak ketiga sebesar 17,1 milyar menunjukan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sleman Syariah dan menunjukan bahwa kehadiran Bank Sleman Syariah sangat dinantikan oleh warga Sleman. Karena Bank Sleman Syariah merupakan satu-satunya Bank Syariah milik pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga kehadirannya dinantikan dan keberadaannya dibutuhkan sebagai alternatif transaksi secara syariah yang bebas riba, mudah, murah dan berkah.

Atas kepercayaan masyarakat yang telah mempercayakan penempatan dan pengelolaan dananya kepada Bank Sleman Syariah dan/atau telah bekerjasama dalam hal pembiayaan, manajemen menghaturkan terima kasih, dan berharap semoga ke depan kerjasamanya dapat ditingkatkan lebih baik lagi agar Bank Sleman Syariah semakin bertumbuh, ikut berperan menggerakkan perekonomian daerah Sleman, memberikan konstribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah, dan memberikan manfaat bagi stakeholder.

Bank Sleman Syariah mengemban visi menjadi lembaga keuangan yang sehat dan terpercaya, untuk itu Bank Syariah Sleman berupaya untuk meningkatkan tata kelola bank syariah yang baik dan sehat, berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah, senantiasa meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDI, meningkatkan/mengembangkan produk dan layanan berbasis digital, serta inovasi produk tabungan maupun pembiayaan.

Sebagai upaya untuk memberikan layanan yang terbaik dan/atau alternatif varian produk yang dibutuhkan oleh Masyarakat, kedepan Bank Syariah Sleman berencana akan membuat program;
a. Tabungan arisan kolektif berhadiah,
b. lkut serta dalam program tabungan ukhuwah berhadiah bersama ASBISINDO Kompartemen BPRS,
c. Membuat program pembiayaan murah bagi ASN maupun UMKM, dan pembiayaan lainnya.

Selain mengembangkan beberapa produk dan layanan bisnis, Bank Sleman Syariah juga berencana akan mengembangkan produk/layanan sosial keagamaan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang ingin bersedekah maupun berwakaf uang dengan mengajukan diri sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) ke Kemenag dan mendaftarkan ke Baznas sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ).




Ratu Jelitta, Inovasi Kapanewon Ngaglik Untuk Perekaman e-KTP

Sleman – Kapanewon Ngaglik melakukan Sosialisasi Inovasi Perekaman e-KTP untuk warga berusia 16 menjelang 1 tahun dengan nama program Rekam KTP Kamu Jelang Usia Tujuh Belas Tahun (Ratu Jelitta), Selasa (23/1/2024) di Aula Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Program ini adalah inovasi dari Kapanewon Ngaglik yang sudah dimulai dari tahun 2023, tapi baru launching pada Kamis 18 Januari 2024. Program ini sudah di uji coba dan manfaatnya sudah digunakan oleh 75 orang.

Sosialisasi dihadiri oleh Kepala sekolah SMA sederajat SE Kapanewon Ngaglik ,Karang taruna, Pkkk,Kader Kalurahan ,Forum Anak, Perwakilan, Ketua RT, Media yang di Ngaglik, Bhabinkamtibmas , Babinsa.

Panewu Ngaglik  Agung Endarto, menjelaskan bahwa Program Ratu Jelitta dapat dilakukan di Kapanewon atau Dinas Dukcapil pada hari kerja atau bisa dilakukan pada saat sisir adminduk di Kalurahan.

“Untuk program Jelita hanya bisa diakses oleh masyarakat usia diatas 16 tahun , tetapi jadi KTP nya tetap di usia 17 tahun. Syaratnya adalah Fotocopy KK dan Akte lahir,” ungkap Agung Endarto.

Agung juge menginformasikan bahwa saat ini pemilik KTP Lama tertera belum seumur hidup, selama KTP sudah berupa KTP El (blangko ber chip) maka tidak perlu melakukan perekaman lagi.

“Jika ada perubahan, rusak /hilang bisa dilakukan pencetakan ulang,” lanjutnya.

“Sementara untuk ODGJ ( Orang dalam gangguan jiwa) belum melakukan perekaman E KTP , maka akan dilakukan jemput bola oleh Dukcapil, permohonan lewat Kalurahan,” pungkasnya. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo)




KKN Tematik UMY Adakan Sosialisasi Pemilahan Sampah di Tegalweru Margodadi Seyegan

Sleman – Bertempat di Dusun Tegalweru, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah yang merupakan salah satu Program Kerja (Proker) dari KKN Tematik Kelompok 007.

Kegiatan digelar pada hari Senin (22/1/2024) di rumah Bapak Dukuh Tegalweru dan dihadiri oleh tokoh masyarakat dari 4 RT yang berjumlah 40 orang dari unsur pengurus RT/RW, Kader kesehatan, KWT dan Pemuda/Karang Taruna.

Ketua Kelompok 007 KKN UMY, Muh. Fadel Narendra yang menyampaikan bahwa maksud dari kegiatan sosialisasi pemilahan sampah adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat sekaligus menstimulasi warga untuk peduli dengan pengelolaan sampah.

“Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk fasilitasi kepada warga setempat yang sangat membutuhkan kegiatan tersebut. Meskipun secara umum tema dari KKN UMY  tahun 2024 adalah Kebangkitan Ekonomi dan Pemilu,” ungkap Fadel.

Bondy Akbar Wibowo, Dukuh Tegalweru dalam sambutannya menyampaikan dengan sosialisasi pengelolaan sampah ini diharapkan kepedulian warga semakin meningkat terhadap sampah dan sebagai penyegaran kembali kepada Pengurus Bank Sampah yang sudah pernah terbentuk beberapa tahun yang lalu.

Sutarto Agus Raharjo, Praktisi pengelolaan sampah yang menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut, diawal paparannya menyampaikan bahwa sampah akan terus menjadi masalah karena pada dasarnya manusia adalah produsen sampah. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mereduksi timbulan sampah di tingkat sumbernya.

Lebih jauh, Sutarto menyampaikan tentang regulasi dalam pengelolaan sampah termasuk difinisi sampah sampai denda yang harus diberikan kepada siapapun yang melanggar hukum berkaitan dengan pengelolaan sampah yang tidak benar.

“Jenis-jenis sampah dalam 2 kelompok besar yaitu sampah organik dan anorganik menjadi bahan pengelolaan sampah termasuk dalam menentukan skema pengelolaannya. Apakah dilakukan dengan skema Bank Sampah atau Sedekah Sampah,” jelas Sutarto.

Pada dasarnya, Tegalweru sudah pernah mempunyai kelompok Bank Sampah, namun dalam perjalannya mengalami kemacetan dan tidak berkegiatan lagi.

“Sehingga perlu kiranya dilakukan refreshing kepada pengurus untuk dihidupkan kembali katena sampah menjadi permasalahan yang tidak akan pernah selesai,” imbuhnya.

Sutarto juga mendukung gerakan 5 M yaitu mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali sampah, mendaur ulang sampah, memilah sampah dan menabung/menyedekahkan sampah.

Dua konsep pengelolaan sampah baik Bank sampah maupun sedekah sampah sama-sama mensyaratkan pemilahan sampah.

“Untuk itu kata kunci pemilahan ini menjadi  kegiatan yang inovatif sebagai bentuk rekayasa sosial karena ada perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat,” ujar Sutarto.

Diakhir paparannya, Sutarto mengingatkan ada tantangan yang harus dihadapi di waktu mendatang yaitu tentang keberlanjutan, perlunya study tiru, inovasi pengelolaan sampah, kelembagaan dan peran natural leader atau tokoh masyarakat sebagai panutan dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum tanya jawab.

Pada kesempatan tersebut, Kelompok 007 KKN UMY ini juga memberikan stimulan 40 ember untuk sampah organik kepada peserta yang hadir sekaligus berpesan untuk menempatkan tokoh masyarakat sebagai change agent/agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa KKN akan monitoring penggunaan ember tersebut kepada warga yang mendapatkannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




119 PTPS Moyudan Dilantik Ketua Panwascam

Sleman- Sebanyak 119 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kapanewon Moyudan dilantik Ketua Panwascam pada hari Senin (22/1/2024) bertempat di Aula Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Acara tersebut dihadiri oleh Arjuna Al Ikhsan Siregar dari Bawaslu Sleman, Panewu Moyudan, Kapolsek, Danramil, Lurah se Kapanewon Moyudan, Ketua PPK  Moyudan dan Ketua PPS se Kapanewon Moyudan.

Prosesi pelantikan 119 PTPS dilakukan oleh Ketua Panwascam Moyudan Tri Juniarta. Setelah melakukan sumpah dan janji serta membaca Pakta Integritas, PTPS menandatangani Berita Acara dan menerima SK pengangkatan. Selain itu PTPS juga menerima perlengkapan tugas berupa rompi dan topi.

Ketua Panwascam Moyudan Tri Juniarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa anggota PTPS setelah dilantik sudah memiliki tugas dan tanggung jawab. Juni juga menambahkan sejumlah PTPS nantinya akan bertugas di 119 TPS yang tersebar di Kapanewon Moyudan.

“Mengenai tugas, kewajiban dan wewenang akan disampaikan setelah acara pelantikan selesai, maka kami harap untuk semua bisa mengikuti, sehingga akan lebih bisa memahami tugas-tugasnya,” imbuh Juniarta.

Sedangkan Arjuna Al Ikhsan Siregar dari Bawaslu Sleman dalam sambutannya menyampaikan peran PTPS sangat penting dalam pelaksanaan Pemilu. Untuk itu, PTPS harus memahami segala sesuatu yang berhubungan dengan Pemilu baik peraturan pelaksanaan maupun regulasi yang lainnya.

“Panwas dan PTPS dapat diibaratkan sebagai Undang-undang yang berjalan,” tutur Harjuna.

Ia juga menambahkan tugas PTPS terbagi ke dalam tiga fase yaitu masa tenang, pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara. “Mari jalani tugas ini dengan gembira, bahagia dan penuh tanggung jawab,” ajak Harjuna.

Panewu Moyudan Harsowasono dalam pembekalannya memaparkan bahwa PTPS adalah merupakan sebuah tugas negara maka harus dilakukan dengan penuh integritas. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kapanewon bisa memfasilitasi berupa ruang sekretariat Panwascam, tempat pertemuan dan membantu sosialisasi pelaksanaan Pemilu.

Ia juga berharap kepada seluruh penyelenggara Pemilu di Moyudan untuk tetap menjaga stabilitas wilayah.

“Mari kita jaga kondusifitas Moyudan, semoga Moyudan menjadi pelaksana Pemilu yang jujur, adil, aman dan damai,” pungkas Harsowasono. (Giek/KIM Moyudan)