Ratu Jelitta, Inovasi Kapanewon Ngaglik Untuk Perekaman e-KTP

Sleman – Kapanewon Ngaglik melakukan Sosialisasi Inovasi Perekaman e-KTP untuk warga berusia 16 menjelang 1 tahun dengan nama program Rekam KTP Kamu Jelang Usia Tujuh Belas Tahun (Ratu Jelitta), Selasa (23/1/2024) di Aula Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Program ini adalah inovasi dari Kapanewon Ngaglik yang sudah dimulai dari tahun 2023, tapi baru launching pada Kamis 18 Januari 2024. Program ini sudah di uji coba dan manfaatnya sudah digunakan oleh 75 orang.

Sosialisasi dihadiri oleh Kepala sekolah SMA sederajat SE Kapanewon Ngaglik ,Karang taruna, Pkkk,Kader Kalurahan ,Forum Anak, Perwakilan, Ketua RT, Media yang di Ngaglik, Bhabinkamtibmas , Babinsa.

Panewu Ngaglik  Agung Endarto, menjelaskan bahwa Program Ratu Jelitta dapat dilakukan di Kapanewon atau Dinas Dukcapil pada hari kerja atau bisa dilakukan pada saat sisir adminduk di Kalurahan.

“Untuk program Jelita hanya bisa diakses oleh masyarakat usia diatas 16 tahun , tetapi jadi KTP nya tetap di usia 17 tahun. Syaratnya adalah Fotocopy KK dan Akte lahir,” ungkap Agung Endarto.

Agung juge menginformasikan bahwa saat ini pemilik KTP Lama tertera belum seumur hidup, selama KTP sudah berupa KTP El (blangko ber chip) maka tidak perlu melakukan perekaman lagi.

“Jika ada perubahan, rusak /hilang bisa dilakukan pencetakan ulang,” lanjutnya.

“Sementara untuk ODGJ ( Orang dalam gangguan jiwa) belum melakukan perekaman E KTP , maka akan dilakukan jemput bola oleh Dukcapil, permohonan lewat Kalurahan,” pungkasnya. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo)




KKN Tematik UMY Adakan Sosialisasi Pemilahan Sampah di Tegalweru Margodadi Seyegan

Sleman – Bertempat di Dusun Tegalweru, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah yang merupakan salah satu Program Kerja (Proker) dari KKN Tematik Kelompok 007.

Kegiatan digelar pada hari Senin (22/1/2024) di rumah Bapak Dukuh Tegalweru dan dihadiri oleh tokoh masyarakat dari 4 RT yang berjumlah 40 orang dari unsur pengurus RT/RW, Kader kesehatan, KWT dan Pemuda/Karang Taruna.

Ketua Kelompok 007 KKN UMY, Muh. Fadel Narendra yang menyampaikan bahwa maksud dari kegiatan sosialisasi pemilahan sampah adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat sekaligus menstimulasi warga untuk peduli dengan pengelolaan sampah.

“Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk fasilitasi kepada warga setempat yang sangat membutuhkan kegiatan tersebut. Meskipun secara umum tema dari KKN UMY  tahun 2024 adalah Kebangkitan Ekonomi dan Pemilu,” ungkap Fadel.

Bondy Akbar Wibowo, Dukuh Tegalweru dalam sambutannya menyampaikan dengan sosialisasi pengelolaan sampah ini diharapkan kepedulian warga semakin meningkat terhadap sampah dan sebagai penyegaran kembali kepada Pengurus Bank Sampah yang sudah pernah terbentuk beberapa tahun yang lalu.

Sutarto Agus Raharjo, Praktisi pengelolaan sampah yang menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut, diawal paparannya menyampaikan bahwa sampah akan terus menjadi masalah karena pada dasarnya manusia adalah produsen sampah. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mereduksi timbulan sampah di tingkat sumbernya.

Lebih jauh, Sutarto menyampaikan tentang regulasi dalam pengelolaan sampah termasuk difinisi sampah sampai denda yang harus diberikan kepada siapapun yang melanggar hukum berkaitan dengan pengelolaan sampah yang tidak benar.

“Jenis-jenis sampah dalam 2 kelompok besar yaitu sampah organik dan anorganik menjadi bahan pengelolaan sampah termasuk dalam menentukan skema pengelolaannya. Apakah dilakukan dengan skema Bank Sampah atau Sedekah Sampah,” jelas Sutarto.

Pada dasarnya, Tegalweru sudah pernah mempunyai kelompok Bank Sampah, namun dalam perjalannya mengalami kemacetan dan tidak berkegiatan lagi.

“Sehingga perlu kiranya dilakukan refreshing kepada pengurus untuk dihidupkan kembali katena sampah menjadi permasalahan yang tidak akan pernah selesai,” imbuhnya.

Sutarto juga mendukung gerakan 5 M yaitu mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali sampah, mendaur ulang sampah, memilah sampah dan menabung/menyedekahkan sampah.

Dua konsep pengelolaan sampah baik Bank sampah maupun sedekah sampah sama-sama mensyaratkan pemilahan sampah.

“Untuk itu kata kunci pemilahan ini menjadi  kegiatan yang inovatif sebagai bentuk rekayasa sosial karena ada perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat,” ujar Sutarto.

Diakhir paparannya, Sutarto mengingatkan ada tantangan yang harus dihadapi di waktu mendatang yaitu tentang keberlanjutan, perlunya study tiru, inovasi pengelolaan sampah, kelembagaan dan peran natural leader atau tokoh masyarakat sebagai panutan dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum tanya jawab.

Pada kesempatan tersebut, Kelompok 007 KKN UMY ini juga memberikan stimulan 40 ember untuk sampah organik kepada peserta yang hadir sekaligus berpesan untuk menempatkan tokoh masyarakat sebagai change agent/agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa KKN akan monitoring penggunaan ember tersebut kepada warga yang mendapatkannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




119 PTPS Moyudan Dilantik Ketua Panwascam

Sleman- Sebanyak 119 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kapanewon Moyudan dilantik Ketua Panwascam pada hari Senin (22/1/2024) bertempat di Aula Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Acara tersebut dihadiri oleh Arjuna Al Ikhsan Siregar dari Bawaslu Sleman, Panewu Moyudan, Kapolsek, Danramil, Lurah se Kapanewon Moyudan, Ketua PPK  Moyudan dan Ketua PPS se Kapanewon Moyudan.

Prosesi pelantikan 119 PTPS dilakukan oleh Ketua Panwascam Moyudan Tri Juniarta. Setelah melakukan sumpah dan janji serta membaca Pakta Integritas, PTPS menandatangani Berita Acara dan menerima SK pengangkatan. Selain itu PTPS juga menerima perlengkapan tugas berupa rompi dan topi.

Ketua Panwascam Moyudan Tri Juniarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa anggota PTPS setelah dilantik sudah memiliki tugas dan tanggung jawab. Juni juga menambahkan sejumlah PTPS nantinya akan bertugas di 119 TPS yang tersebar di Kapanewon Moyudan.

“Mengenai tugas, kewajiban dan wewenang akan disampaikan setelah acara pelantikan selesai, maka kami harap untuk semua bisa mengikuti, sehingga akan lebih bisa memahami tugas-tugasnya,” imbuh Juniarta.

Sedangkan Arjuna Al Ikhsan Siregar dari Bawaslu Sleman dalam sambutannya menyampaikan peran PTPS sangat penting dalam pelaksanaan Pemilu. Untuk itu, PTPS harus memahami segala sesuatu yang berhubungan dengan Pemilu baik peraturan pelaksanaan maupun regulasi yang lainnya.

“Panwas dan PTPS dapat diibaratkan sebagai Undang-undang yang berjalan,” tutur Harjuna.

Ia juga menambahkan tugas PTPS terbagi ke dalam tiga fase yaitu masa tenang, pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara. “Mari jalani tugas ini dengan gembira, bahagia dan penuh tanggung jawab,” ajak Harjuna.

Panewu Moyudan Harsowasono dalam pembekalannya memaparkan bahwa PTPS adalah merupakan sebuah tugas negara maka harus dilakukan dengan penuh integritas. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kapanewon bisa memfasilitasi berupa ruang sekretariat Panwascam, tempat pertemuan dan membantu sosialisasi pelaksanaan Pemilu.

Ia juga berharap kepada seluruh penyelenggara Pemilu di Moyudan untuk tetap menjaga stabilitas wilayah.

“Mari kita jaga kondusifitas Moyudan, semoga Moyudan menjadi pelaksana Pemilu yang jujur, adil, aman dan damai,” pungkas Harsowasono. (Giek/KIM Moyudan)




179 Pengawas TPS se-Kapanewon Berbah Dilantik

Sleman – Sebanyak 179 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pemilu 2024 se-Kapanewon Berbah dilantik oleh Sutarja, Ketua Panwaslu Kapanewon Berbah, bertempat di Aula Kalurahan Tegaltirto, Senin (22/1/2024).

“Semua Pengawas TPS yang telah secara resmi dilantik untuk bekerja secara maksimal dan melaksanakan tugas pengawasan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Sutarja.

Bawaslu DIY Sutrisnowati, menyampaikan pengarahan agar petugas PTPS sebagai pahlawan demokrasi menuju perubahan demokrasi ke arah yang lebih baik,  untuk secara maksimal bersama-sama mewujudkan Pemilu yang berintegritas, berkualitas, berlangsung dengan damai, jujur dan adil.

Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi, d alam sambutannya menyampaikan tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh Pengawas TPS yakni bekerja dengan  nyaman, berkomunikasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti petugas KPPS, Dukuh, Jagabaya, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sehingga dapat memperoleh hasil maksimal.

Hadir dalam acara ini selain 179 petugas Pengawas TPS juga disaksikan oleh Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Panaitia Pemilihan Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah se-Kapanewon Berbah. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).




Sardonoharjo Tingkatkan Kesadaran Administrasi Kependudukan dengan Pelayanan Jemput Bola di Padukuhan Candikarang

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo bekerjasama dengan Kapanewon Ngaglik dan Dukcapil Kabupaten Sleman Pada Hari Sabtu (20/1/2024) Menyelenggarakan Pelayanan jemput bola kepengurusan Administrasi Kependudukan. Pelayanan Jemput Bola Adminduk tersebut pertama kali dilakukan di Padukuhan Candikarang, bertempat di rumah Dukuh Candikarang.

“Jemput bola adminduk yang dilakukan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam kepengurusan dokumen dan administrasi kependudukan diantaranya Perekaman KTP-el, Aktivasi Identitas Kependudukan, Pergantian KTP-el yang rusak, Pemutahiran Data Kartu Keluarga, Pemuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Pembuatan Akta Kelahiran, Pembuatan Akta Kematian, Pembuatan Akta Pernikahan serta Layanan BPJS Kesehatan,” ujar Zuli Susanto selaku Tata Laksana Kalurahan Sardonoharjo

Hasil pelaksanaan jemput bola tersebut memperoleh data pengajuan dari warga Padukuhan Candikarang yaitu 71 warga yang mengaktifkan IKD, 54 keluarga yang mengajukan perubahan maupun pembaruan Kartu Keluarga, 80 warga untuk pengajuan KTP-el, 1 warga untuk AKta Lahir, 9 warga mengajukan Akta Kematian, 28 anak yang akan dibuatkan Kartu Identitas Anak serta 15 warga Candikarang yang mengajukan BPJS Kesehatan.

“Dengan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa layanan jemput bola adminduk dan BPJS adalah cara yang efektif untuk bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan,” tutur Zuli.

“Untuk selanjutnya Pemkal Sardonoharjo akan menyelenggarakan Kembali pelayanan Adminduk yang direncanakan pada tanggal 31 Januari 2024 bertempat di Aula Kalurahan Sardonoharjo,” imbuhnya.

Zuli juga menekankan kepada masyarakat agar memahami bahwa Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan informasi elektronik yang merepresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan yang menampilkan data pribadi yang bersangkutan.

“Aplikasi IKD ini dapat di download langsung melalui playstore (android),” ungkapnya.

Zuli menjelaskna, jika warga telah menginstal aplikasi Identitas Kependudukan Digital, tampilan awal di bagian atas terdapat foto, nama dan NIK pemilik akun aplikasi Digital ID.

“Apabila diklik akan muncul data pemilik akun, mulai dari tempat tanggal lahir, golongan darah, jenis kelamin, hingga alamat,” terangnya.

“Kemudian di bagian tengah terdapat 6 menu yaitu Data Keluarga, Dokumen, Tanda Tangan Elektronik, Pelayanan, Pemantauan Pelayanan, Histori Aktivitas, Ubah PIN/Kata Kunci, Lepas Perangkat, dan Keterangan. Pada menu Dokumen dibagi menjadi dua menu, yaitu Kependudukan dan Lainnya, dalam menu Kependudukan terdapat file KTP-el. Sedangkan pada menu lainnya terdapat informasi kartu vaksin Covid-19, NPWP, informasi kartu pemilih, informasi kartu BPJS Kesehatan & Kartu BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Zuli lagi.

Dalam segi keamanan, aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ini dilengkapi dengan fitur pencegahan tanggap layar (screenshot). Karena Kode QR yang digunakan untuk membagikan informasi kepada orang lain hanya berlaku 90 detik saja.

“Sehingga meminimalkan penyalahgunaan informasi dan jika smartphone yang digunakan untuk aplikasi Identitas Kependudukan Digital ini hilang, warga Sardonoharjo harus melaporkan ke Disdukcapil agar diblokir sehingga data yang bersangkutan tidak disalahgunakan,” pungkas Zuli. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Sardonoharjo)