PTPS se-Kapanewon Tempel Resmi Dilantik

Sleman – Bertempat di Ruang Aula Kantor Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tempel melantik dan mengambil sumpah  Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kapanewon Tempel, akan bertugas di TPS setiap Kalurahan yang ada di Kapanewon Tempel, Senin (22/1/2024).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pembukaan oleh Panitia, Pembacaan Do’a, Pelantikan PTPS, Bimtek Pembekalan PTPS, Pemberian SK Pelantikan PTPS, Pemberian Atribut berupa; Rompi, dan Penutup.

Perekrutan PTPS ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan Bawaslu Kabupaten Sleman, kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji ini diikuti oleh sebanyak 177 orang untuk 177 TPS yang ada di Kapanewon Tempel, dengan rincian; Kelurahan Merdikorejo 22 TPS, Kelurahan Lumbungrejo 24 TPS, Kelurahan Margorejo 37 TPS, Kelurahan Mororejo 17 TPS, Kelurahan Sumberrejo 15 TPS,  Kelurahan Tambakrejo 16 TPS, Kalurahan Pondokrejo 21 TPS, dan Kalurahan Banyurejo 25 TPS.

Acara dihadiri oleh seluruh jajaran Panwascam Tempel beserta staf dan sekretariat nya, Pengawas Kalurahan/Desa se Kapanewon Tempel, Ketua PPK Tempel, Ketua PPS se Kapanewon Tempel, serta perwakilan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Tempel.

Turut hadir dalam kesempatan ini Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, Lurah se Kapanewon Tempel, Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, beserta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas nya.

Sementara itu, perwakilan dari Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sleman R Yuwan Sikra dalam sambutan seusai pelantikan menyampaikan Kepada seluruh petugas Pengawas TPS agar tetap semangat dan profesional dalam melakukan pengawasan.

“Nantinya di setiap TPS saat dihari pencoblosan, dan Saya ucapkan selamat atas dilantiknya 177 orang Pengawas TPS,” ungkap Yuwan.

Sementara itu Penewu Tempel, Agung Dwi Martoyo menambahkan bawha PTPS ini adalah bagian dari pengawas pemilu dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024 yang rencananya akan dilaksanakan 14 Februari 2024 medatang.

“Sehingga diimbau untuk menjaga netralitas integritas dan bisa bekerjasama dengan penyelenggara pemilu yang lain,” tuturnya.

Hal yang sama pun disampaikan Moch Noor Wachid selaku Ketua Panwascam Tempel, yang dalam arahannya memaparkan terkait dengan tupoksi dari Pengawas TPS.

“Selain itu juga setelah acara ini kepada semua Pengawas TPS bisa segera berkoordinasi dengan Pengawas Kalurahan/desa nya masing masing untuk mendapatkan sinergitas dalam memahami tugas pokok dan fungsinya,” ungkap Moch Noor Wachid. (Sbd/KIM Tempel)




Siap Awasi Pemilu, 428 Pengawas TPS Depok Sleman Resmi Dilantik

Sleman – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Adihanto Purnomo resmi melantik 428 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang siap melakukan pengawasan tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (22/1).

“Pelantikan dilakukan secara serentak pada 22 Januari, kemudian dilanjutkan dengan pembekalan kepada 428 pengawas TPS di Kapanewon Depok yang dinyatakan lolos seleksi,” ujar Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data dan Informasi ini.

Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur ini dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY Umi Illiyina, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sleman Fadhly Kharisma Rahman, Panewu Depok, Panewu Anom Depok, Kapolsek se-Depok Raya, Danramil 11 Depok, Lurah se-Kapanewon Depok, Koordinator Sekretariat Panwaslu Depok, Kepala Puskesmas se-Depok, dan PPK Depok.

Dalam amanahnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY Umi Illiyina menegaskan bahwa pengawas TPS terlantik untuk segera melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah di tempat kerja masing-masing, baik itu Kepala Padukuhan, RT dan RW.

Umi mengatakan, masa tugas pengawas TPS pada Pemilu 2024 adalah sampai dengan 21 Februari 2024.

“Pengawas TPS merupakan ujung tombak pengawasan pemilu, karena itu harapan kami, pengawas TPS yang hari ini dilantik dapat menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas dan independensi sampai berakhirnya masa ketugasan masing-masing,” ungkapnya. (Athiful/KIM Depok)




Aisyiyah Sleman Sosialisasikan Pemilu Inklusi

Sleman – Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar Sosialisasi Pemilu Inklusi di Gedung Mundjiyah Lantai 2, Kampus Unisa, Gamping, Sleman, Minggu (21/1/2024). Kegiatan dihadiri oleh 70 orang peserta, termasuk utusan MKS PCA Se kabupaten Sleman, Ketua PPDI kabupaten, Ketua PPDI kapanewon Se Sleman, dan Ketua HIDIMU Sleman.

Ketua PDA Sleman, Hanik Rosyada dan Siti Aminah, membuka acara dan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat umum.

“Kegiatan ini mengajak semua warga untuk mensukseskan pemilu 2024 dan menjadi pemilih yang cerdas serta mampu menyebarkan ilmu ke masyarakat lainnya,” ungkap Hanik Rosyada.

Huda Al Amna dari KPUD Sleman memberikan pemahaman tentang Pemilu secara sederhana. Pemilu dipahami sebagai mekanisme pemberian suara rakyat untuk memilih wakil-wakilnya dalam lembaga perwakilan atau eksekutif. Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 mengikuti landasan hukum UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu dan UU No 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada. Sistem pemilu yang digunakan adalah proporsional terbuka dengan ambang batas Parlement sebesar 4 persen.

“Pemilu inklusif adalah pemilu yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua warga negara yang berhak memilih, tanpa memandang suku, ras, agama, jenis kelamin, penyandang disabilitas, status sosial ekonomi, dan lain-lain,” tegas Huda.

Penyelenggaraan Pemilu dapat dikatakan inklusif dengan cakupan pemilih yang luas dan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. Untuk memastikan inklusi bagi pemilih disabilitas, berbagai langkah diambil seperti pengaturan akses gerak bagi pemilih kursi roda, kursi prioritas, pendampingan, dan fasilitas khusus untuk pemilih disabilitas netra. (Arief Hartanto)




Pemerintah Caturtunggal Gelar Pengajian Al Husna dan Solawat Bersama

Pendopo Puspadenta – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Tim Penggerak PKK (TP PKK), kembali menyelenggarakan Pengajian Al Husna yang berlangsung di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal pada Jumat (19/1). Pengajian yang menjadi agenda rutin TP PKK setiap bulannya tersebut diisi oleh Ustad Mujiharno.

Tidak hanya dihadiri oleh warga masyarakat, tetapi juga Plt. Lurah Caturtunggal beserta jajaran pamong, Babinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (PKK, Karang Taruna, LPM, Satlinmas, dan Pokja Posyandu).

Ustad Mujiharno menyampaikan wawasan mendalam tentang solat dan sedekah, mengajak para hadirin untuk memperdalam pemahaman agama. Selain tausiah suasana pengajian semakin khusuk dengan solawat bersama yang diiringi hadroh dari Nurul Huda.

Pengajian Al Husna bukan hanya menjadi wadah untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kalurahan Caturtunggal dalam menjalin kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz dalam sambutannya menyampaikan kehadiran semua elemen masyarakat menunjukan kesatuan dan kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai warga Caturtunggal.
“Mari kita terus jaga semangat kebersamaan ini. Pengajian Al Husna kita jadikan wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan solidaritas di tengah tengah kita,” ungkap Aminudin. (Oktaviana/KIM Depok)




Puskesmas Gamping I Imunisasi 3.974 Anak Dalam Sub PIN Polio

Sleman – Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian luar biasa dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, maka Puskesmas Gamping I melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio bagi anak berusia 0 sampai 7 tahun yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/1/2024).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Gamping I, dr. Deni Andriyani menargetkan sebanyak anak tanpa memandang status imunisasi sebelumnya agar terhindar dari penyakit polio, campak, rubella, tuberculosis, difteri, dan pertusis.

“Meski status imunisasi anak sudah lengkap, namun tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio sebagai imunisasi tambahan guna menanggulangi kejadian luar biasa polio, sekaligus menghentikan penularan virus polio dan melindungi anak-anak dari risiko kelumpuhan,” terang dr. Deni.

Ia menambahkan pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) yang dilakukan Puskesmas Gamping I menyasar anak usia balita hingga 7 tahun yang berasal dari Kalurahan Ambarketawang dan Kalurahan Balecatur telah tercapai target sebanyak anak dengan pelaksanaan selama 5 hari.

Imunisasi polio sangat penting untuk dilakukan dalam melindungi anak dari penyakit polio yang merupakan penyakit saraf penyebab kelumpuhan akibat serangan virus yang sangat menular khususnya bagi anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Pemberian imunisasi tetes nOPV2 dimonitoring langsung oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, , didampingi Lurah Ambarketawang, Sumaryanto yang mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut dan meminta seluruh perangkat Puskesmas di wilayah Kapanewon Gamping agar berkomitmen untuk melaksanakan Sub PIN Polio demi menanggulangi penyakit polio pada anak.

“Kami berharap adanya peran serta komitmen dari semua pihak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, termasuk partisipasi aktif dari seluruh masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping untuk menyukseskan kegiatan imunisasi polio ini,” pungkas Tamzis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)