Hadapi Cuaca Ekstrim, Destana dan KSB Sardonoharjo Adakan Rakor Kesiapsiagaan

Sardonoharjo —  Wahyudi Ketua Destana pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan bencana di Kalurahan Sardoharjo , pada Jum’at (19/01/2024) malam, bertempat di Posko Kebencanaan Pencarsari, Sardonoharjo, Ngaglik.

Rakor yang diikuti oleh Anggota Destana dan KSB Sardonoharjo diselenggarakan sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi situsi cuaca ekstrem yang tidak menentu di Sleman, serta curah hujan dengan intensitas yang tinggi yang memicu terjadinya bencana.

Pada kesempatan tersebut, Wahyudi menginginkan agar relawan  tetap siaga dan tidak lengah dengan situasi yang terjadi di pedukuhan  masing-masing.

“Karena beberapa hari kebelakang ada kejadian pohon tumbang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman ,” katanya.

“Hak itu tentu harus menjadi perhatian bagi kita semua, baik di tingkat Kalurahan , laporkan sesuai alurnya bisa ke Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo jika terjadi bencana, dan juga kesiapan alat – alat dengan memperbaiki yang rusak dan membeli sparepart,” imbuhnya.

Kemudian untuk seragam, Wahyudi akan kembali membuat kaos untuk teman-teman TRC yang berada di lapangan.

“Walaupun bencananya tidak terjadi, tetapi itu sebagai upaya mencegah dan menghindari bencana dan meminta agar siap siaga untuk segala bentuk alat pendukung dan SDM-nya. Alat – alat di cek jangan sampai bilamana dibutuhkan alat ataupun SDM-nya sampai tidak bisa turun di lapangan,” tegasnya.

Wahyudi juga mengimbau masyarakat agar dapat segera menghubingi kalurahan dan destana ketika ada kejadian bencana. (Eka Sastra Kurniawan /KIM Sardonoharjo)




Tingkatkan Kapasitas Anggotanya, Relado Undang BPBD dan FKKRS

Sleman – Sebagai organisasi sosial, Relawan Donoharjo (Relado) terus berupaya melakukan upaya penyegaran dan peningkatan kapasitas bagi anggotanya. Salah satunya dengan menghadirkan narasumber yang kompeten seperti Ismardiyanto dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan Yoga, ketua Forum Konunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) pada Kamis (18/1/2024) di Aula Kalurahan Donoharjo.

Ismardiyanto menjelaskan bahwa komunitas relawan di Kabupaten Sleman yang masuk menjadi anggota FKKRS berjumlah  70 komunitas dengan jumlah anggota lebih.

“Dalam penanganan bencana, BPBD merasa  tidak mampu bekerja sendiri karena keterbatasan personil sehingga memberdayakan Relawan,” ujarnya.

Atas peran dari relawan tersebut BPBD memberikan umpan balik dengan memberikan jaminan sosial berupa BPJS ketenagakerjaan yang dapat memberikan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Yang terpenting, anda bisa dapatkan BPJS. Nah, yang harus dipahami bahwa syarat untuk bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan harus merupakan komunitas relawan yang terdaftar di BPBD, dan harus tergabung menjadi anggota di dalam Komunitas yang sudah terdaftar di BPBD tersebut,” jelas Ismardiyanto.

Ismardiyanto menuturkan, pada tahun 2025 nanti dirinya telah mengajukan anggaran untuk 70 komunitas relawan agar mendapatkan sarana dan prasarana alat bantu kerelawanan seperti sinso dan alat kesehatan.

“Namun syaratnya selain harus menjadi anggota FKKRS dan harus lewat anggota Dewan,” jelasnya lagi.

Sementara itu Ketua FKKRS Kabupaten Sleman, Yoga menjelaskan tentang sinergitas antar komunitas relawan.

“Untuk Relado, utamakan mengurus dan menyelesaikan masalah yang ada di wilayahnya sendiri terlebih dahulu, harus faham lokasi yang rawan kedaruratan di wiayahnya dan silahkan melakukan regenerasi, mencati generasi muda agar bisa  dididik dan dilantik untuk keberlangsungan,” ungkapnya.

Yoga juga mengingatkan tentang kelengkapan KIR (Kartu Identitas Relawan) selain mencantumkan Nama dan NIK, sangat penting juga untuk mencantumkan Kemampuan personal.

“Ada 26 jenis kecakapan, silahkan dilengkapi dengan memilih diantaranya. Data tentang kemampuan anggota relawan ini sangat penting untuk melakukan identifikasi dan koordinasi bantuan kebencanaan agar sesuai dengan kemampuan dan keahliannya,” tandas Yoga (Endarwati/KIM Donoharjo)




Lebihi Target, Vaksinasi Polio di Donoharjo Lancar

Kegiatan vaksin Polio putaran pertama yang diselenggarakan di Kompleks Kalurahan Donoharjo pada hari Jumat-Sabtu (19-20 Januari 2024) berlangsung lancar dengan jumlah sasaran tervaksin melebihi target. Demikian disampaikan Notowati Dwi Vitasari, Kepala Sub Bagian TU Puskesmas Ngaglik 2 ditemui usai pelaksanaan vaksin di Ngaglik, Sabtu (20/1/2024).

Notowati Dwi Vitasari yang akrab dipanggil Vita menjelaskan bahwa untuk pos pelayanan Donoharjo pada hari pertama dari target 428 peserta, tervaksin sebanyak 759 peserta. Untuk pelayanan vaksin di hari kedua dari target 531 peserta tervaksin sebanyak 556.

Lebih lanjut Vita menjelaskan bahwa Polio adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan permanen seumur hidup.

“Karena itu dilakukan promosi dan sosialisasi agar seluruh anak Indonesia mengikuti vaksin Polio. Anak yang sudah imunisasi Polio secara lengkap akan mendapatkan perlindungan optimal dari virus Polio sehingga dapat mencegah tertular dan sakit Polio,” terang Vita.

Vaksin Polio, baik yang ditetes maupun disuntik, sangat aman. Vaksin ini sudah diberikan untuk melindungi anak dari bahaya virus Polio di banyak negara.

Di Indonesia, program imunisasi Polio telah dilaksanakan sejak tahun 1980-an dan terbukti melindungi anak Indonesia dari bahaya virus Polio yang sangat menular.

Vita kembali menjelaskan bahwa Polio menular lewat air dan makanan yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung virus polio. Karena itu jika ada yang tidak ikut vaksin maka orang tua bayi harus benar-benar menjaga kebersihan dan menegakkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat).

“Harus diingat bahwa anak usia sampai 7 tahun masih rentan terhadap penyakit. Dalam hal PHBS anak-anak juga belum bisa mandiri. Jika keluarganya tidak menerapkan PHBS dengan baik, maka anak memiliki resiko tinggi penularan penyakit,” lanjutnya.

Vita menjelaskan bahwa jumlah sasaran vaksin bisa jadi lebih banyak dari yang tervaksin. Hal ini karena saat dilakukan skrining ada anak yang sedang dalam kondisi sakit demam atau diare sehingga tidak dapat dilakukan vaksin saat itu juga.

“Untuk yang belum bisa divaksin pada putaran pertama, Puskesmas Ngaglik 2 membuka pelayanan di gedung barat pada hari Senin 22 Januari 2024 pada jam kerja,” jelas Vita lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




PPK Berbah Gelar Bimtek Tahapan Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Berbah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahapan Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara pada Kamis (18/1/2024) jam di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah, DIY.

Hadir dalam bimtek Ketua PPK Berbah beserta staf, Ketua panwas beserta staf, PPS dan sekretariat PPS se-Kapanewon Berbah.

“Pertemuan kali ini selain bimtek juga untuk menyatukan kepemahaman bila ada pertanyaan dari masyarakat biarl ada satu jawaban yang sama,” kata Ketua PPK Berbah Eko Prasetyo

Bidang Tehnis penyelenggaraan Pemilu PPK Berbah Mohammad Fatwa Fatah menyampaikan bahwa saat hari H pemungutan suara ada lima kartu suara yaitu untuk pemilihan presiden, pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) , pemilihan DPR RI, pemilihan DPR propinsi dan pemilihan DPR kabupaten kota.

“Untuk persiapan TPS maksimal H-1 dan TPS ditempat ruangan permanen lebih aman dari perbagai gangguan dengan luas ideal 10 x 8m, TPS tidak dibuat du tempat ibadah dan wajib menyediakan 5 kursi prioritas untuk disabel, lansia,” jelas Fatah.

Untuk pemberitahuan maksimal H-1 C pemberitahuan sudah disampaikan bahwa yang bagian atas untuk pemilih, dan yang bawah dikembalikan dengan membuat berita acara

“Yang berbeda dengan pemilu sebelumnya bahwa bila menginginkan mencoblos tidak pada domisili  yang bersangkutan harus melakukan pendaftaran pindah pemilih. Bila pemilu yang lalu cukup dengan membawa KTP sekarang harus masuk di DPT, DPTb atau DPK,” tutup Fatah. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tinjau Pelaksanaan Sub-PIN Polio, Bupati Dorong Upaya Preventif Polio di Kabupaten Sleman

Sleman – Dalam rangka pencegahan polio di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan melakukan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) Tetes Polio bagi anak usia 0 hingga 7 tahun. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau secara langsung pelaksanaan Sub-Pin Polio yakni di Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Jumat (19/1).

Ditemui usai peninjauan, Kustini menjelaskan, pelaksanaan tetes polio ini sebagai langkah preventif dalam mencegah penyebaran polio masuk ke Kabupaten Sleman. Dikarenakan penyebaran polio sudah masuk di beberapa daerah di Jawa Tengah, menurutnya Kabupaten Sleman harus melakukan langkah pencegahan dini salah satunya melalui tetes polio ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sleman yang memiliki anak usia 0 sampai 7 tahun untuk diberi imunisasi polio di pos pelayanan terdekat agar anak-anak kita tetap sehat serta terhindar dari polio khususnya,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama menyampaikan pelaksanaan Sub-Pin Polio ini dilakukan 2 tahap yakni tahap pertama mulai 15 sampai 20 Januari 2024 dan tahap 2 mulai 19 Februari hingga 24 Februari 2024.

“Tetes Polio diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan dan dapat diperoleh gratis di Puskesmas, Posyandu, TK, Sekolah Dasar, MI dan Pos Imunisasi lainnya,” jelas Cahya

Lebih lanjut, Cahya menyampaikan bahwa polio ditetapkan oleh Kemenkes sebagai kejadian luar biasa di awal tahun 2024 setelag ada kasus polio di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Sebagai Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Kabupaten Sleman perlu melakukan tindakan salah satunya pelaksanaan Sub-Pin Polio.

Vaksin yang diberikan yakni NOPV tipe 2 yang dimana diharapkan mampu memutus rantai penularan polio agart tidak berjangkit di Sleman. Cahya menyatakan, target pelaksanaan Sub-Pin Polio di Sleman sebesar 95 persen.