Dinas Pariwisata Sleman Fasilitasi Rintisan Desa Wisata di Sorasan Ngemplak  

Sleman – Dinas Pariwisata Sleman menggelar Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata, Pokdarwis, Destinasi (CBT): Kuliner, Pemasaran, Kelembagaan, Manajemen. Pokmas dan Rintisan Desa Wisata di Sorasan (LPMK) pada Kamis (18/1/2024) bertempat di Embung Opak Sorasan, Bimomartani Ngemplak dan dilanjutkan Kunjungan Lapangan  pada Jumat, 19 Januari 2024 Omah Mbudur, Magelang.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid  menuturkan bahwa kegiatan ini adalah benutk pendampingan Dinpar Sleman terhadap pengembangan wisata di Sleman Timur.

“Jadwal kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan desa wisata merupakan salah satu kebijakan Dinas Pariwisata dalam pengembangan Kepariwisataan di Sleman Timur untuk mengoptimalkan potensi di wilayahnya dan mengembangkannya menjadi destinasi wisata atau desa wisata,” ungkap Ishadi.

Kegiatan sendiri diisi dengan pembekalan Peserta dan Manajemen Tata Kelola Desa/ Destinasi Wisata dan pembuatan Paket Wisata yang berlangsung di Rumah Mbudur.

Adapun materi tentang Sinergitas DPRD Kab. Sleman dan Dinas Pariwisata terhadap Perkembangan Pariwisata di Kabupaten Sleman dibawakan oleh Nurhidayat, – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman.

Sementara materi Tata Kelola Desa/ Destinasi Wisata dibahas secara intens oleh Hary Hermawan, Akademisi STP AMPTA Yogyakarta, dan ditambah materi tentang pembuatan paket wisata oleh Andi Irawanto dari Desa Wisata Institute.

Ridwan Nugroho, pegiat komunitas dari Ngemplak berharap kegiatan ini jadi awal dalam pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata. (Arief Hartanto)




Laksanakan Monev SLRT dan JPS, Kustini Sleman Imbau Tim PSKS Wujudkan Sistem Penanganan Terpadu

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial memberikan arahan dan pembinaan dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Dan Sosialisasi Program Jaring Pengaman Sosial (JPS), Jumat (19/1). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada kesempatan itu sekaligus menyerahkan bantuan sosial berupa kaki palsu, tongkat adaptif, kursi roda 4in1 serta wolker kepada 4 perwakilan penerima yang hadir di Rumah Dinas Bupati Sleman.

Pada pertemuan tersebut, Kustini menyampaikan ucapan terima kasih atas peran serta seluruh Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) selaku mitra kerja Pemkab Sleman dalam penanganan kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman. Untuk itu, Kustini memberikan arahan kepada seluruh PSKS Sleman, baik individu, kelompok maupun lembaga, agar dapat menguatkan peran dan fungsinya untuk mengoptimalkan layanan sosial di Sleman.

“Salah satu poin penting yang harus diperhatikan adalah pemutakhiran data pemerlu layanan sosial. Selain itu penting bagi PSKS untuk menyebarluaskan informasi yang positif, transformatif dalam menjawab isu permasalahan sosial di lapangan serta menjalin jejaring kerja yang kondusif dengan elemen masyarakat,” jelas Kustini.

Dengan munculnya sejumlah permasalahan sosial beberapa waktu terakhir, Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman telah menyusun regulasi untuk memperluas cakupan program perlindungan sosial untuk mewujudkan sistem penanganan terpadu.

“Dengan perluasan cakupan layanan sosial ini saya harap bantuan Jaring Pengaman Sosial dapat diberikan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepada setiap PSKS saya menghimbau untuk dapat mengawal implementasi Peraturan Kustini ini agar sesuai dengan amanah yang diberikan,” imbau Kustini.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi, melaporkan pertemuan itu merupakan kegatan rutin untuk memberikan arahan yang berkaitan dengan penyelesaian permasalahan sosial. Mustadi menambahkan, pada tahun 2023 telah direalisasikan anggaran program JPS sebesar Rp , dengan rincian untuk kegiatan JPS kesehatan, JPS pendidikan, dan JPS sosial.

“Direncanakan Program JPS Tahun 2024 anggaran Reguler Program JPS Sebesar Rp. 12,3 Milyar,” begitu keterangan Mustadi.

Kepala Dinas Sosial Sleman berharap, program JPS dapat terus menangani permasalahan sosial di Kabupaten Sleman secara tepat dan bermanfaat.




Dukcapil Sleman Sisir Adminduk Tahun 2024 di Kalurahan Maguwoharjo

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sisir adminduk hari ketiga tahun 2024 di Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok Kabupaten Sleman, Kamis (18/1).

Kegiatan Sosialisasi Informasi, Rekam Data, dan Pelayanan Administrasi Kependudukan (Sisir Adminduk) ini merupakan salah satu inovasi dan terobosan Dukcapil Sleman.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman Susmiarto dan Perwakilan dari BPR Bank Sleman Cabang Kalasan ini turut dihadiri Panewu Depok Wawan Widiantara beserta Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Pamong Kalurahan Maguwoharjo, Dukuh, Pengurus Lembaga Kalurahan Maguwoharjo, Kader PKK, Kader Kesehatan, Kader Adminduk, Guru PAUD/TK/SD/SMP dan  Babinsa/Babinkamtibnas.

Dalam sambutannya, Panewu Depok Wawan Widiantara  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman dan jajarannya telah mengadakan kegiatan SISIR ADMINDUK di Kalurahan Maguwoharjo.

“Kapanewon Depok telah meraih GISA Award Tahun 2023 sebagai Kapanewon Wilayah A Terbaik tingkat pertama, untuk Kalurahan dan Padukuhan belum ada yang meraih penghargaan,” ujarnya.

Wawan juga berharap tahun ini Kapanewon Depok, Kalurahan Maguwoharjo dan Padukuhan yang ditunjuk nanti bisa meraih prestasi terbaik tahun 2024.

Dukcapil Sleman menjalin perjanjian kerjasama dengan Bank Sleman dalam pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dalam pelayanan perbankan, pada kesempatan ini juga dilaksanakan Sosialisasi perbankan Bank Sleman oleh Perwakilan Bank Sleman Cabang Kalasan, beliau menjelaskan mengenai simpanan/tabungan Mutiara, kredit usaha, serta ATM Bank Sleman yang baru saja di-launching.

Paparan sosialisasi adminduk oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman Susmiarto mengenai Sukseskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan di Kabupaten Sleman, serta 15 (lima belas) inovasi yang dimiliki oleh Dinas Dukcapil Sleman yang bertujuan untuk mendekatkan layanan adminduk kepada masyarakat.

Dilanjutkan dengan Laporan Kepala Dinas Dukcapil Kab. Sleman tentang Penyelenggaraan Sisir Adminduk Tahun 2023 dan 2024. Setelah paparan diberikan suvenir untuk peserta yang aktif bertanya.

Pelayanan jemput bola rekam KTP-el sejumlah 35 pemohon, KTP-el rusak/hilang sejumlah 56 pemohon, Identitas Kependudukan Digital (IKD) sejumlah 43 pemohon, Kartu Identitas Anak sejumlah 76 permohonan, pembaharuan KK sejumlah 113 permohonan, Akta Kelahiran sejumlah 92 permohonan, Akta Kematian sejumlah 9 permohonan dan Kutipan Kedua Akta sejumlah 4 permohonan.

Bersamaan acara sisir adminduk, ada pelayanan perbankan dari BPR Bank Sleman dan BPJS juga mengadakan Pelayanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan yaitu melayanai Pendaftaran peserta baru, perubahan jenis kepesertaan, perubahan data (identitas, alamat, faskes tingkat I, kelas) dan pengajuan reaktivasi segmen penerima bantuan iuran (PBI-JK). Pelayanan BPJS pada hari ini sejumlah 72 pemohon. (Athiful/KIM Depok)




Dinas Pertanian Sleman Apresiasi KWT Mekar Berseri Dalam Memanfaatkan Lahan

Sleman – Lahan yang ada di sekitar rumah harus dikelola dengan baik, dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif seperti ditanami sayur-sayuran untuk kebutuhan rumah tangga. Dari hari ke hari harga sayuran naik, sementara jumlah penduduk terus bertambah, sehingga tak bisa dipungkiri lahan pertanian pun berkurang. 

“Ibu-ibu KWT ini cukup keren, mampu memanfaatkan lahan untuk berbagai jenis tanaman.  Hasil panen pun bisa dijual ke anggota dan warga sekitar.  Ini keren,” kata Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman saat mengukuhkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Berseri Nasri III Sumbersari Moyudan pada Kamis (18/1/2023).

“KWT harus terus bergerak dalam mengolah lahan yang ada secara bersama, bertahap dan berkelanjutan penuh semangat serta melakukan inovasi.  Untuk meningkatkan kualitas anggota, KWT harus mau belajar dari berbagai sumber yang kian mudah didapatkan, salah satunya studi tiru ke KWT lain yang sudah berhasil,” tambahnya memotivasi. 

Pengukuhan dihadiri oleh Sukadi Lurah Sumbersari, Riana S dari UPTD, E Desta Babinsa, penyuluh pertanian lapanan (PPL), Zamzuri Latif Dukuh Nasri, tokoh Masyarakat, ketua RT RW setempat serta seluruh anggota.

Sukadi Lurah Sumbersari memberikan apresiasi atas kegiatan hingga dikukuhkannya KWT Mekar Berseri, sehingga lahan pekarangan yang selama ini “nganggur” dapat dimanfaatkan.  Pemanfaatan itu pun akan menambah kesejahteraan warga, tegasnya. 

Sukadi juga menyampaikan “uneg-uneg”-nya agar Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman bisa membantu petani dan KWT, utamanya pengadaan pupuk yang harganya kian meroket dengan birokrasi yang mudah.

Sementara Nani Trisnaningsih Ketua KWT Mekar Berseri memaparkan, organisasi yang dipimpinnya beranggotakan 22 ibu-ibu aktif.  KWT didirikan awal Oktober 2023, dengan lahan yang ditanami seluas 200 m.  Lahan serta berbagai kegiatan dimanfaatkan untuk pembelajaran dan gotong-royong. 

“Kita buatkan jadwal atau piket untuk perawatan tanaman, sehingga tanaman terawat dengan baik,” kata Nani. 

“Piket pun berjalan dengan baik, tanaman subur, dan hal itu dapat dilihat saat panen perdana.  Hasil panen kemudian dijual kepada warga masyarakat utamanya kepada ibu-ibu saat pertemuan PKK Pedukuhan Nasri dan terjual habis,” tegasnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan).




Panwaslu Gamping Siapkan 285 PTPS Awasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Sleman – Menjelang pengumuman calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) terpilih pada pemilihan umum 2024 se-Kapanewon Gamping yang secara resmi akan diumumkan pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2024, maka Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Pengawas TPS Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping menggelar rapat koordinasi di Ruang Demang Cakradikrama Kapanewon Gamping, Kamis (18/1/2024).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pokja, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Sekretaris Pokja, Dewanto Tri Nugroho membahas tentang hasil seleksi akhir calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih di masing-masing tempat pemungutan suara untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak 2024.

Sesuai dengan jumlah keseluruhan tempat pemungutan suara maka kebutuhan personal di Kapanewon Gamping sebanyak 285 orang dengan rincian Kalurahan Trihanggo (54 orang), Kalurahan Nogotirto (59 orang), Kalurahan Banyuraden (48 orang), Kalurahan Ambarketawang (64 orang), serta Kalurahan Balecatur (60 orang).

“Mereka yang terpilih merupakan kandidat yang telah lolos seleksi administrasi dan seleksi wawancara yang dilakukan oleh Komisioner Panwaslu Kecamatan Gamping dan dibantu Panwaslu Kelurahan/Desa beberapa waktu lalu,” terang Adnan.

Selanjutnya calon terpilih akan dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Ketua Panwaslu kecamatan Gamping secara serentak se-Kapanewon Gamping pada tanggal 22 Januari 2024 yang bertempat di Gedung Serbaguna Kalurahan Ambarketawang.

“Pengawas TPS merupakan bagian penting dalam pengawasan pemilihan umum. Karenanya, arena harapan besar mereka dapat menjalankan tugas secara efektif. Kehadiran Pengawas TPS diharapkan dapat mencegah pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)