FLH Berbah Berikan Contoh Pemanfaatan Sampah

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah berbagi keterampilan membuat kerajinan berbahan sampah plastik pada pertemuan Dharma Wanita Persatuan Sub Unit Bidang SMP Sektor Barat pada Kamis (18/1/2024) bertempat di SMP Negeri 5 Patuk Gunungkidul, Yogyakarta.

Dihadapan 60 anggota Dharma Wanita, Eny Nurhaeni dari FLH Berbah menjelaskan tentang salah satu cara untuk mengelola sampah plastik agar mempunyai nilai estetika yang lebih tinggi dengan cara menjadikan sampah sebagai bahan kerajinan.

“Kali ini kita menggunakan sampah sedotan bekas dengan ukuran yang agak besar untuk dibuat menjadi kelopak bunga mawar,” ujar Eny.

Sedangkan daunnya dibuat dari sampah plastik berwarna hijau, yang disisipi plastik warna hitam.

“Untuk menyatukan ketiga lembaran plastik tersebut dilakukan pemanasan dengan menggunakan setrika, baru dilakukan pemotongan sesuai yang diinginkan,” jelas Eny lagi.

Setelah kuntum bunga dan daun selesai dibentuk, kemudian disatukan pada tangkai dari kawat yang dililit plastik warna hijau, sehingga membentuk satu tangkai bunga mawar.

“Ketika beberapa tangkai bunga mawar artificial buatan sendiri di satukan ditaruh pada vas akan menjadi bunga mawar yang cantik, meski hanya terbuat dari sampah,” tambahnya.

Selain membuat kerajinan bunga mawar dari sedotan, Yaya anggota FLH Berbah lainnya menjelaskan cara mengelola sampah plastik untuk dijadikan media tanam.

“Sampah plastik kresek hanya dibentuk bulat bulat seperti bakso bisa dipakai untuk media tanam. Bulatan warna warni akan bisa menjadi media tanam tanpa menggunakan tanah. Dan menjadikan taman lebih indah,” jelasnya.

Selain itu, Yaya juga menjelaskan tentang cara membuat pot dari plastik.

“Hanya dengan sentuhan origami sederhana plastik bungkus makanan dibuat menjadi pot yang cantik dan murah bahkan tidak harus bel,i” tambah Yaya.

Salah satu anggota Dharma Wanita, Ratna Widaryanto menyampaikan bahwa pelatihan pengelolaan sampah menjadi kerajinan seperti ini sangat menarik.

“Bagi saya ini sesuatu yang baru, bisa menambah wawasan untuk mengolah sampah menjadi yang lebih bermanfaat. Hanya dari sampah bisa menjadi sesuatu yang indah,” tutup Ratna. (Kusnadi/KIM Berbah)




Caturtunggal Gelar Monitoring Bantuan Pembangunan Tahap III Tahun 2023

Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melaksanakan kegiatan monitoring bantuan pembangunan tahap III tahun 2023 di 12 padukuhan antara lain Kocoran, Karangmalang, Karanggayam, Mrican, Santren, Gowok, Nologaten, Tempel, Janti, Tambakbayan, Kledokan, dan Seturan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Januari 2024, bertujuan memastikan anggaran pembangunan digunakan dengan efisien dan tepat.

Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Caturtunggal, pendamping desa, dukuh, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Sub Unit LPM, dan panitia pembangunan masing-masing wilayah. Selain melakukan monitoring, juga dilakukan penyerahan laporan pembangunan bantuan yang telah terealisasi dari masyarakat kepada Pemerintah Caturtunggal.

Bantuan pembangunan bersumber dari Dana Desa, Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan Pajak Bagi Hasil (PBH). Hasil monitoring menunjukkan bahwa semua padukuhan telah melaksanakan pembangunan sesuai rencana, bahkan beberapa di antaranya menyelesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz menyampaikan bahwa hal ini mencerminkan komitmen yang tinggi warga masyarakat dalam memajukan wilayah mereka.

“Harapannya masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun. Ini menjadi kunci keberlanjutan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kalurahan Caturtunggal,” pungkasnya (Oktaviana/KIM Depok)




Pelaksanaan PIN Polio di Tirtomartani dan Tamanmartani Lebihi Target

Kalasan – Tingkat kehadiran sasaran pada pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran pertama di Kalurahan Tirtomartani dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan melebihi target sasaran. Pelaksanaan di Kalurahan Tirtomartani, Selasa (16/1/2024) menyasar 1696 anak, sementara yang hadir 1738 anak. Dari 1738 anak itu berhasil tervaksin 1729 dengan katagori umur 0-59 bln  = 1022, 5-7 = 503 dan 7 = 204. yang berarti melampaoi target sasaran. Di Tirtomartani jumlah tidak tervaksin 8, lima (5) diantaranya demam, dua diare dan satu sedang dalam proses berobat.

Sementara itu pelaksanaan di Kalurahan Tamanmartani Rabu, (17/1/2024) yang berlangsung hingga pukul , target sasaran 1462, yang hadir 1494, tervaksin 1480 dengan rincian 0-59 bln = 876, 5-7 = 411 dan 7 = tervaksin 14 karena 8 sedang demam, 4 diare dan 1 post opname ikterus dan 1 dalam pengobatan.

Kepala Puskesmas Kalasan dr. Dini Threes Harjanti disela-sela berlangsungnya pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran pertama di Tamanmartani menuturkan, di Kapanewon Kalasan pelaksanaan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik tenaga medisnya maupun non medis.

“Untuk tenaga medis mendapat dukungan dari RS Panti Rini, RSIY Kalasan, RS Bhayangkara Yogyakarta, Klinik Sorogenen dan dari Praktek Mandiri Bidan Widia. Sementara relawan non medis berasal dari kader Pos Yandu, dari Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu (PARIKESIT), Mahasiswa serta Polsek, Koramil dan Linmas,” terang dr. Dini.

Untuk Putaran pertama lanjut Dokter Dini, pihaknya menyusun jadwal sejak tanggal 15  Januari di Kalurahan Selomaryani dengan sasaran 1164 anak. Tanggal 16 Januari di Kalurahan Tirtomartani target sasaran 1696 anak. Tanggal 17 Januari di Tamanmartani target 1461 anak. Untuk Kalurahan Purwomartani dijadwalkan selama tiga hari dari tanggal (18/1/2024) dengan target 1617 anak, (29/1/2024) dengan target sasaran 503 anak dan tanggal (20/1/2024) dengan target sasaran 1045 anak. Sehingga total target sasaran se Kapanewon Kalasan adalah anak.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena dalam pelaksanaan Sub PIN Polio mendapatkan dukungan yang luar biasa. Termasuk dari Pemerintah Kalurahan yang menyediakan tempat, linmas hingga logistik bagi relawan dan petugas. Kepada Masyarakat, Dokter Dini berharap agar senantiasa menjaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dan sehat, segera konsultasi ke Puskesmas bila ada gangguan kesehatan,” imbuh dr. Dini.

Sementara itu Kamituwa Kalurahan Tamanmartani, Awan Parades Parasteka menuturkan, para relawan yang berasal dari kader Pos Yandu/ Kader Kesehatan dari masing-masing padukuhan melakukan sosialisasi dan pendataan diwilayah masing-masing. Hasil Sosialisasi dan pendataan kemudian dilaporkan melalui Sistem yang telah ada, dengan demikian pada saat dilaksanakan pekan imunisasi dapat berjalan lancar karena mereka datang sesuai jadwal jam yang telah diumumkan dimasing-masing padukuhan.

“Dalam pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran 1 di Tamanmartani, alur dipatuhi dengan baik. Ketika datang memasuki halaman lapor kehadiran untuk mendapatkan nomor urut, kemudian menuju meja pendaftaran, setelah itu pemeriksaan suhu badan. Baru setelah itu menuju meja skrening dan vaksinasi, bila semua sudah dilalui dan sudah mendapatkan vaksinasi kemudian menuju area observasi selama 15 menit, baru setalah tidak ada keluan mereka diizinkan pulang,” tutup Awan. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




Anak Sardonoharjo Bebas Polio lewat Pekan Imunisasi Nasional

Sleman – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio serentak  mulai dilaksanakan di Kalurahan Sardoharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman. Terhitung, ada anak usia 0-8 tahun kurang 1 hari yang akan diimunisasi berupa pemberian vaksin tetes Polio.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, Harjuno Wiwoho didampingi Ketua TP-PKK Sardonoharjo Eisa Sastra memastikan langsung pemberian vaksin tetes di Pendopo Mrisen , Sardonoharjo , Ngaglik, Sleman, Kamis (18/1/2024) berjalan lancar,

Pemberian vaksin ini sendiri bekerja sama dengan Puskesmas Ngaglik 1 yang menjadi penanggung jawab langsung.

“Pemberian vaksin dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional untuk polio. Diwajibkan kepada bayi maupun anak-anak usia 0-8 tahun kurang 1 hari untuk diimunisasi polio,”ujar Faradilla , selaku Bidan dari Puskesmas Ngaglik 1.

“Vaksinasi polio serentak bertujuan mencegah kejadian luar biasa (KLB) polio di Kapanewon Ngaglik,” lanjutnya.

“Kita wajibkan kepada seluruh bapak ibu untuk aktif vaksin dalam rangka PIN untuk diberikan tetesan vaksin polio. Seluruh kelurahan/desa wajib, agar percepatan minggu ini paling tidak akhir Januari selesai. Semoga ke depan putra-putri kita bebas polio, sehat, hebat dan pintar-pintar,” ungkapnya.

Sementara itu, drg. Endah Triretno Wulan dari Kepala Puskesmas Ngaglik 1 mengatakan bahwa vaksin polio dapat diperoleh di Puskesmas Ngaglik 1.

“Dalam acara ini juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan , pemberian vaksin juga dmwngahdirkan anak anak sekolah PAUD, TK dan SD sederajat. Pastinya sesuai umur, antara 0-8 kurang 1 hari berarti ada yang diantara kelas 1 dan 2,” jelasnya. (Eka Sastra /KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Dinas PMK Kabupaten Sleman Adakan Pembinaan LKK di Kapanewon Seyegan

Sleman – Bertempat di Ruang Rapat I Kapanewon Seyegan, Rabu (17/1/2024) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) memberikan pembinaan bagi Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) untuk 5 Kalurahan di wilayah Kapanewon Seyegan.

Kegiatan ini menghadirkan 5 Lembaga dari masing masing Kalurahan yaitu unsur PKK, LPMK, Karang Taruna, Posyandu dan Linmas dengan nara sumber Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Sleman, Sungkawati Budi Rahayu, menyampaikan materinya berkenaan dengan latar belakang pembentukan LKK, Lembaga apa saja yang termasuk LKK, susunan lembaga LKK, tupoksi lembaga, masa bakti dan penggantian pengurus, tata kerja dan hal hal yang dilarang bagi pengurus LKK.

“Latar belakang pembentukan LKK sendiri adalah Undang undang nomor 6 tahun 2014. Selain itu Peraturan Bupati Sleman nomor 44.2 tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan yang mana LKK merupakan wadah partisipasi masyarakat, sebagai mitra pemerintah Kalurahan, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat Kalurahan,” jelas Sungkawati.

Sungkawati juga menekankan adanya program kerja dari masing masing lembaga sehingga pemerintah Kalurahan melalui mekanisme RKP akan mengalokasikan pendanaan untuk LKK. Mengenai pendanaan ini, Sungkawati juga menyampaikan bahwa sumber dana LKK dapat diperoleh dari swadaya masyarakat, APBKal, bantuan dari pemerintah, pemerintah daerah propinsi, pemerintah daerah dan juga bantuan dari pihak lain yang sah dan tidak mengikat.

“Banyak LKK yang belum mempunyai program kerja. Hal ini juga akan menyulitkan dalam memperoleh dana untuk berkegiatan. Di sinilah peran pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan. Dinas PMK melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembentukan, pemberdayaan dan pendayagunaan LKK sebagai Mitra Pemerintah Kalurahan di wilayahnya,” tukasnya.

“Sedangkan Panewu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembentukan, pemberdayaan dan pendayagunaan LKK sebagai mitra Pemerintah Kalurahan di wilayahnya,” imbuh Sungkawati.

Diakhir pengarahannya, Sungkawati mengajak dialog dengan peserta tentang keberadaan SK lembaga, program kerja dan pendanaan yang telah diraih oleh masing masing lembaga. Ada beberapa lembaga yang melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang ada di APBKal tanpa diberi kesempatan untuk membuat program kerja sendiri. Ada juga lembaga yang alokasi dananya sangat minim sehingga untuk pembinaan sub unit yang ada di Padukuhan tidak mampu.

Dinamika yang ada di lapangan tersebut masih jauh bila dibandingkan dengan lembaga yang ideal. Untuk itu, Sungkawati berharap LKK untuk segera berbenah dan peran sebagai mitra pemerintah Kalurahan bisa dirasakan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)